Drone Google, Prototype Project Wing

43
87

Google mengembangkan teknologi terbaru pengiriman barang dengan menggunakan mesin terbang yang dikendalikan dari jarak jauh. Drone Google mampu terbang sendiri dan mengirim barang.

Drone Project Wing Google
Drone Project Wing Google

Google sedang membangun dan menguji autonomous aerial vehicles/ drone yang dipercayai akan bisa digunakan untuk mengirim barang. Proyek ini dikembangkan di Google X dengan nama Project Wing, telah berlangsung selama dua tahun dan bersifat rahasia.

Menurut Google proyek ini bersifat jangka panjang dengan mengembangkan drone yang bisa digunakan ke daerah bencana, untuk mengirimkan bantuan. Alat ini diharapkan bisa mengirim bantuan ke korban gempa, banjir, cuaca ekstrim, -untuk barang-barang yang kecil, yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan konvensional.

“Meski jumlahnya hanya sedikit, drone ini akan bisa datang dan pergi secara terus menerus, untuk menolong banyak orang di wilayah bencana”, ujar Astro Teller, Captain of Moonshots -Google X.

Uji pertama dilakukan dengan mengirimkan alat defibrillator kepada orang yang menderita serangan jantung. Gagasannya, drone ini dapat mengirim alat itu lebih cepat daripada ambulans.

Prototype Drone Google sukses diujicoba di lahan pertanian perdalaman Queensland Australia yang menggunakan lahan warga di sana.

Australia diambil menjadi tempat pengujian berdasarkan aturan “progressive” Google, tentang penggunaan drone dan mungkin akan lebih pelik lagi di belahan bumi lainnya.

Drone Project Wing memiliki lebar sayap 1,5 meter yang memiliki empat electrically-driven propeller. Berat total termasuk barang yang dibawa sekitar 10 kg. Drone itu sendiri merupakan bagian terbesar dari beban yakni 8,5 kg.

Lokasi tujuan drone diprogram sebelum berangkat namun saat terbang, drone ini akan bekerja secara otomatis.

Drone Google berbeda dengan drone militer yang selalu dikontrol dari jarak jauh oleh pilot di darat. Google juga berencana agar drone ini bisa mengirim barang belanja konsumen ke rumah mereka. Google sedang mengembangkan teknologinya.

43 KOMENTAR

    • positif aja…selain militer Mr Drone…udah bisa dipake moto2 juga cakep…mungkin kedepan siram hama pake drone…tanam bibit tebar…dihutan pake drone ..skr masih pake helikopter…tinggal kita aja kreatifnya bagaimana…jangan antipati tapi pake sisi posiitfnya saja…..

  1. Dono-kasino-in,drone…!!! Namanye juga tanpa awak terlalu banyak keterbatasan,serta resiko…dah gitu ga ade otaknye lagi tuh barang,kecuali drone yg udah ada pikiranye kaya manusia kaya di film fiksi tuh baru mantaab..orang pesawat yg diawaki oleh manusia az suka koplax juga…tapi klo buat ngontrol daerah” yg sulit baru ok,bisa ngurangin resiko korban jiwa..klo buat militer saran ane sih mending buat “kamikaze” lebih bagus,lumayan buat kejutan terhadap musuh..apelagi bahan peledaknye pake nuklir lebih mantaab…!!

    ….NKRI HARGA MATI…

  2. 1 satu kalimat =

    kedepan teknologi alustisata akan makin komplek dan canggih dan aku tetap bependapat alustista perang kapur ,kaprang,ks dan alat tempur pendukungnya adalah yg kecil ,efisien, jatuh korban,,dan yg penting kecil,efisien,dinamis,moltirole/multifungsi dan bersifat mobil dan yg penting mematikan tidak perlu berat tapi kecil dan mematikan …ini senjata perang masa depan ,,
    klu leo ma udah dibabar bung meleketech dan udah dinasehatkan ama bj habibie yg notabene iq-nya jauh di atas rata2 standar otak manusia…jadi mohon maaf aku ikut orang pintarr saja ..

    klu salah dan kurang berkenan komen aku gpp juga kakakaka..