Sep 202018
 

dok Pindad Panser Anoa, ( commons wikipedia,org)

Bontang, Jakartagreater.com   –  Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan kontribusi ekspor BUMN mencapai sekitar 5 miliar dolar AS tahun ini. “BUMN tidak hanya melakukan subtitusi impor, tapi juga banyak melakukan ekspor,” ujarnya di sela-sela peninjauan persiapan ekspor urea PT Pupuk Indonesia , pada Selasa 18-9-2018 di Bontang, Kalimantan Timur, dirilis Antara.

Rini Soemarno mengatakan ekspor urea yang dilakukan induk BUMN pupuk tersebut, hanya satu dari banyak BUMN lainnya yang melakukan ekspor untuk menambah devisa negara. “Ada banyak, misalnya sawit, barang tambang termasuk aluminium, vaksin, dan LNG, serta ada Pindad dan Inka,” ujar Rini Soemarno.

Berdasarkan data dari Kementerian BUMN, Induk Perusahaan Pertambangan Inalum memproyeksikan ekspor mineral, batu bara, dan produk hilirisasi sebesar 2,51 miliar dolar AS atau sekitar Rp36,3 triliun pada 2018. Angka tersebut naik 62 persen dibanding realisasi tahun 2017.

Selain itu, pada Januari s.d Agustus 2018 ekspor produk perkebunan dari Perkebunan Nusantara Grup telah mencapai 137 juta dolar AS dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai 267 juta dolar AS. Angka itu tersebut melonjak dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 122 juta dolar AS.

Kemudian pada tahun ini PT Dirgantara Indonesia juga melakukan pengiriman 2 pesawat ke Filipina dan 3 ke Vietnam dengan nilai 18,8 juta dolar AS.

Tidak mau ketinggalan BUMN strategis lainnya juga PT Pindad juga telah merealisasikan ekspor sebesar Rp 78 miliar. Tahun lalu BUMN yang memproduksi senjata, amunisi, dan kendaraan tempur itu memberi kontribusi ekspor Rp 633,8 miliar.

Ekspor lainnya yang cukup penting adalah vaksin. ekspor komoditas dari PT Kimia Farma, PT Bio Farma, dan PT Indofarma itu mencapai Rp412 miliar pada semester pertama tahun 2018 dan sampai akhir tahun diproyeksikan ekspor vaksin mencapai Rp 737 miliar.

Selain itu ada juga ekspor produk perikanan dari PT Perikanan Nusantara yang sudah terealisasi sampai saat ini sebesar 2,15 juta dolar AS dan ditargetkan mencapai 4,49 juta dolar AS sampai akhir tahun 2018. Jumlah itu melonjak dari tahun 2017 yang hanya sebesar 187 ribu dolar AS.

Sementara Grup PT Pupuk Indonesia telah merealisasikan ekspor pupuk urea, NPK, dan amoniak, dengan nilai Rp4,55 triliun dan diperkirakan sampai akhir tahun 2018 menembus angka Rp8,31 triliun.

“Kami ingin mendorong trade balance kita bisa positif dengan menaikkan (nilai) ekspor melalui proses barang di dalam negeri agar bisa memberi nilai tambah,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

  2 Responses to “Dua Tahun Terakhir PT Pindad Realisasikan Ekspor Rp 711 Miliar”

  1.  

    Smg personel2 pindad sehebat perusahaan2 artileri eropa. Mknya kita jgn terus2 terhyt dlm kebencian trhdp negara2 asing. Sapa tahu filipina.singapore.malaysia mw jadi pelanggan resmi

  2.  

    Maju terus NKRI maju terus pindad, fokus kemandirian bangsa dulu, kita butuh 10 juta senjata dan 10 miliar amunisi

 Leave a Reply