Jul 252014
 

Jakarta, 25 Juli 2014,— KRI Clurit-641 dengan Komandan Mayor Laut (P) Bambang Supriyono, S.E. dan KRI Kujang-642 dengan Komandan Mayor Laut (P) Rama Remiear Putra, baru-baru ini di perairan Pulau Lingga, Batam, Kepri, berhasil melaksanakan kegiatan HAT (Harbour Acceptance Test) dan SAT (Sea Acceptance Test) Fire Control System (FCS) Rudal   C-705 dan Combat Management System (CMS) Meriam NG-18 6 Barrel kaliber 30 mm. Rangkaian kegiatan SAT meliputi  anti surface real target test, missile anti surface real target test, anti air real target, moving base alignment for missile dan naval gun firing test.

Rudal C-705 yang telah dipasang di kedua KRI memiliki kemampuan surface to surface missile dan surface to land missile dengan jarak jangkau 140 Km. Rudal tersebut dipersiapkan untuk  mengandaskan kapal perang musuh yang berbobot hingga 1.500 ton (Klas Light Corvette) dengan kemampuan daya hancur hingga 95,7%. Dengan demikian ideal untuk menenggelamkan kapal. Sementara itu Meriam NG-18    6 Barrel kaliber 30 mm berfungsi  melindungi kapal dari serangan udara musuh sebagai senjata antirudal. Meriam NG-18 6 Barrel kaliber 30 mm buatan China tersebut memiliki jarak tembak maksimum 4.000 m dan minimum 500 m.

Kedua KRI jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmabar ini juga dilengkapi Radar Tracking TR-47C dan Radar Searching SR-47AG. Kedua radar tersebut memiliki jarak tracking maksimum sasaran udara lebih dari 25 Km, sedangkan target sasaran permukaan lebih dari 8 Km. Di samping itu, Radar Searching SR-47AG juga memiliki kemampuan deteksi kontak udara lebih dari 40 Km dan deteksi kontak permukaan sebatas jarak pandang cakrawala. Dengan pemasangan radar sensor tersebut diharapkan dapat  mendukung pengoperasian Rudal C-705 dan Meriam NG-18 6 Barrel. (koarmabar.tnial.mil.id)

  28 Responses to “Dua KRI Jajaran Koarmabar Berhasil Melaksanakan HAT dan SAT”

  1. pertamax..met buka puasa warjegger

  2. Kedua gpp deh

  3. bismillah papat ,.

  4. para sesepuh warjager ,.
    mao nanya apakah cat hitam di ekor kapal itu adalah bagian dari kamuflase kapal ???..

  5. 7

  6. @ para sesepuh, berapa % kemungkinanya rudal C-705 eror saat peluncuran ?

  7. mau tanaya bung mmngny jangkauan radar Kcr-40 lbih dri 50km ya??,mohon pencerahanny

  8. 10 besar

  9. meriam apa ini??koq asing buat saya…NG-18 6 Barrel kaliber 30 mm
    ternyata sudah dicat kamuflase… 🙂

  10. radarnya buatan dlm negri ap impor ea

  11. Wow, jangkauan 140 km..! Kalau ditembakkan dari Tanjung Priok atau naval base TNI AL Ujung, Surabaya, kira-kira c705 ini bisa mendarat sampai daerah mana ya? Yang jelas saya yakin, istana negara pasti lewat..! Hehehe..! Perlu dipikirkan untuk pengadaan payung pelindung yang lebih mantap nih..!

  12. NG 18 nya koq mirip AK 630 ??? mungkinkah kloning nya ?

    • kenapa kok g yg ori ak630/twin ak630/kashtan m/skyshield y? skalian dipasang ke semua kri yg blm ada sistem ciws ny?
      kata bung ahay betul: Kcr 40 ( 2 x c705 + senapan gatling 6 laras + 40 meter + buatan
      dalam negeri ) = sederhana, murah dan handal.

  13. Radarnya aja yang kurang sreg … Ga maksimalin jangkauan rudal C 705 yang 140 KM …

  14. kedepan radar harus diupgrade hingga bisa mendeteksi ancaman diluar garis batas cakrawala

  15. mudahan tambah gahar aja ya TNI…

  16. Kcr 40 si gesit irit.

  17. SEmoga kedepan main mantap alutsista TNI, termasuk TNI AL dan khususnya juga KCR ini, radar serta rudalnya dimantapin lagi !!! hehehe….

  18. Kcr 40 ( 2 x c705 + senapan gatling 6 laras + 40 meter + buatan dalam negeri ) = sederhana, murah dan handal.

 Leave a Reply