Mar 242017
 

ilustrasi : Dermaga (Mujiono Leo / Commons.wikimedia.org)

Jayapura – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV Cabang Jayapura, Papua, mengagendakan pembangunan dua dermaga khusus, yakni pembangunan dermaga penumpang dan dermaga multipurpose.

“Pada tahun ini akan ada pembangunan dermaga penumpang dengan dermaga multipurpose, dermaga multipurpose kita nanti ini replacement kurang lebih 150 meter dan dermaga penumpang juga sekitar 150 meter juga,” kata General Manager of Jayapura Branch Jusuf Junus di Jayapura, Jumat.

Kedua dermaga nantinya dikerjakan oleh proyek yang disebut dengan penyertaan modal negara (PMN) dengan nilai anggaran sekitar Rp150 miliar.

“Jadi, untuk suprastrukturnya pun kami menyediakan itu, kurang lebihr Rp250 miliar, PT Pelabuhan Indonesia mengalokasikan anggaran untuk itu, jadi PT Pelabuhan Indonesia tidak main-main,” ujarnya.

Pembangunan kedua dermaga yang berlokasi di sekitar pelabuhan Jayapura itu, menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan perekonomian di Papua.

“Di sebelah kiri Pelabuhan Jayapura akan dibangun dermaga penumpang, kemudian dermaga yang lama ini akan kami replace atau kami perbaharui. Pelabuhan Jayapura ini akan menjadi pelabuhan termodern di Papua ini,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Pelindo Jayapura sudah meningkatkan kapasitas pelabuha, yakni melakukan ekspor langsung ke negara tujuan.

“Ke depan, dengan bertambahnya volume dan masifnya komoditas-komoditas unggulan dari Papua, saya pikir kapal asing akan masuk ke sini,” ujarnya.

Ia berharap warga Jayapura mendukung pembangunan dua dermaga itu supaya berjalan dengan baik dan lancar hingga selesai.

Antara

  23 Responses to “Dua Dermaga Segera Dibangun di Jayapura”

  1. Goood…. lanclutken…

    • Astaga….
      Memangnya membangun jalan untuk kebutuhan rakyat juga harus mikir untung?

      Yg terpenting beban rakyat papua bisa turun drastis setelah ada jalur trans papua ini, masalah untung rugi mah belakangan (padahal juga ada untung yaitu berkurangnya beban rakyat)

    • duh
      sebgai tambahan dari bung jef
      infrastruktur adlah salah syarat majunya roda perekonomian utk berputar lebih cepat
      juga bisa menarik peluang investasi jika kestabilan keamanan tercapai

      • Betul bung, Semakin maju infrastruktur, semakin pesat pertumbuhan/laju roda ekonomi.

        Dan selama ini warga pupua bnyk yg menggunakan transportasi udara, karna itulah Harga2 kebutuhan seperti gula, bawang dll menjadi sangat mahal. Namun dengan adanya transportasi darat, maka dpt dipastikan harga2 kebutuhan akan menjadi murah

        • Gue heran dg 2 orang diatas ini…tiap komen, pasti lsg disahutin oleh yang lainnya.

          Hmmm apakah sebenarnya keduanya adl orang yang sama…hanya beda jari kanan dan kiri saja?

  2. Mending buat Pelabuhan yg Berkelas Internasional aja di sana kan banyak tuh kapal dagang yg lewat sana

  3. Semoga aja OPM itu cepat sadar dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Dan negara2 kurcaci dukungan Austalala jg sadar dan mendukung NKRI.Amin! Dan Papua barat bs maju dan sejahtera!

  4. Papua negeri seribu berkah ,

  5. Berdayakan org2 papua, agar tingkat ekonomi mrk meningkat…bilaperlu pekerja2 kasar utk pembangunan tol, public area dan infrastruktur lainnya org papua asli…terutama merauke yg jauh dr pusat pemerintahan jayapura…

  6. Test masuk enggak

  7. 15 maret..

    155 orang simpatisan kelompok bersenjata di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, ‘turun gunung’. Mereka kemudian menyatakan kesetiaannya pada Republik Indonesia.

  8. gak perlu bawa2 etnis
    semua orang nusantara bersaudara
    saatnya membagi rata pembangunan daerah
    kalau perlu pindahin juga pabrik2 produksinya
    biarkan pulau2 yg banyak gunung apinya jadi lumbung pangan

  9. Pindah aja pusat pemerintahan di papua otomatis lama lama perekonomiannya naik dgn sendiri. Gitu aja kok repot

  10. Mantaafff,,,

  11. Syukurlah, fasilitas disana terus di tingkatkan.

    Saya juga sedang menunggu update berita tentang rel kereta api di papua.

  12. orang papua itu kekuatannya di budaya dan alamnya. jadi pabrik,hotel dan jalan tolnya dibangun disepanjang garis pantai saja jangan ditaruh di atas gunung ato pedalaman nanti merusak budaya adat. nanti tradisi koteka bs hilang. jd sebelum jd kota ruwet kayak jakarta tata penempatan kotanya diatur biar tradisi dan satwa asli gak hilang tergerus modernisasi.

 Leave a Reply