Aug 142018
 

Tentara AS menguji exoskeleton futuristik yang mampu merubah prajurit memiliki kekuatan super © US Army via Daily Mail

JakartaGreater.com – Apa yang tersirat dalam benak kita saat mendengar kata prajurit atau tentara? Tentunya adalah sosok yang terlatih baik secara fisik maupun mental serta memiliki kemampuan tempur dalam menggunakan berbagai persenjataan.

Lantas apa pula yang terlintas dibenak kita saat mendengar tentang “tentara Amerika”? Sebagian dari kita pasti berasumsi bahwa mereka adalah prajurit yang selalu dilengkapi dengan peralatan canggih dan berteknologi mutakhir. Tetapi ada pula sebagian lainnya akan menganggap bahwa mereka adalah tentara yang “manja”.

Kenapa demikian? Tentara AS begitu tergantung dengan teknologi untuk bisa bertempur dengan maksimal. Tanpa itu semua bahkan mereka menganut doktrin “useless” alias tak berguna. Akibatnya militer AS menjadi manja dan lemah jika menghadapi pertempuran secara konvensional.

Dalam sebuah pertempuran, senapan serbu yang digunakan personil militer AS haruslah selalu dilengkapi dengan teleskop, helm baja juga dilengkapi sistem pencahayaan seperti penglihatan malam atau “night vision” serta senter. Tak lupa harus membawa ransum buatan pabrik yang sulit ditemukan di medan operasi.

“Exoskeleton”, Lengan Ketiga Militer AS

Angkatan Darat AS telah merilis rekaman exoskeleton yang terlihat seperti sesuatu yang keluar dari tubuh Ridley Scott dalam film Alien. Perangkat itu dijuluki sebagai “lengan ketiga”, tampak seperti baju zirah menopang berat senjata dari lengan tentara.

Pasukan infanteri harus menembak, bergerak dan berkomunikasi di sepanjang sejarah, sambil tetap membawa persenjataan hampir seberat 30 kilogram, seperti dilansir dari laman Daily Mail.

Tentara AS menguji exoskeleton sebagai penyangga senapan mesin M249 © US Army via Daily Mail

Lengan ketiga tak butuh baterai, ringan dan dapat mendistribusikan beban secara merata © US Army via Daily Mail

Dalam pengujian awal tentara kesulitan untuk tiarap seperti ini © US Army via Daily Mail

Lengan ketiga tersebut tidak membutuhkan baterai, ringan dan dapat mendistribusikan beban senjata berat secara merata.

“Ini sejalan dengan arah yang diinginkan oleh tentara AS di masa depan”, kata insinyur mekanik Dan Baechle. “Kami mendapat komentar dari tentara yang memberi tahu kami hal-hal yang berbeda tentang bagaimana rasanya di tubuh mereka tentang cara mendistribusikan beban”.

Melanjutkan bahwa beberapa dari mereka menyukainya, beberapa memberi tips tentang cara meningkatkannya, dan masukan itu digunakan untuk meningkatkan perangkat dan meningkatkan desain sehingga tidak hanya berfungsi dengan baik, tapi juga terasa baik.

Dalam pengujian awal, militer menunjukkan bahwa mereka tidak dapat menggunakan perangkat tersebut apalagi dalam masuk ke posisi tengkurap. Namun kini cacat itu telah diperbaiki.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apabila dalam suatu pertempuran ternyata alat tersebut mengalami gangguan dan prajurit tak dapat menggunakannya lagi, apakah mereka masih dapat bertempur dengan gagah berani dan profesional?

  13 Responses to “Dua Lengan Tak Cukup, Tentara AS Butuh Tiga”

  1.  

    gampang, kirim aja pasukan robot

  2.  

    Sebenarnya sih out of the box… tetapi entah mengapa malah semakin membuat tentara makin tidak mandiri…

  3.  

    Kwokwokwok….. Judulnya itu loh

    😎

  4.  

    Lengan ketiga nya kok kayak “itunya” tentara ya di pake utk perang.

  5.  

    tanganya tekle tuh

  6.  

    Ndak mesisan 4 lengan sajah….

  7.  

    Makin manja dan bukan tentara handal. Enak ya. Ya monggo monggo saja. Up to US.
    Bikin geli. Wkkwk

  8.  

    auxilary arm, jadi ingat front mission 3…..
    pasang mortar / artilery di pundak, sebagai penambah firepower, tpi sayang menambah beban….

  9.  

    indonesia kayaknya harus mutlak punya ini dan mengembangkannya secara mandiri.

    Disamping tetap mengandalkan kemampuan pasukan kusus yang hebat dengan aliran silat MP atau yang lainnnya sehingga kekuatan itu selalu melekat setiap saat. tetapi alat ini adalah untuk standardisasi pasukan kusus secara massif. Sehingga bisa melakukan penilaian pertempuran secara standard di pusat pengawasan kemungkinan kekuatan eksoskleton akan bisa dikembangkan menjadi seperti dalam trailer video sebuah game “Call of Duty®: Advanced Warfare Live Action Trailer – “Discover Your Power”” https://www.youtube.com/watch?v=GccGbdLqTmQ mampu melompat puluhan meter keatas atau kebawah atau mendatar dengan mudah, menjebol tembok atau logam dengan mudah, lari cepat ,membawa beban berat setiap saat dengan mudah. lengkap dengan sistim komunikas dan data lnk sistim serta kamera dan sudah pasti dilengkapi dengan lapsian metal anti peluru.

    Pada saat ini yang mengembangkan sistim eksoskeleton tidak hanya USA, tapi Cina, rusia, dan jepang serta keungkinan korea selatan juga dan eropa. Ada kemunkinan sistim ini akan berkembang menjadi sistim ekso raksasa dengan ketinggian diatas 5 meter. lihat trailer video game titanfall atau war robots, lihat youtube tentang robot ekso yang telah ada di USA dan dijepang.

 Leave a Reply