Dua Pembom B-52 AS Terbang ke Laut Cina Timur

Jakartagreater.com  –  Setidaknya dua pembom strategis Stratofortress B-52 diyakini telah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen AS di Guam, untuk terbang ke bagian Laut Cina Timur pada Kamis 5-12-2019, ujar surat kabar Taiwan, dirilis Sputniknews.com Sabtu 7-12-2019.

B-52 Stratofortress adalah pembom strategis Amerika yang dirancang dan dibangun oleh Boeing dan dioperasikan oleh Angkatan Udara AS sejak 1950-an. Menurut laporan, bomber itu melewati Selat Miyako, jalur air antara Pulau Miyako Jepang dan Pulau Okinawa, sebelum terbang di atas bagian Laut Cina Timur dekat perairan pantai Taiwan dan wilayah yang diklaim oleh Tiongkok.

B-52 mengaktifkan sistem siaran pengawasan otomatis mereka untuk membuat kehadiran dan rute penerbangan mereka diketahui, Asia Times melaporkan, mengutip outlet berita Taiwan. Namun, terlepas dari laporan itu, Kementerian Pertahanan Taiwan belum memberikan konfirmasi apakah pesawat tempur AS terbang di atas sebagian Laut Cina Timur.

Pada bulan Maret 2019, dua pembom Stratofortress B-52H terbang di atas Laut Cina Timur untuk misi “pelatihan integrasi” oleh Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Satu bulan kemudian, 2 pesawat B-52 dilaporkan terbang sekitar 250 kilometer dari garis pantai Guangdong, sebuah Provinsi di Tenggara Cina, dan berputar di atas Kepulauan Pratas yang dikendalikan oleh Taiwan sebelum kembali ke Guam.

Menurut laporan, Angkatan Udara AS telah mengerahkan pesawat pembom B-52 ke Laut Cina Timur dan Selatan secara bergiliran sejak Januari 2018. Laut Cina Selatan berisi banyak pulau, terumbu karang, dan beting yang saat ini dikuasai dan diduduki oleh Republik Rakyat Cina tetapi juga diklaim oleh beberapa negara lain, termasuk Vietnam, Taiwan, Kamboja, Brunei, dan Filipina.

Selain dari jumlah besar perdagangan laut internasional yang melewati daerah tersebut, juga diyakini mengandung sejumlah besar cadangan minyak dan gas alam yang belum dieksplorasi. China, Jepang dan Korea Selatan tidak sepakat mengenai zona ekonomi eksklusif mereka – yang memberikan hak kepada negara untuk menggunakan sumber daya laut – di Laut Cina Timur.

25 pemikiran pada “Dua Pembom B-52 AS Terbang ke Laut Cina Timur”

  1. Dikawasan sudah seimbang, justru china lah penyeimbang kawasan atas pangkalan2 ilegal us di pasifik’ pangkalan2 us itu sesungguhnya adalah cara us menekan negara2 asia pasifik terutama asean agar sumber daya alam asean bisa dikuras us dan antek2nya, kalau saja pangakalan2 militer us tidak ada di asia pasifik mungkin china tdk bersikap seperti ini, ini adalah cara china untuk menekan negara2 asia pasifik yg memberi tempat untuk dijadikan pangkalan militer us, asia pasifik adalah pusat sumber daya alam dan seharusnya asia pasifik bersatu membentuk koalisi yg mengimbangi nato agar bisa mengusir manusia2 rakus atas sumber daya alam seperti us dan antek2nya, tp fakta yg terlihat negara2 asia pasifik justru mau diadu domba ame us’ padahal perampok yg sesungguhnya adalah us dan antek2nya seperti british dan australia,,,china tau bahwa pemerintah indonesia paham dengan sikap politik china dikawasan dan china jg tau bahwa indonesia menyimpan dendam kesumat terhadap us oleh sebab itu china tdk mengganggu indonesia dan justru kerjasama ekonomi china – indonesia sangat2 baik.

  2. Sikap patuh presiden Filipina terhadap China kurang apa bung….tapi ketika pembangunan lepas pantai di wilayah Filipina di intimidasi oleh ratusan kapal milisi china setiap hari,blm kapal nelayan yg di tabrak kapal milisi china sampai tenggelam….negara rakus dari utara harus selalu di waspadai

  3. Ada sedikiti trik saat anda dipersulit membeli perangkat militer, apakah anda tau awalnya philipina dipersulit us saat ingin memoderinisasi militernya??? Semuanya itu hanya trik, pasifik masih sangat kondusif tp us tidak suka dengan kekondusifan pasifik, ada upaya adu domba’ kekondusifan asia pasifik akan membuat asia pasifik akan menjadi pusat ekonomi dunia dan jg membuat negara2 asia pasifik semakin maju secara ekonomi mau pun militer’ ini akan membuat negara2 yg mempunyai sifat perampok sdm seperti us, british, australia dan antek2 us lainnya terdepak dr asia pasifik dan tidak bisa lg intervensi negara2 asia pasifik’ justru dunia akan dikontrol oleh asia pasifik.

  4. Setelah jepang kalah dlm perang dunia kedua dan runtuhnya uni soviet otomatis tak ada negara dikawasan eropa ataupun asia yg bisa dibilang memiliki kemampuan dlm hal militer ataupun ekonomi yg bisa menyaingi negara adidaya amerika.

  5. 9 garis putus putus yg di klaim china saya rasa bukan trik,itu keserakahan yg nyata……kita juga merasakan bagaimana kapal perang kita pun di provokasi oleh cost guard china,kewaspadaan terhadap china adalah hal yg mutlak…dan penempatan militer besar di natuna adalah jawabannya.

    • Menurutku china gk sebodoh itu ingin kawasan terjadi chaos, lha klaim garis putus2 karena pihak us dan antek2nya mengincar sda/sumber daya alam disekitar itu’ waspada boleh2 aja tp kalau mau di adu domba ame us dan antek2nya kita yg bodoh, china gk menutup negoisasi kok tp china gk mau intervensi us dan antek2nya’ lha FAKTA nya pihaka mana yg menguras habis sumber daya alam disekitar asia pasifik????? Fokus ke fakta bukan terhasut pada intrik dan isu berkembang, apa china menutup ruang negoisasi dengan negara2 sekitar kawasan???? China tidak menutup kok, lha mending bekerjasama dengan china dr pada sumber daya alam kawasan asia pasifik dikuras ame us dan antek2nya, apa ente pikir kerjasama ame us dan antek2nya tidak lebih rakus dr china, faktanya apa???? gk usah jauh2 cari contoh’ Freport itu kasus NYATA bukan cerita komik, gk berani lg militer china ganggu indonesia karena pemerintah dan pejabat tinggi militer mereka pun ingin merangkul indonesia untuk membentuk suatu koalisi di asia pasifik.

Tinggalkan komentar