Jan 112019
 

Drone siluman buatan China di Zuhai Airshow 2018 © Air Recognition

JakartaGreater.com – Sebuah video yang menampilkan drone China seperti piring terbang, Sky Hawk, diperlihatkan untuk pertama kalinya oleh China Central Television (CCTV) pada hari Sabtu, yang menurut pakar militer terkemuka China akan memungkinkan drone untuk terbang lebih cepat, lebih jauh dan hindari deteksi radar, seperti dilansir dari Global Times.

Dikembangkan secara independen oleh China Aerospace Science and Industry Corporation, Sky Hawk melakukan uji terbang di lokasi yang dirahasiakan di China, kata laporan CCTV. Video menunjukkan drone lepas landas dan mendarat, menandai pertama kalinya bahwa pesawat nirawak tersebut diperlihatkan ke depan publik dalam penerbangan.

Drone itu dilaporkan pertama kali terbang pada bulan Februari, tetapi tidak ada video yang tersedia sebelum disiarkan pada hari Sabtu. Drone itu dipamerkan di China Airshow 2018 di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China Selatan pada bulan November tetapi tidak diterbangkan di sana.

Drone siluman Sky Hawk buatan China melaksanakan lepas landas dan mendarat di bandara yang dirahasiakan © CCTV

Pengungkapan sedikit demi sedikit, berarti pesawat nirawak sedang dikembangkan dan akan diproduksi sesuai jadwal dan bahwa China menganggap pesawat nirawak itu layak, menurut Song Zhongping, pakar militer dan komentator CCTV.

Menampilkan desain sayap aerodinamis yang mirip dengan bomber siluman B-2 buatan AS, Sky Hawk adalah wahana udara nirawak berkecepatan tinggi, jarak jauh serta mampu untuk melakukan misi pengintaian dan patroli dilingkungan yang bermusuhan.

Mengontrol pesawat dengan desain seperti ini jauh lebih sulit dari mengendalikan pesawat dengan desain konvensional, kata Song. Mesin turbofan pada Sky Hawk memungkinkannya terbang lebih cepat dan lebih jauh dibandingkan dengan pesawat turboprop tradisional atau bermesin piston, jelasnya.

Desain drone siluman canggih (UAV) CH-7 buatan China © Wan Quan via Global Times

Pesawat nirawak China lain dengan desain “flying wing” adalah CH-7, dikembangkan oleh China Aerospace Science and Technology Corporation, juga dipajang dalam pameran udara. Lebar sayap 22 m membuatnya secara signifikan lebih besar dari Sky Hawk, memberi opsi lain bagi penggunaan domestik dan internasional.

Amerika Serikat telah mengembangkan drone siluman X-47B dan menjalankan pengujian di kapal induk. Meskipun proyek AS ditangguhkan demi mendukung drone tanker siluman, AS masih memiliki keunggulan dalam hal teknologi terkait, kata Song.

Sky Hawk juga akan beroperasi di kapal induk China masa depan yang akan menggunakan ketapel elektro-magnet, kata pakar militer yang meminta tak disebut namanya.

Ketapel elektro-magnetik dapat meluncurkan berbagai pesawat, dan karena Sky Hawk lebih kecil dari CH-7, tentu akan lebih mudah digunakan pada kapal induk, kata pakar itu kepada Global Times.

Bagikan:

  3 Responses to “Drone Siluman Sky Hawk China Muncul di Depan Publik”

  1.  

    Mantap china

  2.  

    Yang lebih mantab lagi, pengamat mereka masih mengakui keunggulan teknologi Amerika yang merupakan saingannya. Ini berarti China sudah melonjak jauh dalam hal teknologi karena tidak mau menutupi kekurangannya

  3.  

    ibarat murid sekolah .china juara 1