Nov 122017
 

Pesawat Tempur Su-35 (Dmitriy Pichugin)

Jakartagreater.com – Pesawat super-manoeuvrable Su-35 telah lama populer dalam pameran terbang internasional, yang memungkinkan partisipasi pesawat terbang tersebut ditujukan untuk meningkatkan reputasi dan prestise keseluruhan industri kedirgantaraan Rusia, dari pada untuk kampanye ekspor pesawat su-35 itu sendiri, dirilis Arabian Aerospace, 12/10/2017.

Namun hal itu diduga akan berbeda dengan apa yang akan terjadi di Dubai Airshow, yang digelar 12-16 November 2017.

Sejumlah sumber Rusia, termasuk kantor berita TASS, memprediksi bahwa UEA (Uni Emirat Arab) akan menandatangani kontrak untuk mengakuisisi sekitar 12-18 pesawat Su-35S.

Minat Emirat terhadap Su-35S dilaporkan muncul saat Dubai Air Show yang terakhir (2016 -red) dan sekali lagi di pameran IDEX di Abu Dhabi awal tahun ini.

Pada bulan April 2017, Denis Manturov, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, mengatakan bahwa UEA telah menerima dokumentasi teknis dan informasi yang diperlukan untuk menilai Su-35S.

Meskipun pembicaraan saat ini digambarkan sebagai “tahap negosiasi pra-kontrak”, TASS melaporkan bahwa “perundingan dapat diadakan pada bulan November saat pertunjukan udara di Dubai.”

Su-35S adalah turunan yang dimodifikasi dari Sukhoi Su-27 ‘Flanker’, dengan mesin vectoring thrust, modern glass cockpit with LCD displays, kontrol HOTAS, dan HOTAS controls, and an N035 Irbis-E (Snow Leopard) passive electronically scanned array (PESA) radar.

Ini tidak terkait langsung dengan Su-35 asli (atau Su-27M) yang pertama kali terbang pada tahun 1988, yang tidak memiliki canard foreplanes.

Meskipun terutama ditujukan untuk ekspor, pesanan untuk 48 pesawat Su-35S telah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada tahun 2009, dan pesanan lanjutan untuk 50 pesawat dengan cepat ditambahkan.

Su-35S pertama dikirim ke Akhtubinsk untuk state joint tests dengan kementerian pertahanan pada bulan Mei 2011, dan batch pertama dari 12 pesawat Su-35S dikirim ke angkatan udara pada bulan Desember 2013. Pengiriman 10 pesawat lagi pada bulan Februari 2014 ditandai masuk resmi ke layanan operasional. Pesawat ini sekarang digunakan oleh Resimen Penerbangan Tempur ke-23 di pangkalan udara Centralnaya Uglovaya dekat Vladivostok di Timur Jauh, dan di pangkalan udara Besovets di dekat perbatasan Finlandia.

Empat pesawat Su-35S dikerahkan ke pangkalan udara Khmeimim di Suriah pada bulan Januari 2016, dan jenis pesawat ini mencapai kemampuan operasional penuh pada bulan September 2017.

  27 Responses to “Dubai Airshow, Rusia Berharap Kontrak Su-35 dengan UEA”

  1. ciiaaah, ramai lagi deh,..

  2. Judul nya kurang tuh, harus nya Dubai Airshow, Rusia Berharap Kontrak Su-35 dengan UEA, Krn Menunggu Indonesia Kelamaan…bisa jadi 10 tahun lalu…haha

  3. sinetron Sukro Su-tiga lima
    Fansboy : Wes sedap, Sukro sudah tanda tangan kontrak awal November.
    RR : putar sinetron Be-200 ah buat selingan.
    GN : kalok ga full armament mending dibatalkan.
    EL : kita masih menunggu master aggrement dari rusiyah.
    WI : fansboy katro, di kibuli mau aja xixi.
    JS : Bonkaret. diulang Bonkaret.
    QH : hati2 dengan manuver sukro mengundang maut. xixi

  4. RI kelamaan teken kontrak, sudah pertengahan November dan waktu terus berjalan!

  5. borrong

  6. Pra toga…ehh salah pragotaaa…moso sm calon suami lupa lu rin..haha

  7. KESALIP MANING , TAPI NOVEMBER MASIH SETENGAH MASIH ADA HARAPAN

  8. Komen gue barusan tadi blm juga terbit

    Hahhaahaaaa

  9. Putin katanya mau ke Indonesia ya, kapan? Ada yg tau??

 Leave a Reply