Jan 072015
 
Bagian pesawat  AirAsia PK-AXC (photo: TNI AL)

Bagian pesawat AirAsia PK-AXC (photo: TNI AL)

Pangkalan Bun — Masih menggunakan baju penyelam dengan kondisi basah kuyup, Serma Marinir Boflen Sirait berdiri tegap di Anjungan KRI Banda Aceh, yang berlayar di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2015) siang. Dengan tarikan napasnya yang masih berat, Boflen hendak melaporkan temuannya.

Boflen bersama pasukan penyelam lain yang merupakan gabungan dari tim TNI Angkatan Laut, baru saja menemukan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada 28 Desember lalu. Dia bahkan sudah mengambil beberapa gambar kondisi ekor pesawat itu di bawah air. Tanda serta tali untuk jalur masuk bagi penyelam-penyelam selanjutnya juga sudah dipasang.

Penemuan ekor pesawat rupanya berlangsung dalam waktu cukup singkat. Pada pukul 10.20 WIB, Boflen bersama Serka Marinir Oot Sudarma dan rekan-rekan lainnya masih berada di atas perahu karet.

Bagian Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Bagian Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Pukul 10.30 WIB, Boflen dan Oot yang sudah siap, langsung turun ke permukaan air untuk melakukan pencarian. Sesampainya di dasar laut, keduanya langsung menemukan bagian ekor pesawat. Pada pukul 10.47 WIB, Boflen dan Oot naik kembali ke permukaann air dengan sejumlah foto dan tali yang sudah terpasang dengan baik.

Menurut Boflen, faktor alam saat penyelaman sangat memudahkan proses pencarian. Kedalaman laut hanya sekitar 35 meter. Adapun Boflet dan tim penyelam lain mampu menyelam selama 45 meter. Kecepatan arus laut juga tidak terlalu besar, hanya 2 knot atau setara dengan 1,852 km per jam. Jika sedang buruk, maka kecepatan arus laut bisa mencapai 4-5 knot. Cuaca saat itu juga cukup cerah.

“Karena arusnya mendukung, kita bisa bekerja maksimal,” kata Boflen puas.

Bagian Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Bagian Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Tabung oksigen habis
Meski hanya berlangsung selama 17 menit dengan cuaca yang mendukung, bukan berarti penyelaman tidak mengalami masalah berarti. Boflen sempat mengalami masalah cukup fatal, tabung oksigen yang dia gunakan sudah habis sebelum berhasil naik kembali ke permukaan.

“Mungkin karena terlalu semangat sudah menemukan ekor pesawat,” kata Komandan Gugus Kemanan Laut Armada Barat Laksma TNI Abdul Rasyied.

Bagian dalam Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Bagian dalam Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Untungnya, setiap penyelam yang turun ke dasar laut selalu ditemani oleh penyelam lain. Rekan Boflen, Oot, masih memiliki oksigen yang cukup untuk membawa dirinya serta Boflen sampai ke permukaan. Akhirnya, satu tabung oksigen dipakai untuk berdua secara bergantian.

“Itulah perjuangan tim penyelam kita ini,” kata Rasyied bangga.

Rasyied pun mengingatkan kepada Boflen dan penyelam yang lain untuk tetap mengutamakan keselamatan. Segala pekerjaan, kata Rasyied, harus dilakukan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.

“Jangan sampai ekor pesawat sudah ketemu, kita men-SAR penyelam kita sendiri,” ujarnya.

Empat lokasi dalam empat hari

Penyelaman yang dilakukan tim gabungan TNI AL ini sudah dimulai sejak Minggu (4/1/2015). Setiap hari, tim penyelam mencoba beragam titik koordinat yang diperkirakan terdapat bangkai pesawat di bawahnya.

Bagian dalam Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Bagian dalam Ekor Pesawat Airasia QZ8501 (photo: TNI AL)

Hasilnya, tim penyelam justru menemukan bangkai-bangkai kapal yang sudah lama karam. Sonar yang digunakan oleh kapal pencari memang hanya bisa sebatas mendeteksi benda logam. Namun, tim penyelam tidak putus asa dan tetap melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat yang diberikan kepada mereka. Usaha baru membuahkan hasil pada hari keempat di tempat yang keempat.

Di titik koordinat 03.36.31 lintang selatan dan 109.41.66 bujur timur, terdampar ekor pesawat AirAsia yang bisa membawa proses pencarian ini ke babak baru. (Kompas.com).

  16 Responses to “Ekor Pesawat Airasia QZ8501 Ditemukan”

  1.  

    Pertamax ga yaa

  2.  

    SIP

  3.  

    Semuga cepat di temukan smua para penumpang nya.

    •  

      Inilah hasil dari – Kemarin yang didatangkan ulama dan diadakan Doa bersama untuk kemudahan mencari AA- karena cuaca tdk mendukung + visibilty 0meter :malu2

      (Kata kake ibarat ambil layang2 putus di kebun orang, harus ijin ma yang punya)
      krn mau ngak mau kita di indonesia gan pasti ada yg ghoib ^^ hehe akirnya esok hari ekor lsg ketemu bahakan cuaca mendukung – juga ngak tertutup lumpur

  4.  

    Allhamdulillah…

  5.  

    alhamdulillah

  6.  

    good!

  7.  

    Pesan yang cukup unik. Justru ketika peran masif kri bung Tomo yang bertugas sebagai komando (sebagaimana almarhum lakukan) demikian tugas itu selesai maka seolah memang menjadi tugas pengumpul data intelijen di kirimkan kri usman harun (sebagaimana tugas almarhum berdua semasa tugas dahulu).
    Semoga terungkapnya data black box mengungkap delik dari kecelakaan tersebut, juga sebagai pembuktian penyanggah kampanye ASU bahwa musibah tersebut bersumber dari tingkah polah ISIS. Dan menjadi kewaspadaan bagi Kita mengenai wacana “global war on terror versi 2” dari dalih ASU , serta kasus penyerangan redaksi charlie hebdoo di perancis yang juga diarahkan ke sana (meski timbul tanya mengapa GIGN, sama sekali belum mengungkap clue dari peristiwa itu). imho…salam tabik rekan-rekan..

    •  

      Semata-mata dari keluaran travel warning kemarin bung bukan, tentu menyasar pada kecurigaan sabotase teroris. Bukankah jenderal isis dari malang mengeluarkan ancaman terhadap Panglima?..kebetulannya diwacanakan seolah, musibah air asia tersebut sebuah operasi teroris. imho bung…salam tabik..

  8.  

    Salut

  9.  

    semoga cepet terungkap apa yg sebenarnya menjadi penyebab AA jatuh, jaya selalu TNI AL

  10.  

    @komentnya bagus.lebih bagus pkai I’d yg lain .anda terkesan menghujat seseorang.
    bagaimana bila nama and a dipakai seseorang

  11.  

    semoga tragedi ini ada hikmahnya minimal buat para pemimpin supaya gak asal njeplak, soale ane liat di list pers Metro pemerintah memberikan sangsi larangan terbang untuk rute SBY-Singapore bagi Airasia eeeh pas AS ama Ausi kasih travel warning, pemerintah ngeper juga,,akhirnya larangan terbang cuma sementara sampai mslh musibah Airasia beres,, ane kirain permanen,,hadeeeh ada2 aja, dah harga BBM gak jelas,,,tp minimal krna Airasia heboh mslh BBM yg biasanya rame (pas era PDI-P oposan) jd ikut2an kelaut beritanya, Damai negeriku Jaya Bangsaku

  12.  

    SALUTE.. KOPASKA ajippp

  13.  

    Balasan yang setimpal bagi penganut kebebasan absolut yang tidak menghargai nilai-nilai agama lain atas nama kebebasan berekspresi.

 Leave a Reply