Jan 082019
 

Stan BPPT menampilkan PUNA (drone) Alap-Alap di IndoDefence 2018 © BPPT

JakartaGreater.com – Setelah sukses melaksanakan uji coba misi pemetaan jalur kereta api cepat Cirebon Brebes (61 km) pada bulan Juli 2017, serta wilayah terdampak bencana di Lombok atas permintaan BNPB ke BPPT pada bulan Agustus 2018, Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone tipe Alap-Alap PA-06D diajukan ke “Puslaik” Kementerian Pertahanan untuk disertifikasi sebagai produk militer dengan jenis sertifikat Type Certificate (TC), seperti dilansir dari laman BPPT.

Dikatakan Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Widodo Pandoe, bahwa drone tipe Alap-alap tersebut dalam sertifikasinya, ditujukan untuk “misi” pemetaan.

“BPPT mengajukan PUNA Alap-Alap dengan misi pemetaan udara yang memiliki kemampuan pemetaan seluas 1.700 HA per jam”, ungkapnya dalam acara Serah Terima Sertifikat Type (Type Certificate) dan Sertifikat Kelaikan Udara Militer (Certificate of Airworthinness) dari Baranahan Kemenhan RI, yang tekah digelar di Kantor BPPT, Jakarta, pada hari Kamis (03/01/2019).

Drone Alap-Alap mendapat sertifikasi dari Kemenhan © BPPT

Lebih lanjut dikatakan Deputi TIRBR bahwa dalam misi “pemetaan” tersebut, kemampuan pemetaan seluas 1.700 HA per jam atau satu kali terbang selama 5 jam operasi pemetaan. Drone BPPT tersebut dapat memetakan seluas lebih dari 8.500 HA, pada ketinggian 1.500 kaki. Sebagai gambaran, luas wilayah DKI adalah 66.150 HA. Jadi untuk 1 jam Alap-Alap dapat memetakan 1.700 hektar. Kalau dilakukan maksimum endurance, yaitu 5 jam, dapat memetakan 8.500 hektar.

“Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 kaki dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Untuk kecepatan saat jelajah antara 55 – 65 knot dan untuk takeoff maupun landing ini memerlukan landasan pacu sepanjang 150 – 200 meter saja”, paparnya.

Deputi Wahyu lalu menginformasikan bahwa proses sertifikasi memerlukan waktu 3 bulan sejak didaftarkan sampai lulus sertifikasi pada bulan Desember 2018. TC atau Sertifikat Type diberikan kepada BPPT sebagai lembaga yang melakukan perancangan dari PUNA Alap-alap tersebut.

“Setelah mendapatkan TC, PUNA Alap-Alap PA-06D tersebut diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri dan dimanfaatkan oleh TNI”, pungkasnya.

Tim PUNA BPPT melakukan pemeriksaan akhir mesin Alap-alap PA 4 berbahan bakar Pertamax © BPPT – SAS

Spesifikasi Drone atau PUNA tipe Alap-Alap PA-06D adalah sebagai berikut:

  • Bentang sayap : 3.2 m
  • Berat maksimum saat takeoff (payload) : 31 kg
  • Endurance : 5 jam terbang.

Adapun serah terima sertifikat dilakukan oleh Kepala Pusat Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI ke Deputi BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT (TIRBR).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Sarana Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda Agus Setiadji mengatakan bahwa teknologi Drone atau PUNA buatan BPPT tersebut merupakan salah satu teknologi yang dapat menunjang sistem deteksi keamanan di wilayah Indonesia.

“Diharapkan kedepan adanya sertifikasi ini akan berlanjut dan menjadi referensi untuk PUNA menjadi produk massal. Dengan adanya keterlibatan BPPT semoga kedepan juga kami dapat terus bersinergi”, pungkasnya. (Humas/HMP)

  3 Responses to “Drone “Alap-alap” BPPT dapat Sertifikasi dari Kemenhan”

  1.  

    wuih sdh dpt seetifikasi.
    mantap

  2.  

    Sdh bisa dijadikan kamikaze tinggal di isi bom mantap