Jan 202019
 


F-15C saat take off di bandara Kadena 25 April 2017 (foto: NICK EMERICK/U.S. AIR FORCE PHOTO)

JakartaGreater.Com – Dua pesawat tempur F-15 Eagle milik AS melakukan pendaratan darurat serentak di satu landasan di pangkalan Kadena Amerika Serikat di Jepang di provinsi Okinawa.

Situasi ekstrim ini disebabkan karena kedua pilot pesawat tempur secara bersamaan melaporkan terjadinya masalah teknis serius dan meminta pendaratan darurat. Di Kadena ada dua landasan pacu dengan tali pengait untuk pendaratan pesawat tempur, tetapi salah satu jalur di bagian utara ditutup untuk perbaikan.

Akibatnya, diputuskan untuk mendaratkan pesawat di satu jalur landasan secara bersamaan.

Pakar Tyler Rogaway menyatakan bahwa F-15 mungkin mengalami kerusakan yang sangat serius, karena militer mengambil risiko seperti itu. Akhirnya pendaratan berakhir dengan sukses, dangan kait kedua pesawat berhasil menangkap tali penahan. Kedua pesawat tempur berhenti pada jarak yang aman satu sama lain.

Pendaratan F-15 ini melumpuhkan satu-satunya landasan pacu pangkalan udara Amerika Serikat- kedua pesawat tempur akan menjalani perbaikan untuk waktu yang lama, tulis The Drive.

Secara umum, beberapa kali pesawat militer AS mengalami kecelakaan di wilayah Jepang, bahkan kadang menyebabkan konflik dengan pihak berwenang.

Beberapa waktu lalu seorang anak sekolah dari kota Ginowan di Okinawa Jepang terluka karena tertimpa jendela helikopter CH-53 Amerika Serikat. Saat itu, ada 30 orang di landasandi saat jendela sunroof sepanjang 90 sentimeter jatuh. Pada bulan Desember, sebuah pesawat tempur F- 18 dan satu pesawat pengisian bahan bakar KC-130 jatuh dengan tujuh tentara di dalamnya di laut Jepang. Dan ini hanya beberapa contoh dari banyak kecelakaan dan keadaan darurat dengan Angkatan Udara AS.

Pemerintah Jepang telah meminta Pentagon untuk mengambil langkah-langkah untuk melakukan penerbangan yang aman di atas Jepang.

Tsargrad.TV

Bagikan:
 Posted by on Januari 20, 2019