Jan 082016
 

1032816305

Perusahaan pembuat Drone asal China, Ehang Inc meluncurkan pesawat tanpa awak yang mampu membawa manusia, yang di klaim perusahaan Ehang sebagai yang pertama di dunia.

Perusahaan asal Ghuangzhou, China tersebut menampilkan debut pertama Drone Ehang 184 di Las Vegas Convention Center selama acara CES gadget.

Dalam video pertunjukan terbang drone 184, drone menyerupai sebuah helikopter kecil dengan empat baling- baling yang sejajar dengan tanah.

Menurut pihak perusahaan, tenaga listrik pada drone dapat terisi penuh dalam waktu 2 jam, mampu mengangkut beban hingga 100 kg dan terbang selama 23 menit. Dirancang dengan kemampuan terbang di ketinggian rendah 300-500 m dan ketinggian maksimum hingga 11.500 kaki (3.5 km) dengan kecepatan tertinggi 100 km/jam.

Kabin drone muat satu penumpang dengan bagasi kecil, dilengkapi ac dan lampu baca. Dengan baling-baling lipat, drone dapat menghemat tempat parkir.

Untuk terbang dengan drone, penumpang harus terlebih dahulu menetapkan rencana penerbangan, dan dengan piranti tablet penumpang cukup menekan satu klik untuk perintah “terbang” dan “ mendarat”.

Shang Hsiao, pendiri dan pemimpin perusahaan Ehang, menyatakan perusahaannya berharap untuk dapat menjual drone seharga US$ 200.000-US$ 300.000 pada tahun ini, walau masih menunggu kepastian hukum.

“Belum ada yang memiliki (drone) seperti ini sebelumnya,” kata Shang seperti dikutip Associated Press.

Jika terjadi kesalahan, penumpang dapat mengontrol drone sebaga cadangan. Perusahaan berencana mendirikan pusat remote control yang akan mengambil alih kendaraan terbang ini apabila mendapat masalah dan memastikannya mendarat dengan selamat, lapor Associated Press.

Derrick Xiong, Kepala Pemasaran, mengatakan Drone Ehang 184 telah diterbangkan lebih 100 kali di ketinggian rendah di area hutan Ghuangzhou, termasuk tes beberapa penerbangan dengan penumpang.

Sputnik

  9 Responses to “Drone dengan Penumpang Pertama di Dunia”

  1. Kreatif bingits negara tirai bambu jadi negara bambu runcing kesalib lagi

  2. jadinya bukan UAV lagi duuung…

  3. assalamualaikum wr.wb.
    Ya menurut saya beresiko terkena baling2.
    Kalau saya mending posisi baling2 di letakkan di atas, dengan 3 sudut seperti mercy, namun sudut terdepan di hilangi jadi 2 sudut saya seperti v shape terus dipojoknya di kasih baling2.
    Di tengah bagian penumpang di kasih baling2 utama yang lebih besar dan bisa di trust vektoring seperti hovercraft kalau buat mendorong, kalau untuk turun seperti helikopter.
    Jadi baling2 utamanya bisa naik turun, dengan menambah ruang di belakang ruang penumpang.

  4. Drone ini sifatnya mirip mobil RC.
    Jadi bisa dibuat nimang anak….

  5. ini drone hanya cocok untuk di pakai ibu2 pergi belanja ke pasar…..atau di pake buat pergi kuliah aja,xixixixixixixixixi

  6. moncer mana dengan quadrotornya TNI?

  7. coba diusulkan indns pny drone kapal selam atau permukaan, untk pnjaga pntai khususnya yg rawan pncurian ikan

  8. Lha ini malah menggugurkan fungsi dari drone sendiri donk? Gmn sih?

 Leave a Reply