Apr 212018
 

Miniatur Pesawat Tempur KFX. (photo: Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via commons.wikimedia.org)

Jakarta – Duta besar (Dubes) Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim-Chang-beom menyatakan bahwa Korsel dan Indonesia terus melanjutkan pengembangan proyek pesawat tempur generasi 4.5 KF-X/ IF-X.

Dubes Kim dalam sesi wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Kamis, 19-4-2018 mengungkapkan bahwa KF-X/ IF-X adalah proyek kerja sama jangka panjang antarpemerintah yang telah berlangsung dengan cukup lancar.

Pemerintah Korea Selatan memiliki hubungan yang dekat dengan Menhan Ryamizard Ryacudu dan terus berkonsultasi dalam pengembangan proyek pesawat tempur KF-X/ IF-X yang bisa mengakomodasi kemampuan siluman, atau tak terdeteksi oleh radar itu.

“Sejauh yang saya tahu, keseluruhan presentasi berjalan dengan baik dan saya belum mendengar adanya keputusan resmi terkait pengunduran diri dari proyek yang sedang berlangsung ini,” ujar Kim.

Proyek KF-X/ IF-X adalah proyek kerja sama jangka panjang antara Korsel dengan Indonesia untuk membangun kemandirian industri pertahanan di tengah keberadaan negara-negara besar dalam laju pengembangan alat utama sistem persenjataan dunia.

Proyek pembangunan pesawat tempur yang mempunyai rentang spesifikasi teknis di antara generasi 4 dan 5 tersebut pertama kali ditawarkan oleh pemerintah Korsel ke Indonesia pada 2010. Kerja sama ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu Fase Pengembangan Teknologi, Fase Pengembangan Mesin dan Manufaktur, dan Fase Pengembangan Produksi.

Indonesia dan Korea Selatan pada Januari 2016 menandatangani perjanjian senilai 1,3 miliar dolar AS untuk pengembangan jet tempur baru.

Berdasarkan atas perjanjian itu, yang ditandatangani dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Kementerian Pertahanan Indonesia akan menanam sekitar 1,6 triliun won (Rp13 triliun) dalam program Korea – Indonesia Fighter Experimental (KF-X/ IF-X). “Kami harap proyek ini dapat dilaksanakan tanpa hambatan,” ujar Dubes Kim-Chang-beom. (Antara).

  22 Responses to “Dubes Korsel: Proyek Pesawat Tempur KFX/IFX Terus Berlanjut”

  1.  

    Jangan2 Dubes Korsel aktif di jkgr

    •  

      m.akurat.co//id-202877-read-lockheed-martin-tawarkan-jet-tempur-siluman-hibrida-f22-dan-f35-pada-jepang

      •  

        di sumber yang saya baca tapi lupa link nya, senator AS sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali produksi F 22 Raptor, tapi tidak disebutkan apakah F 22 ini akan di jual ke sekutu atau hanya akan di pakai untuk AS saja

        seandainya F 22 ini di jual ke sekutu berarti mereka was2 dengan kehadiran Pakfa dan J 20 Cina

        •  

          Bukan begitu maksudnya bung. LM bukan menawarkan F-22 Pada JSDAF tapi maksudnya mereka akan menawarkan Jet tempur baru dgn Mengaplikasikan Teknologi F-22 dan F-35 atau menggabungkan kedua pesawat tsb pada pesawat yg ditawarkan tsb dan pesawat yg ditawarkan tsb Diklaim bisa melebihi kinerja kedua pesawat Tsb, tapi menurut saya itu tdk mungkin krena mana mungkin AS mau menjual pesawat yg lebih canggih dari yg mereka miliki apalagi jika itu gabungan F-22 dgn VLO sekaligus kemampuan tempurnya dikawinkan ama kecanggihan elektronik F-35.

  2.  

    lanjuoooooottt

    ada kudeta di Arab saudi kontak senjata di dekat kompleks istana raja
    keluarga kerajaan sedang dievakuasi

  3.  

    Berharap kedepan IFX bs jg memakai teknologi dr Rusia atau kombinasi Barat-Timur agar bs lbh terhindar dr embargo!he3

  4.  

    Haha… maaf bukanya meremehkan tapi memang meremehkan.
    Bagaimana Caranya Malay bisa buat pespur Jet Fighter di satu sisi mereka belom pernah buat atau Joint Development seperti kita yang bahkan pesawat komersilpun belom buat.
    kita yg bisa di bilang Dirgantaranya lebih maju dari mereka aja susah buat Gen 4,5 dengan posisi Joint Development dengan Korea dan bantuan USA, Apalagi gen 5 yang Notabene nya Rusia sama USA saja masih kesulitan dan lagi mereka sendiri lagi di saat militer mereka sedang krisis..
    mereka terlalu panas terhadap semua kemajuan militer kita, padahal kita membangun karena memang kekurangan dengan wilayah seluas ini…
    mungkin kalo jadinya seperti Tejas, JF Sulfur 10 saya pun msih ragu kecuali beli Blue Print lalu di buag d mereka mungkin bisa…

  5.  

    AYO BANGSA INDONESIA DENGAN JIWA YANG BERSERI SERI MARI BERJALAN TERUS,JANGAN BERHENTI…MARILAH KITA BUAT PESAWAT,RUDAL YANG PALING CANGGIH…MARILAH KITA BERKARYA DI SEGALA BIDANG…MARILAH KITA BANGKIT….

    •  

      ekonominya dulu mbah, baru yg lain,
      masak kita mau pakai semboyan biar miskin yg penting bergaya..xixixixi….
      maksud sy beriringan.

    •  

      salam semangat untuk maju ………

      saya yakin ,beberapa kawan ristek dari indonessia sekarang sdh ada yg menemukan cara teknologi stealt yang sangat murah,,, bahan unik dari mineral bebatuan ( x ) dan nabati ( y ) serta aditif ( z ) … saat itu sudah kami test , bentuknya saat itu kita buat seperti cat, dan kita laburkan plastik tipis….. dan positif membran ini bisa menetralkan gelombang elektromagnetis disemua freq …. tapi sayang, saat itu kami ber-5 ,,,, skrg 3 diantaranya tak bisa kontak lagi ……

      hanya butuh jiwa jiwa murni putra nusantara untuk bersinergi saja …… teknology stealt bisa ddibuat dgn murah ……..

      yaa ….. terkadang aneh …… kami sering di bulli oneh sesama anak negri ….. padahal jika kami kami para ilmuwan klasik ini diberdayakan dgn baaik daan bijak …… saaya yakiin 99,9999 % NKRI akan menjadi lebih baik….aamiin…

  6.  

    Tk akan mungkin PTM Akan dpt melampaui IFX dari segi kemampuan ataupun Waktu RNDnya. PTM baru Sekedar onani yg sekian tahun diwacanakan tapi dimulai kagak. Sedangkan IFX bukan hanya sekedar Wacana dan sudah dilaksanakan sampe sekarang. Selain itu Industri dirgantara malay sama sekali belum berpengalaman dlm urusan pembuatan pesawat istilahnya adalah bau kencur. Jadi seperti Onani merencanakan bisa membangun pesawat Siluman pada 2030 dgn experience yg sama sekali tk dimilki (kecuali klau bermitra ama 5 dewa perang). Bahkan negara Sekelas Rusia ataupun AS mengembangkan Pesawat Siluman Selama Hampir 20 Tahun baru bisa menghasilkan Fifth generation jet fighter pertama mereka F-22 Dan Mig-1.44.

    •  

      dari sumber sebelah di katakan kalau mereka menggunakan mig 29 sebagai dasar pengembangannya, sementara mig belum memiliki pesawat siluman, jika mereka joint venture dengan mikoyan untuk pengembangan pesawat silumannya, mungkin saja akan terealisasi tapi tidak dalam waktu dekat mengingat ekonomi mereka juga tidak dalam kondisi yang memadai saat ini

      •  

        Mikoyan sudah memiliki pesawat siluman jauh sebelum Su-57 ada. Di Jaman Soviet Mikoyan sudah mengembangkan Mig project 1.44 Untuk menyaingin raptor dan sekarang itu pesawat sebagian blueprintnya di beli china untuk basic J-20. Dan pesawat tempur Stealth basic dari Mig-29 yg anda sebutkan itu LMFS tapi Masih single engine bukan twin engine.

        •  

          sebentar lg bakalan trbang mig35 dgn silumannya, trmasuk su 57 dgn racikan brbeda

          hahhaahaaaa

        •  

          kalau belum di produksi massal ya namanya masih belum bisa dikatakan punya, itu tandanya masih banyak masalah di prototype mikoyan (jauh dari kata sempurna)

          kalau memang mikoyan sudah bisa buat itu mig siluman sudah pasti rusia akan mengakuisisi ini pesawat

  7.  

    Beritanya pada kesimpang kesiur

    😎

  8.  

    kalau belum di produksi massal ya namanya masih belum punya, itu tandanya masih banyak masalah di prototype mikoyan (jauh dari kata sempurna)

    kalau memang mikoyan sudah bisa buat itu mig siluman sudah pasti rusia akan mengakuisisi ini pesawat,