Nov 202013
 
Helikopter Mi-17 TNI AD

Helikopter Mi-17 TNI AD

KASAD Jenderal Budiman mengatakan, jatuhnya helikopter MI-17 di Malinau, Kalimantan Utara, disebabkan  hantaman angin kuat. “Ini kesimpulan dari hasil investigasi di lokasi kejadian.  Situasi angin di lokasi tak pasti. Sebelum kejadian, angin normal, tapi tiba-tiba kencang sekali,” kata Jenderal Budiman kepada wartawan di Balai Kartini, Jakarta, Selasa, 19 November 2013.

KASAD mengingatkan helikopter MI-17 jatuh bersamaan dengan bencana topan Haiyan yang melanda Filipina, Sabtu, 9 November 2013. Menurut dia, angin besar yang menerpa helikopter MI-17 merupakan bagian dari badai Haiyan. “Lokasi Malinau masih berada sedikit di ujung pergerakan badai,” kata Budiman. Meski begitu, dia tetap akan melakukan evaluasi terhadap penerbang TNI Angkatan Darat. Budiman ingin seluruh penerbang punya kemampuan yang tinggi saat bertugas.

heli-tni-jatuh-grafisSelain itu, Jenderal Budiman juga bakal memanggil pihak Rosoboron, eksportir alat sistem utama persenjataan Rusia. Dia ingin mengajak Rusia turun tangan membahas kelemahan yang dimiliki helikopter MI-17. “Agar ditemukan solusi, biar tidak terjadi lejadian serupa,” kata dia.

Jenderal Budiman mengatakan helikopter MI-17 punya kelemahan yang berisiko tinggi. Helikopter buatan Rusia ini tak boleh mendapat hantaman angin yang kencang saat hendak mendarat. “Khususnya angin besar dari arah belakang dan kanan sisi belakang,” kata dia.

mi-17-jatuh

Sabtu, 9 November 2013, helikopter Komando Daerah Militer VI Mulawarman jenis MI-17 jatuh di Malinau. Helikopter TNI ini diduga membawa 19 penumpang, terdiri atas personel Kodam dan warga sipil. Sebanyak 14 penumpang diduga tewas dan lima lainnya luka-luka. (Tempo.co.id)

  44 Responses to “Efek Topan Haiyan, Hempaskan Mi-17 TNI AD”

  1. Lelucon apa ini ???

    Topan Haiyan jauh dari tempat kejadian, kalau ada imbas, pasti udah diumumkan BMKG keadaan darurat.

    Kalau hanya sekilas saja itu bukan imbas, tapi hanya angin sepoi-sepoi………….

    Heli militer minimal harus tahan dengan badai kategori-1, apalagi segede Mi-17

    Kalau punya kelemahan, yang menurut saya sangat lucu, kenapa beli ???

    Kalah sebelum berperang, apalagi deket dengan “Tetangga” kita, malu…..and kasihan keluarga yang ditinggalkan

  2. Posisi helipad di Malinau menurut KSAD:

    (turun mendarat ada angin yang cukup kencang), karena ketinggiannya 1.600 meter. Di atas puncak ketinggian yang kiri kanannya jurang. Tapi sekitarnya pohon yang sangat tinggi sekali.”

    Intinya berada di punggung (ridge) gunung/bukit. Pada posisi khusus seperti ini memang ada pola angin yang khusus/turbulensi akibat terhambatnya pergerakan angin oleh gunung/bukit.

    http://avstop.com/ac/basichelicopterhandbook/67.jpg

    • Pada posisi leeward, pilot mungkin merasakan low power / kehilangan daya angkat, karena pesawat turun (terbawa pusaran angin), sementara pilot tidak mengurangi power…

    • Kejadian yang anda sebutkan itu adalah kejadian yg biasa dan sdh di antisipasi puluhan tahun yg lalu oleh para ahli per-heli-an, dan sekarang sudah menjadi panduan dasar penerbangan heli.

      mirip kejadiannya dengan pesawat fixed-wing dengan wind problem-nya, dan saya yakin pilot heli militer kita sdh mengantisipasinya.

      Apalagi heli militer, makanya perusahaan heli selalu membedakan heli SIPIL dan MILITER, apalagi yang namanya HELICAK

      Jadi intinya adalah : Apanya yang salah ???

      • bagaimana kalau ekor topan haiyan dan kondisi geografis menyebabkan zero wind, yang mana tidak ada angin sama sekali. Jadi tidak ada yg bisa dikipasi heli, akibatnya tidak ada daya dorong utk heli shg heli tsb jatuh…

      • Diwaktu dan di tempat yg salah.. bung@melektech. Sy bs perkirakan ujungnya, inti investigasinya ke persoalan APES . Pengigringan opini kpd YANG MAHA ESA apa mmg fakta Mi-17 rentan trhdp angin turbolensi yg dtg tiba2 ? yg dgn cpt turun kebawah dan mengarah dari belakang heli ? ntahlah..?? Secara logika angin tipe begitu, mmg dpt dan sanggup merontokan pesawat yg mengunakan bilah baling2 yg berukuran panjang sprt heli utk bs mengawang di udara. kasusnya klw utk pesawat yg bersayap profeler sy pikir berbeda dgn heli, jk nasibnya di uji dgn angin yg sama, dan ground landing yg jaraknya dari pesawat. sy pikir lbh apes heli mnrt dr pikiran sy. cmiw..

    • Kecelakaan pesawat jarang diakibatkan hal luarbiasa.
      Statistik per dekade (2000-2010):
      Human error (pilot 54% / ATC dll. 5%) 59%
      Kerusakan mekanis 24%
      Cuaca 8%
      Total: 91%
      Yang tergolong luarbiasa adalah sabotase, 9%.
      (planecrashinfo.com)

      Pilot error paling sering diakibatkan:
      Pelanggaran SOP
      Error pada cuaca buruk
      Kurang koordinasi antar crew
      Kontradiksi antar instrumen pesawat
      Kelelahan dan masalah kesehatan pilot

      Kecelakaan sangat luarbiasa: penumpang joy flight pesawat latih panik akibat manuver pesawat dan mengaktifkan kursi lontar, pilot yang tidak menduga akhirnya terpaksa ikut melontarkan diri…

  3. Mungkin karena rotornya disadap sama negeri tetangga

  4. Mungkin avturnya dioplos dengan solar, jadi mesinnya mati mendadak..

  5. pengalihan perhatian sbgai menutupi malu krn saking lemahnya Quality control di Heli tersebut,,,sdh kpla tanggung mao cr alasan apa, pas ada topan haiyan dijadikan alasan ,spy tetangga tidak meremhkan btapa lemahnya alutsista kita,,,
    pesan saya pilih alutsista yg berbibit,bobot dan bebet, dan ToT,,
    aplg negeri kpulauan spt indonesia,, hrs menyiapkan sgl mcam kemungkinan r sgl arah cuaca dan musibah melanda,,

  6. Abaikan saja soal Haiyan yg sebenarnya ketika itu belum muncul dan ketika munculpun jauh di utara hehe..
    Sepertinya ada dua kelemahan yg diungkap di sini:
    1. Tiba2 low power
    2. Rentan terhadap hembusan angin ketika hendak mendarat
    Langkah utk mengundang eksportir hampir tepat, lebih tepat lagi jika mengundang pabrikan. Khusus mengenai dugaan rentan terhadap hembusan angin, dulu helikopter Bell 212 juga memiliki kelemahan serupa, namun sudah diperbaiki oleh pabrikan dgn menambah bilah rotor. Jika dugaan terhadap kelemahan terbukti, produk ini harus disempurnakan, disesuaikan dgn medan dan iklim di Indonesia

  7. seperti halnya air, udara juga mempunyai sifat fluid, dan dari photo satelite Haiyan mempunyai diameter yang cukup besar untuk menimbulkan anomali cuaca di sekitar lintasannya. IMO, diluar penjelasan Kasad, alasan cuaca adalah suatu kemungkinan. sampai sekarang para ahli masih mempelajari urusan cuaca dan efeknya, hal yang tidak terpikirkan saat ini bisa jadi fakta ilmiah di masa depan. Hanya saja mengingat ini bukan kasus kecelakaan/masalah pertama yg dialami heli jenis ini dalam waktu yang berdekatan, jadinya memang penjelasan Kasad terdengar agak dipaksakan (walau tetap suatu kemungkinan)

  8. Cuaca lagi cuaca lagi… Kasihan sekali cuaca selalu disalahkan dan bodoh sekali kita selalu menyalahkan cuaca.

    Salam…

  9. memang memalukan bisa menabrak beton di pelabuan 😀 Tapi saya sangat respect dengan Panglima yang mengakui keteledoran komandan kapal daripada menyalahkan kepadatan pelabuhan dan kondisi kapal yg sudah tua. tapi informasinya agak terbatas juga, mengapa kapal seukuran itu tidak pake tugboat untuk bermanuver di pelabuan yang padat?

  10. Kata pak TB ‘bagaimana bisa kapal di dekat pelabuhan tenggelam?’, -Kompas

    (Apalagi di helipad terpencil?)

  11. kurangnya mudah aje kurang maintenance heli ia jatuh, baru-buru heli pintu jatuh akibat kurangnya kualitas maintenance

    • ini heli baru. dan engsel pintu bukan fast moving part yang harus mengalami maintenance berkala. kecelakaan mungkin akibat quality control yang kurang baik dan di kasus kejadian lain memang faktor cuaca. susah dipastikan

  12. Haiyan disebut topan super (super typhoon), kecepatan angin tersebut menurut saya mengarah ke dalam, ke pusat topan (eye of the storm) seperti vacuum cleaner / bukan keluar. Menurut foto di bawah, Sulut pun terpengaruh sedotan topan, walau kecepatan angin di pinggir tentu tidak setinggi di tengah. http://weather.com.ph/images/20131106232906.GIF

    • Dan helikopter bisa mengudara/ terbang karena memanfaatkan udara di bawahnya sebagai bantalan untuk lift up. Ketika udara itu tidak didapatkannya alias vakum..ya stall/ jatuh

    • Pada gambar lain saya liat lingkar luar topan Haiyan ini berada di atas Sabah. ukuran topan sebesar ini bisa mempengaruhi cuaca di tempat lain yang jauh, bukan tidak mungkin terjadi anomali cuaca di lokasi jatuhnya Heli yang terletak tidak jauh dari lingkar luar pusaran Topan.

  13. @ Bung Danu:

    Bung Danu terima kasih banyak atas informasinya bung. Melihat yang bung berikan memang menyeramkan juga ya topan hayan tersebut.
    Tapi menurut bung Danu, apakah bung setuju dikatakan bahwa jatuhnya heli MI-17 karena (efek) hempasan dari topan hayan? (Tentu saja penyebab pastinya kan kita jg belum tahu kan, krn msih dalam penyelidikan). Tapi sebagai sebuah forum diskusi, menurut bung danu gimana?
    Terima kasih bung atas kesediaannya lagi menjawab pertanyaan saya bung.

  14. Super Typhoon Haiyan was probably the strongest tropical cyclone to hit land anywhere in the world in recorded history (CNN).

    Haiyan menghantam daratan (made landfall) Filipina tanggal 8 pagi, sementara pada tanggal 9/11, jam 10:00 saat Mi-17 jatuh, harusnya Haiyan telah berada di LCS OTW to Vietnam.

    Mungkin saja masih ada angin lebih kencang dari biasanya di kawasan Malinau pada tanggal 9 (dan karena posisi helipad yang unik, mungkin akan terjadi turbulensi diatas kekuatan rata2), tapi apakah angin tsb cukup kuat untuk menghempaskan Mi-17, sulit dikatakan.

    • Menarik. Siklon tropis/ badai biasanya terjadi tidak hanya sehari. Topan Haiyan yang menerpa Filiphina bisa dikatakan puncak/ Bang dari siklon tropis itu. Tentulah embrio / buntut siklon tropis itu sudah dan masih terjadi di hari sebelum dan sesudah puncak topan haiyan muncul.

      Kalau ada orang BMKG atau data dari BMKG, mungkin bisa menjelaskan seperti apa cuaca di Malinau pada tanggal 9 Nov 2013.

      Dari data BMKG itu kita akan tahu apakah tgl 9 nov 2013 masiha da buntut atau efek dari badai haiyan di Malinau. Sehingga bisa mempersempit lagi penyebab jatuhnya Mi-17..apakah karena efek topan haiyan atau karena sebab lain.

      Coba kalau jakartagreater punya reporter…sudah kita kirim ke BMKG untuk meminta data cuaca di Malinu tgl 9 Nov 2013 😀

    • Itu dia bung Danu dan bung Diego. Di forum ini kita hanya berbagi berdasarkan informasi yang bisa kita terima dan mendiskusikan. Tapi keputusan final penyebab jatuhnya HI-17 masih dalam penyelidikan. So…again, we just wait and see. Hehehehe…. Tapi kalau sampai terjadi kecelakaan lebih disebabkan oleh faktor teknis dari helikopter itu sendiri, apakah perlu kita meragukan kualitas produksi dari Rusia tersebut. Kalau memang demikian, bagaimana nasib alutsista lainnya yang kita beli dari Rusia??
      maaf kalau salah komen, tp sy harap bukan demikian

    • Ada baiknya KASAD dalam menyimpulkan penyebab jatuhnya Mi-17 akibat topan haiyan, juga menyertakan gambar/ visual kondisi cuaca di tkp..Malinau…saat helikopter jatuh…..

  15. itukan kapal yg sudah tua ex jerman timur klo ga salah..dimaklumi saja nama jg dah sepuh,kapal kayak gitu ujung2nya jg jd sasaran tembak latihan perang tni al

  16. dari Danu:

    Membandingkan 2 foto berikut, dapat dikatakan kawasan Malinau berada di tepi pusaran badai.

    http://img.ibtimes.com/www/data/images/full/2013/11/08/427224.jpg

    http://www.susiair.com/IN/images/Routes%20-%20Tarakan.jpg
    (gambar kedua ini, tidak bisa saya buka gambarnya – admin)

    • Dari gambar ini jelas, Kalimantan Utara masih kena ekor/efek dari topan Haiyan.

      btw…waktu konpres, Pak KASAD display gambar ini gak ya….?. Biar pernyataannya lebih meyakinkan

    • Pada foto di atas, 8 Nov 02:30 UTC/10:30 WITA, Maluku di timur masih terkena pengaruh badai, 24 jam kemudian ketika Haiyan telah bergerak lebih ke barat / hari jatuhnya Mi-17, hampir pasti Malinau masih dipengaruhi badai.

    • terlihat jelas udara di atas Sabah, Kaltara dan Kaltim terhisap menuju vortex. Angin adalah udara yang bergerak (karena perbedaan suhu dan tekanan) atau dengan kata lain memang telah terjadi pergerakan angin yang dipengaruhi badai Haiyan ini di lokasi jatuhnya heli

  17. Yang menjadi persoalan, apakah pilot tahu informasi cuaca (efek topan haiyan) saat dia terbang menuju Malinau ?. Kalau dia gak yakin dengan cuaca, biasanya pilot akan tunda penerbangan. Kemungkinan: Dia yakin cuaca baik di Malinau, atau dia tidak punya informasi cuaca di Malinau.

    Kadang kalau helikopter militer, biasanya..terbang…ya terbang aja. Yang dilakukan check list pesawat, belum denger tuh ada periksa weather report. Gak tahu dengan Mi-17 itu

  18. Saya bukan saja nggak yakin, tapi nggak percaya jatuhnya heli ini karena angin akibat badai di Filipina. Pertama karena jaraknya sangat jauh dari pusat badai. Benar dari gambar di atas memang terlihat ekor badai sampai Kalimantan Utara. Tapi sebetulnya kecepatan anginnya sudah cenderung normal dibanding di Filipina. Ekor tsb tercipta karena pergerakan alami massa uap air (awan) yang menuju (tersedot) ke daerah yang low pressure di pusat badai Haiyan.
    Fakta kedua, ekor-ekor awan tsb (yg diambil dari citra satelit) kan cukup tinggi posisinya, jauh di atas lintasan heli tsb. Heli tsb saat itu paling ketinggiannya nggak sampai 30,00an meter (10,000 feet), sekitar punggung bukit atau gunung. Di ketinggian ini kecepatan angin dari badai nun jauh di sana sudah drop terhalang pegunungan. Sementara penampakan awan hasil citra satelit tsb sekitar 20,000 feet ke atas, dimana pergerakan awan masih terlihat sangat “mulus” tidak terhalang terrain, kontur daratan — yg sebetulnya kecepatan angin di sekitar punggung gunung sudah drop.

    Saya lebih mengkhawatirkan kalau penyebab sesungguhnya teralihkan dan tidak diperbaiki. Masyarakat mungkin bisa mafhum TNI tidak membuka ke umum penyebab utamanya, karena soal kerahasiaan. Tapi tolong jangan dibiarkan dan terus diperbaiki kalau ada masalah & kelemahan dalam perawatan pesawat, skill pilot, heli, dst.

  19. Typhoon Haiyan was a maximum category-five storm with ground winds of up to 235mph (= 210 knot) /dailymail.co.uk
    Chart untuk siklon tropis tipikal (kecepatan ground wind rata2 70-77 knot)
    http://www.bom.gov.au/cyclone/images/TCwinds.png
    Pertanyaan: untuk Haiyan dengan kecepatan angin 3x rata2, berapa km pengaruhnya dalam bentuk gale wind? (Gale wind = Beaufort Scale 8, -max12)

    Data: en.wikipedia.org/List_of_tropical_cyclone_records
    Largest tropical cyclone (winds from center) / Gale winds (17 m/s, 34 kt, 39 mph, 63 km/h) extending 2,220 km (1,380 mi) from center /October 12, 1979 and October 16, 2013 /Typhoon Tip and Typhoon Wipha in northwest Pacific Ocean.

    Jarak Malinau – Palawan = 733.17 km / rekor jarak gale wind = 2,220 km dari pusat badai / jarak gale wind Haiyan = ?

    • Catatan:
      CATEGORY 5 (severe tropical cyclone)
      Extremely dangerous with widespread destruction.
      A Category 5 cyclone’s strongest winds are VERY DESTRUCTIVE winds with typical gusts over open flat land of more than 280 km/h.
      These winds correspond to the highest category on the Beaufort scale, Beaufort 12

  20. Gampang mah.. kalo soal gimana bangkai kapal yg karam itu bung danu..! Serahkan kpd yg lbh ahlinya, yaitu salah 1 dari sekian unit tim penghancur yg bergerak lbh senyap dan ramah lingkungan srt jg bs mndpt penghasilan tambahan, klw dibanding tim elit TNI sklpn, unit yg ini lbh gahar dipimpin seorang komandan pangkat haji kodir dari madura. Motto senyap dan menghasilkan. hahaha. just kidding. Rileks sikit biar gak kram otak mikirin KRI kita berkurang disaat kita perlu sangat byk tambahan alutsista. ojo kesinggungan yoo mas..mas.. Ok kembali ketopik.

  21. Semakin bersih tak bersisa smkn menguntungkan bung danu. pesan dan amanat komandan haji kodir kpd anak2. hahaha..

  22. Mau nanyak nih bung Diego dan mas – mas yang ada di warjag, emang radar yang dimiliki TNI AD itu apa aja ya ??? (penasaran)

  23. adakah konfirmasi untuk berita dibawah :

    Russian Helicopters, a subsidiary of Oboronprom, part of Rostec State Corporation, has delivered a second commercial multirole Mi-171 helicopter built by Ulan-Ude Aviation Plant to Airfast Indonesia.

    The delivery continues a relationship established last year, when Airfast Indonesia – one of the country’s biggest providers of aviation services to the oil, mining and construction industries – took delivery of its first commercial Mi-171.

    The Indonesian company chose the Mi-171 for its versatility, high level of reliability and ease of use, and for the helicopter’s ability to operate in various climatic conditions. Mi-8/17 series helicopters can fly a wide range of missions, from cargo and passenger transport to geological prospecting and routine patrols, fire-fighting and offshore transfers.

    http://engineeringrussia.wordpress.com/2013/11/27/russian-helicopters-has-delivered-a-second-commercial-multirole-mi-171-helicopter-to-indonesia/

 Leave a Reply