Nov 012018
 

Booth perusahaan penjual senjata asal Rusia, RosOboronExport (ROE) © Marina Lystaeva via TASS

JakartaGreater.com – Buku pesanan penjual senjata asal Rusia, RosOboronExport (ROE) yang merupakan bagian dari perusahaan hi-tech milik negara, Rostec telah melampaui US $ 50 miliar, kata CEO Rostec Sergei Chemezov pada hari Kamis yang dilansir dilaman TASS.

“Selama 18 tahun terakhir, ROE telah menjadi salah satu pemimpin dunia di dalam pengiriman persenjataan dan perangkat keras militer, telah mencapai rekor. Hari ini Rusia percaya diri memegang tempat kedua di dunia dengan volume kerjasama militer dan teknis. Buku pesanan ROE kini mencapai $ 50 miliar dan volume keseluruhan pengiriman selama bertahun-tahun ini telah melampaui $ 150 miliar”, sebut Chemezov.

Pada tanggal 4 November, RosOboronExport akan memperingati 18 tahun didirikannya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000 atas keputusan presiden Rusia.

“Kami terus-menerus meningkatkan serta menawarkan sistem senjata baru kepada pelanggan asing dan persenjataan yang ditawarkan sering yang terbaik di dunia dengan karakteristik mereka dan bersaing dengan kualitas dan harga buatan Barat”, tutur Chemezov.

Pada tahun 2018 ini, Rosoboronexport turut ambil bagian dalam 16 pameran dan forum internasional serta berniat untuk menghadiri enam acara lagi sebelum akhir tahun ini.

Penjual senjata negara Rusia ikut serta dalam ajang Eurasia Air Show di Turki, Antalya, Pameran Maritim Timur Jauh di Vladivostok serta pameran pertahanan ADAS-2018 di Filipina untuk pertama kalinya. Perusahaan telah berencana untuk ambil bagian dalam pameran baru lainnya seperti EDEX-2018, di Mesir pada akhir tahun ini.

Sprut-SDM1, tank amfibi ringan buatan Rusia © Rosoboronexport

Rosoboronexport telah menandatangani lebih dari 1.100 kontrak dengan selisih sekitar $ 19 milyar dan memasok senjata ke lebih dari 40 negara pada tahun 2018.

“Pada 2018, kami memasok persenjataan dan peralatan militer ke lebih dari 40 negara. Di saat yang sama, kami menandatangani lebih dari 1.100 kontrak senilai $ 19 miliar, yang hampir 25% lebih dari total nilai transaksi yang telah dicapai tahun lalu. Statistik ini menunjukkan bahwa kualitas senjata Rusia dan karakteristik mereka yang terbukti merupakan faktor penentu bagi mitra kami”, tambah Mikheyev.

Menurut ROE, perusahaan memperluas jangkauan produk militernya pada tahun 2018. Perusahaan saat ini pun mempromosikan beberapa jenis peralatan militer baru dipasar global, termasuk sistem rudal anti-pesawat Viking dan Tor-E2, tank amfibi ringan Sprut-SDM1 , kapal Karakut dan Sarsar, pesawat tanker Il-78MK-90A dan juga pesawat kargo militer Il-76MD-90A (E).

“Meskipun belum pernah terjadi persaingan sebelumnya, ROE akan terus memperkuat posisinya dipasar global. Belum lama ini, kami menandatangani kontrak untuk mengirim sistem pertahanan rudal S-400 Triumf ke India, yang merupakan kesepakatan terbesar yang pernah dilakukan perusahaan”, kata Mikheyev menekankan.

Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerjasama Teknik Militer Dmitry Shugayev tanggal 17 Oktober mengatakan bahwa pengiriman S-400 ke India akan dimulai dalam dua tahun mendatang. Sesuai kontrak senilai lebih dari $ 5 miliar, New Delhi akan menerima lima set resimen S-400 Triumf.

Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia S-400. © Kremlin.ru via Wikimedia Commons

S-400 Triumf, NATO menyebutnya SA-21 Growler adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh yang paling canggih yang mulai digunakan sejak tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik, termasuk rudal jarak menengah dan juga dapat digunakan terhadap target darat. Kompleks rudal S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

  2 Responses to “Eksportir Senjata Rusia Bukukan Pesanan Senilai $50 Miliar”

  1.  

    Jadi ikut Indodefence di kemayoran enggak nih Rosobon??

  2.  

    Exportir senjata russia bukukan pesanan senilai $50 milyar? Bah lumayan, tapi katanya bagian gue tinggal ambil
    😆 😆

 Leave a Reply