Aug 092017
 

Drone Hermes 900 (Martin Thoeni/ Powerplanes.ch)

Drone canggih atau kendaraan udara tak berawak akan segera mengisi langit Filipina setelah Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan dia akan menerima tawaran UAV yang dibuat oleh produsen pertahanan Israel Elbit Systems.

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Dewan Perwakilan Rakyat, Duterte mengatakan dia ditawarkan dua UAV high altitude yang bisa terbang di luar jangkauan peluru dan melakukan survei ke darat, bertindak sebagai Mata di langit pasukan darat dan pasukan polisi saat mereka memasuki medan perang.

Duterte mengatakan pasukannya akan dapat mempelajari gambar pengintaian definisi tinggi yang disediakan oleh pesawat terbang tinggi sebelum mereka meninggalkan kamp mereka untuk berpatroli.

Presiden mengacu kepada dua UAV yang diperlihatkan kepada Angkatan Bersenjata Filipina dan Kepolisian Nasional Filipina oleh Elbit Systems di Kota Lipa, Batangas dan ditawarkan dalam skema pengadaan pemerintah-ke-pemerintah dengan Israel. Kedua UAV, Hermes 900 dan Hermes 450 yang lebih kecil, merupakan drone militer canggih yang secara teknologi setara dengan, atau bahkan lebih baik daripada, pesawat tak berawak AS seperti Predator dan Global Hawk.

Hermes 900 memiliki daya tahan terbang yang luar biasa yakni 72 jam -atau tiga hari penuh di udara- dan dapat membawa berbagai muatan militer, termasuk perangkat pencitraan termal definisi tinggi yang dapat memindai dan mendeteksi keberadaan musuh terus menerus, siang dan malam dan bahkan Dalam cuaca buruk. Hal ini dapat memberikan kesadaran medan perang yang tak tertandingi dan menghilangkan kemungkinan penyergapan, serta memungkinkan reaksi cepat dan terinformasi untuk memperkuat dan merespons kekuatan.

UAV berteknologi tinggi juga dapat melakukan pengarahan laser untuk amunisi cerdas presisi tinggi, memungkinkan pin-point serangan udara dan artileri, serta menghilangkan kemungkinan korban ‘friendly-fire’ atau kerusakan (collateral damage) serupa dengan apa yang terjadi pada tahapan yang berbeda dalam konflik di Kota Marawi, Filipina.

Israel telah menjadi pelopor dalam drone militer dan Pasukan Pertahanan Israel telah menggunakan mereka secara ekstensif selama beberapa dekade, akurasi penembakan yang presisi.

Drone atau UAV Hermes 450 yang sangat andal telah menyumbang 52 persen jam terbang dari Angkatan Udara Israel pada tahun 2016. Bersama dengan Hermes 900 yang lebih besar, keduanya menyumbang sekitar 70 persen jam terbang Angkatan Udara Israel. Untuk jam terbang pesawat tak berawak dari Angkatan Udara Israel, keduanya menyumbang 80 persen menjadi 85 persen.

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa ingin membeli lebih banyak drone high-altitude ini sebagai bagian dari modernisasi AFP bahkan saat dia mempersiapkan Angkatan Bersenjata untuk pijakan perang melawan teroris dan komunis.

Drone atau UAV diharapkan dapat mencegah kerugian besar dari personil militer dan polisi serta dapat mengubah gelombang perang yang menguntungkan pemerintah, dirilis Manilastandard.net, 5/8/2017.

Bagikan Artikel :

  19 Responses to “Drone dan Pelajaran Berharga Perang Marawi”

  1. Gw benci produk israel musuk asean

  2. Beli dari Indonesia saja… Pasti lebih murah

  3. hmmmm

  4. dulu ktanya indonesia beli drone israel lewat piliphin y min??

  5. UAV dari Israel emang gokill… ud terbukti dari dl..

  6. Borong dan ToT

  7. Drone Pinoy made in Izhrohell
    Drone TNI Made in Chinos

    • whahahaaa ngakak guling… guling
      sama di identikan begini

      Gajah sukanya mainan robot-robotan
      Kucing sukanya mainan SS-2 pindad

      nasib … nasib , semua barang en peralatan,barang,service,kontrak,deal,tender diwajibkan / diharuskan berkiblat ke arah kutub utara …..

      ga boleh mainan Jarak jauh …jarak jangkau ( Over the Horizon )
      boleh mainan sekitaran pekarangan aja ….(Shorad)

      ga boleh jaga pekarangan sampai dekat lapangan
      cukup boleh jaga di depan pintu pagar

      Ga boleh mencegah sebelum niat
      Boleh memukul setelah ketahuan masuk pekarangan ( ini seri kecolongan terus )

      ga boleh identifikasi / search and tracking
      Boleh terbukti dulu baru disuruh ngaku , setelah ngaku baru ditonjok

      inilah Negeri Gema ripah lohjinawi , Negeri Lumbung padi ( memunggungi Laut, tak perlu perkuat Laut maupun udara , belum perlu,kan Aman-aman saja) , Negeri Devensive offensive

      That’s My country …. I love this country

      BFB
      edisi : mohon sabar ini ujian
      hehehee

  8. Wahh…
    Kenapa tulisannya terpotong…???

  9. wew … ada drone bisa terbang 72 jam ???
    nah ini yg harus kita dpt ilmu nya …
    mau njiplak … mau beli tekno … mau nyolong ilmu … terserah !!!

  10. Hhhmmmm… Mungkin Filipina Mau Klau Tak Tawarin Altius-M?…

  11. ALUTSISTA BUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN RAYA MEMANG TERKENAL CANGGIH.

  12. AS yg kecolongan dgn memberi subsidi militer dan ekonomi, uang dan peralatan dr AS dioprek dan dikembangkan kemudian dijual kembali dan mencuri pasar senjata AS! Tp As meneng2 wae aja.

 Leave a Reply