Mei 192019
 

KCR-60 TNI AL (TNI AL)

Indonesia berencana akan memasang kembali sistem rudal anti kapal pada dua kapal perang KCR-60. KCR-60 seri pertama dan kedua sebelumnya telah dilucuti sistem rudalnya dan digantikan dengan system CIWS (close in weapon system) buatan China.

Setelah setahun lebih akhirnya TNI AU (Angkatan Laut Indonesia) akan mengembalikan lagi sistem peluncur rudal.

Hal ini dikonfirmasikan oleh personel senior KRI Tombak (629) kepada Jane saat berlabuh di RSS Singapura – Pangkalan Angkatan Laut Changi untuk mengikuti pameran IMDEX 2019, yang diadakan di Singapura dari 14 hingga 16 Mei. KRI Tombak adalah salah satu dari dua kapal perang KCR-60M yang ikut ambil bagian dalam acara tersebut, dan yang lainnya adalah KRI Halasan (630).

Dimulai pada akhir tahun 2017, pembuat kapal milik negara Indonesia PT PAL memindahkan peluncur rudal yang dipasang secara diagonal di KRI Tombak dan KRI Sampari (62) sebagai bagian dari upaya merekonstitusi kelas kapal perang tersebut.

Peluncur rudal anti kapal C-705 pada KRI Sampari sebelum akhirnya dilepas dan diganti senjata CIWS (foto:Indomiliter)

Kapal-kapal itu kemudian dipasang dengan turret sistem senjata close-in weapon system (CIWS) Type 630 buatan China yang diletakkan di posisi buritan dibagian belakang boat perahu karet (RHIB).

Penempatan system pertahanan jarak dekat CIWS tipe 630 di Sampari dan Tombak mencakup radar kontrol tembak jarak dekat ‘Rice Bowl’ Tipe 347G dan konsol kontrol-tembak yang terkait, dan radar pencarian udara dan permukaan SR47B dan radar target senjata, yang telah diintegrasikan dengan sistem identifikasi teman atau lawan.

Menanggapi permintaan untuk klarifikasi dari Jane, seorang pejabat PT PAL yang pertama kali memberitahu Jane tentang pemulihan kembali menegaskan bahwa KRI Tombak sekarang telah dipasang dengan peluncur rudal aslinya, tetapi pada posisi yang sedikit berbeda di bagian belakang. Dia menjelaskan bahwa senjata ini belum menjalani evaluasi di posisi barunya, atau untuk diintegrasikan ke dalam sistem tempur kapal yang lebih luas.

Jane’s

 Posted by on Mei 19, 2019

  7 Responses to “Dua KCR-60 Akan Kembali Dipasang Rudal Anti Kapal”

  1.  

    Yeahhh….kapal cepat rudal sudah seharusnya punya rudal.kapal cepat sapi udeh seharusnya punya…

    •  

      Mudah2an saja di pasang 4 Missile launcher .. bukan nya 2 seperti biasanya …
      Kalau 2 ya tanggung sekali…
      Jangan beli baru …kalau masalah seperti begini saja belum jelas dan tuntas..
      Mau dipasang apa ..kapan …tidak ada yang jelas ..masih lama sekali sejak pertama diluncurkan ..

  2.  

    ciws ..? …. hanud jarak pendek? …..
    pak masa kalah pemikirann sekelas turki ,vietnam…

    proyeksi itu jangan nanggung donk….. masanpake jab jab pendek ….
    long shootnya mana ….?

    kok masih berjalan sih modelndown grade beginian …..

    coba deh konsep pak karno dipake …..

    bfb
    edisi gemes aja

  3.  

    Kapal Cepat Rudal KRI Halasan-630
    https://www.youtube.com/watch?v=sxUSbSMhx0k

  4.  

    CIWS boleh saja di pasang, cuman rudalnya kok di lepas? jadi ndak setlong dong

  5.  

    Moga dipasangi rudal yang standard Barat bukan yang model mejen atau saudara2nya, ibarat pepatah ” jangan kecemplung got untuk yang kedua kalinya ” dan itu perkakas mau digunakan untuk membela diri melindungi keluarga jadi jangan korbankan diri dan keluarga karena pilihan senjata yang salah untuk diselipkan dipinggang…

    •  

      Yupz, rawan kena jamming tuh rudal. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh