Des 282017
 

Pesawat latih tempur Yak-130 Angkatan Udara Bangladesh. © Fahad Faisal via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dua pesawat latih tempur Yakovlev Yak-130 Mitten Angkatan Udara Bangladesh (BAF – Bangladesh Air Force) jatuh setelah bertabrakan pada Rabu malam di distrik Cox’s Bazar, 292 km tenggara ibukota Dhaka, namun para pilotnya berhasil selamat, menurut keterangan pers Humas Angkatan Bersenjata Bangladesh.

Dilansir dari Defence Blog, kecelakaan udara yang melibatkan 2 jet pelatih tempur Yak-130 milik Angkatan Udara Banglades bertabrakan di udara dalam sebuah sesi latihan. Keempat pilot yang berada di kedua jet tersebut mampu meloloskan diri dengan aman menggunakan kursi lontar.

Menurut keterangan Letnan Kolonel Md Rashidul Hasan, Direktur Humas Angkatan Bersenjata Bangladesh, bahwa pesawat tersebut terbakar setelah terjadinya kecelakaan udara.

Dia menambahkan bahwa jet pelatih tempur Yak-130 buatan Rusia tersebut, jatuh sekitar pukul 18.30 waktu setempat atau sekitar 15 menit setelah mereka kehilangan kontak dengan radar.

Pesawat latih tempur berkursi ganda tersebut diterbangkan oleh kadet penerbangan.

Penyebab kecelakaan itu masih diselidiki. Belum ada rincian lebih lanjut yang tersedia saat ini.

Bagikan:

  104 Responses to “Dua Yak-130 Bangladesh Jatuh Saat Latihan”

  1.  

    Kok pada jatuh dagangan nya Bung Jimmy…

    •  

      Latihan dogfight sampe main seruduk kepala ala adu kambing/domba x.he3

    •  

      kalo kata rusia kesalahan manusia…!!! 😆 emang yang buat kapal bukan manusia…!!! ❓ 😮

    •  

      Mau g jatuh gimana orang tabrakan gitu… pilot nya itu yg g beres sampe tabrakan…

    •  

      Jatuh karena tabrakan jelas seusatu yang berbeda… apapun pesawatnya bakalan jatuh kalau bertabrakan…

      •  

        mungkin yaa bung factor human error…tapi tidak bisa mengabaikan factor lainya….!!!
        semisal factor teknis…bisa jadi kegagalan dalam sistem hidrolik pengendali dalam salah satu pesawat …..karna kalou melihat pilot sempat mengaktipkan kursi pelontar bisa jadi sebelum terjadi tabrakan pilot sudah mendeteksi ada hal yang tidak benar{masalah}…!!!! ini menurut dugaan{pengamatan} saya ….kalou fakta sebenarnya yaa tunggu investigasi…fihak fihak terkait….walau saya ragu fakta sesunguhnya diungkap…karna faktor politik lebih kental ketimbang hanya mengungkap kebenaran semu….!!!

        •  

          saya copas dari wiki…

          Two Bangladesh Air Force Yakovlev Yak-130 aircraft crashed on 27 December 2017 at Maheshkhali Island in Cox’s Bazar due to mid-air collision. As per the report the accident happened during the breaking of formation at a training exercise. All four pilots of two aircraft were rescued alive.

          •  

            saya sudah mengatakan dikoment diatas….mungkin yaaa fakktor human error….tapi tidak boleh mengabaikan faktor lainya…bila anda sebagai pengamat…pasti melihat suatu masalah berkenaan denagan korporasi dibuka kepublik baik data apalagi fakta…!!!
            jadi semua tingal bagai mana anda melihat dan mengamati…!!!
            berkenaan dengan publikasi penyebab sudah pula saya bilang diatas…..bila penyebab faktor manusia….tidak masalah tapi bila mengalami kegagalan teknis,,,saya rasa lebih baik yakolev menganti dua memperbaiki atau menganti mungkin….ketimbang harus hancur nama baik perusahaan…!!!
            mengenai link yang anda sampaikan…saya rasa sama…semua bisa memberi informasi tidak kecuali anda….anda tingal menulis atau mengedit dilaman wiki atau bila anda punya blog anda tingal tulis dan publikasi…..jadi tingal anda menyeleksi dan mencermati informasi tersebut….!!!!

    •  

      Jatuh Karna Tabrakan Itu Memang Wajar Mbh. Lha Lagian Daripada Punya Sebelah Yg Kebakar Dan Punya Si Gajah Yg Pilotnya Jadi Wedus Bandot.

  2.  

    cie…cie…huha ngundang bung andre….!!! :love:

  3.  

    Kalo berdasarkan pers realease bung Jimmy, ini murni bukan kecelakaan. Melainkan lg test kelayakan kursi lontar pesawat. Ada 3 kriteria uji kelayakan kursi pelontar pesawat tempur :
    1. Dng cara eject kat hanggar,
    2. Saat mengudara,
    3. Dng cara menabrakan ke sesama pesawat saat atraksi diudara utk melihat kecepatan reaksi kursi lontar.
    Cara no.1 lebih dusukai oleh negara tetangga. Lhaa…cara yg no. 3 banyak disukai manca negara tdk terkecuali negeri kita.

    Bung Jimmy senyum2 kecut dipojokan barang dagangannya ronyok, bung Agato lg mencibir dikolong meja baca nih artikel diatas….xixixi

  4.  

    I like your comment 🙂

  5.  

    Hayooo sapa yg kapan lalu lbh memilih yak-130 ketimbang FA50? nti nyesel lho kyk bangladesh…xixiixi

    •  

      Ane mana pernah milih yak-130. Hhhhhhhhhh

      •  

        Emang bukan situ yg mikih Yak-130, tp ada someone else….xixi

        •  

          Ralat : milih

          •  

            Pilihan bung yuli terkesan terlalu dipaksa kan hanya krn itu buatan rusia,,,,sy jg sangat senang dgn produk rusia tp utk Yak 130 ini sy nyerah, ga ada bagus2 nya,..klo pespur ringan mending FA50 aja deh.,..tp pamor F16 ttp jd idola…,

          •  

            Alasan utama saya memilih Yak-130 karena pespur ini basicnya semua dari Russia, dan jangan salah M-346 yang sekarang digunakan sebagai pespur latih Israe, Singapura adalah basicnya dari Yac-130…
            FA-50 adalah versi tempur ringan, sedangkan yang ada dan dimiliki Indonesia adalah T-50i adalah versi training… masih butuh ini itu untuk menjadi FA-50…
            Dan yang menjadi poin inti adalah, mesinya buatan dari GE F414/EJ200, membeli pesawat yang mesinya dibuat oleh negara lain jelas bisa menimbulkan masalah/kendala suatu saat nanti… Keunggulan T-50i adalah pesawat latih untuk pilot F-16…
            Saya rasa pamor F-16 memang hebat, tetapi masa itu sudah bakalan lewat seiring dengan doktrin perang yang berbeda sekarang…

        •  

          Bukan Begitu bung Edo. Ini Masalahnya Jatuh Karena Tabrakan. Lha Sedangkan Punya Sebelah Yg Jatuh Di Kotanya Mbh Mien Itu.

          •  

            Wkwkwwkkk…klo jatuh ya jatuh aja bung jimmy,,,ga mandang tmpat, wkt dan kapan…,ini urusan perbedaan pamor dr yak dan F16 yg sedang sy bahas dgn bung yuli, dibelahan negara mana pun selalu pake F16, tp klo yak sangat jarang sekali sy dgr ada negara yg pake…entah sy kurang baca ato emang kenyataannya ga laris manis,,,utk buatan rusia yg lain sy menaruh hormat krn kualitas nya emang diakui dunia entah itu su35 ato su27 nya, tp utk yak? sy blm pernah dgr kebaikan dr jenis ini,.,maaf bung

          •  

            Sy off dl, mau santap siang,.,di warteg langganan hehhehe

          •  

            Ya Jelas Yak-130 Itu Kalah Pamor Dari F-16. Lha Wong Beda Kelas Plus Tahun Di Buat Kok Dan Lagian Yak-130 Itu Sekelasnya Ama MAKO,M-346,FA-50,JL-9,DLL. Tapi Di Antara Yg Saya Sebutin Ini Yak-130 Adalah Pesawat Paling Laku.

          •  

            Saya juga bingung mengapa bung Seven membandingkan Yak-130 dengan F-16… kalaupun yang masuk kategori pesawat tempur pun pesawat tempur ringan dan kelas ini kurang mendapatkan minat, meskipun akir2 ini dengan adanya perang yang bersifat perang kota, pesawat tempur jenis ini jauh lebih efektif daripada pesawat tempur kelas menengah atau kelas berat…

    •  

      Yg namanya tabrakan ya bkn salah pesawatnya bung… pernah dengar KT-1 Wong Bee punya JAT tabrakan/senggolan sblm tampil d LIMA..? Apa Indonesia nyesel pilih KT-1 Wong Bee…?

      Kalo mau tau yg hrs nyesel banget itu… F-16 terbakar d landasan tanpa alasan yg jelas… F-16 kanopi retak g tahu sapa yg jilat… F-16 jungkel d landasan… itu harus nyesel…

  6.  

    Owh, ini toh pespur yg dibilang Carin sm dng IFX… Kok ga mirip yah apaan yg sama?? Otaknya kesetrum keknya tuh orang xixixi…

  7.  

    Kalau kecelakaan karena tabrakan masak yang disalahin pesawatnya… meskipun wilayah udara itu luas, tetapi ketika dalam formasi latihan jelas bahwa kemungkinan tabrakan bisa saja terjadi pada siapa saja, bahkan tim akrobatik kita pernah tabrakan saat latihan…

    https://jakartagreater.com/dua-jet-tempur-f-16-amerika-serikat-tabrakan-saat-melakukan-misi-latihan/

    https://international.sindonews.com/read/1021350/42/jet-tempur-f-16-dan-pesawat-sipil-tabrakan-di-langit-as-1436318226

    bahkan dengan pesawat sipil pun bisa juga terjadi

    •  

      https://jakartagreater.com/dua-jet-fa-18-hornet-amerika-serikat-alami-tabrakan-dalam-misi-latihan/

      Tidak ada jaminan pesawat canggih mengalami kecelakaan seperti tabrakan di udara, bahkan meskipun pilotnya pilot handal sekalipun…

      •  

        Yupz pespur kalo kecelakaan ngeri, begitu juga yg ini. https://www.youtube.com/watch?v=lCVkC2vu_zo

        Bung Yuli, baca lagi paragraf terakhir artikel diatas, pespur mengalami hilang kontak dari radar 15 menit sebelum akhirnya jatuh pukul 18:30. Itu artinya ada gangguan radio pada Yak tsb. Mungkinkah cuaca? Bisa jadi. Tapi kalo hanya senggolan gak mungkin pilotnya bisa selamat semuanya tanpa menyadari ada gangguan teknis. Yg terjadi di Yogyakarta beda kondisi apalagi manuver dilakukan dekat tanah. Jelas kesalahan sedikit saja nyawa taruhannya.

        Yang terjadi di Bangladesh, radar hilang kontak sebelum jatuh, artinya ada kegagalan komunikasi yg bisa saja karena kerusakan sistem . Pilot mampu eject dg baik dan selamat semuanya berarti mereka memilih untuk eject begitu kondisi pesawat tak bisa dikendalikan dg baik (1 pesawat atau keduanya) yg akhirnya menyebabkan tabrakan (?). Pespur Yak terbakar jelas saat itu avturnya masih penuh dan jelas juga itu terjadi saat pesawat baru saja lepas landas. Dalam kondisi avtur penuh, dan andaikan menurut Bung Yuli menganggap itu human error yg menyebabkan senggolan, berapa persen kemungkinan pilot akan selamat?? 10% menurut saya. Itu karena mereka tidak siap padahal pesawat akan jatuh tak terkendali dg kecepatan tinggi. Kalopun selamat akan luka berat. Ingat yg terjadi pada Sukhoi Superjet 100 yg jatuh di Gunung Salak?? Sistem sensor pesawat sudah memperingatkan kepada pilot dari Rusia bahwa pesawat mendekati dataran/gunung. Nyatanya pilot Rusia mengabaikan itu dan malah mematikan sensor karena dianggap kesalahan sistem. Itu jelas2 Human error, dan Anda tau berapa orang yg selamat dalam kejadian itu kan?? Tidak ada yg selamat. Berbeda dg kesalahan teknis/technical error. Jelas bila terjadi error pada sistem, sensor akan memperingatkan dan otomatis pilot akan coba melakukan penyelamatan diri atau kalo memungkinkan melakukan penyelamatan pespur seperti kasus pilot Vietnam yg mampu menyelamatkan Su-30 mereka saat terjadi gangguan sistem. Safety itu nomor 1 dan kalo ada gagal sistem, pilot pespur jelas akan eject begitu saja demi keamanan diri.Kalo itu terjadi pada pesawat sipil, jelas pesawat akan kembali darurat pada airport asal atau yg terdekat. Begitu Bung Yuli, jelas itu Kesalahan teknis.

        •  

          jangankan pesawat, yang ini juga ngeri… tapi kasihan yang nabrak

          http://bengkuluekspress.com/wp-content/uploads/2015/07/KECELAKAN-MOBIL-VS-MOTOR-3.jpg

        •  

          Saya tidak akan berkomentar lebih jauh, karena bagaimanapun apa yang anda sampaikan (bung Agato) adalah opini pribadi… terlalu dini untuk menyatakan semua data dalam sebuah kesimpulan karena apa yang diungkapkan belum diverifikasi secara resmi oleh pihak terkait…
          Kasus Shukoi jet justru yang dipertanyakan adalah mengapa joy flight diarahkan ke pegunungan, secara umum joy flight akan diarahkan ke wilayah perairan yang jelas lebih aman daripada ke wilayah pegunungan… ungkapan pilot mengabaikan sensor memang dimuat di berita tetapi apakah itu yang sebenarnya terjadi atau itu untuk menjadikan pilot sebagai alasan terjadinya kecelakaan jelas hanya pihak yang terkait yang paham…
          Kasus Su-30 Vietnam justru menunjukan betapa pesawat dengan double Engine lebih memiliki kemampuan untuk bertahan daripada single engine, bahkan dalam kasus menabrak burung pada salah satu mesinya seperti yang terjadi di Indonesia, dan ahli militer India juga menyebutkan kejadian pada F-18 dan F-15 yang selalu bisa kembali ke base untuk kasus yang sama, dan itu justru mendiskreditkan mesin tunggal yang tidak akan memiliki kesempatan pada kasus yang sama…
          Kasus pada artikel adalah 2 pesawat yang melakukan latihan terbang, dan informasi awal terjadi tabrakan, terlalu dini menyebutkan kesalahan pesawat atau kesalahan pilot, dan untuk kasus tabrakan, tidak akan ada pesawat yang bisa selamat jika ada kerusakan major termasuk sayap utama yang rusak…

          •  

            Lah, komentar Anda kan juga pendapat pribadi Bung, lalu apa bedanya??

            Kalo kasus Superjet yg nabrak gunung salak jelas Human Error, tau Joy flight harusnya lewat daerah perairan atau laut kok malah ini diarahkan ke pegunungan, mau lewat antara Gunung Salak dan Gede Pangrango. Emangnya Superjet 100 bisa manuver Cobra Pughacev apa?? Hhhhhhhhhh

          •  

            Ente Ngotot bilang kalo kecelakaan Yak -130 di Bangladesh adalah karena Human Error, sekarang bilang nunggu pemeriksaan resmi dg embel-embel hasil penelitian akhirnya tidak diungkap ke publik?? Lol, gitu dah ngeyel ttg Human error.

          •  

            Hla memang Joy flight dilakukan pilotnya seenak udelnya sendiri??? memilih rute semaunya??? aneh…. Pasti rute itu sudah atas persetujuan kedua pihak dan siapa yang menentukan arah rute Joy flight saya tidak tahu, dan saya yakin bukan pilotnya yang mengambil jalur semaunya karena semua rute jelas sudah atas persetujuan dan sepengetahuan ATC…

            Ya beda jauh, dari link artikel kecelakaan yang saya share disini hampir semua pilotnya pesawat tempur selamat kecuali tidak ada informasi untuk pespur F-15 yg digambarkan tabrakan frontal… dan kasus F-16 vs Pesawat sipil, yang tidak selamat ya pesawat sipilnya karena memang tidak ada kursi pelontar…. pesawat sipil dalam kasus kecelakaan apapun selama tidak bisa mendarat darurat sudah pasti akan meninggal karena vitur keselamatanya tidak sampai ke kondisi darurat ketika pesawat rusak atau mengalami insiden di udara…

          •  

            Coba Bung Yuli baca semua artikel ttg Superjet 100 itu. Si Pilot jelas inisiatif menurunkan ketinggian pesawat. Padahal pastinya di GLONASS nya udah nunjukin kalo daerah sekitar itu daerah pegunungan. Lalu kenapa turun coba?? Bukan salah pilot lagi tuh??

          •  

            Kasus Sukhoi superjet 100 jelas di infomasikan kalau pilot menurunkan ketinggian dan mengabaikan alarm sistem, tetapi yang menjadi sorotan ahli bukan masalah itu yang menjadi intinya, tetapi rutenya… pada kasus tersebut pilot ingin penumpang mendapatkan visual yang bagus seperti pada Flight pertama, tetapi karena berawan pilot meminta ijin menurunkan ketinggian dan mengabaikan kalau belum memperoleh ijin dari pihak pengawas dan mengabaikan alarm pada pesawat… kesalahan jelas pada pilotnya lalu masalahnya apa??? saya hanya menegaskan kalau pendapat ahli seharusnya Joy Flight tidak diarahkan ke wiayah pegunungan terutama pegunungan jawa barat yang terkenal selalu berawan dan selalu hujan…
            Seharusnya dari awal memang pihak yang bersangkutan baik yang meminta ijin maupun yang memberikan ijin mengarahkan flight ke arah laut, bukan kearah gunung, sehingga tidak akan ada insiden menabrak gunung…

    •  

      Nah… ini betul… CERDAS Bung Yulihantoro dlm menyikapi….

  8.  

    mungkin yaa bung factor human error…tapi tidak bisa mengabaikan factor lainya….!!!
    semisal factor teknis…bisa jadi kegagalan dalam sistem hidrolik pengendali dalam salah satu pesawat …..karna kalou melihat pilot sempat mengaktipkan kursi pelontar bisa jadi sebelum terjadi tabrakan pilot sudah mendeteksi ada hal yang tidak benar{masalah}…!!!! ini menurut dugaan{pengamatan} saya ….kalou fakta sebenarnya yaa tunggu investigasi…fihak fihak terkait….walau saya ragu fakta sesunguhnya diungkap…karna faktor politik lebih kental ketimbang hanya mengungkap kebenaran semu….!!!

  9.  

    saya sudah mengatakan dikoment diatas….mungkin yaaa fakktor human error….tapi tidak boleh mengabaikan faktor lainya…bila anda sebagai pengamat…pasti melihat suatu masalah berkenaan denagan korporasi dibuka kepublik baik data apalagi fakta…!!!
    jadi semua tingal bagai mana anda melihat dan mengamati…!!!
    berkenaan dengan publikasi penyebab sudah pula saya bilang diatas…..bila penyebab faktor manusia….tidak masalah tapi bila mengalami kegagalan teknis,,,saya rasa lebih baik yakolev menganti dua memperbaiki atau menganti mungkin….ketimbang harus hancur nama baik perusahaan…!!!
    mengenai link yang anda sampaikan…saya rasa sama…semua bisa memberi informasi tidak kecuali anda….anda tingal menulis atau mengedit dilaman wiki atau bila anda punya blog anda tingal tulis dan publikasi…..jadi tingal anda menyeleksi dan mencermati informasi tersebut….!!!!

    •  

      Entah apa loe bilang diatas

      Hahhaahaaaaa

    •  

      Ok bung… mari ditunggu pernyataan resmi setelah investigasi, meskipun seperti pada kejadian T-50i kita, meskipun kemungkinan hasil investigasi tidak akan di publikasikan…

      https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160211174357-20-110409/tni-au-isyaratkan-tak-buka-hasil-investigasi-pesawat-jatuh

      Bahkan untuk kasus T-50i hanya diungkapkan sebagai kesalahan manusia, padahal pilot yang menerbangkan adalah pilot terbaik dan beliau bahkan yang menerbangkan pesawat itu dari Korea Selatan ke Indonesia…

      https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160212164156-20-110610/menhan-jet-tempur-t-50i-jatuh-sebab-kesalahan-teknis-manusia/

      •  

        itu maksud saya bung….mengorbankan yang kecil…demi hal dan kepentingan yang lebih besar…moto ini bukan hanya dalam militer tapi banyak dipakai disemua lini…termasuk korporasi….!!!

        •  

          Saya rasa ada banyak hal di dalam investigasi itu bung, mungkin pada kesalahan pesawat akan ada tuntutan ganti rugi ataupun penggantian pesawat tergantung bagaimana negoisasi internal berlangsung… untuk kesalahan pilot jelas masalah akan menjadi tanggungan negara pemakai… masing2 pihak pasti berusaha mendapatkan kesimpulan yang menguntungkan…
          Saya membaca di media online Bangladesh dimana di kolom komentar kebanyakan menyalahkan pejabat s/d pilot yang tidak berpengalaman yang dianggap kurang mampu mengoperasikan jet tempur, dan sangat sedikit yang menyalahkan pesawat sebagai biangnya, dan untuk Bangladesh ini adalah kejadian insiden ke 2 dan 3 pesawat latih Yak-130 jatuh…

          •  

            jadi lucu juga masarakat banglades …yaa bung yaa….yang ditekan malah orang sendiri…!!!
            saya kok jadi keinget dulu waktu ada uji promosi pesawat komersil…lalu nabrak gunung….tapi hebatnya semua komponen bangsa satu suara…jadi si produsen pesawat rada gelagapan….lalu lempar isu sabotase…!!!
            walau pakta sesunguh tidak diungkap tapi cukup memuaskan konpensasi dan dana duka bagi seluruh korban….hanya fakta{alasan}mereka kemuka kan tentang kecelakan tersebut adalah kesalahan manusia{human error}….kalo dipikir lagi yaa jelas salah tuu pilot udah tau gunung kok yaa ditabrak…engak mungkin kan menyalahkan gunung diam disitu…!!!

          •  

            Oh yg orang Rusia tanya kok ada tentara USAF di Halim ya. LoL. Hhhhhhhhhh

          •  

            😀 itu kan hanya sebagian alasan yang dikemuka kan….!!!

          •  

            Lalu apa hubunganya kasus Superjet 100 dengan kasus diatas??? pesawat sipil berbeda dengan pesawat tempur, dan jika itu kesalahan pilot sangat dimungkinkan karena pilotnya tidak menguasai medan dan karakter kondisi cuaca disitu… Jelas Indonesia juga harus membela disi untuk insiden besar yang mengakibatkan kematian banyak orang dalam insiden pada vase Joy Flight… dan Joy Flight di Indonesia adalah yang kesekian kali dari proses promosi pesawat itu, dan hanya di Indonesia terjadi Insiden maut…
            Seharusnya prihatin, sebagai negara yang dipilih sebagai tempat Joy flight justru malah disini terjadi Insiden, mestinya yang paling disoroti adalah jaminan keselamatan dan keamanan yang bisa ditawarkan, tidak seperti anda yang malah menjadikanya sebagai bahan untuk mendiskreditkan pihak tertentu…
            Jika untuk ajang seperti itu tidak bisa memberikan akses aman dan memberikan bimbingan maupun pengarahan dan segala hal yang berujung pada faktor keamanan jelas Indonesia mendapat kredit buruk…

          •  

            laah situ kan ngomongin tangapan warga banglades too…yaa saya beri perbandingan dengan warga dimari…!!!!
            kalo soal pesawatnya yaa sama sama kecelakaan ….piye too…!!!

  10.  

    Hm… masih wajar, jatuh saat latihan… Namanya juga berlatih, biar mahir gtu lho…

 Leave a Reply