Nov 072018
 

USS Key West (SSN 722). (U.S. Navy -Mass Communication Specialist 1st Class M. Jeremie Yoder)

Washington, Jakartagreater.com  –  Amerika Serikat harus mengubah postur militernya di semenanjung Korea sebagai tindak lanjut untuk perkembangan denuklirisasi Korea Utara, ujar Kepala Staf Gabungan AS, Joseph Dunford dalam sambutan di Duke University, dirilis Sputniknews.com, Selasa, 6-11-2018.

“Semakin sukses kita di jalur diplomatik, semakin tidak nyaman kita akan berada di ruang militer,” kata Joseph Dunford pada hari Senin 5-11-2018. “Seiring waktu negosiasi ini akan mengambil bentuk di mana kita harus mulai membuat beberapa perubahan pada postur militer di semenanjung.”

Joseph Dunford menyoroti bahwa meskipun pengujian Korea Utara dan pengembangan nuklir telah berhenti, Rudal dan kemampuan nuklirnya tidak berubah.

Sebelumnya pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo akan bertemu dengan Wakil Ketua Korea Utara Kim Yong Chol di New York City pada hari Kamis, 8-11-2018 untuk membahas membuat kemajuan pada 4 pilar dari pernyataan KTT Singapura, termasuk mencapai denuklirisasi akhir dan sepenuhnya diverifikasi negara.

Ketegangan jangka panjang di Semenanjung Korea mulai berkurang setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan komitmennya untuk denuklirisasi negara itu, dan mengadakan pertemuan bersejarah dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden AS Donald Trump pada awal tahun.

Selama KTT Singapura dengan Trump pada bulan Juni 2018, Kim mengamankan komitmen Washington untuk menangguhkan latihan AS-Korea Selatan dengan imbalan janji untuk denuklirisasi.