Des 282014
 
AirAsia PK-AXC

AirAsia PK-AXC

Jakarta – Peralatan bernama Emergency Locator Transmitter (ELT) kembali mencuat saat radar Basarnas tak mengetahui sinyal perangkat darurat di pesawat AirAsia QZ8501. ELT di pesawat Airbus A320 milik AirAsia itu diduga rusak sehingga tak memancarkan sinyal darurat. Sebenarnya seperti apa fungsi ELT?

Fungsi ELT yakni memancarkan sinyal radio agar lokasinya bisa diketahui sistem deteksi yang ada. Frekuensi yang dipilih untuk operasi ELT adalah 121,5 megahertz (MHz) untuk darurat penerbangan sipil dan 243 MHz untuk penerbangan militer.

Dalam operasinya, sistem penentu lokasi darurat tersebut didukung dua satelit. Yang pertama adalah satelit-satelit Geosar (Geostationary SAR) dan yang kedua adalah satelit-satelit Leosar (Low-Earth Orbit Search-and-Rescue).

Komponen Leosar saat ini didukung oleh enam satelit meteorologi , yang mengorbit pada ketinggian 850 kilometer. Setiap satelit dilengkapi dengan instrumentasi SAR, dan mengorbit Bumi dari kutub ke kutub satu kali setiap 100 menit. Setiap satelit melayang dengan kecepatan tujuh kilometer per detik, menyisir satu strip permukaan Bumi dengan lebar 4000 kilometer. Saat ini terdapat 6 (enam) satelite yang beroperasi, dinamai dengan penamaan S07, S08, S09,S10,S11,S12

Sistem Geosar didukung tiga satelit geostasioner (seperti halnya orbit Palapa, 35.000 kilometer), dua dari AS (GOES-Weast, GOES-East), 1 dari Eropa (MSG) dan satu dari India (INSAT-3D). Dengan adanya dua sistem di atas, sistem buminya pun dibuat untuk mendukung operasi Leosar dan Geosar.

ELT dapat dimanfaatkan untuk menetapkan lokasi jatuhnya pesawat di pegunungan, juga untuk memberikan pertolongan kepada kapal yang rusak di tengah laut. ELT juga bisa digunakan untuk mencari pendaki gunung yang hilang.

Namun ELT pada pesawat AirAsia yang hilang kontak di perairan antara Tanjung Pandan dengan Pontianak tidak memberikan sinyal ke markas Basarnas. Sejumlah dugaan pun mulai terlontar.

“Biasanya bunyi kalau ada benturan karena posisinya ada di dalam pesawat. Kalau terjadi benturan pada pesawat atau masuk dalam air pasti akan bunyi. Kecuali mendarat dengan halus, alat itu rusak, atau dikalibrasi ulang oleh pilet, ” kata Kepala Basarnas Jakarta, Sutrisno, di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Minggu (28/12/2014). (Detik.com).

Bagikan:

  22 Responses to “ELT Tak Terdeteksi Saat AirAsia QZ8501 Hilang Kontak”

  1.  

    moner siji….. heheheheh

  2.  

    konspirasi yg sama kah.. agar asu dan sekutunya bisa mengacak acak.. memonitor.. peta udara indonesia dg dalih bantuan mencari pesawat yg hiang?

  3.  

    Mungkin ga ya brp tahun kemudian sudah bisa menemukan alat keselamatan bagi pesawat.. Kaya di mobil ada airbag nah entah di pesawat gmn..apa parasut super besar kah atau gmn lah.. Dulu siapa yg bisa nyangka manusia bisa kebulan dan ada wifi..mungkin bisa ya suatu saat nantii..

  4.  

    hmmm

  5.  

    ….seiring waktu akan jelas benderang,yg jelas penanganan akan berbeda hasilnya dgn kasus pesawat Malaysia.

  6.  

    prihatin… smoga lekas ditemukan…

  7.  

    Pilotnya mantan penerbang IDP TNI-AU ex Skuadron14 (F-5 Tiger).

    Waiting for more information and hope for the safety and good outcome.

  8.  

    mugi mugi slamet lir sambikolo…….

  9.  

    smga lekas ditemukan.. we counting on you, Basarnas, Dishup, TNI AU..

  10.  

    ini yg kasih pernyataan qualified ga yah
    “Biasanya bunyi kalau ada benturan karena posisinya ada di dalam pesawat. Kalau terjadi benturan pada pesawat atau masuk dalam air pasti akan bunyi. Kecuali mendarat dengan halus, alat itu rusak, atau dikalibrasi ulang oleh pilet, ” kata Kepala Basarnas Jakarta, Sutrisno

    Masa alat yang vital kaya gini bisa di utak-atik sama pilot?
    harusnya:
    1. bisa di nyalakan secara manual tapi tidak bisa di matikan harus dimatikan sama teknisi
    2. ditempatkan di lokasi yg aman di pesawat tdk bisa di jangkau tanpa menggunakan alat yg benar.
    3. Tahan stress seperti Api, Air, Tekanan yg besar dll
    4. Battere yang tahan lama dalam posisi ON

  11.  

    Menurut saya, apabila terjadi hal yg tidak beres pada penerbangan, harus nya pilot psti masih bisa sempat mengirim signal darurat ke ATC terdekat. Karena hal ini pilot sama sekali gk punya waktu untuk mengirim signal tersebut, berarti kejadian terjadi begitu saja (sangat cepat). Ada kemungkinan yang terjadi :
    1. Pesawat meledak/hancur di udara akibat kerusakan komponen pesawat
    2. Ada kerusakan di cockpit sehingga pilot tidak menyadari jalur nya salah, sehingga terbang di wilayah udara yg berbahaya, atau tidak menyadari ketinggian pesawat hingga “nyemplung” kelaut
    3. Sabotase

    #hanya pendapat

  12.  

    saatnya TNI dan basarnas membuktikan dengan alat-alat barunya bisa menemukan pesawat air asia. buat keluarga korban semoga diberi ketabahan, ada hikmah disetiap peristiwa jika kita mengetahuinya…

  13.  

    Biaya pencarian itu ditanggung Pemerintah atau Maskapai..??

    •  

      @ sesuai pernyataan td malam , CEO tony fernandez menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah RI dalam pencarian

      kesimpulannya : air asia akan menanggung biaya SAR yang dikeluarkan , sama Seperti MH

      note : turut berduka cita , dan semoga keluarga korban diberi ketabahan
      kedua , pemerintah jangan membuka kran permintan bantuan dari negara manapun sebelum memang tidak bisa menguasai ( kedaulatan )
      ketiga singapore , tidak perlu dilibatkan
      keempat , ini menyangkut jati diri bangsa, pemerintahan Pak Jokowi kali ini diuji , sanggupkah menyelesaikan permasalahan internationasl seperti begini ,
      kelima , mohon jajaran tidak perlu memberi keterangan pers yang bukan porsinya ,
      ke enam , yang dibutuhkan adalah kerja,kerja…. dan kerja , fokus ilegal fishing … ga usah siaran pers ( cenderung berisik )
      ke tujuh , sekali lagi jagna … jangan sampai melibatkan pihak asing masuk baik darat, laut, maupun udara ….

      karena mereka bisa mempelajari topografi wilayah indonesia dan kontur daratan ….

      sekali lagiii … jangan gegabah menerima bantuan asing !!!

      note : obama sdh rapat hari ini, Pak Jokowi sekali lagi jangan tergiur tawaran AS dan konconya
      di pemerintahan

  14.  

    Innalillahi wainailaihiroji’un……..semoga keluarga diberi ketabahan.

  15.  

    tni al kemana ya kok tidak keliatan,katanya mau mengamankan perairan nkri nyari pesawat jatuh aja tidak ketemu padahal barangnya diam apalagi kalo barangnya gerak (kaya kapal asing)pasti bilang tidak liat.kalo tidak ketemu dlm 1 minggu ya 2 jempol kebawah dah.

  16.  

    Teory sementara ada keterlibatan ISIS , berdasarkan pada ancaman ISIS di you tube kepada NKRI
    semoga aja teory yg salah,tapi perlu di pertimbangkan juga.

 Leave a Reply