Jun 122017
 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte © Inquirer News

Setelah kedutaan AS pada hari Sabtu mengumumkan bahwa Pasukan Khusus Pentagon akan memberi dukungan logistik militer non-tempur kepada Angkatan Darat Filipina yang sedang putus asa dalam pertempuran melawan milisi ekstremis di selatan negara tersebut, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Minggu mengklaim bahwa dia tak minta bantuan, seperti dilansir dari Sputnik News..

“Presiden Duterte berkata kepada wartawan bahwa dia tak pernah mendekati Amerika untuk mendapatkan bantuan militer dan tak menyadarinya sampai mereka tiba”, menurut laporan Reuters.

Militer Filipine sedang berjuang untuk mengusir pemberontakan bersenjata yang bersekutu dengan ISIS sejak tanggal 23 Mei di sebelah selatan pulau Mindanao yang luas.

Duterte telah menolak aliansi jangka panjang antara Washington-Manila, sehingga menyebut mantan presiden AS Barack Obama sebagai “anak pelacur”, dan berjanji menutup pangkalan militer AS di negara tersebut, dia juga mengklaim bahwa Rusia dan China akan menyediakan bantuan militer dan keuangan yang dibutuhkan Filipina.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana Pasukan Khusus AS mendapatkan otorisasi untuk bergabung dalam pertempuran tersebut, kemungkinan pihak militer Filipina yang meminta bantuan dan melakukannya tanpa sepengetahuan Presiden Duterte.

Juru bicara militer Filipina menegaskan bahwa pada hari Sabtu bahwa pasukan AS memberi dukungan logistik dan pengintaian, namun mereka tidak ikut berperang disana, jelas Reuters mengkonfirmasi pernyataan Pentagon mengenai keterlibatan pasukan AS dalam peperangan tersebut berdasar informasi pejabat yang minta tak disebutkan namanya.

Sebuah pernyataan dari pemerintah Filipina, bahwa militer Amerika Serikat dilarang terlibat dalam pertempuran, namun menambahkan bahwa pertarunga melawan terorisme tak hanya menjadi perhatian Filipina atau Amerika Serikat namun juga menjadi perhatian dari banyak negara di seluruh dunia.

“Filipina terbuka untuk menerima bantuan dari negara lain apabila mereka menawarkannya”, sebut pernyataan yang dikutip oleh Reuters.

Presiden Duterte mengumumkan darurat militer di Mindanao setelah milisi yang bersekutu dengan ISIS merebut kota Marawi. Presiden Filipina mengklaim bahwa dengan menerapkan darurat militer dia dapat mengendalikan militer negara tersebut.

Namun presiden Filipina tersebut tak berkomentar mengenai kemungkinan pejabat militer Filipina telah melampaui kewewenangnya untuk meminta bantuan dari Pasukan Khusus AS, namun ia cuma menyebut bahwa, “militer kita pro-Amerika, saya tak bisa menyangkalnya”.

Sejauh ini, dilaporkan sekitar 300 orang telah tewas dalam pertempuran, termasuk miiter Filipina, warga sipil dan para pemberontak. Diperkirakan 250.000 orang telah mengungsi sejak pertempuran berlangsung.

Bagikan Artikel :

  20 Responses to “Duterte: “Saya Tak Pernah Minta Bantuan AS””

  1. Bung Diego, kenapa sekarang JakGreat sepi?
    Bung Diego, para warjag pada ke mana?
    Bung Diego, avatar dikemanain?

  2. Duteterte keren langsung bicara gitu, tapi apa kaga takut toh ?

  3. Masa iya? Buktikan dong..
    Pernyataan duterte selalu tegas dan selalu sepihak mengambil keputusan dan tak acuh dr kecaman.
    Tp buktinya duterte gak berani ambil keputusan sepihak pemutusan kontrak pangkalasan militer USA diwilayahnya, pdhl selalu menjelek2an USA.

    Pendapat saya, duterte memainkan peran akting.
    Tentu saja penyebutan Rusia & China ada alasannya.
    1. Penyebutan Rusia untuk memanfaatkan Pinjaman Lunak militer (mungkin mencontoh Indonesia yg dpt bantuan pinjaman militer)
    2. Penyebutan China untuk memanfaatkan Pinjaman Obor yg besar sekali budge nya untuk Infrastruktur khususnya fokus ke jalur perdagangan Asia Tenggara.
    3. Menghina USA tentu saja tujuannya untuk menyenangkan China & Rusia dlm hal haluan politik luar negri,
    Karna pastinya USA tdk bisa apa2 selain diem dan tutup telinga karna Bantuan sudah telanjur diberikan ke Filipina saat kontrak pangkalan USA di filipina diresmikan, dan selama ini pernyataan duterte hanya pendapat itu hal yg lumrah dalam Demokrasi kan? Penghinaan ini juga dalih Duterte untuk mendapatkan persenjataan Rusia karna jika berharap membeli dr USA/Sekutu tentu saja bakal sulit, dikecam Amnesty HAM & pastinya bakal ada Penolakan Senator “sok suci” di USA kalaupun lolos ada resiko juga embargo suku cadang kan?

    Alasannya kenapa bisa begitu ya jelas USA salah satu sponsor besar pegiat HAM yg mengutuk Aksi Gila Duterte,
    Duterte ambil contoh nyata resiko kedepannya seperti apa seperti Aksi Indonesia di Timtim dan DOM Aceh yg berujung embargo2 barat, kacaunya Filipina saat ini hampir sama seperti jaman Indonesia saat itu.
    Maka dr itu Filipina “main cantik” bersilat lidah dengan USA (Jgn lupa akses USA ke pangkalan militer Filipina krn persoalan LCS).
    Imho 😀

  4. hai …sy skrg lg sibuk …jd sr aj deh…

  5. Jgn sok lu dut… muke lu jauh…
    (Dut : panggilan akrab duterte) :cendolbig

  6. yg patut diawas batuan logistiknya US nanti jatuh ketangan milisi maute dan ISIS itu style nya US bermuka dua dukung pemerintah sah dan dukung pemberontak. yg penting exsis hehehee

  7. apakah ada perpecahan antara duterte dengan institusi militernya?

  8. yg patut diawas batuan logistiknya US nanti jatuh ketangan milisi maute dan ISIS itu style nya US bermuka dua dukung pemerintah sah dan dukung pemberontak. yg penting exsis hehehee

  9. koment susah. apa disensor ?

    • gak disensor..

      saya juga kehilangan komentar diatas..
      penyebabnya disaat kita post atau replay ada yg lain duluan yg post atau replay selama kita mengetik..

  10. Waktu penyanderaan WNI dgn Jumawa Filipina menolak keterlibatan TNI. Giliran kyk begini keteter walau dikangkangi Militer dgn melibatkan AS Duterte masih berlagak membusungkan dada! :cd:

  11. saran aja,,, untuk jakarta greater kalo bisa tambahkan pake disquss, supaya enak liat pesan yang di balas orang

  12. Amerika ikut operasi buat bocorin strategi filipina ke pemberontak sama isis. dia kasih logistik buat pemberontak biar perang berlarut larut dan ekonomi defisit. lalu dateng imf jadi dewa penyelamat, filipina didikte ekonomi biar bisa bikin pangkalan lagi buat neken indonesia

  13. Promosi apa apaan pula ini?.
    Sudah jelas duterte tidak prnah meminta harapan kpd amerika, hanya sj amerika yg memulai tawaran itu yg memiliki maksud dibalik itu semua

    Hahhahaaaa

 Leave a Reply