Feb 292016
 

Saab is discussing the sale of six more Gripens to Thailand. (Chris Pocock)

Saab is discussing the sale of six more Gripens to Thailand. (Chris Pocock)


Kepala pemasaran dan penjualan pesawat tempur pabrikan Saab, Richard Smith mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar Gripen E versi pertama di Linkoping, Swedia pada 18 Mei mendatang. Smith juga mengatakan bahwa Saab baru saja membangun 60 unit jet E / F untuk Swedia, ditambah pesanan Gripen Brasil dan program pengawasan dan kapal selam lainnya. Gripen memiliki jaminan masa depan jangka panjang dengan target penjualan setidaknya mencapai 300 unit lebih.

Smith menggambarkan “besar program transfer teknis” yang terkait dengan akuisisi Gripen Brasil. Ini termasuk 50 proyek kunci dalam empat kategori, dan merupakan versi luas dari model yang digunakan dalam kesepakatan Gripen Afrika Selatan. Oktober lalu, 48 orang dari 350 insinyur Brasil telah tiba di Swedia untuk bekerja pada proyek tersebut. Lima belas dari 36 unit Gripen diharapkan akan diakuisisi oleh Brazil dan dibangun oleh Embraer di Pusat Pengembangan yang akan didirikan di Gaviao Peixoto. Pusat ini juga akan membantu mengembangkan dua kursi Gripen F dan mengintegrasikan senjata. Tak ada yang berjalan lambat dalam program Brasil, meskipun kesulitan ekonomi melanda negara itu baru-baru ini. Desain awal versi Sea Gripen telah selesai, dengan persyaratan potensial Brasil.

Sementara itu, perkembangan Gripen versi C / D terus dilakukan. Angkatan Udara Swedia telah memperkenalkan upgrade MS20 yang mencakup prosesor baru radar dan penerima / exciter, sebuah IRST baru (pencarian inframerah dan track), dan senjata baru. Upgrade radar MK4 memberikan jangkauan yang lebih panjang untuk mengeksploitasi MBDA Meteor BVRAAM (di luar jangkauan visual rudal udara-ke-udara), Swedia akan menjadi yang pertama untuk menyatakan beroperasional.

Terkait prospek penjualan, Smith mengatakan bahwa negosiasi akhir dengan Slovakia untuk delapan C / Ds baru sedang berlangsung; Bulgaria dan Kroasia juga menjadi pasar prospek di Eropa Timur. Belgia memerlukan 30 hingga 36 pesawat tempur baru untuk menggantikan F-16, dan Finlandia antara 48 hingga 60 jet baru untuk menggantikan F / A-18C / Ds. Saab telah membahas batch ketiga dari enam Gripen dengan Thailand, di mana perusahaan berharap untuk akhirnya menjual hingga 36 unit Gripen. Sementara untuk Indonesia, Smith mengatakan sebagai pasar yang masih prospek, di mana pesawat Saab 2000 AEW juga ditawarkan.

AIN Online

 Posted by on Februari 29, 2016

  23 Responses to “Ekspansi Pasar Saab Gripen”

  1.  

    Test 1

  2.  

    Waw

  3.  

    Podo turu

  4.  

    wajib beli banyak….

  5.  

    Sales never give up….

  6.  

    GlobalEye nya boleh lah diakuisisi, kalo untuk Air Superiority tetep SU-35! Syukur2 Pak-Fa xixixixi

  7.  

    grepean tak kenal menyerah

  8.  

    mau ga tuker tambaha sama elang botak..

  9.  

    Mantap tuh klok indonrsua beli pesawat 2000 aew untuk mata udaranya indonesia

  10.  

    EKSPANSI PASAR = PERLUASAN PASAR

    tubi tukinyut …

  11.  

    si gesit irit

  12.  

    Alhamdullilah….akhirnya pada insyaf

  13.  

    Untuk masyarakat umum Saab Jas Griffen tidak begitu penting , dimusim hujan seperti sekarang ini , Jaas Hujan seperti’a lebih layak untuk diperbanyak deeeeeh .

    Maaf coment di luar tangguang jawab admin wkwkwkkwwk

  14.  

    Itung-itungan pembelian alutsisbro kan tdk hanya diukur dr harga pembelian, tapi jg meliputi biaya operasional selama umur pesawat, kemudahan perawatan&spare part, dan imbal balik u/ industri dalam negri.

    Harga beli yang murah diawal seringkali mengecoh adanya hidden cost yang muncul selama masa pengoperasian pesawat.

    Kalo mau yang super-duper ekonomis, bisa pake gripen tipe c/d yyg sdh diupgrade toh…

  15.  

    Jangan keras-keras nggosoknya ndro, nanti jinnya keluar….

  16.  

    Yang lain susah komen, dilain pihak mudah sekali komen….ada apakah gerangan dgn ‘susah komen’ warjager tersebut?
    Silahkan sampaikan kalian menggunakan platform apa? mobile-kah (android, iphone, java, lainya) atau desktop (pc, laptop-windows, linux, lainnya)?
    dan menggunakan web browser jenis apa dan versi berapa (firefox, chrome, safari, opera, uc browser, opera mini, lainnya)?
    Dan menggunakan layanan internet apa (speedy, biznet, Telkomsel, IM3, XL, Smartfren, Wi-Fi gratisan, lainnya)?

  17.  

    Lama ga muncul di mari..
    nitip absensi dulu lah.. πŸ˜€

  18.  

    Assalamu’alaikum
    Seharusnya Indonesia belajar budi pekerti yang baik dulu baru bermimpi πŸ™‚
    Dengerin radio lagi ah πŸ˜€

  19.  

    msh seneng model nya sii baby raptor (KFX/IFX). klw udah keluar gesit pasti pesawat nya. mesin double badan ramping gk terlalu besar.

  20.  

    ya mending AU beli gripen NG drpd beli viper krn tuk perbaikn pesawat lbh murah n cpt sbb ada transfr TOT, la klo beli viper yg cilaka klo mesin rusak, teknisi kita ga bs ngapa2in krn klo perbaikn hrs k singapore ato australi tu yg plg dket, lum lg klo ada embargo, kok KSAU ga pernh bljr ya dr pengalamn dl wkt pernh d embargo, kualitas gripen jg sm dgn f-16, sm2 bermesin tunggal

  21.  

    klo alasan KSAU pr pilot AU lbh familier dgn f-16 ya wis, klo suatu saat kna embargo ya tanggung sendr, pdhl gripen sdh nwri yg bgus lo kok ga d ambl jg ma AU mlh lbh sk f-16 rongsokn yg d upgrade, pdhl mesinnya ga tersedia tuk 24 pesawat, tu namanya parah2, beli tucano aj ga ada TOT, spare part jg ga tersedia, kliatannya AU ga jls mau jd yg gmn gt