Dec 202018
 

Drone Okhotnik Rusia. (c) Russian Ministry of Defense (via paralay.iboards.ru)

Moskow, Jakartagreater.com  – Drone penyerang kelas berat Okhotnik (Hunter) yang sedang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft Company, akan melakukan penerbangan perdana pada musim semi 2019, ujar Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko dalam sebuah wawancara dengan Saluran TV Zvezda pada hari Rabu 19-12-2018, dirilis TASS.

“Tahun depan, Okhotnik akan memasuki uji coba. Pekerjaan pada proyek ini adalah prioritas dan berjalan pada tingkat yang baik. Pada musim semi, kami mengharapkan penerbangan pertama drone ini. Ini adalah tugas serius bagi kami,” kata pejabat pertahanan.

Menurut sumber terbuka, Okhotnik menampilkan teknologi siluman dan desain sayap terbang (tidak memiliki ekor) dan memiliki berat take off 20 ton. Menurut informasi yang belum dikonfirmasi, pesawat tak berawak memiliki mesin Jet dan mampu mengembangkan kecepatan sekitar 1.000 km / jam.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu sebelumnya mengatakan bahwa pengintai pengintai jarak menengah / penyerang akan mulai berdatangan untuk pasukan pada 2019.

Rusia sedang mengembangkan beberapa jenis serangan drone. Ini adalah versi penyerang dari Forpost medium reconnaissance drone, Orion medium-altitude long-endurance UAV, Altair reconnaissance and strike drone dengan berat hingga 5 ton, drone penyerang berat generasi ke-6 Okhotnik (Hunter) dan drone Karnivora small strike/interceptor.

  3 Responses to “Drone Kelas Berat Rusia Ditargetkan Terbang 2019”

  1.  

    top markotop

  2.  

    kelas berat ?
    berarti mengacu kepada “berat” dong………
    misal kayak si huha itu masuk kelas “berat”……..
    berat dosa nya ketimbang amalannya 😆

  3.  

    Kayak Sentinel ya.