Sep 232018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia © Kemenhan Rusia

JakartaGreater.com – Duta Besar Arab Saudi untuk Rusia Rayd bin Khalid Krimli pada hari Jumat menyatakan harapannya bahwa Washington tidak akan menjatuhkan sanksi terhadap Riyadh atas pembelian sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 dari Rusia, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

“Saya berharap tidak ada yang akan menjatuhkan sanksi apapun kepada kami”, kata Duta Besar Arab Saudi kepada wartawan ketika menjawab pertanyaan apakah Arab Saudi akan terus membahas soal pengiriman S-400 setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap China untuk kesepakatan dengan Rusia.

Khalid Krimli mencatat bahwa perjanjian Arab Saudi-Rusia pada pembelian senjata sedang dalam proses meskipun ada ancaman sanksi dari AS.

“Kerjasama kami dengan Rusia akan terus dan berkembang. Dan selama kunjungan bersejarah Raja Salman kami telah menandatangani 14 perjanjian yang akan mulai dilaksanakan. Ada 4 perjanjian di bidang militer, 3 dari mereka mulai dilaksanakan. Adapun yang keempat, ada diskusi tentang masalah teknis. Karena sistem S-400 ini sendiri modern dan rumit”, kata duta besar itu.

Rusia dan Arab Saudi kini sedang dalam pembicaraan untuk pembelian sistem pertahanan udara S-400, meskipun belum ada yang disempurnakan. Sementara itu, AS tidak senang dengan negara-negara yang ingin mendapatkan sistem rudal pertahanan udara Rusia itu dan telah menjatuhkan sanksi terhadap China karena telah membelinya.

Turki adalah negara berikutnya yang akan memperoleh sistem rudal S-400 dan juga bertentangan dengan Washington mengenai hal itu. Sebelumnya pada bulan September, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah terhadap rekomendasi Menteri Pertahanan AS James Mattis, mengatakan bahwa Ankara “tidak perlu izin dari siapa pun” untuk membeli senjata.

India, pembeli potensial lainnya, juga tidak terpengaruh oleh prospek sanksi AS. Qatar dan Mesir juga masuk dalam daftar calon klien. Siapa pun yang membeli sistem Rusia adalah target potensial untuk sanksi AS di bawah Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Mungkin AS akan canggung dengan Arab Saudi, terlebih penjualan senjata Washington sendiri ke Riyadh bernilai puluhan miliar dolar. Saudi adalah pembeli senjata terbesar kedua di dunia dan 61 persen persenjataan mereka berasal dari AS.

  25 Responses to “Dubes Saudi: Semoga Tak Ada Sanksi AS Terhadap S-400”

  1.  

    Yah, semoga aja deh…

    Horang Kayah… masa takut 😆 wkwkwkw

    •  

      Dia atuttnya cma sma harga minyak bung..klu udh banyak energi pengganti minyak seperti bio fuel..dan kedepan suply bahan bakar energy semakin various..disaat itulah org kaya minyak pening..

      •  

        Arab Saudi itu sohibnya AS koq 😀 hihihihi

        In 2014, Newsweek exposed that the CIA had actually helped broker the sale of Chinese missile to Riyadh—as long as it was established that the DF-21s did not have nuclear warheads. Thus, after a series of covert meetings in Washington DC-area diners between spooks and Saudi officials, in 2007 two CIA agents were dispatched to inspect the missiles in their shipping crates before they were transferred into Saudi possession.

        https://www.newsweek.com/exclusive-cia-helped-saudis-secret-chinese-missile-deal-227283

      •  

        Pewayangan. Hubungan antara raja saudi dengan putin itu sepetti antara bolodewo / kebobule dengan prabu salyo. Jadi kedepannya keduanya semakin akrab.

        Petunjuk pewayangan, selesaikan permasalahan dunia dengan perlombaan idiologi. Kalau yang kalah ngeyel tidak mau meninggalkan idiologi (kapitalis) yang telah kalah ya selesaikan dengan perang tanding. Apabila nanti ada perang tanding yang jadi wasit raja saudi. Sedangkan perves musyaraf (krisno) menjadi promotor bagi pandawa.

        Pekerjaan raja saudi sebagai wasit nanti mendapat dukungan dari orang rusia yang vokal / radikal (erowati).

  2.  

    nah Arab Saudi ini juga salah satu sasaran utama USA… kalau yang lain ngeper beli S-400 karena sangsi mereka, maka Arab Saudi yang menjadi sekutu utama dan loyalnya minta ampun akan dengan mudah dipengaruhi…
    Apalagi saat ini apa yang terjadi di Suriah dan Arab Saudi hampir mirip, Suriah diserang rudal oleh Israel, sedangkan Arab Saudi diserang oleh Houthi… dengan kemampuan Suriah menangkis rudal yang semakin menjanjikan padahal tidak memiliki S-300/S-400…
    Terlabih Iran sudah memiliki S-300 yang jelas membuat Arab Saudi panas dingin… mereka sepertinya sangat menyadari kalau antidot S-300 adalah S-400 dan bukan Patriot atau THAAD…
    Kalau sampai Arab Saudi berhasil memiliki S-400, maka situasi percaturan militer akan semakin rumit bagi USA… bisa jadi justru pespur Russia juga bakalan mendominasi…

    •  

      Sama2 makin mumet mikirin perkembangan situasi.

    •  

      Wah… ini…

      “Terlebih Iran sudah memiliki S-300 yang jelas membuat Arab Saudi panas dingin… mereka sepertinya sangat menyadari kalau antidot S-300 adalah S-400 dan bukan Patriot atau THAAD…”

      Kalimat diatas bakal menyulut militansi sejumlah sales gatot tuh 😆 wkwkwkww

      Dan menurut saya kenapa Arab Saudi milih produk Rusia, itu karena beli dari Rusia gak banyak cingcong, gak perlu pake persetujuan senat seperti AS, begitu tanda tangan langsung di proses, klo di AS bisa tahunan proses lobinya tuh, meskipun Saudi dah keluar banyak uang buat beli alutsista yg kini terbukti gagal 😆 sebab industri AS masih belajar buat 😆 wkwkwkwkw, panas-panas deh… 😛

    •  

      ini kalau dilihat secara kacamata militer memang bener.

      kenapa saudi beli S300 atau 400 ….apakah THAAD, patiot dan sudah demikian kewalahan menatisipasi serangan pejuang dan tentara zaman?…..kalau iya . ya bisa dimaklumi.

      tetapi akan menjadi catatan penting bahwa SAM 2 buatan USA sudah tidak bisa terlalu diharapkan.

      lah gimana bisa diharapkan …lah wong rudal davids sling israel yang ditembakkan untuk merontokkan toska punyanya suriah aja gagal.

      apalagi THAAD, dan patiot yang lebih muda….jelas susah untuk merontokkan toshka nya houthi (pejuang dan tentara yaman).

  3.  

    si amer tuh
    sukanya memaksakan kehendaknya sendiri.
    katanya negara yg paling ….
    tapi nyatanya suka mengancam negara yg pengin membeli senhata yg canggih melebihi buatan si amer.
    tar kl pd belu s400 mau apa loh amer.

  4.  

    Ah gak mungkin juga bisa disanksi, karna russia juga sudah mmperingatkn amerika utk tdk macam² dgn sanksi
    😀 😆

  5.  

    Gimana mo kena sanksi…sedang ente induk semang mereka :mrgreen:

  6.  

    kalo di kasih sanksi tagih aja utangnya si AS

 Leave a Reply