Oct 172018
 

Tentara Korea Selatan di perbatasan antarkedua negara. (Observation Point Ouellette via commons.wikimedia.org)

Seoul, Jakartagreater.lcom – Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan pembicaraan tripihak pertama dengan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) pada Selasa untuk membahas cara menghapus militerisasi perbatasan sementara negara tetangga mendorong ke arah perdamaian, kata kementerian pertahanan Seoul, dirilis Antara, pada Selasa16-10-2018.

Kedua pihak pada pekan ini mulai menghubungkan jalur kereta api dan jalur jalan raya, kendati kekhawatiran Amerika Serikat bahwa pencairan cepat dalam hubungan dapat memengaruhi usaha menekan Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

Pertemuan pada Selasa itu menyusul persetujuan mereka di pertemuan puncak di Pyongyang pada bulan lalu untuk mengadakan pembicaraan dengan UNC, yang tumpang tindih dengan pasukan AS di Selatan dan mengawasi urusan di Kawasan Bebas Militer (DMZ), guna memperlancar jalan melucuti senjata di garis depan, yang dilengkapi senjata paling kuat di dunia.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam di desa perbatasan Panmunjom dan dipimpin para perwira dengan pangkat setingkat kolonel dari masing-masing pihak, termasuk Burke Hamilton, sekretaris Komisi Persenjataan Militer UNC, kata kementerian itu.

“Mereka membahas masalah praktis mengenai langkah penghapusan senjata pada masa mendatang,” katanya dalam pernyataan setelah pertemuan tersebut.

Langkah itu mulai dari penarikan senjata api dan pos-pos penjagaan hingga pengurangan personel dan penyesuaian peralatan pengawasan, katanya, dengan menambahkan saluran tiga jalan itu akan digunakan untuk pembahasan lebih lanjut.

Korea Utara dan Korea Selatan, yang kaya dan demokratis secara teknis, masih terlibat perang karena Perang Korea tahun 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, bukan penyelesaian melalui perjanjian perdamaian.

Sebagai langkah awal menunju pakta yang dibuat bulan lalu, para negara tetangga akan melihat penarikan 11 pos penjagaan dalam radius 1 km dari Garis Damarkasi Militer pada akhir tahun.

Mereka mulai mengurangi di beberapa kawasan kecil bulan ini dan akan membangun jalan-jalan bagi sebuah proyek percontohan yang ditetapkan April 2018 untuk menggali kerangka para serdadu yang hilang dalam Perang Korea.

Kedua pihak juga akan menarik seluruh senjata api dari Kawasan Keamanan Gabungan (JSA) di Panmunjom, mengurangi masing-masing hingga 35 anggota personel yang ditempatkan di sana, sesuai dengan pakta persenjataan, dan berbagi informasi mengenai pengawasan.

Wisatawan akan diizinkan memanfaatkan JSA secara bebas.

 Leave a Reply