Nov 232018
 

Tank Harimau produk terbaru PT Pindad dan FNSS Belgia, di Indo Defence 2018

Surabaya, Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan RI menyampaikan rekapitulasi penjualan produk industri pertahanan atau ekspor ke sejumlah negara mencapai 284,1 juta dolar AS selama tahun 2015 hingga 2018.

“Untuk penjualan dalam negeri di kurun waktu yang sama mencapai Rp 4,5 triliun,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda TNI Agus Setyadi di sela menjadi pembicara diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis, 22-11-2018, dirilis Antara.

Ia merinci, untuk ekspor angka penjualan sebesar 161 juta dolar AS dilakukan PT Dirgantara Indonesia dengan produk CN-235 sebanyak dua unit ke Senegal, tiga unit NC-212 ke Vietnam, dua unit NC-212 ke Thailand. Kemudian, melalui PT PAL sebesar 86,9 juta dolar AS ke Filipina dengan produk berupa 2 unit kapal “Strategic Sealift Vessel” (SSV).

Selain itu, ekspor PT Pindad dengan produk panser Anoa, kendaraan tempur, senjata dan amunisi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah negara di Asia Tenggara, Afrika, UAE, Korea Selatan, Nigeria serta Timor Leste.

“Ekspor yang dilakukan PT Pindad angkanya mencapai 32,6 juta dolar AS,” ucapnya. Tak itu saja, PT Lundin juga melakukan ekspor ke Rusia dan Swedia dengan produk berupa kapal “Sea Rider” senilai 3,6 juta dolar AS.

Sedangkan, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri pertahanan menjual ke TNI AU senilai Rp1,83 triliun, TNI AL Rp1,29 triliun, TNI AD sebesar Rp1,19 triliun, serta Markas Besar TNI yang mencapai Rp180,4 miliar.

Menurut Laksama Muda TNI Agus Setyadi, penjualan produk industri pertahanan Indonesia merupakan satu hal membanggakan karena sudah layak dianggap sebagai pesaing sejumlah negara lain di dunia.

“Melihat penjualan tersebut, saat ini industri pertahanan Indonesia sudah menjadi pesaing bagi industri pertahanan negara lain,” ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda TNI Agus Setyadi.

Bagikan:

  9 Responses to “Ekspor Produk Pertahanan Indonesia Hingga ke Rusia”

  1.  

    harus semakin agresif paling tidak bisa memberi opsi lain kepada negeri2 dunia ketiga dan berkembang baik yg terbatas daya belinya bahwa ada opsi lain selain Rusia dan China

  2.  

    sepertinya artikel ini hanya umpan lambung tentang sanksi dari amrik 😮 ……
    rusia beli ploduk indonesia kgk kena sanksi 😆
    tpi indonesia beli ploduk rusia kena sanksi 😆

  3.  

    Itu sea rider dibeli via warung online ya? 😛

  4.  

    FNSS-PINDAD Medium Tank – Harimau Hitam

    https://www.youtube.com/watch?v=LG3eV8ov15c

  5.  

    Jgn berpuas diri , tetap tingkatkan mutu dan TKDN dan harga cukup bersaing dipasaran!

  6.  

    INDONESIA BUKAN JUAL PLODUK KW………….. Muehehheee
    DISEBELAH ADA JUAL PLODUK COPAS………..Bhhahahaa

  7.  

    “Kementerian Pertahanan RI menyampaikan rekapitulasi penjualan produk industri pertahanan atau ekspor ke sejumlah negara mencapai 284,1 juta dolar AS selama tahun 2015 hingga 2018″…

    lagi dan lagi yg dilakukan rezim ini ada pencitraan… dan ini alasan kenapa hanya disebutkan pada waktu diatas saja 😀

    Esemka mana Esemka? 😆 wkwkwkwwk

 Leave a Reply