Aug 282014
 

US Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) mendorong potensi Drone QF-16 untuk mampu memberikan dukungan udara kepada pasukan dalam pertempuran masa depan, seperti General Atomics MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper yang lebih dahulu diterjunkan ke medan tempur

IHS Jane mengatakan pesawat tanpa awak QF-16 ideal untuk serangan ke wilayah musuh dan misi yang berbahaya “di mana Anda tidak ingin menempatkan pilot dalam situasi bahaya”.

Saat ini QF-16 dibatasi hanya untuk operasi di dua pangkalan AS, Tyndall Air Force Base, Florida dan White Sands (WSMR), New Mexico. Stasiun kontrol QF-16 di darat akan kehilangan kontak dengan pesawat, jika pesawat terbang di atas cakrawala atau melebihi batas yang ditentukan.

Drone QF-16

Drone QF-16

Tapi Boeing ingin meng-upgrade sistem kontrol untuk memberikan QF-16 agar bisa terbang seperti UAV lain. “Langkah pertama adalah, kita benar-benar ingin pesawat terbang ini bisa terbang lebih luas tidak harus terikat pada dua stasiun,” kata Cejas dari Boeing.

“Tidak ada alasan QF – 16 tidak bisa melakukan apa yang UAV saat ini lakukan”.

Kemampuan QF-16 adalah sama dengan F-16 yang menggunakan pilot, Boeing telah dikontrak oleh USAF untuk mengkonversi 126 F-16 ke versi QF-16 untuk uji coba. Kebutuhan jangka panjang pemerintah AS adalah 210 pesawat QF-16.

  87 Responses to “Drone QF-16 Latihan Target”

  1. tes

    • Apa yg terjadi jika terjadi duel udara antara F-16 ID vs QS 16 USAF ?

      • QF 16 gak bakalan menang
        karena memang dirancang sebagai pespur tanpa awak untuk serangan ke darat
        Dogfight diperlukan insting dan intuisi yang pergerakannya dalam hitungan sepersekian detik
        Dan itu tidak bisa dipunyai oleh sejenis Drone karena pasti ada delay dalam transmisinya saat diawaki oleh oprator didarat
        Imho

        • Assalamualaikum wr.wb
          sip sependapat sama bung Satrio :mrgreen:

          • pendatang baru, salam kenal….bung melek…. mau dikin tekno kayak gimana, barng itu kan mellui proses digital prosesint 4 x, yaitu input masuk UAV di terima, diprosesing data APU kalau gambar diproses data gambar dan dikirim ke system relay (satelit, butuh waktu), kalau input masalah speed data di gunakan oleh control unit kendali peswawat (selama proses pake waktu, walau speednta tinggi, dan masih banyak prosessng data lagi yang kerja pada UAV yang semuanya memerlukan waktu….sehingga dalam teknologi prosesing data di kenal dengan ” realtime” .yaitu antara waktu sinyal input datang sampai dengan adanya tindakan tanggapan, kalau kitalangsung mengendalikan alat dengan alat pancaindera kita itu namanya “Direct time” . Direct time akan lama jika pengguna alat orang OON….. maaaf jika salah wasalam.

          • maaf saah masuk, om wong ndeso….harusnya komenya di kota bung melekhtech

        • Handphone ada delay ngak ?

          Kalau kita bicara kita tunggu beberapa detik, baru terjawab, gitu ya ?

          Hai apa kabar……(pause 3 detik)………baik baik saja…………….(pause 2 detik)………….kabar mbokmu gimana……………….(pause 10 detik)………….udah mati …………..(pause 7 detik)………….alhamdulillah………..

          jadi gitu ya bung satrio ?

          • nambahin bung…itu drone..trpengaruh nggak jika da pengacau sinyal……jammer???

          • Pasti adalah bung walaupun tidak dalam hitungan detik
            kan saya bilang sepersekian detik.,
            Gak seperti yang anda tulis lebay begitu…

            Coba anda lihat siaran langsung sepak bola melalui Tv satelite dan bandingkan dengan yang melalui siaran langsung TV swasta , delaynya malah hitungan detik,

            Kalau nanti drone ini areanya operasinya diperluas maka akan memerlukan satelit untuk transmisinya disaat itu delaynya makin ketara,
            untuk sementara memang area operasinya didekat airbase mereka

          • Yang namanya dikendalikan jarak jauh, kejadiaal error diluar kendali,kngkinan utuadu dengan pilotm ada di dalam pesawat lebih terjamin aman dibandingkan dg yang dikendalikandg sistem jarak jauh

            Insting seorang pilotyg mengawaki lansung jelas lebih unggul dibanding pilotyduduk manis di dlm ruangan ber AC

          • @bung satrio, klo satelitnya dilumpuhkan bisa2 kyk lagu “3 tikus buta mereka berlari meraba2” :mrgreen: …he,he,he

          • @Bung erick
            Lha itu ….. sekarang aja banyak diinfokan bahwa drone pemburu berhasil menembakan rudal hellfirenya untuk melumpuhkan musuh dengan efektif
            Padahal yang eror dan mbleset buanyak yang gak diinfokan,,,
            Padahal itu kadang lawannya tak bergerak atau mobil yang gerakannya ratusan km/jam ,, kalau membidik pesawat yang bermanuver ekstrime bijimane

            Drone mungkin bisa dipandu dan bermanuver ekstrim melebihi manuver yang dikendarai oleh pilot,, tetapi hanya sebatas manuver show saja,, belum tentu airframenya juga mampu,,, tetapi kalau untuk manuver dogfight bakalan ketinggalan insting
            pendapat tukang warnet
            Menurut ente bijimane kang pencerahannya
            hehehehe

          • Stuju bung erich, skali satelit kena jamming pasti bisa rontok dronenya..:D, mau tanya penasaran yg “diraba2” tikus itu apa yaah???:D

          • walah walah mas…mas. berarti anda ngak ngerti Blass Frekuensi

            semua itu sudah dihitung oleh pabrik UCAV

            Handphone GSM (GHz) mempunyai kecepatan sangat tinggi, misal Jakarta – Surabaya melalui 4 relay, sama sekali ngak terdengar delaynya khan,

            jadi delay itu udah ngak masuk hitungan, jangan dijadikan alasan

            Apalagi sekarang ditambah ada teknik KOMPRESI, tambah Hyper cepat

            Anda bandingkan dengan TV Komersial, TV komesial masih memakai (VHF/UHF==> MHz) walah….walah….
            TV-Satelite yang delay adalah Studionya mas

            dan itu komersial lagi……….., jangan bandingan dengan Military Grade

            Military memakai Frekuensi Khusus, Apalagi Drone, pasti X-Band keatas, sudah diatas 10-GHz mas

            kalau ada delay bisa bisa “diseneni” para pilot, karena radar pespurnya telat bin lelet. padahal kecepatan rudal sekarang AMRAAM, R-77 mencapai Mach. 4

            Bisa rontok pilot kita kalau radarnya ngak Real-Time

          • @bung satrio, respons sepersekian detik dlm closed quarter knife fight cuman bisa dirasakan ma joki nyang nongkrong di cockpit klo nyang nongkrong diruangan ber-ac kaga bisa ngerasain nyang kyk begitu.. :mrgreen: he,he,he

          • Bung melektek
            lha itu kita berbeda persepsi
            Kalau tx dan rx bisa langsung realtime dan memang grade military bisa lebih tinggi, karena memakai frekfensi.
            Kalau drone juga pasti memakai studio kan ?

            Drone doghfifht bisa mengalahkan pilot bila nanti autopilotnya sudah supercanggih
            sementara ini masih bisa untuk manuver datar saja

          • Berapa pilot pesawat tempur yang salah tembak ??? buaanyak.
            Friendly Fire buuuanyak.
            khok itu ngak kehitung ??? mas

            Manusia membuat teknologi adalah untuk membantu/mengganti tugas manusia.
            yang ngak bisa dilakukan

            Masa depan adalah jamannya UCAV, tak lama kemudian ada “autonomous” alias “UCAV-AI”

            Kalau alasan anda-anda diatas dipakai, kenapa semua negara ngebet sekali bikin UAV dan UCAV ???

          • Harus dihitung juga besar data yang dikirim. Apalagi operator harus mendapatkan visual.

          • tolong sebutkan studio yang bagaimana ?

            apa sama dengan TV Komersial, coba saya pengen tahu ???

          • Bung melekteck
            Saya hanya menjawab pertanyaan bung wong ndeso untuk kondisi QF sekarang ini melawan F 16 ID.
            sesuai teknologi sekarang ini,,,
            Bila nanti suatu saat dinamika teknologi drone itu lain soal..

            Sekarang topiknya QF 16 yang kapasitas area operasinya terbatas dan manuvernya terbatas,,
            Gitu lho mas hehehehe tetapi seneng kalau diskusi begini sama sampean mas ingat jaman dulu warjag ..keluar ilmunya semua,,

            Ane RTB dulu tirakatannya sudah selesai

          • Hehehe kalo yg doyan maen game FPS online (misal point blank, call of duty dll) pasti paham bener sama yg namanya ngelag (delay). Delay xxx millisecond bisa mempengaruhi hasil akhir permainan

            Gara2 koneksi lemot kepala bisa2 kena headshot :mrgreen:

          • @ bung Diego.

            Anda tahu KOMPRESI, kalau di Komputer ada ZIP ada RAR
            kalau di dunia Wireless ada 3G / HSDPA / UHDPA, mereka menjadi cepat selain 30% perbaikan hardware, 70% adalah teknik Kompresi

            Foto aslinya 10MB bisa dikompress jadi JPEG hanya jadi 1MB, berapa persen ?
            Video aslinya non compress 1GB, bisa jadi FLV hanya 700MB saja, berapa persen ?
            Musik WAV 50MB, jadi MP3 hanya jadi 3MB saja, berapa persen ???

            Kalau di militer tambah dahsyat lagi.

            Teknologi Komersial adalah “bekas” dari teknologi Militer yang sudah berumur lama !!! termasuk INTERNET

          • Saya belum nemu teknologi transfer data real time yang menggunakan modul kompresi -dekompresi. Untuk transfer visual (ke war room), justru kompresi-dekompresi, tidak pernah saya pakai. Kecuali berbicara mengirim data non real time.

          • saya suka komen bung @arjuna

            Insting…..itu yang ngak ada
            Hanya manusia yang punya

            AI “mungkin” tidak bisa, hanya waktu yang bisa jawab

            Apalagi Insting manusia (pilihan dan langka) paling besar baru keluar kalau dihadapkan pada pilihan hidup dan mati.

            kalau bukan manusia pilihan, paling banter hanya pasrah, gugup, pingsan, dst

          • Ada Bung.. Wkt saya di Abidjan-Cote de’ Ivoire. Tiap x nelp keluarga di Medan-INA sllu delay 2-3 detik.

            Jd jgn blg telekomunikasi tdk ada jeda delay krn sya sndri mengalami hal tsb.. πŸ™‚

          • Kukira bung melektech pernah pake skype. Pd kead ttt, sering tjd delay, antara gambar dan suara sering tdk sinkron. Pemakaian telponpun sy pernah bbrp kali mengalami delay dng lawan bicara shg kayak ada echo (ini sy alami pd telp fixed line dan GSM punya bbrp operator selular).

          • @satrio benar pendapatnya…..tp akan beda lg kalo pesawat itu sdh di tanami otak sendiri…macam yg ada di film.

        • ow ya bung Satrio saya mau menggunakan visual telekom (hehehehe saya lupa sebutannya) kira-kira bisa selancar saat kita menggunakan handphone tidak?

          • ehm… kl koneksi ok.. delaynya sedikit…

            tapi ya kita harus sabar..
            teleconference kl di lakukan dgn provider net dalam negri loading nya lama… even yg pake fixed line standard office..
            apa lagi model net GSM… yg ada malah suaranya ga jelas…

            any way… skype ok juga kalau teleconference…
            solusi bagi yg punya pacar di luar negri..
            qqqq…

          • Assalamualaikum wr.wb
            trims bung bonex infonya :mrgreen:

          • Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh… bung WONG ..

        • Kalau dipasang antidot cross eye jamming SAP-518 bijimane Om Satrio?

          • suatu saat nanti bila teknologi auto piliotnya sudah bisa untuk manuver manuver extrime dan nano komputernya sudah bisa berpikir sendiri maka disaat itulah teknologi drone bisa diadu dengan pesawat tempur berpilot,

            mau dipasang SAP knirti dan lain lain itu bisa saja nanti,
            Tetapi akan lebih efiseien dibuat drone sendiri sebagai pesawat EW yang berada didalam satu gugus tugas

          • seperti film “stealth” yang drone nya bernama EDI ya Pak… kalau mamarika sudah bisa buat drone seperti itu,maka berjalannya waktu peran pilot akan tersingkirkan hehehe πŸ˜€

        • ” Stasiun kontrol QF-16 di darat akan kehilangan kontak dengan pesawat, jika pesawat terbang di atas cakrawala atau melebihi batas yang ditentukan.”

          Kalau penjelasan Boeing seperti itu, berarti data yang dikirim masih bersifat point to point = gelombang micro digital. Data yang dikirim tidak up link ke satelit.

          Pengalaman saya, delay yang paling rendah, jika data dikirim via satelit. Handphone delay nya lebih parah lagi karena, data dikirim ke bts, baru up link ke satelit.

          Faktor delay lainnya adalah eksekusi dari operator. Gambar yang dikirim QF-16, akan ada delay sampai ke monitor operator (karena remote). Eksekusi perintah juga ada delay ketika data dikirim ke QF-16. Short Cut delay ini adalah, memindahkan sang operator dari ruang kontrol di darat untuk ditempatkan menjadi pilot di dalam pesawat.

          Kelebihannya, pesawat tanpa awak ini, bisa bermanuver, melebihi batas-batas gravitasi yang bisa ditolerir tubuh manusia. -imho

          • jangan lupa bung diego QF 16 berbasis dari airframenya F 16 yang dirancang untuk batas ketahanan manusia saja misal 9 G.
            Kalaupun dipaksa melebihi 9G berkali kali maka pasti airframenya akan patah, karena memang tidak dirancang untuk itu,

            Bisa bermanuver melebihi batas gravitasi 9G misalnya tetapi harus rancangan baru yang airframenya diperkuat, tetapi tidak untuk QF 16 yang rata rata airfraemnya setengah umur…

            Kalau tidak salah Drone kita wulung saja masih tahan untuk 5 G dan akan ditingkatkan menjadi 7 G
            imho

          • Ya….masuk akal.

            Saya penasaran, mengapa QF-16 tidak transmit via satelit, karena transfer data via satelit butuh platform yang stabil. Positifnya= jangkauan luas

            Sementara transfer data point to point via gelombang micro atau via bts, bisa menggunakan platform mobile. Negatifnya= jangkauan pendek

          • @bung diego, setau saya nyang paling safe bukan pake satelit tapi pake pesawat aew&c….klo gak salah itu nyang ane denger….musti konfirmasi ma bung brotosamedi neh…..he,he,he

          • masak iya bung sat

            Paling banter umumnya pilot pesawat tempur hanya bisa tahan 6G saja, itupun hanya latihan, kalau Combat bisa fatal, apalagi minus 6G

            QF-16 sudah di perkuat airframe dan perangkat lainnya agar dapat menahan G sampai angka 12

        • Assalamualaikum wr wb sdr/I warjager,ijin singgah sebentar mau jemput kang Ss sm kang Erich,hehehe

          Kang Ss n kang Erich ayo pulng,udah sepuh jng suka keuyuran malem2 ntar sakit,kt2 jg yg repot,hahaha…peace kaang,kabur ahh

          hehehe…

        • @bung diego

          3G / HSDPA / UHDPA itu kompresi real time, bahkan modem kuno 56kbps (Th. 1990)
          ditambah lagi kita pakai VOIP, Video Streaming (TV-online, Radio-online) Dst

          Dikomputer ada SATA interface pada HARDDISK juga real time compressing

          Handycam pakai MMC, realtime compressing, HP juga

          semua yang berhubungan dengan teknologi sekarang adalah Full Real Time Compressing

          itu masih di ranah KOMERSIAL, di militer data kompressi sudah dipakai TNI kita di Sukhoi dan F-16 52ID

          apalagi Gripen NG yang dahsyat sekali penyajian datanya, realtime

          • QF 16 jadi seperti pesawat remote control dunk klw masih terbatas jarak jangkauan dengan control towernya. Klw over dari jangakauan frekuensinya bisa out off control, klw sudah begitu apa yg terjadi?? Klw ini butuh receiver untuk menangkap frekuensi dari control roomnya, naah klw frekuensinya dibajak bgmana? Khan frekuensi ada spectrum pitanya. :??

          • Maklum saya ngak terlalu ngerti frekuensi2an. Hehe..

        • pssst mas…. lain x kalo mas smelekete komen dah biarin aja anggap aja tong kosong nyaring, mungkin dalam falsafah hidup beliau gk ada yang namanya mengalah untuk menang, jangankan menang,seri aja payah

    • @senior222..3 tahun ke belakang ada drone yg mendarat di wilayah timur nkri…mohon dibabar info ..knapa ujug2 landing or shot or hang…delay…maaf oot

    • wah telat neh, diskusi menjelang pagi, sentilan dan sentilun nya mbah @melektek dari komen bab sebelumnya akkhirnya diterbitkan juga ya ::::::::::: πŸ˜€

      • Pilot pesawat tempur bisa dikalahkan ucav caranya sederhana saja dengan kemampuan menggunakan teknologi stealth pada ucav. Sekarang sudah banyak ucav yang menggunakan teknologi stealth

  2. πŸ™‚ menunggu drone made in Indonesia

  3. INA harus bisa

  4. Kaping telu, sr malih,,, suwun sugeng dalu

  5. Kl drone model beginian ane setuju banget… πŸ˜€

  6. Anehh rasanya pespur tanpa awak

  7. Kita juga bisa asal ada dukungan moral dan dana dari pemerintah….tapi itu nantilah…kejar kuantitas dulu untuk semua jenis alutsista.

  8. sepulohhhh besarrrr

  9. Wahhhh sepi pake banget nih malam jum’at..
    Pada sibuk mandiin keris apa keris beraksi di atas kasur πŸ˜€

  10. Ide cerdas nih Amerika.. daripada nganggur ga Dipakai.. πŸ™‚

  11. n ketika skynet eror, mereka mulai memburu manusia..
    kayak arnold di pilem robocop judgement day..

  12. Bagaimana kalau di adu sukhoi kita lawan drone beginian..

  13. bang melek..
    pernah liat teleconference kagak, pernah liat kuis ato berita yg lagi tanya jawab antara studio ma koresponden yg dilapangan kan..ntu ada jarak waktu yg beda/tertunda dalam penerimaan suara ato gambar pas percakapan antara studio n lapangan..mulut/sumber suara n visual > mic/kamera > pemancar > penangkap sinyal > headset/speaker/monitor..

    penglihatan operator drone cuman berdasar gambar dilayar monotor dari kamera yg dikirim secara realtime, ntu pasti ada perbedaan seper sekian detik antara kenyataan n gambar yg ditrima operator..n tentu saja mempengaruhi reaksi drone, misalnya terlambat bereaksi melakukan manuver ato ngehindari rudal lawan..imho..

  14. joss

  15. drone Q16 sekalian buat menghabiskan stok yg udah kadaluarsanya f16..
    Senjata pamungkas ancurin dgn pespurnya
    istilah hariki…hehe

  16. kalau yg diskusi para sesepuh mantap jadinya… tambah pengetahuan

  17. drone phase 2 “star war attack of the clone” remoted aka droid
    ancurin controlnya, drone nya mati total
    drone phase 3 “gundam merah” manusia 1 wingman 4 (drone) udah otonom bisa kamikaze untuk defence (ngeblok rudal) ato offence (keabisan rudal di tabrakin) ato buying time buat escape (rtb). gripen ng baru bisa terbang bareng.
    drone phase 4 fully otonom jangan di buat iya kalo jadi optimus kalo jadi megatron susah

  18. Sesepuh sdh pada cangkrukan, duduk manis sambil nguping obrolan beliau, yang saya tangkap mau tdk mau, suka tdk suka,ternyata drone sudah nyata adanya dan akan terus dikembangkan sampai dimana sy tidak tahu.Harusnya Indonesia jangan sampai ketinggalan, minimal punya banyak drone utk misi pengintaian, eksekusi tetap serahkan kepada prajurit TNI. Jadi ingat perburuan keli kwalik, dn Prabowo dapat pinjaman drone dari singaporn, sehingga pasukan kopasus bisa langsung diterjunkan di titik sasaran dengan tepat, sehingga operasi sukses. Denger beritanya di tv sambil jualan ayam.

  19. QF 16 ini adalah Langkah awal AS dalam merintis senjata masa depan..Drone tempur ..yang namanya barang rintisan ya pasti masih banyak kekurangan..tapi teknologi itu kan berkembang yang penting adalah berani Memulai…Yang di perdebatkan senior2 di atas akan terjawab dlam waktu 20 th lg?..atau malah hanya 10 th lg?…

  20. dengan atau tanpa pilot, setiap pelanggaran kedaulatan kemerdekaan harus dilawan bukan?

 Leave a Reply