Mar 212019
 

An EA-18G Growler from Electronic Attack Squadron (VAQ) 132 returns from a mission and taxis on the Naval Air Facility Misawa flight line. © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sebuah jet tempur EA-18G “Growler” Angkatan Laut AS (US Navy) melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Grant County (GCIA) pada hari Kamis setelah salah satu anggota kru mengeluh kekurangan oksigen (hipoksia), seperti di lansir dari laman Herald.net.

Menurut komunikasi yang terdengar antara Pusat Komunikasi Multi Agensi Grant County, Ambulans AMR serta pemadam kebakaran Pelabuhan Moses Lakes, pesawat itu mendarat setelah salah satu kru melaporkan menderita gejala hipoksia.

Direktur GCIA Rich Mueller mengatakan, pesawat itu mendarat dengan selamat, para kru diperiksa oleh paramedis dan dinyatakan “sehat”. Para kru akan bermalam di Moses Lake, dan akan melihat apakah pesawat tempur itu bisa diterbangkan pada hari Jumat”, kata sebuah sumber.

Jet tempur EA-18G “Growler” adalah turunan dari F/A-18 “Hornet” yang dioptimalkan untuk menjalankan peperangan elektronika (EW – Electronic Warfare).

Pesawat pelatih tempur modern, T-45 Goshawk. © US Navy via Wikimedia Commons

Selama dekade terakhir, armada F/A-18 telah terganggu dengan masalah pada generator oksigen onboard, yang dirancang memasok pilot dan awak pesawat dengan oksigen pada ketinggian tinggi. Menurut laporan tahun 2017 oleh Institut Angkatan Laut AS, kematian 4 pilot F/A-18 mungkin terkait dengan masalah hipoksia yang juga telah mengganggu jet pelatih T-45 “Goshawk” milik Angkatan Laut AS.

“Integrasi sistem generator oksigen di pesawat yang dikenal sebagai OBOGS pada T-45 maupun F/A-18 tidak memadai untuk bisa secara konsisten memberikan udara bernapas berkualitas tinggi”, tulis laporan Naval Institute. “Hasil akhirnya adalah kontaminan bisa  masuk ke udara yang dihasilkan oleh OBOGS dan berpotensi menyebabkan hipoksia”.

Sistem penghasil oksigen pada banyak jet tempur itu mengambil udara dari intake mesin, memurnikannya, membuang nitrogen, memberikan 95 persen oksigen murni untuk pilot tempur dan operator senjata untuk bernafas, menurut laporan Naval Institut.

Karena jet tempur dapat mengubah ketinggian dengan cepat, nitrogen dikeluarkan untuk mencegah pilot dari mendapatkan gelembung nitrogen dalam darah mereka, yang dapat terjadi ketika tekanan berubah dengan cepat.

  4 Responses to “EA-18G US Navy Mendarat Darurat Akibat Hipoksia”

  1.  

    Lagi dan lagi

  2.  

    Dan sekali lagi akan jatuh sendiri

    😎

  3.  

    ga kelar2…