Ekonomi Melambat, Ini Alasan Pemerintah

Presiden Jokowi bersama Nelayan (photo: Liputan6.com)

Ekonomi Melambat, Ini Alasan Pemerintah 1

Jakarta – Pemerintah beralasan ada kondisi unik yang membedakan tahun 2015 ini dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga pertumbuhan ekonomi RI melambat, hanya sekitar 4,7% di kuartal I-2015.

Deputi bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Leonard VH. Tampubolon mengatakan alasan mendasar penyebab terjadinya kondisi ini adalah karena di tahun ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) dilakukan di awal tahun.

“Tahun sebelumnya, kita APBN-P bi?asanya dilakukan di semester II sekitar bulan Juni atau Agustus. Tahun ini dilakukan di awal tahun dan baru selesai kemarin bulan Februari. Ditambah proses administrasi dan lainnya jadi bisa jalan bulan April atau Mei ini,” ujar dia di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Hal ini, lanjut dia, memberi efek berantai pada kegiatan ekonomi secara nasional. Karena anggarannya belum ditetapkan, instansi pemerintah dari mulai Kementerian, Lembaga hingga Pemerintah Daerah menunda pengeluarannya.

“Sebenarnya kalau sifatnya pengeluaran rutin mereka bisa keluarkan. Tapi ada kekhawatiran sehingga mereka memilih menunggu, karena dilematis. ?Kalau mereka belanja (melakukan pengeluaran) di saat anggaran belum ditetapkan, mereka bisa kena masalah temuan BPK kalau begitu anggaran ditetapkan ternyata belanja mereka lebih tinggi,” ujar dia.

Pembahasan APBN-P di awal tahun, lanjut dia, perlu dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi lantaran penetapan anggaran harus disesuaikan dengan program kerja pemerintahan ini.

“Di tahun 2009 kan APBN ditetapkan Pak SBY dan dijalankan juga oleh Pak SBY. Di pemerintahan ini, APBN disusun oleh pemerintahan sebelumnya sehingga Pemerintahan yang berjalan harus menyesuaikan penetapan anggaran dengan program kerja yang akan dilakukan. Itu makanya kenapa APBN-P 2015 dibahas di awal tahun,” jelas dia.

Sehingga, lanjut dia, wajar bila di tahun ini kondisi ekonomi tanah air terpantau sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Ia pun mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pertumbuhan kuartal I-2015 yang lebih lambat dibanding tahun sebelumnya karena secara tahunan tingkat pertumbuhan ini masih dalam tahap yang bisa dikendalikan.

“Seperti yang saya bilang tadi memang perbedaannya hanya karena biasanya dilakukan di pertengahan tahun. Ini hanya perbedaan siklus. Tapi yang namanya pertumbuhan ekonomi itu kan dilihatnya satu tahun dan ini baru 3 bulan, jadi kami masih optimistis,” pungkas dia. (Detik.com).

Leave a Reply