Apr 032014
 

Rabu, 02/04/2014

https://i0.wp.com/images.detik.com/customthumb/2014/04/02/10/202545_lapan_a2.jpg?w=695

Satelit Lapan A2 yang akan diluncurkan (Foto: Lapan)

Jakarta – Indonesia selama ini belum mampu membuat dan meluncurkan satelit sendiri. Satelit di Indonesia masih dibuat negara lain. Tahun depan, Indonesia berambisi meluncurkan 2 satelit buatan anak bangsa sendiri.

“Kita harus membangun satelit kita sendiri dan tidak tergantung dengan teknologi luar, ini yang harus kita lalui lewat percepatan teknologi satelit, agar kita bisa mengoperasikan satelit yang kita bangun sendiri,” kata Sekretaris Kemenristek Hari Purwanto, di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014).

Menanggapi permasalahan tersebut, Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berusaha mandiri, dengan berupaya membangun sinergi antara seluruh komponen pengguna dan penyedia teknologi sistem satelit penginderaan jarak jauh (inderaja) melalui konsorsium nasional melalui tiga Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK). 3 LPNK itu yakni Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Sementara Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menjelaskan dalam UU no 21 tahun 2013 diamanatkan untuk membuat rencana induk keantariksaan selama 25 tahun dan hal itu tengah disusun. Salah satu impiannya yaitu, memiliki satelit komunikasi dan penginderaan jauh sendiri di luar satelit yang ada saat ini.

“Dengan memiliki satelit sendiri, kita bisa menjadi negara yang mandiri dan punya daya saing, banyak aspek kalau tetap bergantung dengan bangsa luar, seolah-olah kita ditelanjangi.” jelas Thomas.

Thomas menekankan, pada dasarnya Indonesia sudah bisa membuat satelit sendiri yaitu satelit mikro, contohnya satelit Lapan A1 yang telah beroperasi selama 7 tahun. Satelit itu dibuat oleh tangan-tangan putra Indonesia namun dirakit dan di bawah pengawasan ahli di Jerman.

“Satelit Lapan A1 itu buatan Indonesia, termasuk semua alat-alatnya tapi dirakit di Jerman. Orang-orang kita diarahkan membuat satelit, dilatih dan diarahkan membuat satelit dengan buaya Indonesia, pelatihnya juga dibayar,” tutur Thomas
Satelit Lapan A1 itu diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India tahun 2007 dan kini telah mengorbit di ketinggian 630 km dari permukaan Bumi. Posisi orbitnya di dekat kutub selatan.

“Lapan A1 merupakan satelit eksperimen pemantauan Bumi dengan keistimewaan menggunakan video yang bisa dikendalikan. Bila kita mengarahkan satu obyek di Bumi, bisa mengendalikan satelit itu,” papar Thomas.

Karena masa ekonomis satelit Lapan A1 sudah habis, Lapan didukung Kemenristek akan meluncurkan dua satelit lagi tahun 2015. Tak seperti Lapan A1 yang dirakit putra bangsa di Jerman di bawah pengawasan ahli dari negeri yang dipimpin kanselir Angela Merkel itu, dua satelit ini murni dibuat tangan putra bangsa plus dirakit di Indonesia sendiri.

Satelit itu dinamakan Lapan A2 dan Lapan A3. Lapan A2, diberi muatan transmitter radio amatir, kerjasama Lapan dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) dan dimaksudkan untuk membantu penanganan daerah bencana. Sedangkan Lapan A3 adalah kerjasama Lapan dengan IPB, dimaksudkan untuk memantau potensi-potensi pertanian.

“Lapan A2 sekarang sedang disimpan di Ranca Bungur Bogor, Pusat Teknologi Satelit, yang kita targetkan meluncur pertengahan tahun depan. Kita juga membuat Lapan A3, sekarang dalam tahap pengujian dan pengintegrasian. Lapan A3 diharapkan juga tahun depan diluncurkan,” kata dia.

Kedua satelit itu, Lapan A2 dan Lapan A3, seperti ‘saudara tua’nya diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India. Kali ini, kedua satelit akan diorbitkan mendekati garis ekuator. Kedua satelit itu beratnya 54 kg.

“Lapan A2, sama buatan Indonesia dengan Lapan A1 tapi beda orbit. Kalau Lapan A2 orbitnya mendekati ekuator, kalau Lapan A1 orbitnya mendekati orbit polar (kutub). Satelit Lapan A2 sudah siap, tinggal menunggu diluncurkan,” jelas Thomas. (Taufan Noor Ismailian – detikNew)

  51 Responses to “Dua Satelit 100% Made in Indonesia Diluncurkan Tahun 2015”

  1. test…

  2. kedua semoga

  3. test jg

  4. duo

  5. eee jd 4. . .

  6. Tumut nyimak poro sesepuh.

  7. Kirim terus yang banyak, kalo ngga slot jalur diambil negara asing

    • siapa cepat dia dapat, pokoknya jangan seperti kayak satelit tetangga sebelah yang melenceng dari orbit yang ditentukan mau lihat jkarta yang nampak malah depok 😀

  8. brarti masih nompang ya sma india. . ?

  9. Mantab nih..

  10. sepuluh besar rapopo

  11. 11 jadi penjaga gawang

  12. Rolas ra popo….

  13. sebelum satelit A2 & A3 ini yg buatan asli Indonesia bukannya sudah ada satelit INASAT-1 ya? satelit ini adalah kerjasama LAPAN dengan PT DI pd thn 2003
    satelit A1 adalah kerjasama Indonesia dan Jerman (LAPAN-TUBSAT)
    http://id.wikipedia.org/wiki/INASAT-1

    • yang di rakit sepenuhnya di jerman tp oleh putra bangsa indonesia bukan Bung?
      yg skrng semua di rakit di Tanah Air.

      Maaf kl salah.

      • yg di Jerman itu satelit A1, kalau INASAT-1 dirakit di Indonesia eksperimen kerjasama PT DI dengan LAPAN

      • jenis seri satelit LAPAN :
        1. A Series : Experimental Series
        2. B Series : Remote Sensing Satellite
        3. C Series : Communication Satellite for tele-education and defense
        setelah LAPAN-A3, pengembangan selanjutnya memasuki fase pembangunan satelit operasional dengan bobot >100kg (LAPAN-A4 Imager Operation (2016) & LAPAN-A5 SAR exp(2017))

        pada tahun 2014 ini direncanakan flight test untuk roket RX550 double stage, tahun 2019 SLV Low Orbit (payload 30kg) dan tahun 2024 SLV Low Orbit (payload 100kg)

        • jelas dan terang benderang…terima kasih bung Ed

          • Mhon infox @bung Edd..Gmna utk Satelit Militer kita ap da perkembngnx nie mslhx bt negara kita agar tdk dsadap oleh Negeri Jiran Munafik bin Rakus..

          • Satelit militer masih berjalan bung, itu dikembangkan dalam negeri.. Mungkin sateli Lapan A4, ukurannya itu bisa sampai 200 kg atau lebih, masih butuh beberapa tahun untuk merampungkan. Tenang bung, bikin satelit gak bisa langsung jadi. Untuk satelit A2 untuk maritim sudah jadi dan kita masih menunggu kesiapan satelit India selesai, karena kita nebeng roketnya India. Tahun ini rencananya melaksanakan assembly, integration, dan test (AIT) untuk satelit A3. semoga infonya bermanfaat.

  14. apa satelite bs bwt mata mata gan

  15. ada yang tau nama satelit negara thailand yang ikut mencari mh370 , apa thailand lebih maju dari kita?

    • THEOS, aka Thaichote Satelit EO (earth observation satellite). Satelite Indonesia jauh lebih dulu, tapi memang sekarang ketinggalan.

    • Satelit macam Theos ini memang bukan spek militer, hanya untuk pengamatan bumi seperti lingkungan (cuaca,hutan/banjir/kebakaran dll) atau pembuatan peta. Tapi mirip satelit mata-mata, paling hanya beda resolusi. Mudah2an satelit militer kita punya kemampuan observasi juga.

      contoh image Theos (yang dicurigai sebagai pecahan MH370):

      • Terimakasih bung now infonya,
        Theos ini kan buatan prancis ya bung now ,rentan dong disadap. Saya dulu pernah baca diberita portal indonesia mau buat satelit 1 ton dengan dana triliunan ,kalo ngak salah stlah a3 ato a4 selesai ya sekitar 2018 ,kalo beneran jadi ini satelit kita udah sejajar ama india cina jepang . Yang udah main kelas 1ton udah bukan nano micro lagi.
        Semoga cepat terwujud amin .

  16. ditunggu info yang menarik mengenai perkembangan satelit militer nih..selama ini masih silent aja sepertinya 🙂

  17. kalau boleh saran kepada bung diego atw pun admin warjag…
    bagus ny nama JakartaGreater di ganti menjadi IndonesiaGreater…dgn alasan warung ini skrg bukan hanya milik orang jakarta..tp juga seluruh indonesia…
    mohon maaf klw lancang…terima kasih

  18. Bung nara, apakah sea ghost pengendaliannya akan memakai satelit ini, atau akan meluncurkan khusus satelit pertahanan.. bagaimana dengan satelit komunikasi? Apakah Indonesia sudah pnya sendiri? Kalo belum punya, kapan akan rencana buat bikin? Biar ga kena sadap lagi..

  19. Berarti kita sudah bermain disatelit walau tak secanggih negara asia lainnya seperti cina dan jepang tapi tak apa yg Penting kita sudah mulai tinggal meningkatkan teknologinya apa lagi katanya mau diluncurkan dgn roket buatan lokal.teknologi yes!!! Politik no!!!

  20. test

  21. Untuk saat ini bisa buat kendaraan peluncur antariksa (roket) dan Satelit komunikasi dan remote sensing adalah suatu keharusan bagi negara2 yang memang berkategori merdeka,walau kita negara kedua dan bangsa ke dua asia yang bisa buat sendiri dan luncurkan roket dan mikro satelit di awal th 60an atau 5 tahun sebelum soeharto jadi presiden namun prestasi kita tidak signifikan dengan lamanya penguasaan teknologi roket dan satelit seperti negara lain yang sudah bisa mengirim sendiri awaknya ke luar angkasa seperti jepang dan china,kita tak boleh memaksakan diri menganut hanya satu kutub orientasi teknologi yaitu kutub Nato dan USA cs saja dengan menihilkan kutub Rusia-cs dan China.kita harus bekerjasama dengan yang mau membantu kita lebih maju secara nyata,silahkan klik link ini untuk melihat siapa kita http://claudelafleur.qc.ca/Scfam-remotesensing.html dan link ini : http://www.oosa.unvienna.org/pdf/pres/copuos2013/tech-08.pdf

  22. maaf nih, permisi sebelumnya buat para sesepuh warjag. oot nih, hehe.. langsung saja, saya agak skeptis tentang potensi kacaunya pembangunan militer di indonesia usai pemilu nanti. di blog ini banyak yang ahli di bidangnya. oleh sebab itu, @bung jalo, jurnalis nih :3 tanya dong..sebesar apa sih potensi pemilu yang mungkin bisa ‘kacau’ terhadap kacaunya pembangunanpostur militer? kata orang, ada kemungkinan bagi para peserta pemilu yang merasa tidak puas dengan hasil pilpres nanti, bisa membuat gugatan terkait landasan hukum pemilu 2014 yg tidak serentak (pileg dan pilpores masih dipisah). padahal MK sendiri sudah bilang kalau pemilu yg konstitusional itu yg dilaksanakan serentak, tp pemilu 2014 ttp dilaksanakan secara terpisah tetap konstitusional, meski dasar hukumnya sudah di tinjau kembali dan diyatakan memeng tidak sesuai UUD. lucunya, MK setuju untuk tetap memperbolehkan dasar hukum yang dianggap menyimpang dr UUD itu sebagai dasar pemilu 2014 atas dasar pertimbangan tertentu . HUBUNGANNYA DENGAN PEMBANGUNAN MEF2 adalah… bila suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah selanjutnya terkait perjanjian pembelian alutsista, dianggap tidak konstistusional karena pemerintahannya ‘dianggap’ tidak sah (konstitusional) karena pemerintahan yg terbentuk bertentangan dg UUD. kan di list A1 dalam artikel sebelumnya masih ada daftar belanja yg masih sebatas “rencana” ?

  23. Hmmm….kapan ya Lapan bisa meluncurkan satelitnya sendiri dengan RPS?
    And sampai sekarang gimana kabar pengembangan RPS?
    Mohon para sesepuh bisa kasih infonya ?
    Karean semuanya akan terasa WOW GITU…kalau sampai kita berhasil meluncurkan satelit buatan sendiri dengan menggunakan roket buatan sendiri juga…. (ngarep.com)

  24. menarik bung @Lambert. Sudah lama saya denger warga sana yang mengeluhkan bahwa kepulauan Anambas harusnya masuk Malaysia, tapi kalo termasuk Natuna baru denger. Saya publish saja sebelum off

    Siapa mau pertamax? :mrgreen:

    • PR yang besar bagi kita semua rakyat Indonesia dan terutama para pemimpin baru nantinya…
      Kebijakannya harus benar2 pro rakyat kalau tidak kita akan menyesal setiap jengkal tanah NKRI akan dicuri habis… Kita tentu saja tidak mau SIPADAN dan LIGITAN Jilid II bukan?
      Berikutnya…jangan tunda lagi untuk secepatnya memperkuat ALutsista TNI di NATUNA…

  25. Indonesia seharusnya tidak krisis satelite .
    KALAU doeloe satelite kita tidak di jual begitu saja dengan negara lain.
    Satelite saja dijual ,padahal itu salah satu komunikasi negara.yg memiliki kepentingan sgt vital.

    Seharusnya spionase tdk terjadi bila satelit kita tidak di uprak uprek dan lihat scr kasat mata oleh singopornio

    • setuju bung patech ,ini bukan lagi maslah perpolitikan yg lalu 🙂 hehe
      ini masalah pertahanan 🙂
      semoga next bisa melanjutkan TOT dan penguatan alutsista sperti pak presiden yang terhormat 🙂 haha peace 🙂
      papi nobi STRONG !
      pakde pur STRONG !
      om moel STRONG ! 😀

  26. Saat ini untuk meluncurkan satelit sendiri mesti banyak berdoa dan bersabar agar sukses sampai diorbit . Tapi nanti setelah diorbit harus banyak didoakan kalau perlu laku prihatin agar satelit tidak dijual lagi oleh penguasa .

  27. semoga kedepannya kita lebih mandiri dalam teknologi satelit

  28. Gak papa gan..asal jangan di taruh di atas genteng rumah orang….ha ha ha

  29. Ooo… Mbulet,,, jadi antonov bisa bawa satelit toh

 Leave a Reply