Apr 302018
 

Kunjungan kapal Prancis merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat hubungan Angkatan Laut Indonesia dan Prancis karena keduanya sama-sama ambil bagian dalam kegiatan menjaga keamanan dan stabilitas global maupun regional.

Buleleng, Jakartagreater.com – Dua kapal perang Angkatan Laut (AL) “Marine Nationale” Prancis bersandar di pulau Dewata, Bali beberapa hari lalu, dua kapal tersebut FS Dixmude L9015, (kapal induk amfibi dan komando) yang bersandar di Pelabuhan Dermagas Pariwisata Benoa Bali dan FS Dixmude L9015(kapal fregat siluman) bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang Kabupaten Buleleng Bali.

“Kapal akan berada di Pelabuhan Benoa dan Celukan Baeang, Bali selama 5 hari setelah itu akan berangkat menunju Lombok Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2018, di Lombok Nusa Tenggara Barat dengan tema “ Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana,” ujar Kapten kapal FS Dixmude Jean Porcher di Benoa.

Kunjungan kapal Prancis merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat hubungan Angkatan Laut Indonesia dan Prancis karena keduanya sama-sama ambil bagian dalam kegiatan menjaga keamanan dan stabilitas global maupun regional. Prancis dan Indonesia memiliki kepentingan yang sama dalam hal menjaga lalu lintas maritim dan kebebasan berlayar sesuai dengan konvensi PBB tentang hukum laut.

Hadir dalam penjemputan kapal perang Perancis, Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Bambang Abdulah Basuki Rahmad, Athan Perancis Ltk Laurix Gael, Perwira Staf dan Anggota Lanal Denpasar. Kedua kapal perang negara Perancis tersebut Berkunjung ke Bali dalam rangka Port Visit dan setelah dari Bali akan menuju Lombok NTB dalam rangka latihan multinasional Multilateral Naval Exercise Komodo 2018.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar dalam rangka kunjungan kedua kapal perang Perancis tersebut setidaknya menyiapkan satu pleton pasukan pengamanan di area dermaga pariwisata pelabuhan Benoa, serta menurunkan satu Combat boat dan satu Searider untuk melaksanakan patroli laut di sekitar alur pelabuhan Benoa Bali.

FS Dixmude L9015 merupakan kapal induk amfibi dan komando dengan berat 21.000 ton. Kapal tersebut dapat mengangkut 16 sampai 35 helikopter, satu batalion pasukan, dan 70 kendaraan lapis baja. Kapal tersebut juga memiliki rumah sakit yang dilengkapi dengan 2 kamar operasi, satu kamar radiologi, satu ruang perawatan gigi, satu perekam, dan sebanyak 69 kamar tidur.

FS Dixmude L9015 juga dilengkapi persenjataan canggih seperti :

  1. Rudal Mistral Sinbad.
  2. Meriam 22 milimeter.
  3. Senjata mesin berat (SMB) otomatis M2HB Browning Kaliber 12,7 milimeter.

Sementara itu, FS Surcouf F711 memiliki berat 3.600 ton yang dilengkapi dengan :

  1. Peralatan perang elektronika dan peluncur decoy.
  2. 8x Exocet MM40 block II anti-ship missiles.
  3. 1x 100 mm TR automatis gun.
  4. 2x 20 mm model F2 guns.
  5. 1x Crotale CN2 launcher.

(Dispen Lantamal V)

  14 Responses to “Dua Kapal Perang Prancis Sandar di Pulau Bali”

  1.  

    kemarin ditulis FNS, sekarang malah FS….
    diwarung sebelah malah BPC Dixmude….

    iki piye tho,,kok membuat orang awam bingung nan linglung.

    mungkin ruske si mbah jamu atau tn phd bisa menjelaskan…..

  2.  

    Guantengg benerr tuh kapal..

  3.  

    Oh ini ya Kapal induk mini yg gak bisa dibeli Ama Rusia ya. Hhhhhhhhhh

    •  

      Lho Biarpun Gk dpt Kapalnya Yg Penting Mayoritas Blueprintnya Di dapatkan Rusia. Jadi Rusia Gk perlu RND dari Awal Sekaligus Mengeluarkan biaya Yg Besar. Sekaligus Krena Gagal Rusia Bisa Jual Ka-52 Ke Mesir.

  4.  

    Ini yg. Nembak rudal scalp macet ga meluncur di suriah??

  5.  

    Kopaska perlu menyabotase jangkarnyaFS Dixmude L9015 coba di tanem 8 meter di bawah tanah dasar laut

  6.  

    Emmm…rumornya ada 2 unit pesawat erbas milik airfrance sudah standby di bandara selaparang, lombok untuk mengangkut pulang awak FS. Dixmude dan FS. Surcouf

  7.  

    Ada yang tau, kenapa kapten kapal dixmude (yg sedang dikalungi bunga), seperi orang salah urat…kepalanya nunduk terus?