Jun 112019
 

Kongo, Afrika, Jakartagreater.com – Wujud kepercayaan ciptakan kedamaian di wilayah Provinsi Tanganyika, eks Kombatan menyerahkan 4 pucuk Senpi AK-47 beserta munisinya beberapa hari sebelum lebaran, di Kongo, Afrika, kepada Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI XXXIX-A RDB/MONUSCO.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXXIX-A/ RDB MONUSCO atau Indo RDB Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Afrika, pada Selasa 11-6-2019

Diungkapkan Kolonel Inf Dwi Sasongko, secara simbolis keempat senjata AK-47 beserta 4 magazen dan 23 butir munisi itu diserahkan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement DDR (RR) Mr. Salvator Musavuli kepada Dansatgas Indo RDB di Soekarno Camp Indo RDB, Selasa 4 Juni 2019 lalu.

“Ini hanya simbolis saja, setelah diterima dari eks kombatan beberapa waktu lalu di Desa Kashege,” ungkapnya.

Dijelaskan Kolonel Inf Dwi Sasongko, kronologi penyerahan senjata itu berawal dari patroli rutin dan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan oleh Satgas Indo RDB di wilayah Desa Kashege yang berjarak sekitar 87 Km dari pusat kota Kalemie, 2 minggu lalu.

Adapun kegiatan CIMIC yang digelar diantaranya, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis, perpustakaan mini serta psikologi sosial (permainan anak-anak).

Saat kegiatan tengah berlangsung, papar Kolonel Inf Dwi Sasongko, datanglah 4 orang eks kombatan ke personel Satgas, dengan maksud ingin menyerahkan senjata secara sukarela miliknya.

“Saat anggota kita sedang melakukan kegitan CIMIC di Desa Kashege, datang 4 orang eks kombatan untuk menyerahkan senjata dengan sukarela,” katanya. “Mereka dari etnis Twa, dibawah komando Sugara, May-may Perci,” tambah Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Atas adanya itikad baik itu, lanjut Kolonel Inf Dwi Sasongko, langsung ditindaklanjuti oleh Kapten Inf Agung Sedayu yang saat itu sebagai perwira tertua dalam kegiatan CIMIC tersebut.

“Kapten Agung laporan ke saya. Saya langsung perintahkan dia untuk koordinasi dengan Kepala Desa setempat dan juga Staf UN dalam hal ini DDR (RR),” ungkap Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Setelah dipastikan waktu dan tempat penyerahan tersebut, papar Kolonel Inf Dwi Sasongko, barulah Satgas mengirim sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Long Range Patrol (LRP) bersama Staf DDR (RR) ke Desa Kashege.

“Serah terima dilakukan di Desa Kashege, selang beberapa hari sejak mereka (eks kombatan) laporan,” imbuhnya.

Bukan hanya acara penyerahan senjata saja, tambah Kolonel Inf Dwi Sasongko, pada hari itu juga diisi dengan penyuluhan psikologi kepada eks kombatan dan keluargaya terkait status dari kombatan menjadi warga biasa yang dipimpin oleh Kapten Caj Deliyana selaku Perwira Psikologi Satgas Indo RDB.

“Patut kita syukuri, ini adalah bentuk kepercayaan mereka (eks kombatan) kepada Satgas,” terang Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Iapun mengucapkan terima kasih kepada prajuritnya yang telah bekerja keras dengan tulus dan ikhlas, telah melaksanakan LRP dan kegiatan pembinaan teritorial, sehingga masyarakat merasa aman atas kehadiran pasukan Kontingen Garuda diwilayah propinsi Tanganyika.

“Saya bangga pada kalian, keberhasilan ini merupakan dedikasi seluruh prajurit satgas kepada bangsa dan negara,” ucap Dansatgas Kolonel Inf Dwi Sasongko.

“Saya berharap kedepan, nama Indonesia akan selalu harum dimata Dunia,” pesan Dansatgas Konga XXXIX-A/ RDB MONUSCO, Kolonel Inf Dwi Sasongko. (tniad.mil.id).

  3 Responses to “Eks Kombatan Serahkan 4 Senjata AK-47 ke Satgas Konga TNI”

  1.  

    Prestasi yang membanggakan….

  2.  

    kl TNI kita bertugas di luar negeri selalu membawa nama harus bangsa indonesia.
    pada dasarnya orng indonesia itu ramah.

  3.  

    AK-47 / Avtomat Kalashnikova 1947, adalah senapan serbu hasil rancangan oleh Mikhail Kalashnikov dan diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, serta digunakan oleh negara-negara Blok Timur pada masa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/avtomat-kalashnikova-1947-ak-47-senapan.html