Elbit System Akan Pasok KF-X dengan Sistem ‘Penuntun Kontur Bumi’

Jakartagreater.com – Perusahaan Elbit Systems Israel pada 6 Februari mengumumkan telah mendapatkan kontrak dari Hanwha Systems untuk melengkapi pesawat tempur masa depan KF-X Angkatan Udara Republik Korea (RoKAF) dengan sistem Terrain Following/Terrain Avoidance (TF / TA), lansir Jane’s.

Perusahaan yang berbasis di Haifa mengatakan dalam sebuah pernyataan, kontrak yang bernilai US$43 juta, akan dilakukan selama periode enam tahun.

“Menanamkan solusi TF / TA Elbit System memungkinkan pesawat tempur untuk terbang dan bermanuver dengan aman di ketinggian rendah, dalam visibilitas nol, dan kondisi cuaca yang buruk (instrument meteorological conditions), sehingga meningkatkan kemampuan pesawat tempur untuk beroperasi tanpa terdeteksi di wilayah yang bermusuhan,” kata perusahaan Elbit Systems.

Berinteraksi dengan sistem autopilot, sistem avionik TF / TA yang akan dipasok ke Korea Selatan “menggabungkan data dari berbagai sensor di kokpit dan basis data elevasi medan digital, bersama dengan karakteristik kinerja penerbangan, memungkinkan pesawat mempertahankan ketinggian optimal sepanjang misi “, tambahnya.

Korea Selatan telah membuat kemajuan dengan pengembangan pesawat tempur eXperimental Korea / Indonesia Fighter (KF-X / IF-X) di masa depan. Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan mengkonfirmasi pada bulan September bahwa Korea Aerospace Industries (KAI) diperkirakan akan menyelesaikan pembangunan prototipe KF-X pertama pada paruh pertama 2021 dan melakukan uji terbang pertama KF-X setahun kemudian.

DAPA mengatakan pada saat itu bahwa fase desain kritis dari pesawat telah selesai, memungkinkan proyek KF-X / IF-X untuk berlanjut ke fase konstruksi prototipe.

KAI menampilkan pada pertengahan Oktober 2019 sebuah mock-up skala penuh dari KF-X di Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX) 2019. Selain itu KAI juga memamerkan mock-up dari kokpit KF-X.

18 pemikiran pada “Elbit System Akan Pasok KF-X dengan Sistem ‘Penuntun Kontur Bumi’”

  1. KFX jalan terus sementara IFX tersendat-sendat dan mandek terus, faktor dana ya dana setoran sangat berpengaruh, ambisi besar tapi tekat, keseriusan dan kemampuan pembiayaan gk mampu hasilnya cuma wacana dan sekedar pelengkap berita media.

    • Bukan masalah dana… ini masalah apa yang didapatkan Indonesia… karena pada dasarnya Indonesia sudah mengirimkan ahli untuk bergabung dalam program ini tetapi ujungnya, Indonesia hanya tidak lebih dari perakit dan pembeli… mestinya join program ada komponen vital yang juga diproduksi oleh Indonesia seperti dalam join program F-35 dimana negara2 yang terlibat ikut menjadi pemasok untuk komponen F-35…

  2. Sayang kalau IFX tak berlanjut kalaupun memang benar kita cuma merakit dan membeli pun juga tak masalah itupun ilmu langka yg tak semua negara mampu kuasai, dan kita juga tetap dapat ilmu merakit pesawat tempur beserta perlengkapan bermacam macam perkakas2 kerasnya bukankah kemampuan desain ahli pesawat udara kita juga mumpuni dan banyak digunakan dinegeri2 produsen pesawat terkemuka, kalau digabungkan dua kelompok ahli ini mereka bisa sudah kita buat pesawat tempur sendiri di masa yang akan datang tetapi paling tidak dalam waktu dekat kita sudah memiliki IFX, tak ada yang instant didunia ini sementara itu kita juga berpacu dengan waktu

    • Kalau kita mau lakukan itu dari dulu sudah beres semua sekarang masalahnya kita kebiasaan selalu ingin tampil sebagai anak manis dan penurut dipuji2 sedikit sudah melambung benaknya padahal sebenarnya kita dibodohi dan pada akhirnya terbukti sekarang seiring berjalan nya waktu dan mungkin sudah akan terlambat kita ternyata tak bisa lakukan apa2 dan tak dapat apa2 pula hasilnya melulu dibully sama tetangga tapi kita tetap senyum dan ramah koq

  3. Ha..ha.. susah deh posisi Indonesia dengan IFX nya. Dari sisi kecanggihan, teknologi Elbit ini bisa jadi key utk pesawat serang darat. Tapi nanti di gugat FPI dkk sbg barang haram… Belum lagi masalah transfer teknologi dan dana.

    Tapi sebenarnya IFX bisa pakai teknologi burung tekukur. Cukup taruh sensor tekukur di bawah pesawat. Ikuti isnting nya, pasti bisa terbang rendah tanpa nabrak…

Tinggalkan komentar