Jan 312015
 
Kapal SSV PT PAL untuk Filipina

Kapal SSV PT PAL untuk Filipina

PT PAL Indonesia untuk pertama kalinya mendapat pesanan kapal perang dari luar negeri. Pesanan itu datang dari Kementerian Pertahanan Filipina untuk kapal Strategic Sealift Vessel-1 (SSV). Perusahaan pelat merah itu akan mulai memproduksi kapal pertama dari total dua yang dipesan tahun ini.

Kapal ini merupakan pengembangan atas desain dan teknologi dari kapal jenis LPD (Landing Platform Dock) yang telah diserahkan oleh PAL kepada TNI AL pada tahun 2011 silam. Nilai pemesanan dua kapal ini sebesar US$ 90 juta (Rp 1 triliun).

Kapal perang SSV memiliki panjang 123 meter, lebih pendek dibanding kapal LPD yang mencapai 125 meter. ?Meski begitu, kapasitas penumpang SSV jauh lebih banyak dari kapal LPD.

Daya angkut pasukan 500 dan 123 crew, jadi total 621 orang. Sementara daya angkut LPD hanya 560 orang.

Kapal yang dipesan Filipina sebanyak 2 unit ini dilengkapi dengan mobile hospital, di mana bisa mengakomodir evakuasi korban musibah atau perang secara langsung dan segera. Selain itu, di kapalUS$ 45 juta ini terdapat tempat parkir untuk tank, truk, hingga helikopter.

β€œKapal ini juga dilengkapi senjata, tapi kami belum bisa sebutkan” ungkap Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono. Karena digunakan untuk keperluan pertahanan atau perang, kapal ini juga didesain kuat dalam segala medan.

Kapal perang yang diproduksi ini, 40% komponennya masih diimpor, namun dikerjakan oleh para ahli lokal.

Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono menuturkan, ?beberapa komponen yang masih diimpor adalah komponen seperti mesin kapal perang, karena belum ada industri di dalam negeri yang mampu memproduksinya.

“Misalnya mesin kapal itu Indonesia belum bisa membuat, raw material seperti plat (baja) ada yang dari China, tergantung materialnya,” tutur Bayu.(Detik Finance).

Bagikan Artikel :

  39 Responses to “Ekspor Pertama Kapal Perang PT PAL”

  1. Mantaps…

  2. mesin kapal kapan bisa bikin sendiri yaaa

  3. Mudah”an kedepanye mesin bisa dibuat dimari, asal ada kepercayaan & dukungan pemerintah pasti bisa..sdm kita pinter” loh..” ANDA PERCAYA, KAMI BISA.”

    …NKRI HARGA MATI…

    • Sayangnya Boma Bisma Indra (BBI) yg dahulu disetting utk menjadi Industri strategis yg memproduksi mesin, kondisinya sekarat. Apakah begitu sulitnya utk membangkitkan kembali? Bagaimana dng rencana mau digabung dengan Barata? Nunggu pencerahan Bung Jalo.

      • bung pitik jadi membuat saya ingat waktu datang ke lini produksi BBI beberapa tahun lalu.boma bisma indra sekarat sejak pemerintah melalui bppt tidak lagi memberi subsidi.untuk bertahan hidup harus memenuhi order swasta seperti bejana dll.cabang perusahaanya yang lain seperti boma stork benar benar kena stroke mereka sampai harus membuat cangkul.padahal saat saya lihat dimuseumnya mereka sudah bisa membuat motor skoter untuk keperluan pemerintah hindia belanda&diawal kemerdekaan.keberadaan boma juga menjadikan masyarakat beberapa desa disekitarnya terampil membuat produk logam macam asesoris motor,mesin kecil dll.

      • Ikut nunggu Bung Jalo….

  4. Moga trus brlnjut,,bangga jadi WARGA NKRI.

  5. Om mimin bikin artikel ttg alutsista2 dunia dung,, bikin jg artikel VS gt dung, hehe misal gowind frigate malaysia ama sigma gt penasaran hehe,,
    hehe seru tuh bacanya,,

  6. PT Pal memang sudah jago produksi kapal terutama kapal angkut dan sipil.Secara tehnologi tak diragukan lagi untuk itu.,terurama setelah berguru sama korea.Malah ada yang bilang kondisi LPD produksi PT Pal lebih baik dari yang di produksi Korea .Buktinya LPD yang di produksi korea harus sering bolak balik ke galangan untuk di perbaiki.Kelemahan pt pal dulu adalah di managenent perusahaan.Pesanan sering molor dan rugi akibat bermacam sebab.Tapi setelah di reformasi Dahlan Iskan perlahan mulai bangkit. Mudah mudahan hal itu sekarang tidak terjadi lagi.

    • Klo ama punyanya Peru ngetop mana bung LPD nya ama Indonesia,,

      • Saya kira banyak di luar sana yang lebih bagus dari LPD kita.Lebih canggih dan mutakhir. Tapi apa cocok dengan alutsista kita yang lainnya.Semakin canggih tentu semakin mahal dan susah merawatnya.Juga apa bisa LPD tersebut di kawal oleh alutsista lainnya dalam berlayar.Pasti dalam perang akan jadi sasaran tembak.Yang paling bagus menurut saya adalah klas mistral ,prancis .Ruskie aja kepincut untuk memilikinya.Coba seandainya kita punya kapal klas Mistral berapa biji kita sanggup beli belum lagi mengawalnya,alutsista kita belum sanggup melindungi kapal sekelas Mistral.Contoh senapan AK47 paling banyak di pakai dunia walau tehnologi sederhana namun bandel .Jadi pilihan senjata itu bukan hanya tergantung canggih dan bagusnya saja.

  7. aku setuju pendapa bung komerat@
    gak nyangka aku pt pal bisa lpd .. yg kapasitasnya termasuk besar .. bs nampung 600+ , dn tank jg 2 heli .. desain kapal jg bagus !

    apakah ssv ini anti jaming atw bs jaming yg jelas .. senjata di rahasiakan karna tuk pertahanan ! digaris bawahi ni .. dgn semakin bxk pesanan tu akan menambah kemampuan atw menambah keahlian para ahli pt pal . bkn musthail 2018 pt pal sdh dpt pesanan destroyer kelas berat .. tinggal menunggu para ahli rudal .. jayalah nusantara !

  8. Produk bagus pasti akan mendapatkan pasar, semoga kedepan kandungan lokal lebih banyak digunakan oleh produk PT PAL

  9. semoga terus berlanjut btw apa PT. PAL juga mendapatkan suntikan dana juga dri pemerintah seperti PT.Pindad yg dpet 700M
    Semoga saja industri pendukungnya juga bisa di bantu krn masih 40% bahan2 yg dibutuhkan berasal dri impor

  10. PKR-01 Module 3 – Keluar Hanggar

    [img]http://i134.photobucket.com/albums/q93/ambalat/Sigma%20corvettes/10457669_10203641719343178_3398716260179490358_o_zps83818a4c.jpg[/img]
    [img]http://i134.photobucket.com/albums/q93/ambalat/Sigma%20corvettes/10914752_10203641713703037_1171555854902849047_o_zps8195ab8d.jpg[/img]

    dpt dr warung sblh hehe

  11. Daya angkut pasukan 500 dan 123 crew, jadi total 621 orang, yg 2 org ngapain?

  12. Mantap… Semoga negara yg lainya kesengsem.

 Leave a Reply