Nov 062018
 

Drone siluman canggih (UAV) CH-7 buatan China © Global Times

JakartaGreater.com – Kendaraan tempur siluman generasi baru (UAV) buatan China CH-7 atau Caihong-7 diperkenalkan pada hari Senin di China Airshow 2018 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Selatan, dan dianggap sebagai pesawat tak berawak paling maju yang dikembangkan China.

Shi Wen, chief engineer dan perancang Caihong (CH), atau Rainbow UAV series China mengatakan kepada Global Times pada hari Senin bahwa kinerja CH-7 di banyak area jauh lebih baik daripada RQ-170 buatan AS, dan kemampuannya cukup dekat dengan RQ-180.

Dengan CH-7 menjadikan China sebagai negara kedua, setelah AS, yang empu untuk memproduksi UAV tempur yang memiliki daya tahan lama dengan kemampuan penetrasi tingkat lanjut, kata Shi.

Karena kemampuan, layanan ketinggian, fitur siluman dan ketahanannya yang tinggi, CH-7 dapat melakukan banyak misi dalam kondisi berbahaya, termasuk pengintaian, pengawasan, dukungan tempur, meluncurkan rudal atau membimbing senjata lain untuk menyerang target bernilai tinggi, menurut catatan Shi.

Desain drone siluman canggih (UAV) CH-7 buatan China © Wan Quan via Global Times

CH7 memiliki panjang 10 meter dan lebar sayap 22 meter. Ini memiliki berat take-off maksimum 13.000 kilogram, dengan ketinggian jelajah 10 – 13 km, kecepatan jelajah antara 0,5 – 0,6 Mach, dengan daya tahan penerbangan selama 15 jam, kata Akademi Aerospace Aerospace China (CAAA) pada hari Senin.

Drone siluman CH-7 sulit dideteksi, ia dapat menembus posisi musuh dan sedekat mungkin dengan target musuh untuk melakukan misi tempur selama mungkin.

“CH-7 dapat mencegat sinyal elektronika radar, dan secara bersamaan mendeteksi, memverifikasi dan memantau target bernilai tinggi, seperti stasiun komando musuh, situs peluncur rudal dan kapal angkatan laut”, kata Shi.

Menambahkan bahwa CH-7 juga memiliki teluk senjata internal, sehingga mampu meluncurkan senjata, seperti rudal anti-radiasi, rudal udara-ke-darat atau rudal anti-kapal dan bom berpandu presisi jarak jauh.

CH-7 rencananya akan diuji coba dalam 1 – 2 tahun ke depan dan dapat dikustomisasi.

Dibandingkan dengan negara-negara besar seperti AS ataupub negara-negara Eropa, China masih tertinggal, tetapi melalui integrasi dan optimalisasi sistem, China telah semakin dekat dengan AS dan negara-negara Eropa dalam penggunaan teknologi UAV.

“AS memiliki teknologi canggih di beberapa wilayah UAV, dan pasar UAV China sangat besar, sehingga China bersedia bekerjasama dengan Amerika Serikat pada penggunaan komersial dari UAV”, terang Shi.

Di masa depan, tim Shi akan lebih fokus pada pengembangan UAV dengan daya tahan ekstrim dan kecepatan tinggi serta kemampuan siluman, UAV jenis MALE, dan kemampuan lepas landas serta pendaratan vertikal.

  6 Responses to “Drone Siluman Canggih Memulai Debut di China Airshow 2018”

  1.  

    Kapan bisa nyusul bikin ya…xixii

  2.  

    RI kapan ya bs menyusul seperti China dgn inhan yg besar.

  3.  

    Knp harus sama bentuk nya.. Kenapa ga beda biar lebih baru dan inovatif.. Apa memang hasil klepto?

  4.  

    yg penting bentuknys modern.
    dan canggih.
    kita bisa nyusul .tunggu sj

    tp ga tahu kapan.
    mimpi.com

  5.  

    tunggu dana hibah dari para koruptor kalee.

  6.  

    Konon ada seuatu yg bernama “onde onde”, uueenaakkk, bulet, berbintik bintik, di dalmnya ada isinya lg, ada beberapa negara yg terheran heran dan langsung tertarik dan berusaha untuk memecahkan dan tahu apa itu onde onde ?. Terlibatlah tiga negara asia, dan beberapa negar timur tengah, tiga negar asia dengan suber daya yg dimilikinya mulai mendatangkan tenaga ahli, perguruna tinggi, meriset barang tersebut, dicarinya rumus untuk menghitung wijen dlm lebar tertentu dan diameter tertentu, dihitung dan dicari berpa lapis dan bahan yg dibuatnya, serta apa isi yg ada di dlmnya, akirnya teriptalah produk baru yg di beri nama nipononde, asengonde dan koreonde dan langsung mengebrak mata dunia. Lain lg dng negara yg dr timur tengah yg mempunyai harta melimpah, dng kekuatan harta dan keangkuhannya langsung saja dibelinya seluruh pabrik beserta perangkatnya, bahkan kalau perlu negara pembuatnya, dengan ongkang ongkang kaki mereka menikmati onde onde tersebut sambil nyruput kopi di pagi hari, anda anda mau seperti apa…?

 Leave a Reply