Jul 202018
 

Jet tempur peperangan elektronika Boeing EA-18G Growler © Senior Airman John Linzmeier via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Skuadron Serang Elektronika (VAQ-139) Angkatan Laut AS dari Naval Air Station Whidbey Island di Washington, mengunjungi Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson untuk membantu Skuadron Tempur (ST) ke-90 dan ke-525 dalam mendukung pelatihan integrasi di JBER, Alaska, dari 8 hingga 26 Juli, seperti dilansir dari laman Defense Visual Information.

Untuk tim VAQ-139, pelatihan melibatkan penyediaan dukungan untuk ST 525 dan ST 90 dalam peran musuh dan belajar lebih banyak tentang kemampuan udara-ke-udara mereka dengan EA-18G Growler.

EA-18G Growler akan menampilkan teknologi serangan elektronik terbaru yang berupa penanggulangan komunikasi, komunikasi satelit, jamming pod dan masih banyak lagi.

“Selama latihan, tim [EA-18G] kami akan menggunakan jamming elektronik melawan pasukan lawan dalam serangan udara-ke-udara”, terang Letnan Austin Howard, pilot US Navy dari detasemen VAQ-139.

Untuk ST 525 dan ST 90, latihan ini adalah kesempatan untuk mengembangkan taktik dalam memerangi jamming elektronik di udara, komunikasi lebih lanjut dengan tim VAQ-139 dan banyak lagi.

“Kami, sebagai komunitas, untuk sekarang ini masih unggul. Namun dengan semakin banyak ancaman yang datang secara online, kita harus dapat melatih ke tingkat yang memungkinkan kita untuk siap menghadapi ancaman tersebut”, kata Kapten Ryan Gourley, pilot ST 525 US Air Force. “Pelatihan ini memberi kami kesempatan untuk melakukan hal tersebut”.

Pelatihan ini adalah kesempatan langka, kata Howard dan juga Gourley yang mengakui akan pentingnya integrasi tersebut.

“Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk memperoleh pengetahuan serta untuk mengeksplorasi peran yang tidak biasa kami mainkan”, kata Howard. “Latihan tersebut bermanfaat bagi kedua belah pihak, kami dapat berlatih melawan pesawat tempur F-22 Raptor. Sementara ST 525 maupun ST 90 dapat menjelajahi strategi dan taktik EA-18G Growler”.

Howard juga mengatakan bahwa tim ingin memberikan dukungan terbaik untuk ST 525 dan ST 90, sehingga mereka dapat menentukan cara terbaik memanfaatkan armada EA-18G Growler sebagai aset.

“Melihat efektivitas secara langsung dari EA-18G Growler adalah sangat membantu, terutama dalam memaksimalkan kemampuan kami sendiri”, kata Gourley. “Ini juga berguna untuk melihat apa yang mungkin kita hadapi dalam situasi dunia nyata”.

Baik Gourley dan Howard mengatakan bahwa umpan balik dari pelatihan sangat bagus dan mereka berharap akan ada lebih banyak peluang seperti ini di masa depan.

Bagikan:

  4 Responses to “EA-18G Growler Berperan Sebagai Agressor Lawan F-22”

  1.  

    eglower pasti kalah sama jammer nya knirti nya rusia

  2.  

    growler gtu lho ?

  3.  

    Tgl uji tanding dr blok timur untuk mengetahui siapa yg terbaik!

  4.  

    Akhirnya f22 cuma sebagai sarana latihan aja, sama f16 aja kalah lincah

    😎

 Leave a Reply