Oct 132018
 

Jet tempur siluman F-35A Angkatan Udara AS dalam formasi © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pangkalan Udara Williamtown akan menjadi tempat bersejarah untuk Angkatan Bersenjata Australia ketika dua unit F-35A pertama dari 72 pesanan, tiba untuk menetap secara permanen pada hari Senin, 10 Desember 2018, seperti dilansir dari laman media Australia, Examiner.

Bukan tanpa kontroversi, menyusul ada klaim penundaan waktu dan ledakan anggaran, pesawat yang akan dioperasikan oleh Skuadron Ke-3 menurut Komandan Wing Darren Clare.

Seorang juru bicara Departemen Pertahanan Australia mengatakan bahwa pengerjaan infrastruktur yang diperlukan di Pangkalan Udara Williamtown untuk rumah JSF sedang berlangsung “namun komponen yang diperlukan untuk menyambut kedatangan dua pesawat pertama telah selesai”.

“F-35A ini akan secara bertahap memasuki layanan untuk menggantikan armada F/A18-A/B Hornet Klasik, dengan kemampuan operasional terakhir dari Hornet yang diharapkan akan berakhir tahun 2023”, kata juru bicara.

Menanggapi masalah kebisingan yang akan ditimbulkan oleh pengoperasian F-35, juru bicara mengatakan bahwa ada profil kebisingan yang berbeda antara yang lama serta yang baru.

“F-35A adalah pesawat tempur bermesin tunggal, sedangkan F/A-18 adalah pesawat bermesin ganda. Perkiraan Eksposur Kebisingan Australia yang kini diperbarui akan diterapkan pada Pangkalan Udara Williamtown untuk dapat mengakomodasi profil kebisingan yang berbeda”, lanjutnya.

Itu tidak semua berjalan mulus bagi pemerintah federal sejak pengumuman awal pada tahun 2012 bahwa itu akan menghabiskan AU $ 17 miliar untuk membeli 72 pesawat baru, serta penundaan yang disebabkan oleh gangguan teknis dan bengkaknya biaya.

Pilot dan personel pemeliharaan Angkatan Udara Australia (RAAF) telah disematkan di unit Angkatan Udara AS dan bermitra dengan Lockheed Martin dalam persiapan untuk kedatangan pada 10 Desember mendatang.

  12 Responses to “Dua F-35 Australia Akan Tiba Pada 10 Desember”

  1.  

    Su-35 Indonesia kapan????

  2.  

    Pada musim hujan? Mustahil… Punya Inggris buktinya gak jadi mudik… 😆 wkwkwkw

    https://jakartagreater.com/f-35-inggris-tak-bisa-mudik-akibat-buruknya-cuaca/

    •  

      Bulan segitu jatahnya Indonesia dan sebagian ASEAN yg dapet musim hujan, kalo Australia mah kagak. Makanya kalo pelajaran geografi dulu jangan kebanyakan bolos, makanya ngaco kan. Hhhhhhhhhhh

      •  

        Bulan desember posisi matahari ada disebelah selatan katulistiwa… pada saat itu maka diwilayah tersebut akan banyak terjadi awan hujan… sesuatu yang terbalik dengan itu adalah di sebelah utara katulistiwa, sehingga negara2 seperti Thailand justru musim hujan terjadi pada bulan2 juni sampai september seperti ketika ada drama anak terjebak di gua… justru terjadi di bulan juli…

  3.  

    Siapa nih yang menghalalkan segala cara? 😆 wkwkwkw

    British video producer Ian Wilson claimed to have found the crash site of the MH370 Malaysian Airlines, which mysteriously disappeared in 2014, using Google Maps, but his theory came into question, as some experts believed it could be an image of a random plane flying by.

    Google Maps has updated its satellite images of the Cambodian region where video producer Ian Wilson found the alleged crash site of Malaysian Airlines Flight MH370. The plane has remained at the same location on satellite images dating from 2017 and 2015 (according to Google Maps data), which could dispel the theory that the satellite caught an in-flight plane when it took the pictures.

  4.  

    hebat y si ausi.
    beli bnyk ga pakai mikir lama.
    dan ga perlu mikir biaya avtur kl mau terbang.
    kita beli su 35 11 unit aja bnyk yg comen kl su 35 boros.
    hadewwww.

  5.  

    menghalalkan segala cara bhs inggrisnya apa ya ?

  6.  

    Biarpun mundur, yang penting jadi di kirim….hanya masalah waktu dan kebijakan pemerintah sajah

 Leave a Reply