Dua KRI Bayangi Pergerakan Kapal Perang Korea Selatan

Dua KRI Pantau Pergerakan Kapal Perang Korea Selatan

Jakartagreater – Dua unsur KRI di bawah jajaran Koarmada II, KRI Layang-635 dari kendali operasi Gugus tempur laut (Guspurla) dan KRI Malahayati-362 yang merupakan kapal markas Gugus Keamanan Laut (Guskamla) melaksanakan Shadowing terhadap 2 kapal perang Korea Selatan, yaitu Roks Kang Gam Chan dan Roks So-Yang pada hari Jumat, 30-1-2020.

“KRI Layang mendeteksi pertama kali kontak kapal perang Korea (Roks Kang Gam Chan dan Roks So-Yang) pada baringan 209 jarak 20,8 Nm dan pada posisi 00 30 45 U – 119 19 50 T.

Selanjutnya KRI Malahayati menjalin komunikasi untuk menyampaikan penekanan agar kedua kapal perang asing tersebut tetap melewati jalur ALKI sesuai UNCLOS 1982, ” ujar Komandan KRI Layang-635 Mayor Laut (P) Indra Nusa saat dimintai keterangan, dirilis Penerangan Koarmada II.

Dua KRI Pantau Pergerakan Kapal Perang Korea Selatan

“Selanjutnya KRI Layang bersama dengan KRI Malahayati bergerak ke arah Selatan, menjemput kapal Korea dalam formasi 2, ” ujar Mayor Indra.

Sementara itu di tempat terpisah Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahadjo menyampaikan, “Kegiatan Shadowing ini merupakan kegiatan pengamanan dan monitoring setiap kapal perang asing yang melintas di Perairan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia. Aktivitas ini merupakan perintah langsung Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G.Sudihartawan, ” ungkapnya.

Dua KRI Pantau Pergerakan Kapal Perang Korea Selatan

Laksma TNI Rahmat Eko Rahadjo juga menambahkan, bahwa kedua kapal perang Korea Selatan tersebut sebelumnya juga sudah melaksanakan permintaan izin untuk melintas di perairan Indonesia kepada Pemerintah Pusat, serta telah mendapat persetujuan dari Mabes TNI dan Markas Besar Angkatan Laut.

“Kegiatan Shadowing ini dilaksanakan Juga sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, yakni terkait Pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi,” ujar Laksma TNI Rahmat Eko Rahadjo.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar