Jul 072013
 
PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

PT Pindad Bandung mengerjakan Panser Anoa pesanan TNI AD (photo: viva.co.id)

Kemandirian di segala bidang sangatlah diperlukan oleh negara sekaliber negeri kita Indonesia, termasuk kemandirian dalam industri militer. Industri Pertahanan dalam negeri merupakan industri VITAL untuk menopang kemandirian dan kemampuan mempertahankan kedaulatan NKRI tanpa embel – embel dan diATUR oleh negara lain.

KEDAULATAN ITU MUTLAK.
Negara kita berprinsip “Zero Enemy” dan Indonesia sejak lama telah memproklamirkan sebagai negara netral, negara Non Blok. Namun dalam perkembangannya, terkadang masyarakat berharap pengadaan alutsista cenderung bersandar ke bekas Blok Timur, Rusia. Semua itu efek domino dari rasa sakit hati akibat embargo barat yang dimotori US sejak 1999 hingga 2005, buntut dari kasus Timor Timur.

Pada pengalaman masa lalu kita pernah diembargo secara militer oleh pihak barat. Banyak pengaturan dan syarat yang merepotkan kita sebagai Negara merdeka. Akibatnya timbul kesimpulan, Kemandirian pengadaan Alutsista adalah hal  mutlak.

TRAUMA diembargo oleh barat sering terngiang dan menjadi ketakutan pada rakyat, terutama para pemerhati blog militer di dunia maya dan para analisis dunia militer. Kita mempunyai PENGALAMAN diembargo secara militer dan sangat merepotkan. Tetapi dengan tumbuhnya industri militer dalam negeri, kekhawatiran dampak yang ditimbulkan seperti masa lalu tidak lagi begitu mencemaskan. Pengalaman adalah guru yang sangat berharga.

Kita mencoba menganalisa yang lebih ekstrim dengan satu pertanyaan, bagaimana bila kita diembargo secara TOTAL oleh PBB yang disponsori Negara Negara Adidaya yang tidak puas dengan kebijakan yang diambil pemerintahan bangsa ini ?.

Bila Indonesia diEMBARGO oleh PBB, maka kita tidak bisa Impor dan ekspor. Beberapa efek akan timbul dengan berlakunya Embargo internasional terhadap kita, misalnya dalam sektor di bawah ini:

PANGAN
Kita tidak bisa menikmati semua makanan CEPAT SAJI yang berlabel Internasional. Keuntungannya, semua makanan bermerk lokal akan naik omzetnya dan makananan tradisional akan terangkat pamornya. Masalah ketahanan pangan akan sedikit terguncang dengan tidak bisanya Impor beras yang lumayan besar tiap tahunnya, tetapi hal ini akan melecut kita untuk meningkatkan produk pangan berupa: beras, jagung dan lain-lain. Bangsa ini bisa menyesuaikan pola makanannya. Daging sapi akan meroket tajam harganya tetapi kondisi ini akan membuat rakyat beralih ke daging ayam, ikan laut, ikan hasil ternak tambak: lele, bandeng, udang dan lain-lain.

Petani Indonesia Panen Padi (photo: kontan.co.id/muradi)

Petani Indonesia Panen Padi (photo: kontan.co.id/muradi)

Dalam hal PANGAN kita malah BISA menuju KEMANDIRIAN dan SWASEMBADA PANGAN. Bila kita kena embargo ekonomi, kondisi Perekonomian Indonesia pada awalnya akan terguncang dan laju inflasi akan tinggi, melemahnya rupiah terhada mata uang asing, juga indeks harga saham akan banyak terjun bebas.

Tetapi apakah kita akan terpuruk selamanya?. Jawaban para patriotik pasti Tidak!!!.

Kita langsung membalasnya dengan kebijakan semua perusahaan asing akan kita NASIONALISASI, Freeport, Blok Mahakam, Blok Cepu dan sebagainya  akan kembali menjadi milik rakyat Indonesai sepenuhnya.

SDA migas yang tidak diekspor akan mencukupi konsumsi BBM dan kebutuhan energi dalam negeri.BUMN akan dipaksa untuk bisa menambang sendiri, mengolah sendiri dan menjual sendiri untuk kepentingan Industri dan konsumsi rakyat indonesia. Emas, dan logam lainnya akan melimpah bisa dimanfaatkan oleh kebutuhan dalam negeri. Dan EMAS yang melimpah akan banyak peminatnya di black market dunia, bila kita mau sedikit membanting harganya.

Industri dalam negeri bisa mengubah arah produk dan marketnya untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri. Sekiranya pengusaha nasional patriotik bisa tetap menjalankan pabrik pabriknya tetap beroperasi dan bekerjasama dan BERSINERGI sesama industri.

TRANSPORTASI
Memang kita akan sedikit terguncang tetapi bisa ditangani dengan SINERGI PERINDUSTRIAN dalam negeri untuk bisa mencukupi kebutuhan sparepartnya. Merk merk kendaraan asing yang beredar di Indonesia langsung saja diuubah diganti merk merk berbau Indonesia.

MILITER
Kita akan terguncang sementara dengan tidak adanya dukungan suku cadang negara asal pembuat alutsista. Kembali lagi peran SINERGI PERINDUSTRIAN kita diharapkan mencukupi semua kebutuhan sparepart dan alutsisita.

Tentunya keberadaan black market dunia memberikan kita ruang gerak dalam mencukupi apa yang kita perlukan untuk alutsista. Selain itu PT PAL, PTDI, PT Pindad, Koja Bahari, PT LEN, PT Dahana dan lain lain akan dipaksa berpacu mencari solusi jitu agar tetap berproduksi dan mencukupi kebutuhan alutsista dan suku cadang.

CN 235 MPA produksi PT DI Bandung (photo; PTDI)

CN 235 MPA produksi PT DI Bandung (photo; PTDI)

NEGARA SEPENANGGUNGAN
Sinergi sesama negara negara yang diEMBARGO, bisa dimanfaatkan. Kita bisa bekerjasama, dengan negara negara yang keadaannya sama sama di embargo misal dengan Korut, Iran juga Myanmar. Mereka akan SENANG bisa bekerjasama dengan Indonesia yang kaya raya sumber dayanya. Skenarionya, Korut bisa menyuplai produk militer ke kita. Demikian juga dengan Iran bisa menyuplai minyak  bila kita memerlukan. Komoditi Non migas kita bisa dibarter kepada negara negara tersebut.

Tentunya negara negara Blok Timur, Rusia, Pecahan Rusia, China, juga India akan berlomba mendekati dan bekerjasama dengan kita melalui jalur BACKSTREET.

Apakah PBB atau negara lain berani mengembargo Indonesia secara ekonomi ? Indonesia terlalu sexy dan berharga untuk diembargo. Mereka takut kalau negara Indonesia akan menuju MANDIRI bila nanti diembargo. Singapura sebagai Negara yang terkena dampak paling besar bila kita diembargo oleh PBB.

Singpork is nothing, can not be rich without Indonesia. Itu salah satu perkataaan kawan Warga Negara Singapura yang mempunyai bisnis besar di negara kita. PERKIRAANNYA penghasilan dari 50 ribu kapal yang lewat selat Malaka tiap tahunnya akan hilang, bila kita menutup selat tersebut menyikapi embargo yang ada.

500 000 orang Indonesia berlibur ke Singapore tiap bulannya. Apartemen apartemen terbaru di sana banyak  dibeli orang indonesia. Rumah sakit rumah sakit isinya kebanyakan orang Indonesia. Berapa saham negara itu yang berputar di perusahaan perusahan indonesia yang mencakup di seluruh sektor? Bagaimana bila dinasionalisasi kan?.

Suasana di kolam renang Marina Bay Sands Hotel, Singapura (photo:Jennifer Polland/ Business Insider)

Suasana di kolam renang Marina Bay Sands Hotel, Singapura (photo:Jennifer Polland/ Business Insider)

Kasus efek Domino dengan kolapsnya perekonomian negara lain bisa terjadi terhadap Jepang, China ddan lain lain yang nilai perdagangannya dengan Indonesia begitu besar. Afrika Selatan, Republik Rakyat Cina dan Taiwan merupakan contoh yang mengesankan, sebagai Negara yang pernah diembargo oleh PBB.

Negara-negara tersebut telah menguasai beberapa teknologi dan dapat bersaing di pasar global. Kuncinya ternyata adalah kekuatan techno-nasionalisme yang tangguh dan berkelanjutan. HARUSNYA Rakyat republik ini belajar untuk MENGEMBARGO DIRI SENDIRI.

-Belajarlah membeli tekstil,garmen,pakaian, sepatu dan lain-lain dari hasil pabrik kita sendiri. Kurangi memakai produk asing.
-Belajarlah lebih suka dan membeli produk makananan dari merk lokal Indonesia dan makanan tradisional kita sendiri.
-Belajarlah membeli produk produk hasil Industri kita sendiri
-Belajarlah naik pesawat memakai Airways kita sendiri.
-Belajarlah Menonton budaya kita sendiri, dan lain lain

Dan Militer-nya. BELAJARLAH untuk menyukai produk hasil Industri militer kita sendiri dengan kebijakan nyata bukan sekedar lips service dengan membeli hasil produksi inovatif yang dihasilkan oleh Industri militer dalam negeri.

JIka kita bisa MENGEMBARGO diri kita sendiri, muncul istilah INDONESIA WILL RULE THE WORLD. Bukan seperti keadaan kita sekarang ini. Kita yang diatur oleh kekuatan asing (Dunia). Kita perlu critical mass untuk bisa tumbuh sendiri (MANDIRI). Kita juga memerlukan tokoh tokoh gerakan techno-nasionalisme. Para penggerak techno-nasionalisme negara ini yang bisa meyakinkan pemerintah dan rakyatnya untuk mengembangan berbagai kemampuan teknologi dalam bidang penerbangan, perkapalan, nuklir, energi, telekomunikasi, pertanian dan lain sebagainya. Gerakan Aku Cinta Indonesia (ACI) yang HARUS terus bergulir.

Perlu martir gerakan nasional yang dilandasi oleh pemikiran menciptakan kemandirian bangsa kita dalam teknologi dan industri.

GERAKAN nasional yang membawa angin segar bagi digairahkannya lagi pemikiran techno-nasionalisme. Saat ini kita memerlukan kembali gerakan nasional ‘Aku Cinta Produk Indonesia’ dan perlu cara jitu untuk menggerakan rakyat Indonesia agar lebih mencintai produk asli Indonesia. Apa langkah jitu tersebut?. coba kita analisa dan pecahkan bersama.

MENGGAPAI KEMANDIRIAN
Selera orang Indonesia diberbagai tingkat perekonomian memang UNIK. Untuk tingkatan middle-Up, membeli suatu produk kadang bukan hanya kualitas yang dikejar tapi juga faktor GENGSI yang didahulukan. Untuk kaum yang ini, mereka merasa lebih bangga memakai produk luar negeri demi gengsi ataupun memenuhi gaya hidup hedonisme. Walaupun kadang barang KW yang dibeli asal bermerk (Branded mainded). Tetapi mereka diperkirakan hanya menyumbang 25 persen saja pasar global Indonesia.

Sedangkan pasar menengah ke bawah masih 75 persen di Indonesia. Pasar masyarakat bawah terlihat, mereka tidak peduli merk ataupun kualitas, tetapi yang dicari adalah harga yang terjangkau. Terbukti produk sepatu, sandal, garmen, dan sebagainya dari hasil industri lokal dan home industri masih laku keras mencukupi kebutuhan pasar lokal Indonesia masyarakat bawah tersebut. Bahkan sebagian sudah diekspor. Untuk beberapa jenis barang, produk kita sebenarnya menang dan merk kita sudah mendunia.

Terbukti misal produk sepeda ontel. 3 merk lokal sudah menguasai pasar nasional kita mengalahkan produk china sekalipun dan kita sukses mengekspornya ke berbagai belahan bumi. Memang kalau untuk produk premium kita kalah jauh berdasarkan bahan, image product dan tenaga ahlinya.

Sepeda onthel Indonesia digemari manca negara (photo:solokomunitas.wordpress.com)

Sepeda onthel Indonesia digemari manca negara (photo:solokomunitas.wordpress.com)

JADI, masih kurangnya kepedulian membeli produk asli Indonesia ada di kalangan menengah-keatas yang masih banyak menganut paham branded mainded.

Nah untuk menggelorakan masyarakat menengah-keatas yang berduit ini, harus mempunyai LANGKAH JITU agar mereka lebih suka produk nasional.
Beberapa contoh kasus mengungkapkan misalnya. Sebuah merk Sepatu dari US dulu diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan Indonesia untuk pasar nasional dan dunia. Mereka puluhan tahun memproduksi merk sepatu yang mempunyai image global tersebut. Setelah perusahaan tersebut pecah kongsi dengan induknya dari US, mereka memproduksi sendiri dengan merk nasional yang tentunya MUTUnya sama dengan merk dari US tersebut. Akan tetapi penjualan produk ini belum sepesat saat menjual merk lama.

Juga ada rakyat bangsa ini yang suka bepergian ke luar negeri membeli produk apparel dari club kesebelasan Inggris yang ternyata sudah dibeli dan dilihat labelnya adalah madein Indonesia.

Dan juga terbukti di manca Negara harga produk sepatu dari US yang berimage global made in Indonesia ternyata lebih mahal harga jualnya dari pada made in Vietnam ataupun china, walau merknya sama.

BUKTI LAIN kalau mutu kita tidak Kalah. Ada temen pas lagi di Jerman mereka jalan jalan ke bazar, banyak produk kebutuhan yg dijual di bazar itu. Mereka mendengar salah satu pedagang menawarkan produk sepatu merk nasional kita. “Silahkan beli sepatu berkualitas hand made,” begitu teriak pedang. Teman tersebut melirik merknya dan ternyata sepatu itu merk lama asli Indonesia. Masyarakat eropa di sanna sangat tertarik dengan sepatu tersebut karena HAND MADE. Mereka begitu menghargai produk yang dihasilkan oleh Hand made. Harga jual di sana MAHAL untuk ukuran kantong kita. Sedangkan di sini merk tersebut mungkin hanya dipakai oleh anak sekolah dan masyarakat menengah saja.

Pembuatan sepatu handmade di Bandung (photo: toko-o.com)

Pembuatan sepatu handmade di Bandung (photo: toko-o.com)

INI menunjukan bahwa masyarakat kita masih banyak yang branded mainded. Mereka lupa kalau barang yang diproduksi oleh kita tidak kalah mutunya bahkan dihargai lebih mahal dibanding yang diproduksi oleh negara lain walaupun merknya sama.

KESIMPULANNYA, MUTU bukan jaminan untuk masyarakat kita mencintai produk dalam negeri. Diperlukan suatu GREGET langkah JITU untuk membudayakan masyarakat kita mau membeli dan mencintai produk kita sendiri.

APA ITU KIRA KIRA ?

LANGKAH JITU
Langkah Jitunya kira kira seperti gambaran di bawah ini:
Masyarakat muslim kita mungkin banyak yang percaya dengan pruduk makanan kita yang diolah oleh saudara sesama muslim cenderung HALAL.
Tetapi masyarakat kita lebih suka dan merasa aman bila mengkonsumsi produk produk yang mempunyai sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh MUI kita.

Masyarakat tidak ragu ragu membeli karena produk tersebut karena ada jaminan sertifikasi. Kadang masyarakat non muslim kita malah lebih suka produk yg punya sertifikasi halal tersebut mempertimbangkan masalah kesehatannya. Tidak mungkin non muslim malah menjauhi dan tidak membeli produk yang bersetifikasi halal tersebut dikarenakan beda agama.

Jelasnya bahwa Sertifikasi HALAL bisa menembus segala lapisan masyarakat kita tanpa memperdulikan sara dan harga. CONTOH di atas adalah ROADMAP jalan penunjuk kita menuju langkah jitu yang kita pertanyakan di atas. kita butuh SERTIFIKASI NASIONALISME atau PATRIOT di setiap produk kita. Sertifkasi yang dikeluarkan oleh lembaga/Komisi Independent di negara ini. Masyarakat akan membeli produk yang mempunyai sertifikasi Nasionalisme /Patriot untuk menunjukan bahwa mereka peduli dengan kemandirian bangsa ini (walaupun aslinya banyak yang kurang peduli) dan akan menimbulkan fenomena tersendiri dalam perdagangan di Indonesia yang tentunya untuk MEMACU kemandirian bangsa ini.

Ekspresi aku cinta Indonesia (photo: myinfrared.com)

Ekspresi aku cinta Indonesia (photo: myinfrared.com)

Bila selama ini ada SNI standart Nasional Indonesia yang melabelli produk produk yang beredar di pasar nasional kita menunjukan bahwa produk tersebut sudah memenuhi standart yang ditentukan oleh regulasi kita. MAKA Kita perlu SPI (Standar Patriot Indonesia) yang harus dicantumkan di semua produk lokal yang beredar di pasar kita.

SPI menunjukan bahwa produk tersebut hasil dari produk dalam negeri dan kandungan lokal bahannya lebih dari 75 persen. Dengan adanya sertifikasi ini dan diberi Logo SPI misalkan memakai logo burung garuda menunjukan mana mana saja produk yang sudah asli buatan kita sendiri, maka  akan Timbul Fenomena di tengah masyarakat kita” Gak pakai produk yg ada lambang garudanya berarti gak cinta produk Indonesia”. Mungkin ide di atas bisa MENGGUGAH rasa nasionalisme seluruh lapisan masyarakat kita dan mau membeli barang barang produk kita dengan alasan nasionalismenya yang tinggi, atau malu kalau dibilang kurang rasa nasionalismenya, atau sekedar untuk GENGSI saja. HAL ini pernah terjadi saat booming mobnas yang diikuti semua masyarakat ANTUSIAS ingin memiliki mobnas tersebut walau aslinya bukan produk dalam negeri.

Kita ingat bagaimana masyarakat Indonesia Timur sampai pada menunggu mau beli oto timor kapan datang di sini ?. Dan moment tersebut didahului dengan kebanggaan bangsa ini yang mampu membuat pesawat N250 dari tangan tangan terampil Techno-nasionalisme bangsa ini di tengah perayaan INDONESIA EMAS pada tahun 1995. Sayangnya asing keburu membunuh fenomena itu agar KEMANDIRIAN bangsa ini tidak berkembang.

Apapun produk yang beredar di pasaran dengan Logo Garuda/SPI maka kita tidak ragu membelinya karena secara langsung turut mensukseskan percepatan kemandirian bangsa. Pesan pesan untuk masyarakat agar mengutamakan membeli produk yang berlabel Garuda bisa digencarkan melalui media dan sistim materi pengajaran di sekolah sekolah sehingga dari dini anak anak kita tahu bahwa membeli produk berlabel garuda adalah PERWUJUDAN CINTA TANAH AIR.

TEKNIS Regulasi untuk produk apa saja yang bisa menyandang sertifikasi SPI dan berlogo garuda bisa kita cari formulanya yang tepat dan bisa dikonsultasikan antara Pemerintahan, DPR, Pengusaha, Pabrikan dan Pihak Akdemisi sehingga bisa dibuatkan undang undang yang mengatur bagaimana bentuk dan juga sanksi sanksinya. Dan tentunya juga produk tersebut juga sudah mengantongi SNI (Standart Nasional Indonesia). Tentunya ide di atas akan banyak ganjalan dari pihak produsen asing yang sudah lama enak enakan menikmati pasar nasional kita yang gemuk ini dengan membanjirinya dengan merk merk internasional, dan akan banyak yang ingin menggagalkannya atau membuat komisi boneka tandingan untuk mengaburkan SPI tersebut. Apalagi bila berkaitan dengan produk otomotif.

Masyarakat Indonesia CERDAS harus memulai belajar mengembargo diri sendiri (bisa mulai dikampanyekan dan diterapkan di lingkup keluarga) untuk menuju kemandirian bangsa dengan cara jitu dan digulirkan oleh pemerintah.(Satrio).

  226 Responses to “EMBARGO diri sendiri menuju KEMANDIRIAN (by Satrio)”

  1. Roadmap industri pertahanan indonesia harus disusun sedemikian rupa agar kemandirian Industri Pertahanan RI dapat dicapai, saya tidak meragukan kemampuhan teknokrat negara ini, ahli-ahli dibidangnya harus terus disuport pemerintah untuk menghasilkan sebuah inovasi karya nasional yang mendunia, hingga jika kelak EMBARGO itu benar-benar terjadi Indonseia siap menghadapinya…

    • GANDUM……..SAPI……KEDELAI….dst

      – Mie Instan yang kita makan itu 95% berbahan Impor
      – Tahu dan Tempe yang kita makan itu 99% berbahan Impor
      – Roti Murah – Mahal yang sering kita makan itu 90% berbahan Impor
      – Elektronika yang kita pakai itu 95% berbahan impor (Merek Lokal, Komponen Impor)
      – Yang disayangkan ada merk Lampu Ph*****, yang dulu diproduksi di Indonesia, sekarang Impor, disini hanya Package saja
      -Yang disayangkan ada merk Elektronika Pol****, yang dulu diproduksi di Indonesia, sekarang Impor, Indonesia hanya kebagian package saja

      Pilihlah Presiden yang berjiwa Nasionalis dan juga Cerdik
      Jangan pilih Presiden yang suka menjual Negara (ada mantan Presiden yang Hobi Ginian)
      Jangan pilih Presiden yang hanya jadi Wayang / Robot
      Bukan Promo, namun saya menyukai orang macam JK, DI, M.MD

      • sangat setuju dengan pendapat bung@melektech

      • megawati jual bumn karena hutang negara kita banyak dan persenjataan kita banyak yang diembargo as, sampai2 armada as dengan tenangnya berenang-renang di laut jawa tanpa minta izin, di jaman megawati lah poros Jakarta-moskow kembali dibuka dengan rencana pembelian sukhoi, dan penjualan BUMN atas amanat Tap MPR

        • Saya bukan pendukung Mgwt ataupun partainya, tapi jelas sekali pembusukan nama mereka sudah dimulai sejak lama. Katanya bawa titipanlah, di bayar oleh USA lah. Nyatanya betul kata bung Bach, poros Jakarta-Moscow dimulai era mega. Sukhoi juga dibeli saat mega.
          sayangnya Partai mereka gak punya TV atau Media yang mensponsori. Kalaupun ada, bukan media berbasis agama, sehingga selalu ada kecurigaan.

          Mari kita tidak pakai asumsi. Capres lain ada yang didikan USA, juga jelas-jelas punya temperamen pemarah (gak kebayang punya presiden sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah, marah kok sedikit-sedikit). Ada juga yang partai agama, namun jelas-jelas disokong USA (kebetulan rumah pendiri partai ini dekat rumah nenekku di Yogya jadi tau berapa banyak bule keluar-masuk rumah beliau menjelang pemilu 2004 dulu).
          Sedangkan media hanya menyoroti jaman megalah menjual semua aset, tanpa mau mikir betapa pusingnya semua pejabat waktu itu untuk keluar dari lobang jarum kebangkrutan karena hutang?

          Sekarang anak buahnya yang digadang-gadang mau nyapres dituduh macem-macem, titipanlah, tidak ada hasil kerja keraslah, mereka lupa bahwa ukuran kesuksesan dalam waktu singkat bukan hanya dari result, tapi juga proses. Hingga kini belum ada lagi pemimpin ibukota negeri ini yang mau becek-becek dengan rakyatnya (jadi inget salah satu iklan rokok bergambar sepatu-sepatu kinclong hingga munculah si sepatu kotor dan tagline “Pilih Yang Kerja”).

          Jadi sekali lagi, saya bukan pendukung siapa-siapa kecuali partai terbesar sejak orba dulu yaitu Golput. Hanya menghimbau untuk tidak menggunakan asumsi-asumsi yang tidak ada bukti otentik seperti masalah titipan dsb..yang biasa disuarakan F4d** Z**n…
          Bagi saya semua capres ada hebatnya, juga ada cacatnya, tinggal rakyat mau milih yang mana paling cocok jadi capres periode ini berdasarkan rekam jejak! Sekali lagi Rekam Jejak!

          • MGWT membuka poros Jakarta-Moskow karena saat itu adalah satu-satunya pilihan. karena g bisa menoleh kemana-mana.. jadi pilihan mega membuka poros jakarta – moskow sebenarnya bukan pilihan karena tidak ada pilihan lain…

        • @bach / @MJ : Itu namanya B O D O H, Jalan Pintas, Ngak Cerdik Blass.
          Poros Moskow itu jaman Pak Harto sudah ada.
          Sukhoi itu sudah dipesan Pak Harto tahun 1997 yaitu 12 unit Su-30KI, sayang Krismon

          Baca minimal Wikipedia biar cerdas.

          Jadi ibu PKK aja ngak pantes. Pohon Apel belum tentu berbuah bagus semua, pasti ada yang busuk atau ngak layak makan

          • betul sekali bahwa pohon apel juga ada yang busuk buahnya, tapi masih ada nilainya ketimbang pohon kecubung, ganja ato mungkin pohon singkong karet yang meski gak busukpun masih gak bergune.

            maaf saja, mungkin saya dan bung Bach tidak sepintar bung yang melek teknologi, kami gak mampu baca wikipedia yang penulisnya entah-berantah, kami hanya bisa pinjam koleksi ensiklopedia milik babeh, kantor atau bahkan perpustakaan umum di kota….

            sekali lagi, komeng saya diatas tidak menggiring pembaca pilih si anu temennya dedi corbo ato si anu yang suka kampanye, silakan pilih siapa saja pilihan pembaca, asal jangan menggiring dengan cara menjelekan calon laen apalagi hanya berdasar asumsi, atau rencana-rencana saja, silakan pilih yang udah ada prakteknya, kalo gak ntar jadi negeri jiran yang sedang menuju “Negara Akan”

          • Jangan menjelekan orang bro! Dan jangan promo disini, toh jokowi sudah membuktikan dengan adanya JKS dan siapa yang bisa menertibkan tanah abang kalo bukan jokowi, gubernur sebelumnya gak ada yang bisa, jadi sebaiknya lebih baik berpikir positiv, dan jangan selalu mencari kesalahan orang itu sipat belanda broo

          • Masih 2 Tahun, sama sekali belum bisa dinilai…..

            JKS banyak masalah dan percuma, diganti dengan JKN pemerintah

            Bila dibandingkan Bu-Risma (Partai sama), Sangat Jauuuuh bung, 52 penghargaan, diantaranya Internasional, namun ngak ada yang meliput (Low Profile)

            Bu-Risma orangnya Teguh, Agamis, dan Pantang dikendalikan, karena tidak patuh Partai, Mrs. Mega “memakai” Robot lain untuk mendampinginya (Disiarkan di banyak TV).

            Bu-Risma bukan Orang Partai, hanya Mbonceng saja

        • Indra says:
          April 25, 2014 at 23:32 am

          Ah, masak sih.

          • Ah tidak perlu mengkultuskan individu tertentu atau menyudutkan individu tertentu. Siapapun yang terpilih nanti adalah tugas seluruh rakyat untuk mengawal apapun kebijakan pemerintah. Kalau bagus dan mensejahterakan ya kita dukung. Tapi kalau melenceng dari harapan dan cita2 rakya, ya kita ingatkan dengan segala cara yang konstruktif.

      • Saya tambahi yang impor. Semua peralatan laboratorium di rumah sakit adalah impor. Peralatan bedah impor juga. Jadi rumah sakit di indonesia tidak ada yang tidak impor. Kalau bangsa kita mau buat barang barang tsb, tdk bisa karena harga produksinya tinggi

      • sayaa pun sependapat dengan bung melekteck…

        kita harus punya presiden yg punya jiwa nasionalis tinggi..
        bukan presiden yg suka menjual aset bangsanya sendiri tuk kepentingan klmpknya…

    • Embargo yg diterapkan blok barat merupakan trauma masa lalu yg menyakitkan.. tapi tidak lantas itu membuat kita hrs membenci dan alergi berhubungan dgn blok barat…mengutip pendapat dr bung melektech yg menyebut “kekanak2an” bagi sebagian pendapat warjagers yg trlalu trauma embargo militer blok barat saya sependapat dgn beliau, embargo seharusnya tidak membuat kita sebagai bangsa besar ini menjadi down tetapi moment spt ini hrs menjadikan kebangkitan bagi bangsa sebesar Indonesia ini menuju kemandirian dlm bidang apapun… sudahlah lupakan masa lalu yg jelek2.. kita ambil pelajaran dri itu smua utk lbh memperbaiki diri jgn slalu tergiang2 masa lalu, kpn bs “Move On” (kata2 anak sekarang).. embargo militer yg diterapkan blok barat kpd indonesia brp tahun silam hrs dijadikan cambukan dlm berkreativitas membangun kekuatan militer ataupun kekuatan dibidang lainnya..

    • Banyak orang yang ngak ngerti ROLE dari Embargo, bahkan pengertian nya saja ngak ngerti.

      pakailah cara Jerman (Nazi) dan Jepang duu, mereka pura-pura berteman dulu sambil menghisap dan mengumpulkan tenaga sebesar-besar nya, kemudian mereka berani menantang / berkacak pinggang.

      Salam-salaman dulu sama barat, senyum tapi kecut, PERKUAT Ekonomi, DEFISIT di ubah jadi SURPLUS. Kebutuhan Hidup Domestik 100% bisa dipenuhi secara Lokal, KENYANGKAN seluruh rakyat dulu, sebab kehancuran suatu negeri dimulai dengan rasa lapar pada rakyatnya (Hadist Nabi)

      “Million Friends and Zero Enemy” adalah tepat adanya, karena Indonesia belum siap untuk nilai tawar, baru setelah semua persenjataan MEF-1 datang semua, mungkin ditambah MEF-2 baru kita boleh mengubah ke :

      ” NGEBUT BENJHOT ” dan ” SENGOL BACOK “

      • Ngebut benjut senggol bacok? .. hahaha .. khas daerah saya ..

      • Kayak yang paling tau aja embargo…..

        • Jelas harus tahu, anda juga harus tahu, semua orang Indonesia wajib tahu.

          Ngak perlu beli buku, cukup tanya ke mbah goggle dan……….
          Sering-sering mengunjungi JAKARTAGREATER.COM.

          Tak perlu Iri dan Dengki, karena ke dua sifat tersebut yang membikin Indonesia Hancur

          • @bung melektek;saya termasuk TDK setuju dgn kebijakan jual2 aset saat itu atau privatisasi sbg bagian Dari LOI IMF camdessusjaman soeharto namun belakangan ini saya sedikit paham bahwa pada tahun itu siapapun jadi RI 1 TDK mudah krn harus menghadapi multi krisis;krisis ekonomi moneter;pertumbuhan ekonomi terkontraksi atau pertumbuhn negatif;kerusuhan sosial dimana mana dayak madura; poso; kasus2 pertanahan meledak dimana2;ancaman disintegrasi balkanisasi dimana2 aceh;Papua;ambon;dampak timtim lepas masih just terasa;militer lemah sebenar2nya baik krn embargo maupun dampak tumbangnya order Baru dimana militer mjd publik enemy; nah kira2 jika kita mjd RI 1 saat itu apa Kira Kira yg bisa kita lakukan atau prioritas APA yg hrs kits dahulukan dgn risiko plg minimal?

          • @bung melektekh : maaf bung saya yang newbie pengin tanya. misalkan anda yang saat itu menjabat RI 1,langkah apa yang menurut anda tepat buat mengatasi masalah negara ini yang pada waktu itu sedang banyak masalah seperti yang disebutkan bung poerboyo. biar saya yang oot ini nanti tidak salah pilih di pilpres mendatang. terima kasih

          • Ada banyak yang bisa, namun sayang kalah pamor……..

            Contoh :
            Duet Sri Mulyani dan Budiono, kedua orang ini berhasil mengangkat keterpurukan RUPIAH yang hampir menyentuh Rp. 20.000 di tahun 1999 – 2000, dan turun sampai Rp. 7.000,- tanpa menjual aset dan tanpa keluar uang apapun (Banyak diliput di TV dan Koran)

            Kedua orang dijuluki DUNIA dengan “Manusia Super dari Asia” yang berhasil menjalankan “Mission Impossible”

            Hal diatas diluar kasus Bank-Century, yang saya kira penuh dengan muatan Politis, dan Fitnah yang keji,

            Adalah hal yang aneh dan suatu bukti otentik. Terlibat kasus, malah dilamar BANK DUNIA sebagai DIREKTUR pelaksana, sebuah pengakuan dan prestasi yang luar biasa.

            Itulah Indonesia, orang Luar-Biasa malah disingkirkan, dan di Ambil Negara lain, sedang yang tertinggal di Indonesia hanya SAMPAH / AMPAS saja…………

      • Setuju bung. Harus bisa melihat potensi negara, dikembangin yang memang menjadi kekuatan negara kita, dan yang menjadi kekurangan berusaha untuk di tutupi. Jika memang harus belanja militer, belanjalah. Kasih syarat ToT yang tidak mengurangi semangat untuk memperkuat militer negara sesuai dengan MEF 1-3. Ekonomi kuat, APBN naik, belanja militer akan naik dengan sendiri nya. Simple !

        • Kalo yg sudah terjadi biarkan terjadi, toh nasi udah jadi bubur mau gimana lagi

          kalo mau cari presiden yang bisa menasionalisasikan / mengambil alih perusahan asing seperti Perusahaan Tambang,

          bagi perusahan elektronik, otomotif, handphone, wajib membuka pabrik di indonesia

          menaikan harga gas yg sebelumnya telah dikontrak china dg harga murah

          transaksi keuangan jangan menggunakan dolar amerika

    • wdh embargo diri sendiri ????

      janganlah nggak ada untungnya,
      perkiraan saya negara ini pasti bangkrut dan karena kita negara kepulauan maka dari sabang sampai merauke pasti minta merdeka semua :D,
      syukur waktu jaman tim2, negara ini masih serba sederhana

  2. Embargo Pangan diawali penyesuaian dengan makan jagung atau bahkan tiwul ( sudah terbiasa ) yang gak biasa ya orang” kaya

    Embargo Migas Pastikan dulu bisa gak orang kita menangani migas yang besar dengan resiko besar ( meledak dan pencemaran ) bagaimanapun teknologi migas hampir 90% material maupun software untuk produksi migas itu export !

    Embargo militer juga sangat memukul terutama AU dan AL yang memerlukan teknologi tinggi ( kita belum bisa)

    Jalan yg diambil pemerintah sudah bener dengan mengajak joint production sebanyak”nya dengan negara lain dengan begitu ada pembelajaran untuk tim ahli.

    perlu bertahap dan konsisten diawali dari diri sendiri

    • Tak ada yang kita tidak bisa. Yang ada adalah mungkin kita belum berusaha keras dan belum bersinergi satu dengan yang lainnya. Yang selama ini ada menurut saya baru sinergi beberapa perusahaan dengan beberapa kampus yang menghasilkan R-Han 122. Jadi menurut saya…asal ada WILL dari ahli2 kita, menurut saya bisa sj teknologi tinggi yang selama ini dimiliki negara2 maju bisa tercapai. Intinya…selama ini pemerintah sebagai pemegang kebijakan belum serius memanfaatkan tenaga2 ahli kita untuk melakukan penelitian…

    • Sepenangkapan saya maksud mengembargo diri sendiri adalah mencintai produksi sendiri dengan cara mengurangi membeli produk asing. Mengurangi pembelian produk asing berarti aliran produk asing mengecil dan jika dilihat dari ukuran alirannya, akan serupa dengan diembargo. Jadi frasa mengembargo diri sendiri adalah metafora dari menggunakan produk sendiri lebih dari menggunakan produk impor.
      Paragraf-paragraf di awal adalah gaya bertutur yang dramatis untuk memancing rasa, kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang maksud mengembargo diri sendiri. Hasil akhir yang diharapkan adalah pembaca akan lebih terinspirasi.

      • YUP
        Dan bahkan ada produk asing yang secara alami mengundurkan diri dan tidak berkembang karena situasi dan kondisi
        Contoh: pom bensin asing

        Atau bahkan ada Sebuah Kebijakan sudah disiapkan dan sudah diobok obok agar asing bisa leluasa masuk tetapi mereka belum masuk karena tahu akan rugi
        contoh :Hukum listrik memungkinkan operator swasta di daerah tidak dilayani oleh PLN. tetapi belum ada yang berani menyentuhnya,

        Tetapi kalau operator migas dan telekomunikasi kita sudah sukses dijerat oleh asing,

        Hala hal yang sepele semacam sepatu.pakaian yang untuk pasar masyarakat bawah saja tidak dilindungi malah Industri kecil kita kalah dengan produk luar,

        • Soal POM bensin adalah soal persaingan bisnis. Siapa yang punya jalur distribusi yang banyak, harga yang murah, kualitas yang sama, maka dia yang menang. Tetapi jika ada orang yg beli bahan bakar di Shell atau Total, karena ngerasa pelayanan di Pertamina jelek, apakah salah ? Gak gitu juga seh.

          Pepatahnya seperti buruk di muka, cermin di belah. Jika kita ada yg buruk, jadi masih ada ruang untuk perbaikan diri.

          Bung Satrio, tolong bedakan pihak swasta, dan BUMN. Kalau maksud bisnis listrik didukung oleh swasta di daerah daerah, saya setuju 100%. Tidak perlu ngomong setuju 200%, atau 1000%, ga ada itu dalam matematika. Swasta bisa dalam negeri, bisa dari luar negeri. Tentu kita dorong swasta dalam negeri yang terlibat. Pun jika ada dari luar negeri, itu artinya investasi. pasti ada aturan kandungan lokal juga. No problem.

        • @Bung Phoenix
          Sebelum anda mengartikan salah lebih jauh tulisan saya ada baiknya anda membaca semua artikel saya yang berkaitan agar anda bisa mengunyahnya ,

          kenapa ada Shell di Indonesia ? Karena larangannya sudah dicabut,..
          Kenapa Shell belum berkembang pesat karena masih ada subsidi BBM yang mengganjal bisnis Shell
          Bila nanti harga BBM tanpa subsidi maka semua pom bensin pertamina akan disaingi oleh shell,

          hukum liberalisme tetap tdiak menyalahkan konsumen dalam memilih pelayanan yang terbaik apalagi diserta sifat individu,

          tetapi bila di analogikan lebih kecil
          apakah anda tetap membeli kue bolu bikinan tetangga bila anak kandung anda juga jualan kue bolu? apa kata istri dan anak anda yang lain?
          Liberalisme akan mengajarkan bahwa anda harus membeli kue bolu bikinan tetangga yang lebih enak dan murah.dan akan terjadi bila anda tidak punya mindset rumahtanggaistik

          Semangat itu yang ingin saya gali disini bung phoenix

        • Bung Satrio,

          Saya baca berkali kali, terus terang banyak sekali asumsi asumsi dan pengandaian yang digunakan. Dari embargo PBB, dan dibantah sendiri PBB tidak akan berani embargo kita karena too sexy. Kemudian tema cinta produk dalam negeri yang diartikan sebagai embargo diri sendiri. Saya ngerti point nya, ada beberapa yang saya setuju dan ada yang tidak.

          Saya seh realistis saja. Gak usah kita berharap di embargo PBB, apalagi berkongsi dengan negara macam Korut.

          Soal POM, bukannya Bung Satrio yang sebutin contoh nya. Saya ngikut aja itu soal persaingan bisnis.

          Roti Bolu… hmmm, saya akan coba roti bolu buatan tetangga, lebih enak atau gak dari buatan anak sendiri. Kalau lebih enak, saya akan didik anak buat roti bolu sampai lebih enak dari punya tetangga. Kalau gak bisa enak, ya akan kalah bersaing.

        • Maksutnya membaca artikel terkait itu juga membaca tulisan saya yang lain bung phoenix yaitu kemerdekaan menuju kedaulatan bangsa sepenuhnya Jilid 1 sampai tiga yang saya tulis mendukung artikel ini,

          Kalau udah baca sebenarnya ada roadmapnya
          1. Asing menciptakan huruhara ekonomi di Indonesia (Krismon) untuk menjatuhkan orba yg mulai berpaling dan terlalu melarang asing bermain dipasar indonesia yg gemuk
          2. Asing bisa menumbangkan orba dan membawa IMF sebagai juru kunci pembuka kran liberalisme untuk menguasai pasar indonesia dengan mensahkan penjajah putih dengan UU yg bisa mereka tekankan agar penjajahan putih tersebut sah menurut hukum Indonesia
          3. Hasilnya sumber daya Indonesia selam enambelas tahun menjadi sapi perahan konglomerasi dunia,
          4.Timbul ide untuk memperbaiki UU yang terlalu berpihak asing dan mematikan potensi dalam negeri kita,,salah satunya langkah cerdiknya yaitu UU Minerba,
          5, Timbul ide mengembargo diri sendiri agar Industri dalam negeri bisa bersaing dirumah sendiri,karena Indonesia terlalu sexy untuk diembargo
          6.Gerakan Mencintai produk sendiri adalah cara cerdik untuk melawan hegemoni asing yg sudah mengakar.dan disahkan oleh UU dalam negeri kita,
          7.Pasti akan banyak halangan dan rintangan bahkan perlawanan asing yang sudah keenakan menikmati sumberdaya Indonesia,bahkan mereka siap embargo bila keputusan politik pemerintah kedepan terlalu ekstrim.

          yang kedelapan tentang kue bolu
          Anda lupa tetangga sudah mengantongi Ijin dari kakek anda(warisan kebijakan) untuk berjualan dirumah anda memasok kue bolu kekeluarga besar anda,
          dan belum tentu anak anda nanti bisa buat bolu nikmat boleh berjualan dirumah tetangga anda karena mereka sudah punya aturan melarang tetangga lain menjual kue bolu dirumahnya, 😀

          apa yang anda lakukan ? pertama dada anda sesak dan ingin merubah aturan yang sudah diwariskan oleh kakek anda 😀
          Terimakasih diskusinya bung phoenix

        • Bung satrio kira2 APA jadinya jika investasi geothermal (dimana konon cadangan Indonesia 40% dunia) treatmentnya sama dengan blok migas yaitu Ada cost recoverynya ? rasa2nya semua drh terpencil akan menyala mak byyaaarr 🙂

        • @Bung Perboyo
          sepertinya pertanyaan anda adalah Domainnya bung Danu
          kita tunggu bersama pencerahan dari bung danu yuk

        • sudut pandang saya meminjam tradisi panjang di bidang pertanian aja;
          si X memiliki tanah sawah warisan di kampung yang tak tergarap karena X memiliki kesibukan lain.
          Y seorang warga kampung menemui X, menawarkan untuk menggarap, hasilnya dibagi 2 setelah dipotong pupuk dan pestisida (agak mirip cost recovery).
          pertimbangan X tentunya cukup mudah, daripada nganggur tak menghasilkan ?

          yang perlu diperhatikan di sini (sesuai temuan terbaru kpk) si
          penggarap sering nakal dan membuat 2 pembukuan hasil produksi, 1 untuk kantor pusatnya, satu untuk pemerintah / pajak.

          mengawasinya juga mudah, karena bisa ditongkrongin oleh petugas kita (apalagi seperti freeport, pengapalan pasir konsentrat nya berkala, tinggal dicegat di pelabuhan, beda dari sumur minyak lepas pantai yang minyaknya dipompa 24 jam dan bisa langsung diisikan ke barge).

          sepertinya pengawas lapangan itu adalah mata rantai terlemah yang mudah digoda…

        • khusus untuk geotermal malah lebih mudah lagi karena yang dijual adalah listrik (bukan uapnya) dan pembelinya PLN, kedua pihak sama2 bisa memonitor berapa daya yang dialirkan…

      • Maksa banget istilah embargo diri sendiri. Embargo itu aksi diplomasi, dari pihak luar untuk menyiksa pihak yang dikenai sanksi embargo dengan tidak melakukan penjualan secara sepihak. Embargo diri sendiri itu kesannya menyiksa diri, atau istilah nya masochistic.

        Mencintai produk dalam negeri beda makna nya dengan embargo diri sendiri. Menumbuhkan kecintaan pada produk dalam negeri itu tidak berarti kita berusaha untuk menutup peluang negara lain untuk berjualan ke negara kita. Sama artinya juga, kalau kita punya produk berlebih dalam negeri, maka kita juga ingin jual ke luar negeri.

        Kalau tujuan embargo diri sendiri, kemudian mengarah pada isolasi dan tidak menerima produk asing sama sekali, itu adalah tindakan konyol. Coba baca sejarah Cotton Diplomacy pada saat perang sipil di Amerika tahun 1860. Wilayah selatan sebagai penghasil kapas melalukan self embargo, dengan mengancam untuk tidak ekspor kapas ke Eropa, dengan harapan eropa akan menekan amerika bagian utara. Tetapi apa yang terjadi ? Eropa mencari suplai kapas dari negara lain, macam India. Dan akhirnya strategi self embargo nya gagal total.

        Masalah kemandirian, cinta produk dalam negeri itu tujuan mulia. Saya setuju 100%. Tetapi jika sampai isolasi diri dalam pergaulan dunia, dan menyengsarakan rakyat kayak Korea Utara, Pakistan, Kuba. Maka hanya pemimpin psikopat yang berbuat demikian. Generasi tangguh, adalah generasi yang siap bersaing, pekerja keras, dan mau belajar.

        • embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara.

          Embargo umumnya dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit. Keadaan yang sulit ini dapat terjadi akibat pengaruh dari embargo yang menyebabkan ekonomi negara yang dilawan tersebut menderita karenanya.

          Embargo biasanya digunakan sebagai hukuman politik bagi pelanggaran terhadap sebuah kebijakan atau kesepakatan. Salah satu contoh embargo adalah yang pernah diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan ABRI di Timor Timur.

          Saya Yakin saat ini Indonesia terlalu seksi untuk diembargo .
          makanya ada istilah “embargo diri sendiri ”
          Supaya bangsa Indonesia berlatih survival dan menuju mandiri

          Saya akan melarang diri saya sendiri membeli sepatu merk asing bila ada sepatu produk indonesia yang setara bukan karena sdh diembargo dunia tetapi
          mengajarkan kepada diri saya agar tidak shock dan terbiasa bila suatu hari saya tidak mendapatkan sepatu asing tersebut beredar disini,,
          imho

        • Sepakat bung Satrio untuk hal ini. Sebenarnya gerakan cinta produk dalam negeri itu harus nya top down. Bukan bottom up. Semangat rakyat untuk mengkonsumsi produk dalam negeri, selalu kalah dengan sikap pemerintah daerah atau pusat, yang lebih melihat untung sesaat daripada untung jangka panjang. Pemerintah jg harus selektif untuk ngasih ijin bisnis korposari dari luar negeri. Seperti Seven 7, restoran franchise yang menjamur dimana mana.

        • Saya kira kita semua sepakat bukan menutup diri. Maka, istilah yang digunakan bung Satrio lebih ke gaya bahasa, bukan teknis. Saya kira hanya beda di perspektif dalam memaknai judulnya.

    • yuapsss,inti dri smwa tu,klo kta inqin maju adlah hpuskan korupsi dri bumi ibu pertiwi,hapuskan subsidi bbm scra brtahap,pemerataan ekonomi,pembanqunan,penddikan&keadilan hkum yq mnyeluruh.Insya Allah,indonesia yq berdaulat spenuhnya dpt dnqn mudah trcapai.oya,maaf smwanya,slm knal bwt para ssepuh warjaqer&ynq lainnya.trmksih.

    • bung saya mau tanya; APA dasar hukumnya pasar bebas ASEAN atau afta?aturan mana atau UU no berapa dasarnya?jika ya Dan Ada bisa tdk kita gugat MK kan? Maaf saya cukup skeptis thd konsep liberalisasi pasar;saya lebih condonh paham Keynesian dibandingkan Adam Smith ;mohon pencerahannya.thanks

      • Kayaknya keputusan presiden, dengan negara negara se ASEAN. Isu ini udah lama banget, sejak 2007. Silahkan baca blueprint nya:

        http://www.asean.org/archive/5187-10.pdf

        Sekedar intermezo, jika pasar asean 2015 di mulai siapa yang diuntungkan ? Jawabannya adalah China. Mereka getol investasi jalan darat menghubungkan China, Mianmar, Thailand, Malaysia, hingga Singapore. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/01/Kunming-Singapore.png

        Sejujurnya, saya masih melihat bangsa kita belum siap. Terutama undang undang perlindungan terhadap industri lokal masih kurang.

      • Jika melihat keynesian dan neo klasik, kita akan jumpai perbedaan-perbedaan. Tapi perbedaan itu muncul karena perbedaan dalam time frame yang digunakan. Analisis dan resep Keynesian memakai dasar time frame jangka pendek. Sedangkan Neo Klasik time frame nya jangka panjang. Misalnya, keynesian merekomendasikan campur tangan pemerintah. Itu karena saat Keynes mengemukakan pendapatnya, dunia sedang terkena depresi sehingga satu-satunya yang bisa berbuat adalah pemerintah karena ia bisa mencetak uang dan mengubah regulasi. Sedangkan Neo Klasik lebih menekankan pada campur tangan minimal pemerintah karena teorinya dibangun atas asumsi bahwa dalam jangka panjang ekonomi pada dasarnya normal, sehingga pemerintah tidak perlu intervensi banyak. Jika diperhatikan, keduanya tepat sesuai dengan kondisinya. Misalnya sekarang, industri militer masih bayi, maka pemerintah harus intervensi. Namun industri militer juga didorong makin bersaing sehingga ia bisa hidup dari penjualannya di pasar, dan di situ campur tangan pemerintah bisa diturunkan, kecuali jika terjadi masalah. Jika industri militer sudah kuat, maka peran pemerintah otomatis akan menurun dalam konteks keberlanjutan daya saing, dan sebaliknya.

    • Assalamualaikum wr.wb
      ngambil beberapa cuplikan komen di atas

      Perekonomian suatu negara tidak ada yg berdiri sendiri, perdagangan internasional memegang peranan penting. Jika nilai ekspor kita lebih baik daripada nilai impor, maka negara surplus dan itu sudah sangat bagus. Berikutnya adalah, melihat potensi terbesar yang di miliki bangsa, kemudian ditingkatkan kualitas dan produktivitas nya (Bung phoenix).

      Sepenangkapan saya maksud mengembargo diri sendiri adalah mencintai produksi sendiri dengan cara mengurangi membeli produk asing. Mengurangi pembelian produk asing berarti aliran produk asing mengecil dan jika dilihat dari ukuran alirannya, akan serupa dengan diembargo (Bung ghi)

      bahkan ada produk asing yang secara alami mengundurkan diri dan TIDAK BERKEMBANG karena SITUASI dan KONDISI.
      Contoh: pom bensin asing
      Hal hal yang sepele semacam sepatu.pakaian yang untuk pasar masyarakat bawah saja tidak dilindungi malah Industri kecil kita kalah dengan produk luar

      Soal POM bensin adalah soal persaingan bisnis. Siapa yang punya jalur distribusi yang banyak, harga yang murah, kualitas yang sama, maka dia yang menang. Tetapi jika ada orang yg beli bahan bakar di Shell atau Total, karena ngerasa pelayanan di Pertamina jelek, apakah salah ? Gak gitu juga seh (Bung phoenix)

      Saya seh realistis saja. Gak usah kita berharap di embargo PBB, apalagi berkongsi dengan negara macam Korut.

      Soal POM, bukannya Bung Satrio yang sebutin contoh nya. Saya ngikut aja itu soal persaingan bisnis (Bung phoenix).

      kenapa ada Shell di Indonesia ? Karena larangannya sudah dicabut,..
      Kenapa Shell belum berkembang pesat karena masih ada subsidi BBM yang mengganjal bisnis Shell
      Bila nanti harga BBM tanpa subsidi maka semua pom bensin pertamina akan disaingi oleh shell,
      hukum liberalisme tetap tdiak menyalahkan konsumen dalam memilih pelayanan yang terbaik apalagi diserta sifat individu (Bung Satrio).

      Sejujurnya, saya masih melihat bangsa kita belum siap. Terutama undang undang perlindungan terhadap industri lokal masih kurang (bung phoenix).

      Sebenarnya gerakan cinta produk dalam negeri itu harus nya top down. Bukan bottom up. Semangat rakyat untuk mengkonsumsi produk dalam negeri, selalu kalah dengan sikap pemerintah daerah atau pusat, yang lebih melihat untung sesaat daripada untung jangka panjang. Pemerintah jg harus selektif untuk ngasih ijin bisnis korposari dari luar negeri. Seperti Seven 7, restoran franchise yang menjamur dimana mana (bung phoenix).

      kira2 APA jadinya jika investasi geothermal (dimana konon cadangan Indonesia 40% dunia) treatmentnya sama dengan blok migas yaitu Ada cost recoverynya ? rasa2nya semua drh terpencil akan menyala mak byyaaarr (Bung Poerboyo).

      inti dri smwa tu,klo kta inqin maju adlah hpuskan korupsi dri bumi ibu pertiwi,hapuskan subsidi bbm scra brtahap,pemerataan ekonomi,pembanqunan,penddikan&keadilan hkum yq mnyeluruh (Bung NARWIN).

      Tujuan embargo dalam artikel untuk menumbuhkan rasa kebanggaan atas produk dalam negeri sehingga di harapkan akan memakai produk dalam negeri, namun hal tersebut tidak berpengaruh bila ada yang mempunyai pola pikir realistis yaitu jika produk luar negeri lebih bagus mengapa menggunakan produk dalam negeri.

      Perekonomian negara tidak bisa berjalan sendiri sehingga di perlukan kerjasama dari negara lain, dan bebas bekerjasama dengan negara manapun termasuk rusia dan eropa.

      Untuk menuju masyarakat global kita tidak akan pernah siap bila tidak ada kerjasama menyeluruh, baik dari pemerintahan sebagai pemegang kebijakan ataupun BUMN dan swasta sebagai pendamping pemerintah. Selain itu diperlukan kontribusi masyarakat untuk menuju kemandirian.

      Di dalam kasus BBM subsidi, hal ini harus di lihat lebih menyeluruh jaminan atas keterbelangsungan perusahaan minyak milik negara dengan perusahaan asing, yang di sebutkan kenapa perusahaan asing tersebut tidak berkembang? karena salah satunya di hambat oleh BBM subsidi (harga minyak milik negara yang lebih murah). sedangkan untuk kualitas, minyak milik negara jauh di bawah minyak luar negeri yang kemungkinan kalah dalam teknologi pengelolaannya, sedangkan teknologinya di import dari luar negeri yang pihak luar pun enggan menyerahkan tehnologinya begitu saja, di lain sisi kenapa ahli tehnologi kita malah di buru oleh pihak luar sedangkan pihak kita malah terkesan enggan menggunakannya? apakah karena ketidaktahuan pemerintah yang sumber informasinya dikuasai asing? ataukah memang faktor politis.
      Jika subsidi BBM di tarik secara langsung maka kemungkinan bisa mengakibatkan perusahaan minyak asing menguasi pasar minyak nasional, dengan asumsi bahwa masyarakat berpikir secara realistis, semua berdasarkan harga yang sama dan kualitas yang berbeda tanpa ditunjang aturan yang jelas, dimana hal ini dapatmengakibatkan perusahaan minyak negara kalah bersaing dengan perusahaan asing dan bangkrut.
      sehingga penarikan subsidi BBM harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan KONDISI.
      Selain itu diperlukan alternatif lain yaitu pemanfaatan energi berkelanjutan.

      Konsep persaingan bisnis harus ada dalam suatu aturan dan di bedakan antara persaingan bisnis nasional dan internasional, bila perusahan asing melawan perusahaan nasional maka diharapkan pemerintah ikut andil dalam bentuk dukungan tertentu karena hal ini menyangkut perputaran uang global dimana kita menginginkan pengurangan defisit negara.

      kalau salah ya maaf 😀
      maaf oot 😀

    • Saya melihat bahwa kita tidak perlu melihat masalah secara mutually exclusive. Industri misalnya, jika memang kita bisa kembangkan produk militer selain produk sipil, kenapa tidak. Saya tak yakin Bung Satrio berpandangan kita lebih condong ke industri militer, tapi jikalau begitu, bukan berarti kita abaikan industri militer. Kenapa? Karena kebutuhan domestik kita sangat besar sehingga biaya learning curve nya menjadi layak. Sembari digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri, sekaligus kita kembangkan sebagai industri untuk ekspor. Jadi selain industri sipil, industri militer terutama dimulai dari yang kebutuhannya banyak layak dikembangkan sebagai perintis. Ini serupa dengan industri dirgantara. Dengan pasar domestik yang besar, menjadi layak untuk dikembangkan. Tentu tak boleh dilupakan perhitungan kelayakan ekonominya dalam jangka panjang. Yang belum layak, namun sangat strategis, bisa juga dikembangkan dengan tetap memperhatikan batas-batas kemampuan, yang itu juga bisa disubsidi oleh produk yang bisa memberi keuntungan.
      Jadi cara melihatnya perlu terintegrasi. Produk industri militer nilainya juga besar. Sehingga sayang kalau kemampuan SDM yang dimiliki tidak digunakan secara maksimal untuk menghasilkan ketahanan nasional di semua bidang.
      Untuk industri sipil, akan berlaku hal yang sama, bahwa kelayakan ekonomi jangka panjang dan tingkat urgensi kebutuhan adalah pertimbangan pengembangan di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

      • Ekonomi bagustapi ada satu atau tiga pulau yg diambil oleh negara lain atau bangsa kita mjd terpecah belah krn byknya separatis. Lbh baik ekonominyar spt iran tapi rakyatbrsatudrpd ekonominyamaju tapi wilayah kita diambil negara lain krn kaya sdanya. Tapi okelah saya setujue dan pertahanan hrs maju. Bersama krn saling berkaitan satu sama lain. Ekonomi yg maju perlu pertahanan yg baik utk menjaga sumber dayanya, baik sdanya, pasar,dan jalur distribusi yg aman dan lancar. Tebaksu kita menutup jalur alki kita atau selat malaka akan geger dunia persilatan.

      • Contoh kasusambalat atau wilayah natuna. Skg malaysia tdk pernah berulah lg krn mereka tahu militerkta skg sdh kuat tapi nanti kalau militerkta lemahl dr mereka saya percaya mereka akan berulah lg. Natuna adlh daerah yg sgt kaya sda, tanpa ada militery kuat sayakin tdk itu cina, malaysia atau negara lain spt thailand atau vietnam akan mengklaim natuna dan perairannya.

      • agree…

        menyakitkan rasa keadilan…
        perusahaan kita mbayar pajak 30 %……….

        tp freeport hanya bayar 1%,,,

        itu masi du tubggak… belum di bayar….

      • @Bung Phoenix
        Pertanyaan saya, apa yang terjadi dengan industri strategis tersebut pada tahun 1997-2004 ? Mati suri. Hidup segan, mati tak mau. Ekonomi hancur karena korupsi orde baru.
        ————————————————————————-
        Industri strategis buah dari pak Habiebie mati suri karena tekanan LOI IMF.
        Sebenarnya saat pak Habibie naik menjadi presiden dengan gampang beliau bisa memutuskan meneruskan proyek proyek IPTN sperti N 250 ,,tetapi itu tidak dilakukan memenuhi ambisinya.
        Pak habibie lebih memilih Kepentingan Nasional yang lebih besar.
        IMHO

      • bung Satrio,

        imho, pada saat pak BJ jadi presiden dana belum bisa
        dialirkan ke IPTN/PTDI karena utang ke IMF belum lunas, sehingga LOI masih mengikat.

        utang lunas pada masa SBY – I .

      • Benar Bung Satrio, pada tahun 1997, IMF mengajukan LOI sebagai pengucuran dana pinjaman dengan syarat yang membebani industri IPTN untuk pembuatan pesawat, termasuk juga Texmaco yang pada waktu itu memegang peranan penting dalam industri pertahanan.

        Karena utang yang terlampau besar, dan kemampuan bayar yang rendah, tentu target utama Pak Habibie adalah mengembalikan stabilitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan pokok yang belum juga swasembada pangan. Masih ingat CN-235 kita ditukar dengan beras dari Thailand ? Hmm.. Itu lah perdagangan.

        Sekarang komoditas pangan kita juga impor besar besaran. Seandainya pasar bebas dibuka, sementara tingkat ketergantungan pada impor untuk kebutuhan pangan masih juga besar, bisa dibayangkan ekonomi kita akan kacau seperti tahun 1997 lagi. Punya industri pertahanan kuat ideal nya punya konsumen luar negeri juga. Kalau konsumen nya hanya TNI saja, maka tidak ada sumbangsih pada ekonomi. Lihat Dassault yang kesulitan menjual Rafale, apa yang terjadi pada mereka ?

  3. Sudah Takdirnya US dan BARAT sebagai negara pengacau kedaulatan didunia ini….mereka tidak akan pernah membantu Indonesia sukarela.
    Selalu ada HIDDEN AGENDA bila Blok BARAT membantu kita.
    Australia di Timor Leste (sukses) ….Amerika + Australia di Papua (mereka masih menunggu moment)
    Aceh (“negara2 tetangga yg bermain disana”).
    Jangan terlena dengan kebaikan mereka saat ini.

    Ya, kita seharusnya sebagai negara Nonblok atau tidak memihak.
    Politik negara kita BEBAS dan AKTIF.
    Tapi realitas berkata lain…. dan kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.

    Kunci melawan embargo barat adalah jiwa patriotisme dan nasionalisme.
    Lebih mencintai produk Nasional itu kuncinya.
    Dengan konsumsi dalam negri yang tinggi maka Industri2 Dalam Negri bisa tumbuh.
    300 juta penduduk tentulah pasar yang besar untuk bagi Industri apapun.
    Andaikata 300 juta ini konsumsi produk Nasional, tentu Industri2 akan hidup.

    1.Embargo Pangan dan Tekstil :
    Kita akan sanggup melewati tahap embargo ini bila US dan Barat mengembargo kita.

    2.Embargo Minyak dan Perdagangan :
    Masih banyak negara2 musuh Barat seperti Iran yang siap tetap bekerjasama (utk minyak).
    Negara2 anti BARAT (Korea Utara,China,Russia,Iran dll) tentu senang bila kita masuk “sepenuhnya” kedalam “Blok mereka”
    Otomatis, Kerjasama akan meningkat drastis dengan asas saling membutuhkan.

    3.Militer.
    Abad ini sedikit berbeda ….semenjak China semakin maju, kita bisa mengandalkan China melalui kerjasama antar bangsa.
    Russia juga kunci ….. kerjasama dengan Russia perlu ditingkatkan, sebab bila embargo BARAT terjadi,Russia bisa menjadi jawaban untuk alat2 Militer kita.
    Terlepas dari itu Industri Militer kita sudah semakin baik dari hari ke hari, dan bila embargo terjadi lagi, saya yakin program2 penelitian dan pengembangan industri militer malah akan lebih meningkat.

    Dan jangan lupa, selain EMBARGO ada juga yang sangat penting …yaitu KORUPSI.
    Ini yg merusak kita dari dulu heheeee

  4. Saya sangat setuju sama bung satrio.

    seperti cita2 bung karno, kita harus bisa bediri diatasa kaki sendiri..

    Mau sakit2 dahulu, mudah2an akhirnya bahagia walaupun ga da yang tau masa depan yang penting usahanya dolo..

    Dengan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, kita lama2 sadar dan menjadi jujur, karena rasa malu lah terhadap bangsa yang akan menegur diri kita..

    Seperti orang jepang, jika diberi kekuasaan dan dya gagal, dya lebih baik mati daripada malu..

    Jiwa orang jepang sangat cinta akan bangsanya, dan harus kita contoh..

    Dan sperti apa kata pak de JFK

    “Don’t ask what your country can do for you, but what you can do for your country”

    Majulah indonesiaku..
    Amin..

  5. Sepakat, BERDIKARI harus kembali di canangkan dan diwujudkan bersama..

    jd ingat dengan pidato pertanggung jawaban terakhir Ahmadinejad kepada Pemimpin tertinggi terkait kemajuan Iran selama dalam masa kepemimpinannya. Luar biasa hasilnya.. Produksi alutsista, petrokimia, energi, dll tumbuh pesat

  6. Memang bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mencukupi dirinya sendiri, ada tidaknya intervensi bangsa yang lain, ia tetap bisa eksis berdiri diatas kedua kakinya sendiri, ..

    Kemandirian Indonesia disegala bidang bukanlah sebuah utopia, ia harus diwujudkan karena merupakan sebuah keniscayaan sejarah, mau tidak mau ia harus ngejowantah.

    dan key dari kemandirian adalah KETELADANAN. sayangnya dalam hal ini kita masih masuk kategori MISKIN…

    Dengan keteladanan maka yang terjadi adalah pengarus-utamaan kebijakan yang bermodel TOP-DOWN (atas kebawah), karena secara sosiologis bangsa ini adalah bangsa FEODAL, yang masih terus mengimitasi apa yang dilakukan oleh para pemimpinnya (Rakyat adalah cerminan penguasanya, bagaimana gambaran bagaimana penguasanya).

    ketika keteladanan sudah menjadi pandangan dan mainstream kehidupan berbangsa dan bernegara kita maka yang semula hanya langkah akan berevolusi menjadi lari, dan sekejap kemudian menjad terbang…

    Saat ini yang bisa kita lakukan sebagai bagian integral civil society adalah :
    1. terus mendorong/mengompori agar para pemimpin kita mampu untuk konsisten mengambil sikap yang memberikan keteladanan bagi seluruh rakyatnya dalam segala lini kehidupan berbangsa & bernegara,
    2. SENDIKO DAWUH (sami’na wa ato’na) mengikuti sikap teladan pemimpin kita, dan
    3. terus mendorong/melakukan terjadinya social engineering menuju masyarakat yang patuh, disiplin dan berdedikasi bagi kemajuan dan kemandirian bangsanya.

    Jayalah NKRI..Tan Hana darma mangrwa…

  7. saya akan memulai dari diri saya sendiri … persiapan embargo saar ini saya hanya menggunakan 6 liter bensin untuk sebulan.. dan semakin berkurang untuk gas saya gak pake karena pake kau bakar yang jumlah nya sangat berlimpah di daerah kami … bahan sembako hampir 95 % produk lokal…go gogogogogo embRGO

    • saya setuju dg semua komen2 kawan diatas….cinta produk dalam negeri adalah bukti NASIONALISME ,mari kita lakukan dg langkah2 kecil secara bersama sama demi kejayaan NKRI ….

  8. Saya sudah berikrar akan mulai dari diri saya sendiri dan keluarga saya. Akan memakai produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidup, kecuali yang belum ada produk Indonesianya. Mulai dari peralatan elektronik dan lain – lain.

    • Nah itu baru langkah nyata Bung Gembor,klo semua orang Indonesia pd umumnya dan warga Warjag pd khususnya,mulai berikrar dari diri sendiri dan keluarga.memakai Produk Indonesia,dlm kebutuhan sehari-hari.pasti Produk Indonesia lebih maju.jangn sampai Produk Indonesia kalh saing di Negri sendiri.btw,Bagaimana lahkah2,atw Strategi kita di Warjag ini untuk mewujudkan Program sesuai Artikel Bung Satrio di ats.?!

      jd Artikel yg bagus ini jangan cuma di bahas,diduskikan sj tp ada langkah Nyatanya!tindakan kongkritnya!

      Bukan cuma Wacana!

      bila perlu kita sampaikan ke DPR,PEMERINTAH atw Instansi dinas terkait lainnya!supaya di dengar di Perhatikan,di tindak lanjuti dan di buat suatu Peraturan atw Undang2.
      Sy yakin Warga Warjag di sini banyak orang2 Pintar,Cerdas punya Pendapat yg Cemerlang untk mencerahkan sy-sy ini yg masih dangkal ilmunya!

      AYO SEMUA WARGA WARJAG KITA BERSATU UNTK MEMBAWA ASPIRASI ARTIKEL BUNG SATRIO INI!

      KARNA BERSATU KITA TEGUH!
      untuk Langkahnya seperti apa?mari kita diskusikan bersama di Warjag ini!

      klo perlu kita “DEMO” ma’af IMHO

      Mungkin lewat Warjag ini ada sesuatu yg lebih bijak,efektif selain “DEMO”oleh karna itu sy minta Pencerahan dr Sesepuh Warjag dan Warga Warjag lainnya!

      ma,af klo terlalu berapi-api “murup”
      tp hati ttp dingin kok!
      krna sy cm ingin dan Warga Warjag lainnyapun pasti jg.agar Aspirasi Bung Satrio lwt Artikelnya ini bs cepat di realisasikan.mari kita berdiskusi untk langkh nyatanya!agar cm tdk hasa menjadi Wacana sj.trimaksh

      mohon ma’af klo ada kata yg kurang berkenan,hanya pendapt dr orang yg msh cetak pengetahuannya.tp sy sangt mencintai Tanah Air ini.agar Produk Indonesia menjadi yg terdepan di Negeri sendiri…Amin

      Majulah Produk Indonesia!
      Jayalah NKRI!
      Garuda di dadaku!

      • ya bung jadi leader yak, kudanya jangan beli kuda impor, pake aja kuda sumbawa palagi yang liar, meski kecil tapi binal dan handal 🙂

        • ntr kuda sumbawa saya kirim,,, disini dipake ngangkut kayu bung,,,
          salam kenal bung

        • wkwkwk kocak ……

          • Salam kenal juga bung Adrymose dan bung Jones, ayuk rame-rame mabok susu kuda liar 🙂

          • Ko jd kudanya yg di bahas!sy kan cuma mengapresiasi Aspirasi Bung Satrio,klo artikel ini,jangn cuma jd wacana!tp hrs ada realisasi,langkah nyata,untk bnr2 di terapkan!sy cm ingin Ayo mari kita bersama mendukung untk di realisasikan,,dan minta pendapat di warjag ini,ko malah pd ngledek!
            Apa sy salh!
            Di Aturlah komennya!

          • Ini komennya bung Mj,andrymose,jones…ngga nyambung blas…!
            Malah Jaka sembung bw gitar….
            Ngga nyambung Jreenng!

  9. sebenarnya sekarang di kita telah bangkit secara perlahan gerakan beli Indonesia, harapannya mendapat pemberitaan yang memadai. Selain itu fungsi para pemimpin agama sebagai pemimpin non formal harus segera dilibatkan agar terjadi akselerasi program tersebut. Ksatria jaman sekarang adalah mereka yang mau mengkonsumsi produksi bangsanya sendiri bahkan bangga dengan produksi bangsanya.

  10. lalu gmn tuh korsel saja smpe kesengsem beli CN 235 buat angkutan VIP sdgkn pemimpim qt malah beli dr luar negeri MNA jg setali tiga uang beli pesawat tiongkok padahal secara teknis masih mumpuni CN 235 terlalu banyak kepentingan politis yg bermain perlu semangat ING NGARSO SUNG TULODHO dr pemimpin qt dan perlu semangat SWADESI seperti INDIA meneladani ajaran bapak bangsanya MAHATMA GANDHI sehingga maju seperti skrg lha kita ajaran BUNG KARNO TTG BERDIKARI sampe skrg blm jelas pengamalannya

  11. Bravo Bung Satrio, artikel kali ini cukup mengguncang nasionalisme saya. Dengan kekuatan 10,0 SR, artikel ini telah benar-benar meluluhlantakkan hegemoni asing yang bertahta dalam benak saya.

    Apalagi tiba di paragraf yang berbunyi: “Nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia”, makin mengakarkan kecintaan saya kepada negeri ini. Tapi yang disedihkan, pasti ada saja komparador-komparador asing yang tidak rela itu terjadi, dengan wujud fisik yang sama seperti kita. Tentu saja dipastikan merek menghamba kepada kekuatan asing tersebut. Ditambah agen-agen proyek yang siap menjadi kaki tangan kapitalis-kapitalis asing, melalui kaki tangannya di DPR dan Partai-partai, mereka siap membendung ‘kemandirian bangsa’ melalui UU yang sifatnya menghilangkan kemampuan kemandirian strategis bangsa kita. Orang-orang ini sangat rakus, uang seharga 100 M, mungkin tidak ada artinya buat mereka, dan mereka akan selalu kekurangan proyek.

  12. CN-235 bisa long rangeng kagak……

    kalau pertimbangan beli boeing saya rasa sudah tepat, untuk tujuan luar negri bisa sekali isi bahan bakar. untuk dalam negri juga bisa….
    beda sama CN-235

    (lebih irit kalau dibanding bolak-balik take-off – landing untuk isi bahan bakar)
    (untuk jangkauan dan ketinggian jelas lebih unggul yang BBJ)

    membandingkan jet dengan turboprop

  13. Pada saat itu juga, jika ada perubahan pada harga-harga akan mempengaruhi perekonomian suatu negara juga. Karena negara juga bisa memikirkan bagaimana bisa mengimbangi harga pasar Internasional dan juga dibarengi dengan bisa mensejahterakan masyarakatnya. Pemerintah juga harus memperhatikan barang-barang yang di impor. Jangan semua barang pokok harus diimpor dari luar. Pemerintah juga harus lebih memperhatikan produk dalam negeri yang tidak kalah bagus kualitasnya dibanding luar negeri.

  14. Saya sangat setuju, MASALAHNYA, pemimpin negeri ini kebanyakan korupsi dan pastinya banyak menerima fulus untuk menggagalkan ide2 nasionalisme. Rakyat pasti setuju dengan saudara Satrio, tapi pemerintah yg cenderung pengguna produk barat (dibawah tekanan barat) apa ya mau???…itu sebenarnya simple, ganti pemerintahan yg anti barat, yg mendukung produk nasional, sepertinya sudah mulai kelihatan siapa calonnya (Prabowo, maybe). Terlepas siapa dia, asal ada niat untuk menasionalisasi perusahaan asing (terutama Freeport), gagasan ini pasti tercapai….kenapa harus nyari calon pemimpin seperti ini ya karena semua ide Saudara Satrio akan terwujud bila pemimpinnya telah mengambil keputusan untuk ekonomi nasional, bukan lainnya,

  15. setuju bung, mulai dari yg mudah dulu, iklankan di media media tentang gerakan aku cinta produk indonesia sekaligus sosialisasi atau penjelasannya efek dari, bila semua org menkonsumsi produk sendiri . yeah seperti iklan sosialisasi pengurangan subsidi bbm kemarin .iklankan juga gerakan cinta tanah air utk generasi muda agar tumbuh rasa nasionalisme yg akhir akhir ini mulai berkurang tergerus pengaruh globalisasi budaya dari luar.

  16. mantap tulisannya

  17. the power of kepepet begitu mendarah daging di indonesia

  18. oke, sekali memang kita perlu pencerahan

  19. Mau tanya dong, gimana ya biar bisa diembargo PBB?

    soalnya bener tuh kata bang wibi “the power of kepepet” di Indonesia sudah mendarah daging.

    Mungkin bangsa kita mau berbenah kalau dihantam duluan,kalau nunggu kesadaran mah susah banget.

    makanya ane penasaran gimana ya biar PBB benci kita dan akhirnya terkena embargo di segala bidang.

    Itu sangat menguntungkan sekali buat kita.

    Buat orang2 kaya yang tidak suka, pindah aja sana ke luar negeri beres.

    BANGSA INI MAMPU HIDUP TANPA LUAR NEGERI!!!

    WUJUDKAN MIMPI BUNG KARNO!!!

    • Jgn terlalu takabur bung.. bangsa kita bs hidup tanpa bantuan dr luar negri.. manusia itu sebagai makhluk sosial jg mempunyai keterbatasan bkn? Sama halnya dgn kehidupan antar bangsa.. Indonesia pun memiliki keterbatasan, tp yg perlu diingat pula keterbatasan bkn lantas membuat kita pasrah dan berpangku tangan.. tp perlu dijadikan pembelajaran lbh berkreativitas dr sgala keterbatasan yg dimiliki..

      • saya rasa banyak cara agar kita bisa di benci PBB dan dengan cara itu mngkin kita bisa di embargo
        1. Nasionalisasi semua perusahan asing yg ada di negara kiat
        2. Ciptakan senjata yg mengguncang kawasan ( senjata pemusnah massal)
        3. Agresi militer ke upil , sonora atau sonotan untuk di gabungkan dengan NKRI
        yg jd pertanyaan sudahkah kita semua siap di embargo, …?

        • BUKAN seperti itu yang saya maksut

          • @ bung AI, klo ntu mah bukan di embargo tapi kontan gak pake lama bakal langsung di gangbang. 3 moment nyang ente sebutin emang momen nyang udah lama di tunggu2 ama para gangbanger……udah siap di gangbang? di embargo aja jadi loyo ini malah ngarep di gangbang…….hadeuh……..he,he,he

          • Jadi banyak yg salah mengartikan tulisan bung satrio… Mandiri atau berdikari bkn lantas membuat kita takabur dan tidak perlu membutuhkan bantuan dr negara lain.. setiap negara bahkan skelas Amerika ataupun negara besar lainnya pasti mempunyai keterbatasan.. yg patut dicontoh adalah sifat positive negara jepang dgn sgla keterbatasan terutama dlm SDA dan negara yg potensi bencana alam tinggi spt di indonesia tidak lantas membuat jepang menjadi negara terbelakang, dgn disiplin dan kemauan utk belajar tinggi jepang berubah menjadi negara maju.. hal positif inilah yg patut dicontoh

          • Benar bung Andri, mungkin teman-teman2 perlu tahu tentang gagasan Tri Sakti oleh Bung Karno. 😀

            Coba teman2 searching tentang Konsepsi Tri Sakti Bung Karno

        • hehe menurut saya kembangkan produk lokal kita biar setara dengan produk luar.ubah pikiran masyarakat RI kalau produk2 kita berkualitas.tanpa harus dgn kekerasan..kalau jualan produk kita laris setidaknya didalam negeri saja,saya yakin pengusaha luar pada gulung tikar+sedikit demi sedikt mundur dari RI

          hanya pendapat saya yg awam ini 🙂

          • @wilasa : cucok bung…rata2 masyarakat menengah dan menengah kebawah kita bila membeli barang pasti yang dicari faktor bagus dan awet alias panjang umurnya. jd bla ada barang impor yg lebih bagus kualitas dibanding produk lokal tp dengan harga yg sama,maka biasanya mereka cenderung memilih yg produk impor. lain soal bila kualitasnya sama pasti jelas INDONESIA bae lah…. maaf oot

          • @bung Saprolkipli..hehe ya cara pandang yg seperti itu yang perlu diperbaiki..barang kita menurut saya bs setara kok kualitasnya dgn produk luar.mungkin kemasannya yg perlu dipercantik lagi (masalah sebagian masyarakat kita lebih suka kemasannya dulu dibanding dalemannya) 🙂
            saya pernah beli jeruk berastagi tp sayang debu bekas g.sinabungnya tdk dibersihkan.tapi saya tetap beli karena saya yakin jeruk berastagi itu nikmat lebih enak dari jeruk produk luar yang cuma tebal kulitnya.

  20. Merinding saya baca nya, rasanya mau menangis, kita sudah lupa pada rasa patriotisme, semuanya sibuk memperkaya diri.. Mulai sekarang saya mau memprioritaskan untuk membeli produk Indonesia..

    • Langkah yg nyata!
      Bung LH….
      Majulah Produk Indonesia…
      Bangun bersama jiwa Patriotisme…
      Jayalah NKRI…
      Garuda di dadaku…
      Kedepannya makna Garuda didaku…
      tp lambang Burung Garuda ada di semua Produk Indonesia kandungan lokal. Minimal 75%….dan akan ada di seluruh Pelosok Nusantara klo semua orang seperti Bung LH ini.maka lambng Burung Garuda akan menjadi Produk Kebanggaan Bangsa.salh satu tanda Jiwa Patriot kita.Lambang Burung Garuda bukan Kepala Garuda!

  21. Maaf bung satrio klo utk daging sapi kita sebetulnya ga perlu impor jg bisa, yg bikin daging sapi susah itu cuma para mafia daging sap

  22. Artikel yang luarbiasa. Lagi2 dr @bung satrio. Semoga semua yang terbaik yang kita impikan sebagai anak bangsa segera terwujud, menjadikan Indonesia mandiri yang kuat, maju dan raya!!!

  23. Saya sangat tertarik sekali dengan ide SPI nya 🙂

    Semoga bisa segera terwujud bung !!!

  24. Sperti Iran, di embargo smakin maju

  25. Assalamualaikum Wr.Wb.siang kawan2x warjager,artikel yang bagus dan menggugah semangat nasionalisme kita bung Satrio.Agar tercapai cita2x kita menjadi bangsa yang besar dan mandiri mari kita para warjager yang memulainya terlebih dahulu menjadi pionir mengembargo diri sendiri dengan memakai dan membeli produk made in INDONESIA,agar itu menjadi virus menular kekeluarga kita,saudara-saudara kita menjadi efek domino agar nantinya seluruh bangsa INDONESIA terkena virus Nasionalisme.Semoga ALLOH SWT memberi jalan dan kesadaran pada rakyat INDONESIA.

  26. Artikel yang bagus bung Satrio, kembali menumbuhkan rasa cinta tanah air dan produk buatan dalam negeri. semua bisa terwujud andai kita mau. kita mampu dan optimis membangun bangsa ini berdikari, tanpa tergantung dengan bangsa lain.di mulai dari diri kita sendiri seperti ulasan artikel di atas.

    Pilpres mendatang mudah2an Indonesia di berikan pemimpin oleh Alloh SWT, yang benar2 bisa mewujudkan sila kelima Pancasila. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA..

  27. artikel kewiraan yang sangat dibutuhkan oleh kawula muda dan menumbuhkan kepatriotan kita.sayangnya kaum muda kita sudah mulai pudar rasa nasionalisme karena terpengaruh oleh budaya barat.IMHO

  28. Sayangnya orang indonesia dari dulu beranggapan sesuatu yg dari luar itu bagus/hebat. Padahal ada juga barang serupa yg di bikin anak negri yg lebih bagus kwalitasnya.. Pemikiran seperti ini yg susah untuk di hilangkan,,, orang kita malu kalo pake bikinan sendiri,… Ga semua seperti itu jg sih.

    • Soalnya memberi kesempatan sama produk lokal saja malas, lebih senang yang sudah terbukti dan pasti.

      Terlebih lagi produk lokal customer servisnya masi kebanyakan kurang. Jangan kan produsen produk lokal, lihat aja penjual2 dari segala merk dan jenis. Malas dan gak mau taunya amat sangat tinggi kalau sudah di komplain customer.

      Andai produsen dan konsumen sama2 paham hak dan kewajiban pasti kita bisa mandiri dalam bersikap dan menentukan apa yang terbaik untuk keseharian kita.

      IMHO

  29. Kira2 siapa aja ya calon pemimpin kita yg pro barat? Colek om Satrio. Smg pertanyaan ane mewakili warjager semua.

  30. bung satrio, ad g telescope binokular yg bsa d pakai malam hari yg jaraknya cukup jauh yg MADE IN INDONESIA? setahu sya hanya mikroskop ciptaan mahasiswa unair klo g salah. it belinya dmn……. rata2 import. saya sangat butuh. mohon bantuannya para sesepuh jkgr.

  31. EMBARGO, itulah judul topik ini. Ada dua maksud embargo disini, yaitu embargo terhadap barang asing, dan persiapan untuk menghadapi embargo.

    Kalau kita mau siap menghadapi embargo dari luar negeri maka kita sudah harus terbiasa mengembargo terhadap barang luar negeri yaitu dengan cara mencintai produk negeri sendiri dan bila kita belum mempunyai produk tersebut kita harus bisa menghasilkan produk tersebut.

    Produk-produk seperti pangan, teknologi tinggi termasuk alutsista untuk pertahanan, dan energy terbaharukan harus sudah dipikirkan sekarang agar kita mempunyai cadangan yang cukup kalau kita sewaktu-waktu diembargo.

    Pangan penting agar penduduk kita bisa bekerja, dan tidak tergoyahkan oleh asing mau mengadu domba, alutsista penting agar negara kita bisa mempertahankan diri bila diserang, teknologi dan mesin-mesin penting agar kita bisa menjadi negara yg mempunyai nilai tambah lebih, dan energy penting agar negara kita bisa beroperasi dan bekerja siang malam.

  32. Mencintai produk dalam negri …..dimulai dr Warjag dan para penghuninya….spakat ?!

  33. Waduh Tulisan saya tahun lalu diangkat lagi ,, semoga bermanfaat

    NILAI yang kita ambil dari tulisan diatas adalah Menggerakan dan MENYADARKAN potensi Indonesia yang besar dan kadang tidak disadari oleh bangsa Indonesia sendiri
    Tulisan diatas bukan mengajak kita untuk tidak bersahabat dengan negara lain atau mengharapkan kita di emargo, tetapi memberikan sign/ISyarat kepada bangsa Indonesia dan dunia luar bahwa kita TIDAK TAKUT di embargo ,,yang disebabkan karena Indonesia harus menuruti kebijakan dunia yang sangat merugikan Kepentingan Nasional.

    Makna yang kedua dengan Tulisan diatas ingin mengajarkan kepada bansa Indonesia bahwa jangan terlalu manja dengan keberadaan barang Import.
    Sangat Ironi seperti yang disebutkan oleh bung melecteck bahwa mie Instan saja bahannya 95 persen Import .belum lagi Garam,kedelai,Gula dll yang kita bisa bikin sendiri dan kaya bahan bakunya di Indonesia HARUS import,

    Makna ketiga bahwa Konsumsi barang import yang sudah membudaya di bangsa Indonesia sudah mulai harus dikurangi ,apalagi dengan kaum yang branded mainded.,
    Dengan membatasi Import karena warga negaranya suka dengan produk lokal maka penghematan devisa sangat berarti menaikan ekonomi Indonesia.

    Dan Warjager juga jangan LUPA kondisi sekarang ini seperti bangsa Indonesia yang boros barang import dlsb seperti yang disebutkan diatas memang DICIPTAKAN oleh asing saat menyerbu dengan LOI IMF pasca reformasi,,, mereka telah membuka Gudang harta karun Pasar indonesia yang dahsyat

    Saat itu dimulai langkah langakah,perencanaan,penetuan dan pendiktean, kebijakan oleh aneka kekuatan asing dalam pengembalalihan HAK dan WEWENANG mengeksplotasi bumi Indonesia dan seluruh penghuninya melalui cara cara yang ‘SAH” secara hukum yaitu mulai PENDIKTEAN subtansi kebijakan lewat aturan aturan yang berkekuatan hukum yang dibuat oleh pemerintahan ataupun parlemen, sehingga kepentingan kepentingan kepentingan asing dilegalkan bahkan dijamin secara konstitusional.

    Beberapa contoh Undang Undang dan peraturan yang didekte oleh IMF hingga kedaulatan ekonomi kita terampas:

    -UU no 10 thn 1998 dan PP no 2 thn 1999 menyatakan Asing boleh menguasai saham 99 persen saham perbankan di Indonesia, menjadikan Indonesia Negara paling liberal disektor perbankan. Akibatnya pada thn 2011 asing menguasai kepemilikan pada 47 bank yang menguasai sama dengan 50,6 % dari total asset perbankan nasional yang mencapai Rp.3.065 Triliun. Juga Cikal bakalnya dari LoI tertanggal 10 april 1998 yg menyebutkan privatisasi secara penuh semua bank pemerintah, Padahal kita membuka kantor cabang bank Bumn di Malaysia dan Singapore aja sulitnya setengah mati.

    -UU no 22 thn 2001 sektor MIGAS diliberalkan dengan perlakuan yang sama antara pertamina sebagai perusahaan milik Negara dan pihak swasta termasuk swasta asing. Pertamina harus bersaing untuk mendapatkan tender mengelola migas milik Negara sendiri. UU ini melarang badan usaha termasuk Pertamina melakukan kegiatan usaha disektor hulu dan hilir. Akibatnya asing bebas menguasi migas Indonesia dan dari data dirjen Migas 2011 Pertamina dan mitra hanya menguasai 16 persen dari produksi migas, sisanya dikuasai asing. Jadi jangan heran dengan kasus pembubaran BP Migas dan berganti baju menjadi SKK dan ketuanya tertangkap tangan melakukan korupsi/grafitikasi, adalah bagian pemecah belahan asing atas Pertamina menjadi bagian bagian kecil.
    selengkapnya bisa dibaca disini
    http://jakartagreater.com/kemerdekaan-menuju-kedaulatan-bangsa-sepenuhnya-jilid-1-by-satrio/

    jadi mungkin bung melekteck dan bung Andri clear ya dengan maksut tulisan saya diatas

    Dan SEKARANG saat yang tepat memperbaiki warisan warisan kebijakan yang salah dari pemerintah sebelumnya,,dengan menanamkan rasa meng embargo diri sendiri.membeli produk dalam negeri dlsb
    Ini seperti melatih cara survival kita bila suatu saat kita diembargo beneran .atau seperti puasa ramadhan untuk melatih diri kita bila kita kekurangan dengan tujuan iman berubah menjadi Taqwa dengan bonus badan semakin sehat,

    Bukan kita cuma mentertawakan,mengkritik dan mencemoh keadan Indonesia sekarang atau hanya Pasrah saja…Kita SIAP memperbaiki keadaan yang sudah lama salah..dan siap dengan rasa keterbatasan (diembargo)

    Dan langkah awal coba mewujutkan SPI diatas.

    • 100.000.000.000 % agree bro satrio…

      sebenarnya.. kl kita carmati..
      meski banyak aset kita telah TERGADAI ( dalam konteks terbeli dgn harga murah, yg mana sebelum nya telah di ciptakan kondisi agar aset kita menjadi bermasalah dan murah oleh pihak tertentu)
      kita dapat menangkal nya dgn mudah..

      caranya adalah..
      mengklasifikasikan perusahan berdasarkan persentase kepemilikan saham, dan ini kita buka ke publik..
      misal kan INDOSAT..
      PT.Indosat Tbk komposisi kepemilikan sahamnya sama seperti PT.XL Axiata Tbk lebh di dominasi oleh pihak asing yaitu QTEL Asia / Qatar Telkom Asia adalah penyedia layanan telekomunikasi eksklusif di Qatar memiliki saham sebesar (65%) di PT.Indosat Tbk, disusul oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar (14.29%), Skagen AS (5.57%), dan publik sebesar (15.14%).
      pemerintah mempunyai saham 14.29%.. kita buka pada masyarakat..
      kita didik ke masyarakat.. kita gunakan bahasa awam..
      misalkan si BUDI membeli jasa indosat sebesat Rp 1000… maka negara akan mendapat kan hasil Rp142,9… lalu kita jelaskan kepada anak bangsa bahwa semakin besar prosentase pemilikan atas suatu usah.. akan di gunakan untuk kemakmuran negara sendiri.. kl usah negara lain untung nya akan di buat membangun negara sendiri.
      jadi kita didik dan ajarkan kepada anak bangsa agar BELANJA DI TOKO SENDIRI..

  34. Setuju dengan artikel nya bung satrio… Untuk maju, kita tidak bisa hanya menggunakan cara2 biasa, tapi harus menggunakan cara2 luar biasa / non konvensional…
    Mari kita mulai dari diri & keluarga kita masing2… Untuk memenuhi kebutuhan, selagi masih ada pilihan produk dalam negeri, mari gunakan produk dalam negeri sebagai pilihan utama… Jangan kita bangga berwisata keluar negeri (apalagi ke negeri upil, sonora atau sonotan). Tapi berbangga lah kalo kita berwisata ke objek2 wisata dalam negeri.
    Kalo melakukan perjalanan, sebisa mungkin gunakan maskapai dalam negeri sebagai pilihan. Bertransaksi perbankan, pilihlah perbankan dalam negeri/mayoritas sahamnya dikuasai lokal.
    Para pelaku jasa pelayanan dalam negeri (baik swasta maupun negeri) juga harus berlomba2 memberikan pelayanan terbaik untuk anak negeri. Jangan lagi terjadi anak negeri mendapat perlakuan kelas dua di dalam negerinya sendiri yg dilakukan oleh bangsanya sendiri… miris
    Berikan toleransi yg baik untuk kekurangan yg dimiliki negeri/bangsa ini. Tak jarang kita lihat, toleransi kita sangat baik kalo negara/bangsa lain yg melakukan kesalahan, sementara kalo negeranya/bangsanya melakukan kesalahan seakan2 tiada maaf sedikitpun…
    Sering saya geram melihat pelayanan bangsa kita sangat ramah & bersahabat jika melayani bangsa lain (aka: bule). Tapi berubah menjadi cuek bahkan merendahkan jika yg dilayani adalah bangsanya sendiri… Apa iya bangsa kita begitu hina didepan bangsanya sendiri??? ===>>> coba simak bagaimana TKI/TKW kita diperlakukan oleh bangsanya sendiri di bandara sukarno hatta saat mereka baru tiba. Justru di negaranya sendiri keselamatan & kehormatannya terancam. Nyesek !!! Itu baru salah satu contoh

    Semoga warjager bisa menjadi pelopor perubahan yg baik dalam berbangsa dan bernegara di republik tercinta ini.. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa… INDONESIA !!!

  35. jangankan Migas, lha wong sumber mata air mineral aja d kuasai asing (danone aqua ) di tambah kita lebih suka minum air kemasan / galon ketimbang ngrebus air sendiri 🙂 🙂 🙂
    hidup SPI dan jaya NKRI.

    • skeptis plus pesimis yang lumayan bung@Navajo..
      tapi utk kasus air minum kemasan…hehe lbh byk rakya kita yg beli air minum isi ulang thu..

      • sebenarnya saya hanya ingin ngasih tahu + tempe aja bung @Pantura, ga ada maksud pesimis :). Tp klo d artikan pesimis ya ga apa,, thx koreksinya n salam kenal.

        • Bener sampeyan bung Navajo…ini mungkin yang aneh..perusahaan terbuka tiba2 ngotot jd tertutup..padahal dialah produsen terbesar yg harusnya juga pasti menguasai sumber daya air…sumber daya yg vital tapi msh minim perhatian..bukan masalah isi ulang atau gmn..mnrt saya yg bener ya sumbernya yg untuk kemakmuran bersama…jangan smp ada monopoli…

    • saya tdk pake produik itu bro..
      namun jujur saya masi membeli air kemasan..
      ini dikarenakan air yg keluar dari keran meski di produksi oleh perusahaan yg mengaku perusahaan air minum, masi tidak layak minum… hanya cocok untuk MCK aja..
      pemikiran sederhana PDAM atau PAM khan jual air minum, tapi mengapa airnya tidak siap minum.

      • bung @sandhiyudha,, ini mgkin PDAM ga mau repot ngurusi air. yg penting terlihat bening aja langsung d salurkan. pada umumnya kita memang ogah repot. klo urusan kesehatan kita memang ga perlu kompromi alias rela berkorban 🙂 🙂

        saya hanya merasa miris aja, kenapa air mineral sampai d kuasai asing juga.

        • setujuh puluh bangat. berarti selain usulan SPI dari bung Satrio, saya juga mau sumbang usul perlunya label SsMR untuk semua bahan baku aseli Indonesia.
          SsMR: Standar Sumber Milik Rakyat
          Semua sumber bahan baku yang termasuk dalam preambule UUD 45 tidak ada kata maaf untuk monopoli selain oleh Pemerintah!

  36. Salam kenal ….. mohon maaf jika menyela…

  37. Mestinya nasionalisme seperti ini menjadi dasar pengambilan kebijakan para pemimpin kita, ngga melulu berpikir pragmatis..dikit2 impor. Pejabat itu kan orang pinter-pinter, saya percaya sudah ada plan jangka panjang untuk kemandirian nasional (gak tau juga ding kalau gak punya).
    Pencabutan subsidi bbm juga salah satu langkah kita mengembargo diri sendiri. Tapi pemerintah harus pikirkan caranya agar tidak timbul gejolak di masyarakat, dan harga-harga harus tetap stabil (ini nih yang susah..).

    Satu lagi, kita selama ini sadar atau tidak telah mengembargo diri sendiri dengan membangun ribuan atau bahkan jutaan polisi tidur di seluruh penjuru jalanan tanah air.
    Bayangkan, setiap kendaraan yang akan melewati poldur, harus mengerem (artinya buang tenaga mesin & buang bbm). Lalu setelah berhasil melewati poldur harus ngegas lagi (artinya perlu extra bbm lagi untuk membuat kendaraan berjalan). Itu baru 1 poldur, kalau sehari melewati 100 poldur, berapa banyak bbm terbuang? Dan itu baru 1 kendaraan.., ada berapa juta kendaraan di Indonesia? Berapa banyak bbm terbuang?
    Belum lagi waktu yang terbuang untuk melewati poldur-poldur itu. Mungkin tidak terasa lama, tapi saya itung kira2 kita perlu 5 sampai 10 detik lebih lama untuk melewati 1 poldur. Kalau dikumpulin sehari, seminggu, sebulan, setahun..wah lumayan tuh. Kata orang time is money, tapi buat saya time is more more more than money. Mari kita bebaskan diri dari embargo yang tidak perlu ini. Yang harus ditingkatkan adalah kesadaran berkendara, bukan bikin polisi yang tidurnya gak bangun-bangun kaya gini…imho.

    Maaf O O T..soale capee nglewati tuh gundukan, mana ada yang bikinnya setinggi dengkul, dobel lagi 🙂
    ..dah ah, mau minum obat cacing dulu..soalnya mau weekend

  38. Artikel yg sangat luar biasa Om Satrio. Salam hormat dari Tunas Patria BE-17-TP.

    Jayalah NKRI.

  39. sebenarnya kalau kita mau sudah jelas kok perekonomian kita landasannya apa.cuma sayang tujuan awal kita sudah tergerus.sebagian dari kita tidak cukup percaya diri+punya keberanian.

    -berdaulat dibidang politik
    -berdaulat dibidang ekonomi
    -berkepribadian dibidang budaya dsb.
    copy dari dumairy 1996 🙂

  40. BREAKING NEWS
    Pembajakan pesawat Virgin Air tujuan Bali.
    Wah..giliran siapa nh yg maju..
    (maap oot)

  41. Saya melihat skenario tersebut akan sangat sulit bisa diwujudkan bukan karena kita tidak memiliki sumber daya untuk memenuhi kebutuhan sendiri namun lebih karena manusia Indonesia yang saya rasa tidak memiliki keinginan untuk berdikari atau bahkan menggunakan kesempatan ini untuk “membalas dendam” pada negara Indonesia. Kelompok-kelompok inilah yang akan digunakan oleh pihak yang bermusuhan untuk menghancurkan Indonesia dari dalam.

    Jadi butuh tahapan “brainwashing” terlebih dahulu untuk menyamakan persepsi dan visi masyarakat baru bisa terwujud kemandirian yang diharapkan. Pemimpin Amerika memiliki 1 kata paling manjur untuk memobilisasi warganya lewat “brainwashing” bertahun-tahun yaitu “Freedom” (kemerdekaan), kata ini yang menggerakkan jutaan orang Amerika untuk berperang dan mati di tanah asing.

    Korea Utara mampu menggerakkan rakyatnya lewat “Brainwashing” bahwa negara imperialis ingin menghancurkan masa depan Korea dan harapan hanya ada pada pemimpin besar mereka.

    “Brainwashing” dalam bentuk propaganda bisa mengambil bentuk yang mulia namun juga bisa dengan mudah dimanipulasi untuk kepentingan pribadi atau segelintir elit. Butuh pemimpin yang “lurus”, bisa dipercaya seluruh lapisan masyarakat, berjiwa nasionalis bukan primordial yang bisa menyatukan seluruh elemen bangsa ini di bawah 1 bendera merah putih

  42. assalaualaikum wr.wb
    saya sedikit punya ide sederhana, murah dan mungkin rada norak.
    Seperti bung satrio tulis soal embargo diri, nasionalisme. menggunakan produk dlm negri.
    pertama kita siapkan spanduk ukuran 100cmx 300cm seharga kurang lbihnya Rp 500.000,. ngak mahal buat satu instansi pemerintahan maupun swasta, atau para pengembang, sekolahan mungkin juga pengusaha.

    Degan isi spanduk yg bertuliskan nasionalisme, atau pakailah produk dalam negri intinya bgtu!
    nantinya setiap spanduk di pasang di tiap pintu gerbang mol, kantor, pelabuhan, terminal, bandara, gedung DPR juga, tak lupa juga depan gerbang ISTANA PRESIDEN. biar gampang di baca

    Pemerintah tidak usah mengeluarkan DANA{ nanti jadi proyek koropsi lagi} pemerintah hanya mengeluarkan PP {perintah presiden} menginsruksikan jajaran instansinya bawahanya untuk memasang
    spanduk seperti yg di atas contohkan. satu saja tiap gerbang masuk tidak usah banyak2 nanti boros.

    Disini kita akan membangun opini di otak setiap masyarakat, meracuni, menyebar virus NASIONALISME
    CINTA PRODUK DALAM NEGRI. karna dgan begtu ketika berangkat aktifitas, mau masuk kantor, msuk mol, mau makan, mau parkir juga dan lain2.. kita akan ketemu spanduk
    “PAKAILAH PRODUK DALAM NEGRI”. dan diharapkan hati kecil kita akan terpangil dan akhirnya pelan2 memakai produk nasional.

    Ada lagi buat pom bensin, depan pintu masuk di kasih plang besar kaya penunjuk kota di jalan tol begitu
    PREMIUM untuk orang MISKIN
    PERTAMAX untuk orang KAYA
    di kasih juga sepanduk ORANG KAYA MINUM PREMIUN ”GENGSI DONK”
    Disini yg kita harapkan si kaya ini akan malu kalau minum premium.
    seandainya si kaya tetep nekat minum premium, dia akan seperti salah masuk ruang dan apa yg terjadi pasti lama2 malu sendiri, kan orang kaya gengsi apa lagi di tambah petugasnya,orang2 di sekelilingnya di anjurkan bilang ”ORANG MISKIN PAK” sabil mengisi bensin.

    karna org indonesia gengsinya besar degan memanfaatkan gengsinya itu insaalloh akan berjalan.
    disini pemerintah tidak usah mengeluarkan biaya besar, pasang iklan tv, program2 apalah yg tak pernah terealisasi janji2 mulu. dengan sendirinya penghematan BBM terjadi subsidi tepat sasaran.

    maaf ini hanya uneg2 yang konyol omong kosong semoga bermanfaat dan di dengar para pengambil kebijakan, trimakasih wasalam wr.wb.

    ini hanya intermezzo angap lelucon buat ngramein warjag Bung@diego
    salam warjagerrrr.

    • bro listriaone..
      bagaimana kalau PREMIUM untuk angkutan UMUM..
      dan PERTAMAX untuk PLAT hitam..

      itu jauh lebih nendang kayaknya… menurut cah ndeso..

      anak negri menjauhi plat kuning karena, sarana bobrok, suka ngetem yg mbikin lama waktu tempuh, belum lagi armada yg sedikit yg membuat berjubel dan sesak..

      dgn penerapan plat itam wajib pertamak maka akan membuat angkutan pribadi mahal operasional.. jadi masyarakat akan nyerbu PLAT KUNING..
      dengan di serbu nya plat kuning… maka bank akan dgn senang hati minjemin duit untuk peremajaan dan penambahan armada…

      #masayarakat happy plat kuning bin umum banyak, nyaman, cepat…
      #plat kuning happy dapat berusaha dgn nyaman karena banyak penumpang…
      #bank senang karena bisa nyalurin kredit..
      #polusi semakin sedikit karena kendaraan yg beroprasi sedikit(pan plat kuning daya angkut nya besar) satu bus sedang setara 20 motor… asik jalanan tidak macet.. polusi berkurang..
      #IQ anak bangsa yg di gerogoti polusi sekarang jadi naik lagi karena sumber pollusinya berkurang jauh.
      # NEGARA menghemat trilyunan uang yg biasanya dibakar melalui mekanisme subsidi…

      gila efek berantainya.. nultiplayer effeck kata wong kulon..

      damn im good.. diamput ide bagus..

      setuju ??????/
      hehehe… maklum ababil…

      • tambah ide lagi bung, gimana kalo buat stiker juga, kalo ada mobil mewah pake premium, tempel tuh stiker bunyinya: “Maaf ya, saya pake jatah orang kismin” 🙂

    • Mobil ente minumnya apaan om?

  43. Mungkin setelah ini lebih baik dilanjut dengan artikel produk2 atau program baru yang telah ditelorkan oleh pemerintah, instansi negara kita,. supaya lebih nyambung dengan artikel ini,. jadi, ilmunya kaga sepotong2,. dan paling tidak bisa mengenalkan, bisa ikut mensukseskan juga,.

    Hanya request orang awam kepada yang empunya artikel dan wawasan lebih, khususnya para sesepuh,. 😀 monggo,.

  44. miskomunikasi, sepertinya pilot tidak menggunakan kata ‘hijack’ tapi kata lain, mungkin ‘trouble’ atau ‘disturbance’….

  45. info terbaru,pesawat virgin blue ternyata tidak dibajak,tapi ada penumpang dari australia dalam keadaan mabuk yamg berusaha masuk ruang kokpit dan bersikap agresif sehingga pilot pesawat mengirim sinyal pembajakkan.ke bandara ngura rai.

    • Mungkin karena itu ampe banyak bgt truk polisi isi penuh pasukan jagain depan kantor lanud ngurah rai..ternyata hanya ulah bule mabok sambil ngamuk doang..asem jd macet kaga lancar gawe neh

  46. yuk kita diskusi..
    menurut cah ndeso…

    NKRI akan kuat jika 3 hal beres..
    1. beres ekonomi
    2.beres militer
    3.beres hukum

    1. beres ekonomi..
    persentase kepemilikan asing maks 25%
    itungan sederhana jika kita memiliki 100% itu keren
    memiliki 75 % bagus
    memiliki 50% standart
    memiliki 25% cilaka
    dibawah 25% wah itu aset sudah pindah KTP.. bukan milik NKRI
    yg tujuan akirnya adalah pemerataan kesejahteraan ke selururh wilayah.

    2. beres militer
    pemerintah on the right track..
    beli dan produksi sendiri, jika tdk bisa maka TOT……..

    3.hukum
    nah ini masi ada PR.
    KKN masi merajalela.
    antidote nya…… pakai asas pembuktian terbalik….
    para pejabat publik… diminta memnyerahkan data kekayaan nya kepada negara…(ini sudah di lakukan meski masi ada SULAP BIN MAGIC nya)..
    yg belum adalah dari harta yg di laporkan…. TUNJUKAN DARIMANA BERASAL…. jadi para pemangku jabatan publik wajib menjelaskan dari mana dia mendapat hartanya itu..
    kalau tidak dapat, MUDAH… NEGARA BISA MENYITANYA..
    dan ini diwajibkan secara berkala.. kl keberatan maka mundur aja dari pejabat publik.
    satu lagi, sewaktu nanti menjabat manakala di temukan peningkatan harta yg janggal maka ia wajib menjelaskan. jika tidak dapat maka harta yg janggal itu di sita, lalu di proses hukum.

    rasa keadillan juga harus di tegakkan.. tidak ada itu KUHP… (Kasi Uang Habis Perkara)..
    salah ya salah hahahha… jgn karena anak menantu, kerabat tertentu itu hukum main mata.
    masa maling ayam yg harganya Rp 50.000 sama kena setahun dgn kasus korupsi yg merugikan negara milyaran.

    tiadakan itu kode etik profesi.. mmg apa yg membedakan orang biasa dgn orang yg mempunyai pekerjaan tertentu.. maling ya maling, salah ya salah..

    mengenai media.. media wajib mengatakan kejujuran fakta.. kl memfitnah mencemarkan nama baik orang ya bisa di hukum, hapus kan kode etik pers. (pasti nanti dikaitkan jaman orba, look at us now.. betapa pers destruktif)
    betapa pers menjadi piranti kepentingan asing, propaganda yg berusaha melemahkan NKRI..

  47. “Walaupun kadang barang KW yang dibeli asal bermerk (Branded mainded)”.

    Jd ingat Pak Jenderal Kita Skrg, Moeldoko. Payah…!!!
    Lewat JKGR, saya sbnrnya sudah mulai TERPESONA dgn Jend. Moeldoko. Tp stlh melihat gaya hidupnya (jam tangan dan bantahan2ya/ jam KW), saya jd geli. Saya jd ga simpati lg dgn dia.

    Bung @Satrio: Artikel Anda kali ini mudah2an dibaca Mr. Moeldoko. Klo perlu kirim aja ke email dia. (maaf msh kebawa jengkel lihat gaya Panglima TNI skrg).

    • kekeke,. ntar ente buatin jam asli dalam negeri bung wedus trus kasikan padhe moel,. mohon ma ap ye,. setidaknya kejujuran lebih dihargai dari apa yang terlihat mata,. kalu ente diposisi beliau dengan terjangan dari media yang kemaren kebentur sendiri kepalanya gara2 usman harun,. ente jawab gimana?.. ane mau tau banget,. 😀

      lagi pula ane yakin dihidup ente pasti pernah make barang KW,. meskipun ada embel2 made in,. percaya deh,. karena ente kaga tahu itu barang buatnya dimana,. yang buat, karyawannya namanya siapa.. ini soal kejujuran,. anda mau mengakui atau tidak,. 😀

    • @Bung wedus : Kaya nya terlalu berlebihan Cara pandang Anda….Trus Coba anda sendiri yg kirim Artikel ini, Pake Alamat Lengkap Nama asli,sama foto jgn lupa……Mungkin Sang jendral Mua medengarkan kenapa anda Sangat tidak Simpatik Dengan dia.Nda Usah suruh Bung satrio yg kirim…

    • Mantap……salam kenal bung satrio

  48. @Bung S45 INDO negara mana yg anda maksud Bung?..kl INDONESIA saya Tau, krn kebanggaan pada Negara INDONESIA makanya saya mantengin nih Forum.
    Saya malah gk tau ada negara INDO..bung S 45 mungkin bisa menjelaskan

  49. Bung Satrio, kalau misalnya dibuat gerakan kampanye SPI, usul: dibuat di media sosial. Nanti kita bisa kampanye ramai-ramai. Tetap pakai nama Bung Satrio. 🙂

  50. dari uraian semua diatas artinya peraturan pemerinta maupun perda harus di tinjau kembali yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan jangan karna padat model ASING terus ukm di bredel bredel atau sulit berkembang, Danone produk di wajibkan export, pasaran dalam negeri diberikan untuk ukm lokal tiap propensi sehingga industri loklal berkembang l produk lokal hasil bpom sangat bagus ko , Ironis perda melarang industri rekyat tradisional yang berhubungan dengan alkhohol 35 ;% (sopi)Barang inport boleh beredar asal ada izin lebel boleh beredar sesuai perda, Sopi fermentasi kealkohol menjadi bahan bakar alternatif sehingga teknik industri itu sendiri tidak akan musna pada generasi yang akan datang , Secara tradisional sudah merupakan industri yang saling menunjang ekonomi kerakyatan dari nira lontar ke gula cair dan di suling, tinggal pemerinta mengakomodir menjadi bahan bakar alternatif atau yang berhubungan dgn kesehatan dan masih banyak,keganjalan keganjalan negara kepuluawan tapi inport garam negara agrasis inport beras paradikma ntt maluku papua sebagai daerah konsumtif harus dirubah ke industri pertanian dan holtrikultura harus digalakkan dwi fungsi ABRI harus dikembangkan, abri masuk desa sangat membantu perkembangan daerah tertinggal semua peralatan kompit di unit zeni tni, baik tambak garam pencetakan sawah di serahkan ke amd dana nya mudah di atur dari pada dibuat proyek ujung ujung pt cv ke kpk Dana apbn proyek program tsb dialihkan ke alutsista karna alutsista penting untuk menjaga teritorial ,NTT, Daerah ternak thn 1980 kebawah tinggal harapan,Jjeruk siam musnah, Apel menang lomba di calivornia us Dapat piala mas di ganti kristal yang ada di NTT semua musnah diganti tumbuhan perdu bungan putih yang bukan tumbuhan asli timor atau ntt tumbuhan tersebut dari kangguru, Rens sapi mandul tak berkembang ADA apa ni ?sehingga dari semua ini sadarlah bahwa nkri dibredel secara sistimatis sejak dulu. Cukup dulu kalau ada kata yang salah mohon maaf beribu maaf

  51. Momentum
    Ya,kita membutuhkan momemtum
    mobil listrik,sepeda motor listrik,dan hp bandros saya pikir akan menjadi momentum yg tepat untuk bangsa ini untuk mencintai produk2 dalam negeri
    sayangnya perkembangannya terhambat kalau tidak mau dikatakan jalan ditempat

  52. Mantap kesiagaan TNI… Ternyata cuma aussie mabok doang… kalo beneran bisa dimamam satgultor tuh..

  53. idem…hehe ane jadi inget th 80an di mana masih banyak sinetron2 (tvri) yg sangat
    bernuansa Indonesia banget…ada serumpun bambu…rumah masa depan…losmen…sengsara membawa nikmat, ..masih banyak lagi yg lain serta film tv tentang kepahlawanan..sejarah dll,
    semuanya berbekas banget sampe sekarang….tontonan yg menyejukkan..banyak nilai2 keluarga…agama…kebangsaan
    yg sangat jarang di temui pada sinetron2 sekarang…..salam !

  54. Konsepsi Tri sakti

    Bung Karno juga memiliki gagasan-gagasan tentang bagaimana hakikat kemerdekaan sebuah negara. Hal tersebut tertuang dalam gagasan Soekarno tentang tri sakti. Banga dinyatakan merdeka sepenuhnya ketika banga tersebut mampu melaksanakan tiga syarat. Pertama negara tersebut harus berdaulat di bidang politik, kemudian dia harus berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya.

    Berdualat di bidang politik mengandaikan Indonesia dalam mengambil segala keputusan terutama mengenai arah kebijakan pembangunannya haruslah bebas dari tekanan negara lain. Keputusan yang diambil bukan hasil dikte negara lain. Setiap keputusan harus atas dasar mengedepankan kepentingan nasional. Karena jika pengambilan keputusan adalah hasil tekanan negara luar dapat dipastikan keputusan tersebut berdampak kurng baik bagi Indonesia. Selain itu ada harga diri bangsa yang terusik ketika sebagai negara yang berdaulat kita didikte bangsa lain. Hal ini bukan berarti kita tidak mengindahkan pendapat bangsa lain. Tetapi keputusan tetap berada ditangan pemerintah Indonesia.


    Berdikari di bidang ekonomi, kata kuncinya adalah kita tidak bergantung atau ketergantungan kepada bangsa lain dalam membangun ekonomi. Ketergantungan ekonomi adalah akar dari pemiskinan sebuah bangsa. Pola ketergantungan pada hutang luar negeri merupakan contoh kongkrit pola ketergantungan. Dampak dari ketergantugan tersebut negara harus tunduk pada aturan main peminjam. Salah satunya dengan mecabut subsidi bagi rakyat miskin dan memperluas kesempatan swasta dalam menguasai sumber-sumber perekonomian. Bung Karno tidak anti terhadap investasi asing atau pinjaman luar negeri. Tetapi bagaimana kita mampu mengatur investasi tersebut dan pijaman haruslah murni pinjaman tanpa ada syarat yang memaksa bangsa Indonesia menggadaikan tanah airnya.

    Berkepriadian dalam bidang kebudayaan mengandung arti sebagai sebuah bangsa Indonesia harus memilki karakter yang kuat. Mulai dari cara pandang tentang kehidupan, gaya hidup serta pola konsumsi haruslah mencerminkan karakter khas ke Indonesiaan. Bung Karno sadar sebagai bangsa yang terlalu lama dijajah bangsa Indonesia memiliki kecenderungan rasa rendah diri atau minder.

    Dalam benaknya solah-olah kita ditakdirkan memang sebagai bangsa rendahan. Maka segala sesuatu yang berasal dari luar negeri dianggap lebih baik dan lebih hebat. Padahal jika digali lebih dalam banyak khasanah kebudayaan kita yang tak kalah menarik jika dibandingkan dengan kebudayaan barat. Mental ini memang sengaja ditumbhkan oleh bangsa penjajah agar bangsa Indonesia mudah dikendalikan. Berangkat dari kenyataan itu, jauh-jauh hari Bung Karno selalu membangkitkan kepercayaan diri rakyatnya. Karena jika kita terus dijangkiti rasa kurang peraya diri yang kompleks kita hanya akan menjadi kuli di negeri sendiri atau kulinya bangsa-bangsa.

    Dan saya sangat mendukung Gerakan Aku Cinta Indonesia (ACI)…:-D

    Mungkin bisa baca cerita disini…
    http://blogs.itb.ac.id/putushinoda/2012/04/08/bung-karno-jangan-dengarkan-asing/

  55. yang perlu disertifikasi SNI atau SPI adalah seluruh rakyat indonesia bukan produk2nya… karena jika manusianya ga benar…segala macam sertifikasi itu cuma buang2 uang….saya sering mengalami beli produk yg ada logo SNI nya terutama lampu baru 3 hari sudah padam hihihihih

  56. Saya TIIDAK Setuju dengan konsep bahwa embargo diri sendiri dan patriotisme dihubungkan dengan bisnis. Masalah bisnis adalah masalah kompetitif. Untuk kompetitif harus effisien dan efektif. Efisien dalam arti memproduksi barang dan jasa dengan biaya yang seminimal mungkin. Efektif berarti menggaet konsumen yang tepat dan dengan cara yang tepat.

    Menurut saya, untuk produk agriculture dan raw material (padi, garam, dll) Indonesia punya masalah dengan ‘efisien’. Biaya untuk melakukan kegiatan ekonomi dibidang ini sangat tinggi e.g: Benih mahal, biaya logistik tinggi, produktivitas yang rendah dll. Di sini perlu intervensi pemerintah dalam bentuk investasi jangka panjang di Litbang dan pengembangan infrastruktur. Kenapa buah dan sayuran luar negeri lebih diminati, ya jelas karena rasanya yang lebih baik dan harga yang relatif murah. Kenapa enak? ya karena i nipembenihan yang bagus dari proses litbang yang bagus. Kenapa murah? Ya karena biaya produksi dan logistik yang murah di negaranya sono.

    Untuk produk manufaktur Indonesia mempunyai masalah di “Efektif”. Bukan salah konsumen jika merek luar negeri lebih diminati. Karena mereka menginvestasikan uang yang banyak untuk merek, promosi, dan customer relationship mereka. Pada dasarnya merek International seperti Apple, LVMH, Nike, Adidas mereka sekarang hanya perusahaan desain dan merek saja, mereka nyaris tidak punya pabrik manufaktur sendiri. Itulah cara mereka untuk kompetitif. Perusahaan Indonesia harus, mau tidak mau, investasi long-term di product dan brand ini.

    Pemerintah juga perlu memberi insentif untuk berkompetisi tidak justru memproteksi. PROTEKSI PEMERINTAH JUSTRU AKAN MENGURANGI INSENTIF PELAKU USAHA (KONSUMEN, PEMILIK USAHA, DAN PEMERINTAH SENDIRI) UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG PADA FAKTOR-FAKTOR USAHA AGAR DAPAT TERUS KOMPETITIF.

    ***
    Dalam artikel disebutkan dua solusi yaitu embargo diri sendiri (pada sisi konsumen) dan sertifikasi patriot Indonesia. Menurut saya Ada beberapa alasan mengapa hal itu KURANG PA(NTA)S.

    Pertama, KALAU KITA SEBAGAI KONSUMEN MEMBATASI KEBEBASAN EKONOMI MAKA JUGA AKAN MENGAKIBATKAN TERBATASNYA KEBABASAN UNTUK MEMBUKA PELUANG USAHA BAGI PELAKU USAHA YANG LAIN. Suatu barang dan jasa pada esensi tidak akan habis setelah dikonsumsi, tapi akan berputar terus dalam bentuk yang lain. Contoh sebenarnya ada pada artikel diatas pertama begini Kita konsumen indonesia membeli mobil merk BMW di Indonesia, duitnya akan mengalir ke orang Jerman betul? Nah betul kita akan memperkaya sang bule, tapi kan pada suatu saat dia akan membutuhkan suatu barang jasa dari Indonesia, seperti contoh diatas mereka tertarik membeli produk sepatu kita. Tapi tidak berhenti disitu kan, Kalau kita beli tuh BMW, maka akan membuka peluang usaha di Indonesia lainnya contoh: industri reparasi mobil, indutstri audio mobil, Industri ban (ingat karet, salah satu komoditas utama kita). Nah sebaliknya, jika kita antipati hanya karena BMW adalahh merek Jerman, tentu industri tadi nggak akan berkembang dong.

    Kedua, SERTIFIKASI PATRIOT INDONESIA HANYALAH BENTUK DISKRIMINASI EKONOMI DAN CUMA AKAN MENGUNTUNGKAN INDUSTRI TERTENTU. Coba kita pikirkan industri apa saja yang sanggup memenuhi kuota kandungan lokal tersebut? Tekstil mungkin? tidak juga, kapas dari russia, mesin dari jepang. Oh ya mungkin Industri pertahanan? er, Indonesia tidak punya cukup kandungan besi saat ini untuk membuat steel tuh, system mesin dan elektronik kita juga masih dalam tahap pengembangan. Kalau begitu pasti industri Mie, kita kan makan itu tiap hari? aduh sayang cuaca tropis Indonesia tidak cocok untuk bercocok tanam Gandum sbg bahan utama terigu, mesti ambil dari Cina atau US-lah. Nah kawan, Tidak mungkin kan ketiga industri tsb, dan banyak industri-industri lainnya di-CAP TIDAK PATRIOT karena tidak memunhi kuota “kandungan lokal” yang anda usulkan. Padahal kontribusi industri2 itu sangat penting untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa. permasalahannya memang sekaya apapun perut bumi Indonesia, tetap saja tidak semua raw material bisa ditanam, ditemukan dan dikeruk di Negara ini. Tidak hanya itu, sertifikasi yang anda usulkan hanyalah satu lagi faktor yang akan MENAMBAH BIROKRASI DALAM BEREKONOMI, itu artinya nambah lagi waktu untuk izin berdagang yang itu berarti lebih banyak biaya yang dikeluarkan.

    Ketiga, PROTEKSI DAN PATRIOTISME EKONOMI HANYA AKAN MENGURANGI SEMANGAT GOTONG ROYONG DAN KERJA SAMA ANTAR NEGARA. Gak perlu antar negara deh, misal anda hidup di suatu kampung dan membuka toko kelontong, dan sebelah anda hidup satu keluarga dengan pekarangan yang luaaas. tapi keluarga itu tidak pernah beli di toko anda karena mereka merasa sudah semua kebutuhannya ada di pekarangan mereka. Nah dalam situasi itu anda merasa bagaimana? Kalau saya sih merasa keluarga itu sombong luar biasa. Kalau suda bertemu keluarga yang seperti itu sudah malaslah saya ngajak mereka ngobrol, sosialisasi dengan mereka. Ngapain, mereka uda merasa tidak membutuhkan saya kok, ngapain saya punya acara butuh mereka? Begitulah kawan, kita sebagai anggota kampung yang bernama Bumi ini gak boleh sombong dengan tetangga bagaimanapun juga. Kita masih perlu kerja sama dengan negara lain. dan negara lain itu juga kerja sama dengan kita. bagaimana Indonesia bisa menjadi solusi global sedangkan pada satu sisi kita cuma mikirin diri kita sendiri? PADA SAAT KITA MERASA PERLU EKSKLUSIF, DI MATA ORANG LAIN ANDA ITU SOMBONG.

    Begitulah kawan uneg-uneg saya. Mungkin pandangan saya kurang populer, tapi saya merasa bahwa sudah menjadi keyakinan saya untuk mengembangakan sisi lain dari sebuah ide/kebijakan. Terima kasih

    • Setuju banget

    • Hmmm menarik bung,,
      jujur saja saya kurang paham masalah ekonomi.
      saya rasa china juaranya untuk masalah yg satu ini,mungkin benar yang anda jabarkan dari tulisan anda,seperti hal nya juga bung satrio yang punya maksud memaksimalkan apa yg ada di negri kita di dalam tulisannya.
      pada intinya negri ini belum mampu memaksimalkan kekayaannya ditambah mental masyarakatnya yg belum mau move on ke arah kemandirian dan kebanggaan bernegara.
      terima kasih untuk tulisan anda berdua, pada satu sisi sudut pandang saya dapat melihat , anda punya suatu pemikiran berkebangsaan yang mumpuni.
      indonesia negara besar yg menurut logika mampu menggepakkan sayap garudanya jauh lebih tinggi dari sekarang, tentunya jika semangat trisakti telah masuk di sendi2 masyarakatnya, bukan begitu bung jalo..hehe

      • Yup benar, tapi dijaman sekarang ini susah menerapkan semangat tri sakti ke masyarakat Indonesia, karena budaya kita sudah diserang duluan. Kalau budaya kita masih bisa dirubah, ekonomi dan politik kita pasti akan menyusul.

    • saya sgt tdk setuju sekali, ini berarti kita membiarkan orang lain mengeruk keuntungan di indonesia. Apalah artinya harga sebuah sepatu bila dibandingkan harga sebuah BMW yg uangnya lari ke luar negeri. Industri jasa dan pendukung tetap akan berkembang bila kita jg bisa memgembangkan mobil lokal.

      Embargo disini bukan berarti kita anti akan semua produk asing, tidak, di dunia ini tdk ada negara yg bisa hidup sendiri. Pasti ada berapa produk atau bahan material yg tdk bisa kita produksi sendiri. Kalau saya harus memilih keju atau singkong, saya akan milih singkong. Walaupun keju itu enak tapi saya orang indonesia, sudah terbiasa dgn singkong apalagi dgn pilihan tsb saya bisa menghemat uang saya krn singkong bisa tanam di perkarangan saya tanpa perlu diperlihara. Dan saya jg turut membantu negara saya krn itu berarti negara saya tdk perlu impor keju hanya utk konsumsi saya beda bila dgn keju atau gandum tsb negara saya bisa mendapatkan nilai tambah krn bisa mengekspor kue dari keju dan gandum tsb pasti saya dukung.

      Mungkin kita lupa berapa banyak produk kita yg mendapat hambatan utk masuk ke eropa atau amerika krn merasa produk kita merupakan ancaman produk lokal mereka spt kelapa sawit dll.. Negara2 maju sekelas mereka saja masih memproteksi produk lokal mereka apalagi negara kita yg baru berkembang. Seharusnya mereka tdk perlu proteksi lagi produk mereka krn mereka sdh mapan dan maju.

      Dengan mencintai produk lokal berarti kita sudah membantu industri kita yg baru berkembang dan bermodal kecil tsb turut berkembang

      • Satu lagi yg menurut saya kurang nyambung adalah embargo diri sendiri dgn mencintai produk lokal kita bukan berarti kita harus membuat proteksi thd produk luar walaupun pd kebanyakannya justru negara maju di eropa dan amerika yg justru sgt memproteksi thd produk mereka.

      • catatan: kelapa sawit tentunya tidak mengancam produk lokal eropa karena memang tidak ada kelapa sawit.
        alasan mereka lebih ke lingkungan, karena pengembangan perkebunan kelapa sawit secara besar2an mengancam keberadaan hutan tropis kita, katanya juga mengancam orangutan.
        (yang namanya alasan tentu bisa tidak proporsional)

        • bagi orang awam minyak kelapa sawit dan minyak bunga matahari mungkin sama2 cooking oil tapi bagi konsumen terdidik seperti eropa komposisi lemak yang dikandungnya akan dijadikan pertimbangan.
          misal kandungan lemak jenuh yang tinggi akan dihindari.
          chart dibawah ini belum tentu benar / bias, mungkin bung yayan bisa membantu,
          http://blogs.extension.iastate.edu/foodsavings/files/2013/08/oil-comparison-chart.jpg

          perusakan hutan adalah fakta nyata, tahun lalu 8 perusahaan perkebunan jiran dituduh sebagai biang pembakaran hutan di riau.

          masalah kita planning/zoning tidak jelas, kalaupun ada rencana tata ruang pelaksanaannnya bisa ditawar (wani piro) lahan sawah subur + irigasi teknis dijadikan kawasan industri, perkebunan merambah masuk area taman nasional, jalur hijau di kota jadi mall + ruko dst…

    • @Bung Brokoli
      Terimakasih atas pandangan lain dari anda semoga bisa lebih membuka wawasan para Warjager .. sebenarnya saya juga bukan ahli ekonomi malah lebih mudah ngomongin kapal selam dan Pespur dari pada ribet mikirin ekonomi,, tetapi karena kecintaan saya terhadap Indonesia mengendap didalam hati harus tercurakan untuk memberikan solusi agar bangsa ini lebih baik

      Sebelumnya saya mau tanya apakah bung brocoli sudah puas dengan regulasi perekonomian sekarang ini dan kondisi Indonesia sekarang ini ? Kalau jawaban anda sudah puas saya tidak bisa memberikan penyemangat lagi kepada anda .

      FYI sepert yang sudah saya tulis dibeberapa artikel saya bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang sedang dijajah secara putih oleh asing dengan terencana adalah Warisan masa lalu,kebijakan yang salah yang di wariskan kepemerintah dan masyarakat sekarang ini,
      Tetapi ini bukan kesalahan bangsa ini sepenuhnya tetapi memang buah dari bentuk KESERAKAHAN asing yang ingin menguasai pasar Indonesia

      ASING sudah berhasil melakukan langkah langakah,perencanaan,penetuan dan pendiktean, KEBIJAKAN dalam pengembalalihan HAK dan WEWENANG mengeksplotasi bumi Indonesia dan seluruh penghuninya melalui cara cara yang ‘SAH” secara hukum

      Mereka melakukan PENDIKTEAN subtansi kebijakan lewat aturan aturan yang berkekuatan hukum yang dibuat oleh pemerintahan ataupun parlemen (DPR), sehingga kepentingan kepentingan kepentingan asing dilegalkan bahkan dijamin secara konstitusional.(Undang undang)
      dan ini yang jarang disadari oleh bangsa ini,, makanya kita perlu MENGGUGAT nya dan mengajak MEMPERBAIKI Undang undang dan kebijakan warisan dari pemerintah terdahulu agar lebih berpihak kepada kepentingan nasional

      Argumen anda tidak masuk sama sekali anda ibarat menukar emas bangsa dengan imbal balik diberi kesempatan membuat sikat gigi
      Analogi eksklusif di sebuah kampung juga gak masuk sama sekali,, yang betul analoginya membiarkan tetangga masuk dan mengacak acak rumah bahkan kamar anda sedangkan anda mendekati pekarangannya saja tidak boleh apalagi bermain didalam rumah mereka.
      contoh realnya :
      -UU no 10 thn 1998 dan PP no 2 thn 1999 menyatakan Asing boleh menguasai saham 99 persen saham perbankan di Indonesia, menjadikan Indonesia Negara paling liberal disektor perbankan. Akibatnya pada thn 2011 asing menguasai kepemilikan pada 47 bank yang menguasai sama dengan 50,6 % dari total asset perbankan nasional yang mencapai Rp.3.065 Triliun. Juga Cikal bakalnya dari LoI tertanggal 10 april 1998 yg menyebutkan privatisasi secara penuh semua bank pemerintah, Padahal kita membuka kantor cabang bank Bumn di Malaysia dan Singapore aja sulitnya setengah mati.

      Bahkan aturan bapak kita yang dulu dalam rumahtangga kita membatasi gerakan tetangga agar jangan terlalu sembrono masuk rumahkita malah DIPAKSA dirubah oleh tetangga kita membuat peraturan baru yang memperbolehkan tetangga kampung boleh bebas masuk kerumah kita,
      Contoh realnya :
      -Di bidang Ritel dimulai dgn LoI IMF pd 15 Januari 1998 disebutkan Pemerintah Indonesia harus MENCABUT larangan Investor asing untuk memasuki bisnis GROSIR dan ECERAN, sehingga keluar Kepres no 99 thn 1998 dengan peraturan tersebut investor asing bisa masuk dengan mengatasnamakan usaha lokal, sehingga marak peritel asing mulai beroperasi di Indonesia memanfaatkan Gemuknya pasar Indonesia

      PADA SAAT KITA MERASA PERLU EKSKLUSIF, DI MATA ORANG LAIN ANDA ITU SOMBONG.
      kondisi sebenarnya
      PADA SAAT KITA MENJADI SAPI PERAHAN DIRUMAH SENDIRI ,DIMATA ORANG LAIN ANDA ITU KELEDAI CONGEK
      imho

    • Terima kasih atas tanggapan teman-teman semua. Begini bung satrio, menurut saya semua orang itu pasti mempunyai nasionalisme tinggi. Tapi nasionalisme anda dengan saya berbeda bentuk.

      1. Jika anda berkata bahwa kita saat ini sedang dijajah, maka saya bilang bahwa Kita cuma akan merasa terjajah jika tidak berani kerja sama dan tidak pede berkompetisi dengan adil dengan mereka.

      2, Anda bilang enyahlah kamu semua Bule-bule semua, Saya akan bilang Bule tolong ajarkan saya memproduksi mesin dan bikin jalan yang gak rusak melulu.

      3. Anda bilang lebih memilih singkong daripada keju, Saya akan bilang tepung singkong dan keju disatukan bisa jadi cake yang lezat.

      4. Anda bilang bank swasta justru merugikan, saya akan bilang lah bagus dong sebagai entrepreneur bisa punya banyak pilihan kredit jadinya bunga kompetitif, bisa mengebangkan usaha.

      5. Anda bilang belalah kepentingan industri nasional, saya bilang belalah kepenting SEMUA industri yang berekonomi di negeri ini mau ASING, BUMN, SWASTA, UKM, PETANI.

      6. Anda bilang salahnya asing bisa mendikte dan menguasai kepentingan nasional. Saya bilang, lhah salah sendiri pejabat Indo pikiran cuma korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ditekan dikit aja dengan dollar langsung memble.

      7. Jadi anda bilang patriotlah pada bangsa yang paling utama. Saya bilang jangan korupsi dulu noh yang paling utama.

      • Yaa Mind set anda dan saya berbeda bung brocoli dan itu gak papa demokrasi namanya

        1 Merasa terjajah karena LOI IMF adalah Kunci brankas pertama yang mengubah semua aturan dan kebijakan Indonesia ,,bahkan merambah industri strategis dan kepentingan hidup masyarakat banyak,
        Kalau saya merasa terjajah karena aturan asing boleh over menguasia pangsa pasar Indonesia ,bukan karena tidak berani kerjasama dan berkompeteisi, kerjasama lah yang adil dan berkompetisilah yang sehat,

        2. dan 3 dan 4. Saya tidak pernah menulis seperti yang anda tulis dipoint nomer dua dan tiga dan empat,. jadi saya tidak wajib menanggapi

        5, Saya akan tetap membela kepnentingan nasional.
        6, Anda lupa asing bisa masuk karena menjatuhkan orde baru dan membuat krisis moneter dinegara kita ,,, dan hasilnya sekarang kita mudah ditekan dengan dolar,
        7.Hal yang Klise dan paling gampang yaitu menyalahkan tanpa memberikan suatu solusi, dan saya tidak dalam menyalahkan korupsi, atau kesalahan pejabat kita yang dulu .. kan lebih bermakna bila kita menawarkan program solusi,buat kebaikan bangsa ini,

        Mengkritik dan memberi solusi adalah hal yang membangun
        imho

        • Menarik bung satrio dan bung brokoli..
          anda berdua memberikan warna yang berbeda dalam masalah ini.
          Sungguh menyenangkan membaca komen anda berdua, suguhan wawasan yang dipaparkan patut untuk kita renungkan bersama.
          Diskusi yang mencerdaskan.
          tetap sehat untuk para warjager,dan tetap saling menghargai..

        • Pertama, poin bung satrio yang 2,3,4 memang belum dituliskan oleh bung. Tapi poin tersebut ada nyempil pada tanggapan-tanggapan member yang lain. Maaf jika tidak saya disclosure kata ‘anda’ disitu.

          Kedua, Jika berbicara tentang solusi kita pasti bicara pandangan politik. Baiklah, secara garis besar beginilah posisi saya dalam hal apa yang perlu dilakukan pemerintah:

          1. Pemerintah dalam ekonomi harus bertindak sebagai pemberi SUBSIDI PRODUKTIF dan bukan SUBSIDI KONSUMTIF. 200 triliun habis tiap tahun cuma jadi gas buang knalpot padahal uang segitu sangat dibutuhkan untuk insentif produktifitas seperti: a. infrastruktur. b. pendidikan c.LITBANG dan teknologi

          2.Pemerintah harus mengurangi regulatory burden untuk orang usaha. Gak usahlah diatur-atur jika proses kebijakan ato birokrasi hanya remeh atau sifatnya administratif. Lebih dari itu pemerintah harus memberi insentif dan garansi untuk entrepreneur. Hal ini penting untuk mengurangi biaya berusaha/memulai usaha.

          4. Beri Perlindungan untuk UKM dan petani namun tidak lewat upaya proteksi tapi upaya edukasi. Pemerintah harus berinvestasi lewat riset dan pengembangan, serta memastikan ruang produksi, logistik, dan ruang pemasaran yang memadai. SUBSIDILAH DISINI TIDAK DI BBM.

          5. PILIH SALAH SATU: desentralisasi total (federalisme) atau Sentralisasi total (Planned). Jangan gak jelas dan nanggung seperti sekarang.

          6. Pemberantasan korupsi tidak akan selesai dengan hanya mengandalkan atau membesarkan KPK, tetapi lebih efektif dengan memperluas system transparansi birokrasi.

          Begitulah kawan-kawan beberapa pandangan saya. Tentu ini hanya sebagian dari uneg-uneg saya, jika di-list mungkin bisa puluhan. Semoga ini bisa memperluas diskusi.

          • TERIMAKASIH bung Brocoli
            ide dan solusi anda juga Bagus bisa jadi wacana pemerintah dalam mengambil kebijakan kedepan

            terimakasih juga akan diskusinya yg memberikan end result yg baik sebuah solusi
            salam hangat dari saya

          • Desentralisasi total dan sentralisasi total keduanya bertentangan dgn ekonomi pancasila kita dan UUD ps 33. Menurut apakah semua negara di dunia ini total menganut Sentralisasiatau desentralisasi total, cina atau rusia ekonominyaks tapi utk hajat hidup org byk mereka masihpegang. Amerika utk industri strategis tertentu dan pertanian sgt protektif sekalii

          • Imho mungkin usulan ini patut dicoba malah bung ihsan..plg tdk dipertimbangkan masak2..kita pernah menjalankan “sentralisasi ala orba” hasilnya kita sama2 tau..dan sekarang kita sedang menjalankan “desentralisasi ala Otda” yang hasilnya semakin amburadul…menurut saya pribadi mungkin untuk kondisi Indonesia saat ini perlu pake cara terpusat…sampai kondisi di daerah benar2 siap dan matang….

          • saya sudah lama mengulas tentang butir 1 bung brokoli.

            ada 1,001 opsi cerdas dan produktif untuk menggunakan dana rp 260 T setiap tahun, yang dipilih kok persis yang satu itu, membakar habis di jalanan sebagai asap knalpot…

            (kompas hari ini; pt kai akan beli 144 lokomotif dan 2,400 gerbong barang sebagai antisipasi volume angkutan barang yang terus menanjak. harganya CUMA rp 15 T, biaya angkutan rel lebih rendah dari jalan raya, meningkatkan daya saing produk)

            saya hanya bisa bersyukur bahwa masa kram otak ini akan segera berakhir dan berdoa agar pemerintahan selanjutnya jauh lebih kreatif…

      • Point lainnya saya sgt setuju apalagi dgn singkong yg bila ditambah dgn keju bisa menciptakan nilai tambah lbh. Tidak semua produk yg kita perlukan skg bisa dihasilkan di dlm negeri terutama produk2 yg mendukung tambah industri kita. Analoginya spt ini kalau airline kita tdk mempunyai armada yg cukup utk menampung masyarakat kita utk travelling maka jasa penerbangan itu akan diambil alih oleh luar spt sia atau mas makanya airline kita itu perlu beli boing utk armadanya atau kalau industri manufaktur kita tdk bisa berproduksi krn di dlm negeri belum memproduksi mesin2 industri maka produk akhir imporlah yg masuk ke indonesia shg memang kita hrs impor mesin2 produksi tsb.

        Saya kurang setuju thd point 1 krn ada beberpa bidang usaha yg msh hrs mendpt perhatian pemerintah dlm hal ini proteksi dlm bentuk insentif atau bea masuk. Krn industri kita kebanyakakn usaha kecil yg baru berkembang kalah dgn industri diluar negeri yg sudah establish dan going concenr yg sdh lama ditambah modal yg kuat dan jaringan yg cukup mapan alias multinasional. Kalau tdk kita proteksi maka kita selamanya mjd negara importir, industri kita pd bangkrut dan pengangguran akan mjd byk. Saya setuju bila yg masuk tsb adlh capital utk investasi bukan imported goods utk konsumsi atau barang bukan utk bernilai tambah

    • …menurut kaca mata saya yang awam ini kita menciptakan jauh lebih banyak importir…

      yang menciptakan peluang bagi importir (melalui kebijakan) adalah pejabat, yang diberi peluang ya kelewatan jika tidak merasa berhutang budi…

      misal komoditi x, proses produksinya low tech, alam tropis mendukung, tapi daripada repot2 memberi penyuluhan teknis dan kredit kepada ratusan ribu rakyat penggarap agar dapat menghasilkan komoditi x, lebih menguntungkan bagi pejabat terkait untuk memberikan ijin impor (wani piro?)

      ngurusin ratusan ribu rakyat yang hidup pas2an repot, lagian gak ada tipnya…

    • Terima kasih kepada bung raymond atas tanggapannya, saya aka mencoba menjawab poin-poin anda:

      1. Saya tidak berkampanye bahwa kita harus beli barang asing, tidak, sama sekali tidak. Menurut saya patriot utama bangsa adalah menjadi entrepreneur yang tidak perlu perlindungan pemerintah, tidak perlu berlindung dalam chauvimisme “aku cinta produk indonesia” tetapi tetap bisa bersaing dengan jantan dengan entrepreneur dari bangsa lain. PATRIOT UTAMA BANGSA ADALAH PARA PEBISNIS YANG SUSTAINABLE DAN BERWAWASAN 3P (PLANET, PEOPLE, PROFIT)..Sandiaga Uno rings a bell??

      2. SEKALI LAGI POSISI PEMERINTAH DALAM EKONOMI SEHARUSNYA BUKAN PROTEKTOR TAPI LEBIH KEPADA PEMBERI INSENTIF PRODUKTIF(artinya pemerintah harus memastikan pelaku usaha dapat melakukan kegiata usaha seefisien mungkin)

      2. Dari poin yang ada buat sebenarnya jelas. Posisi pemerintah harusnya memang perli jadi sebagai regulator KESEHATAN konsumen. Itu jelas saya setuju sekali. Nah kalau begitu daripada kampanye “AKU CINTA PRODUK INDONESIA” kenapa tidak kampanye “AKU CINTA PRODUK SEHAT” ??

      3. Justru patriotisme sempit tidak akan pernah membantu negara dalam jangka waktu panjang. Coba sekarang, penduduk negara AS sangat patriot sampai-sampai paranoid dengan negara lain. Saya tanya, siapa di dunia ini yang menyenangi perilaku superpower AS??

      4. Negara-negara yang kaya raya saat ini selalu dan selalu berawal dari keiningan belajar dari negara lain e.g: (a) kemajuan ekonomi AS belajar dari bagaimana revolusi industri yang terjadi dari Inggris (ingat pada jaman itu AS masih parno kembali dijajah inggris). (b) Jepang pada jaman restorasi Meiji menghabiskan 70% dari APBN mereka untuk membayar gaji para engineer, arsitek, ilmuwan ASING untuk memodernisasi ekonomi mereka. (c) Komunis china tahu diri tidak akan bertahan seperti Uni soviet jika tidak membuka ekonominya untuk para kapitalis yang pada akhirnya akan membuka lapangan pekerjaan yang tidak mungkin disediakan oleh negara saja.

      • Yth. @bung brokoli,
        Menurut tanggapan saya :
        1. – “Saya tidak berkampanye bahwa kita harus beli barang asing, tidak, sama sekali tidak.” : sehingga tidak ada salahnya kita MELATIH diri untuk “mengembargo diri sendiri menuju kemandirian” demi penguatan kedaulatan ekonomi bangsa setanah air.
        – “Menurut saya patriot utama bangsa adalah menjadi entrepreneur yang tidak perlu perlindungan pemerintah” : bila kita analisa negara2 maju yang sdh lebih dahulu matang pengalaman berekonominya di era modern ini justru menerapkan sistem proteksionisme berlapis demi menjaga produk nasionalnya dari serbuan bangsa asing. Lihatlah betapa sulitnya produk2 asing menembus AS krn mereka mengutamakan produk lokal. Contoh terkini adalah bagaimana EU melakukan black campaign thd produk sawit kita semata-mata untuk melindungi produk mereka sendiri.
        – Bukan chauvisme dalam pengertian berlebihan krn secara umum yang berlebihan itu tdk baik dan akan sulit untuk introspeksi diri, tapi kita harus bangga terhadap bangsa kita sendiri…siapa lagi yang akan mencintai bangsa kita…kalau mereka sdh pasti tidak.
        – SU : sy kenal beliau melalui sbh perhimpunan usaha, PATRIOT …. PEBISNIS YANG SUSTAINABLE DAN BERWAWASAN 3P (PLANET, PEOPLE, PROFIT) : hal ini berlaku inside – outside dalam pengertian perkuat dalam negeri dahulu baru kita maju keluar dgn pola 3P juga.
        2. “SEKALI LAGI POSISI PEMERINTAH DALAM EKONOMI SEHARUSNYA BUKAN PROTEKTOR TAPI LEBIH KEPADA PEMBERI INSENTIF PRODUKTIF(artinya pemerintah harus memastikan pelaku usaha dapat melakukan kegiata usaha seefisien mungkin)” Menurut saya : SEKALI LAGI POSISI PEMERINTAH DALAM EKONOMI SEHARUSNYA SEBAGAI PROTEKTOR DENGAN MEMBERI INSENTIF PRODUKTIF(artinya pemerintah harus memastikan pelaku usaha dapat melakukan kegiatan usaha seefektif dan efisien mungkin)
        3. “AKU CINTA PRODUK SEHAT INDONESIA”
        4. Justru patriotisme sempit tidak akan pernah membantu negara dalam jangka waktu panjang.…… IMHO : namanya seorang patriot tidak boleh sempit saudaraku…krn jiwa patriotis itu setinggi langit, sedalam lautan, seluas daratan dll…justru patriotisme itu berfikir untuk jangka panjang, bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk anak cucu beserta keturunan bangsanya kelak…Jgn digeneralisir, byk rekan warga AS saya anti terhdp “kebijakan luar negeri” pemerintahnya, mayoritas warga AS sengaja “diciptakan paranoid melalui dokrinisasi via media” oleh pemerintah AS untuk mendukung program kepemerintahannya serta kepentingan2 terselubung individu maupun negara tertentu.
        5. …dan Negara-negara yang kaya raya saat ini selalu dan selalu berawal dari keiningan belajar dari negara lain……sangat setuju dengan @bung brokoli, …belajar sampai mati…oleh karena itu TOT…TOT…TOT…tapi bukan berarti kita jadi budak bangsa asing. Kita harus menjadi tuan rumah di rumah kita sendiri.

    • Saya sangat setuju dengan pandangan bung Phoenix, kita ada dalam satu kapal untuk masalah ini

    • Pembelian barang dan jasa adalah HAK saya sebagai Konsumen. Seperti Hak asasi yang lain, saya tidak ingin kebebasan saya dalam memilih diintervensi pemerintah. Yang saya tolak adalah jikalau HAK saya dalam membeli barang dan jasa dalam negeri dijadikan KEWAJIBAN dengan sanksi-sanksi, baik saksi legal maupun sanksi sosial.

      Lagipula bung, pada pandangan saya adalah sebuah kekeliruan memilih sebuah barang hanya karena faktor country of origin. Sebuah barang dan jasa HARUS BERDASARKAN KEBUTUHAN UTILITAS KONSUMEN DENGAN BIAYA KEEKONOMIAN YANG PALING EFISIEN.

      Praktisnya adalah, jika saya ingin membeli sepatu saya tidak akan memilih sepatu yang akan mengorbankan kenyamanan kaki saya (utilitas:kenyamanan kaki) hanya karena merek Indonesia. jikalau merek sepatu Indonesia ternyata kalah nyaman dengan sepatu asing (kalau harganya sama), maka sudah sepatutnya pengusaha Indonesia bersama dengan pemerintah mencari cara untuk membuat sepatu Indonesia lebih nyaman daripada sepatu asing.

      Ingat kenyaman kaki hanyalah satu faktor utilitas, masih banyak faktor-faktor yang lain. Harga kek, merek kek, gaya kek. Begitu bung.

    • @Bung Raymond..Adalah keniscayaan jika pandangan sayang memang berbeda dari konsensus publik. Tapi keyakinan saya yang paling utama dalam argumen saya tentang artikel ini adalah:

      1. Sikap nasionalistik yang ditawarkan oleh artikel ini adalah lewat embargo hasrat mengkonsumsi barang dan jasa asing. Yang saya KURANG SETUJU adalah sikap pada sisi konsumsi. Sikap yang menurut saya lebih sesuai adalah DARIPADA SIBUK MEMILIH MENGKONSUMSI BARANG ASING ATAU INDONESIA, LEBIH BAIK BERPRODUKSILAH BARANG YANG BISA BERSAING DENGAN ASING. Jadi menurut saya rasa nasionalisme kita harus dialihkan dari semangat konsumsi menjadi semangat berproduksi.

      2.Nah berkaitan dengan posisi saya di atas saya beragumen bahwa usulan kedua artikel ini yaitu menginisiasi sertifikat Standard Patriot Indonesia (SPI) perlu Dikritik. SPI hanya akan mendiskriminasi beberapa industri manufaktur yang pada hakekatnya bergantung pada raw material dari luar negeri, seperti contoh saya, seperti Industri MIE atau Juga Industri Tahu dan Tempe. Pertanyaan saya apakah berarti Industri ini harus kena sanksi (legal dan sosial) karena kandungan lokal materialnya dibawah ketentuan yang diajukan? INI JELAS DISRKRIMINASI dan hanya menambah beban satu lagi baris birokrasi yang kurang (tidak penting) bagi pelaku usaha.

      Trims

  57. merdeka,

    sebenarnya kita kita sekarang ini sudah diembargo sama pemerintah kita sendiri, rakyat harus berjuang sendiri untuk kesejahteraannya, andaikata terjadi perangpun kita sudah tahu mana yang harus kita habisin duluan.

  58. Jika dilihat scr detil sampai saat ini kita blm mrasakn kmerdekaan yg sesungguhnya, dr brbagai aspek kita ini gk lebih sbg negara terjajah; dlm hal appun kita dikendalikn olh kbijakn politis amerika yg semua itu brsifat sngt trselubung contoh konkrit adalh ekonomi dn perbankan, di bidang brg produksi kita jg blm bs keluar dr jajahan china yg mmbelenggu Indonesia dg aneka produk konsumtif, mulai dr mur baut, obeng, spare part, elektronik,alat2 rumah tangga, komoditi pertanian textil, mainan anak, yg kbanyakn kita jumpai di berbagai toko selalu tertera made in china, di bid otomotif kita jg blm bisa keluar dr belenggu jajahan jepang dn entah sampai kpn semua itu akn brahir, minimal dominasi amrik, china, jepang dpt direduksi scr signifikan shgg nantinya kita bs mjd tuan di rumah sendiri dg mnggalakkn jiwa wira usaha dlm berbagai sektor, spt yg dicanangkn olh pk dahlan iskan utk mlahirkn bnyk produk asli indonesia mlalui anak bngsa yg brjiwa karya, agar kita dpt memulai kmandirian dr aneka inovasi produk buatan sendiri, jgn sampai kita mngklaim sepeda onthel sbg kebanggan bngsa yg bnyk dinikmati warga manca negara namun knyataannya sepeda onthel yg dinikmati warga asing di jogja dn jakarta msh produk asli bngsa asing, misalnya: sepeda onthel tua merk gazelle, fongkres, simplex, dll bukan merk asli indonesia spt misalnya: BEJO, KARMIN, SUMINTO dll

  59. selain artikel bung Satrio, menurut saya inilah komentar yang juga sangat mencerahkan. Karena tidak hanya menyalahkan pihak barat, pihak luar dll, tapi bung Raymond mengingatkan kita pada the ancient wiseman told us: semut di seberang keliatan, gajah di pelupuk mata tak disadari…

  60. Assalamualaikum wr.wb
    Artikel yang bagus bung Satrio 🙂
    semoga saja gagasan seperti ini bisa terwujud 🙂
    Amin 😀

  61. Bung Satrio, ini adalah artikel anda yang paling berani, sekaligus paling pesimis. Setidaknya, itulah yang ada dalam benak saya. Kenapa saya katakan paling berani? Itu kalau saya lihat dari spirit yang anda gambarkan tentang Indonesia dengan segala potensi dan kemampuannya, yang mampu dan tetap berani menghadapi PBB yang telah terkontaminasi oleh virus keserakahan negara adikuasa. Ide dan semangat yang anda sodorkan cukup bisa memberikan nafas baru bagi nasionalisme bangsa Indonesia. Pesan utama yang saya tangkap disini adalah upaya kemandirian bangsa dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang ekonomi yang telah menyandarkan pertumbuhannya pada tingkat konsumsi domestik hingga lebih dari 60%, sebenarnya sudah merupakan modal dasar yang bisa diandalkan untuk mendorong bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan maju. Permasalahannya lebih terletak pada bagaimana kita mampu mengganti produk import yang beredar dengan produk lokal. Mungkin disitulah tantangan terbesar sebenarnya yang sedang kita hadapi.

    Adapun mengapa dikatakan paling pesimis? Ini berangkat dari pemikiran saya yang selalu menganggap Indonesia sebagai bangsa yang kaya raya dengan sejarah dan SDA yang berlimpah, tetapi ke

    • Wah maaf nih bung, komen saya terputus-putus. Lagi out of station, signal disini lemah. Lagi asyik ngetik, tiba-tiba keypadnya hilang. Jadi yang tersentuh malah submit commnetnya. Komen lengkap saya ada di point 67

  62. Bung Satrio, ini adalah artikel anda yang paling berani, sekaligus paling pesimis. Setidaknya, itulah yang ada dalam benak saya. Kenapa saya katakan paling berani? Itu kalau saya lihat dari spirit yang anda gambarkan tentang Indonesia dengan segala potensi dan kemampuannya, yang mampu dan tetap berani menghadapi PBB yang telah terkontaminasi oleh virus keserakahan negara adikuasa. Ide dan semangat yang anda sodorkan cukup bisa memberikan nafas baru bagi nasionalisme bangsa Indonesia. Pesan utama yang saya tangkap disini adalah upaya kemandirian bangsa dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang ekonomi yang telah menyandarkan pertumbuhannya pada tingkat konsumsi domestik hingga lebih dari 60%, sebenarnya sudah merupakan modal dasar yang bisa diandalkan untuk mendorong bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan maju. Permasalahannya lebih terletak pada bagaimana kita mampu mengganti produk import yang beredar dengan produk lokal. Mungkin disitulah tantangan terbesar sebenarnya yang sedang kita hadapi.

    Adapun mengapa dikatakan paling pesimis? Ini berangkat dari pemikiran saya yang selalu menganggap Indonesia sebagai bangsa yang kaya raya dengan sejarah dan SDA yang berlimpah, tetapi kenapa harus berandai-andai berada dalam terali tirani bangsa asing? Maunya sih, kalau memang benar kita punya potensi dan kekuatan, kita fight saja den

    • Terimakasih bung Yayan
      Sebenarnya ajakan mengembargo diri sendiri (seperti ibadah Puasa ) adalah Langkah awal paling gampang ,, Orangnya (bangsa ini) disadarkan dulu dari mabok yg selama ini mendera,.
      Setelah itu mengubah Mindset Liberal ke mindset nasionalistik
      Baru melangkah ke lebih besar yaitu Grand Strategi Industri Nasional.
      Semuanya pernah saya tulis pada tahun lalu,di warjag ini silahkan warjager membacanya dan mengunyahnya..

      Poin terbesar adalah mempengaruhi konsumen yaitu bangsa Indonesia agar lebih mencintai produk dalam negeri ,sehingga seleksi alam bisa berjalan dengan tanpa gejolak,
      Anekdotnya bisa begini:
      “Biar lu bilang kecap lu paling murah dan paling enak ,gue lebih milih kecap bikinan saudara gue agar bisa hidup dan tidak merepotkan bapak gue mensubsidi saudara gue”

      Kalau dengan bahasa inteleknya mungkin begini
      Terimakasih atas kerjasama selama ini kawan ,,,tetapi maaf kami harus menolong saudara kami yang juga memproduksi barang yang sama dengan anda dan saudar kami sudah mampu membuatnya ,,bukan kami membenci anda tetapi sudah saatnya mengakhiri kerjasama yang sudah berumur lama ini,kita rubah kerjasama dengan hal lain yang saudara kami belum bisa membuatnya,, agar kelak saudara kami bisa belajar untuk membuatnya” dan kita tetap Friend.

      Monggo bung yayan memberikan Ide lain agar lebih bermakna
      Apa kita buat petisi dan menularkan program kemandirian ini kemedia sosial agar gaungnya lebih jauh dan mempunyai efek yang positif, bagi kepentingan nasional,

  63. Komen’nya smua ok, tapi mulainya dr mana dulu kalo mau di laksanakan

  64. MAINDSET NASIONALISTIK
    Memulai Menyongsong Kemerdekaan menuju Kedaulatan Bangsa Sepenuhnya cara yang jitu adalah MULAI..
    Mulai SADAR dulu, setelah tidak mabok dan Fly, karena bila rakyat ini terus mabok dan fly maka itu yang diharapkan oleh asing.

    Setelah itu kita merubah MINDSET LIBERAL yang sudah jauh ditanamkan oleh asing ke seluruh elemen masyarakat kita, Pemikiran Liberal sudah tertanama dalam di masyarakat bangsa Indonesia ini, bagaimana pola pendidikan, perekonomian dan gaya hidup masyarakat yang individual sudah mendewakan hedonisme yang mengutamakan kebendaan sehinnga sangat mendukung dengan pola evolusi DNA kita yang suka gebuk gebukan. Bila terjadi gesekan berkaitan mementingkan liberalisme akan dirinya yang individu dan asing tahu betul itu adalah kelemahan terbesar bangsa ini. Padahal mindset liberal ini sangat bertentangan dengan nilai nilai luhur bangsa timur dan bangsa Indonesia yang lebih mengutamakan sifat gotong royong, saling menolong, rasa kesetiakawanan, koperasi, sesuai UUD 1945 dan Pancasila.

    Mengganti UUD 1945 dan Pancasila adalah hal yang tidak mungkin bagi asing tetapi mereka bisa menggiring bangsa ini untuk menjauhinya dan melupakannya apalagi menghayati dan mengamalkannya pada zaman sekarang ini. Dan ANEHNYA bangsa ini tidak merasa di Intervensi saat aturan aturan liberal menyerang dan diadopsi oleh pengambil keputusan pemerintahan kita.

    Di kalangan pengambil kebijakan dan AKADEMISI cara pemikiran dan pengambil kebijakannya harus segera diubah ke MINDSET NASIONALISTIC. Mindset nationalcistic lebih berorientasi pada KEPENTINGAN NASIONAL. Ini penting untuk menciptakan dan menuju KEMANDIRIAN NASIONAL.Bahkan di negara maju dan menganut mindset liberal seperti US dewanya sistim liberalisme sudah mengadopsi pendekatan nationalistic dan mulai BERHATI HATI dalam mengadopsi pendekatan pasar.
    Melibatkan akademisi itu perlu karena mereka mempunyai peran penting dalam public discourse, menyangkut kebijakan kebijakan yang akan diambil pemerintah, karena bisa membikin opini publik dengan legimitasi keilmuan dan otoritas keilmuan.

    Salah satu analoginya dalam bidang kemiliteran. Kita mengubah mindseet bahwa barang import pasti bagus apalagi negara superpower yang bikin.
    Berdasarkan kajian ilmu pengetahuaan, kita bisa memilih Alutsista yang sudah bisa diproduksi oleh Industri Pertahanan kita (mindset Nasionalistic). Kalaupun kita harus membeli alutsista dari Negara maju pun karena Inhan kita belum mampu, harus tetap mengambil kebijakan yang sesuai dengan Mindset nasionalistic yaitu mengambil dari Negara yang bisa dan mau memberikan TOT , lisensi, produk bersama yang untuk jangka pandang agar Inhan kita bisa memproduksinya kelak.

    Mindset Nationalistic untuk kebijakan dalam bidang MIGAS dan Tambang saat ini perlu segera dilakukan. Kita sudah bosan melihat Pertaminan menjadi buruh dari Juragannya yang perusahaan asing karena bapaknya (Negara) lebih percaya warisan sumberdaya moyangnya dikelola oleh asing karena takut tidak kompetitif dan rugi (Mindset Liberal).

    Intinya kita ini wajib lebih mengedepankan KEPENTINGAN NASIONAL dalam segala bentuk kebijakan kebijakan yang diambil supaya tidak MELEMAHKAN posisi Indonesia kedepan dan generasi kita kedepan tetap MEMGANG kedaulatan atas apa yang dimiliki Indonesia.

    Kita tidak boleh jadi GENERASI EGO apalagi pemerintahan EGO yang tidak memikirkan ke depan. Kita sudah bosan mewarisi kebijakan yang salah oleh pemerintahan pemerintahan yang dulu sehingga kita dan anak cucu kita menanggung kebijakan tersebut.
    Mindset liberal harus SEGERA diubah ke mindset nasionalistic dan itu bisa dimulai dari DIRI KITA SENDIRI dan ditauladankan kepada orang orang di sekitar kita.

  65. Bung Satrio, ini adalah artikel anda yang paling berani, sekaligus paling pesimis. Setidaknya, itulah yang ada dalam benak saya. Kenapa saya katakan paling berani? Itu kalau saya lihat dari spirit yang anda gambarkan tentang Indonesia dengan segala potensi dan kemampuannya, yang mampu dan tetap berani menghadapi PBB yang telah terkontaminasi oleh virus keserakahan negara adikuasa. Ide dan semangat yang anda sodorkan cukup bisa memberikan nafas baru bagi nasionalisme bangsa Indonesia. Pesan utama yang saya tangkap disini adalah upaya kemandirian bangsa dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang ekonomi yang telah menyandarkan pertumbuhannya pada tingkat konsumsi domestik hingga lebih dari 60%, sebenarnya sudah merupakan modal dasar yang bisa diandalkan untuk mendorong bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan maju. Permasalahannya lebih terletak pada bagaimana kita mampu mengganti produk import yang beredar dengan produk lokal. Mungkin disitulah tantangan terbesar sebenarnya yang sedang kita hadapi.

    Adapun mengapa dikatakan paling pesimis? Ini berangkat dari pemikiran saya yang selalu menganggap Indonesia sebagai bangsa yang kaya raya dengan sejarah dan SDA yang berlimpah, tetapi kenapa harus berandai-andai berada dalam terali tirani bangsa asing? Maunya sih, kalau memang benar kita punya potensi dan kekuatan, kita fight saja dengan lawan bangsa manapun. Bukankah kita adalah bangsa yang mewarisi semangat perang puputan?

    Karena ini hanya sebuah pengandaian, maka hemat saya adalah apabila benar PBB berani mengembargo kita secara total, maka saya sarankan agar Indonesia segera keluar dari keanggotaan PBB. Emang PBB udah bisa kasih apa ama kita, toh untuk menjadi anggotanya aja kita juga gak gratis. Mungkin karena berangkat dari pemahaman definisi embargo itu sendiri yang berbeda, maka saya berdoa semoga PBB tidak melakukan hal yang sekejam itu. Saya menangkap kesan seolah PBB dan dunia telah menutup rapat pintu diplomasi dan upaya negosiasi terhadap bangsa Indonesia yang sedang terbiar dalam kesengsaraan nan panjang tiada berujung. Embargo seakan-akan telah menjadi alat bagi dunia untuk memusnahkan Indonesia secara perlahan. Sedangkan hak untuk hidup suatu bangsa telah dengan sengaja dimusnahkan. Subhanallah..! Salam hangat bung..!

    • Tulisan bung yayan sgt menginspirasi kpd neger ini utk termotivasi sbg negara besar dlm arti sda yg byk, penduduk yg banyak, dan luasnya wilayah kita dan sgt strategis, bahwa kita tdk perlu takut utk diembargo malah dunialah yg perlu takut kalo kita mengembargo dunia. Contohnya dgn adanya UU minerba berapa byk negara yg rugi dan protes kpd kita spt jepang.

    • @om Yayan, maaf oot.. kalau boleh tahu, kenapa ada @indoindocuisine di belakang nama anda?

      • Cuisine adalah bahasa Perancis yang simillar dengan kata culinary dalam bahasa Inggris, atau dalam dialek bahasa indonesia sering disebut sebagai kuliner yang berarti masakan atau makanan. Tentu saja ini ada alasan dan sebab akibat yang menyertainya. Kata tersebut sengaja saya ambil sebagai identitas diri dan profesi yang saya miliki dan geluti. Kebetulan saya adalah orang Indonesia yang tidak tinggal di Indonesia, jadi dengan adanya embel-embel nama tersebut, cukup bisa memberikan sebuah tanda bahwa saya adalah seorang ahli masakan dari Indonesia, atau ahli masakan Indonesia, dan atau minimal orang akan bisa dengan mudah serta yakin bahwa saya adalah orang Indonesia. Dulu profesi tukang masak di Indonesia dipandang sebagai sebuah profesi informal yang kurang dihargai. Bahkan sampai awal tahun tahun 2000an kalau gak salah, jenjang pendidikan tertinggi untuk bidang ini di Indonesia kebanyakan adalah D3, kemudian naik menjadi D4 tapi bukan S1. Coba bandingkan dengan di Australia, Amerika dan Eropa, mereka waktu itu sudah sampai ke level S3 atau PhD. Untuk bisa menjadi seorang sarjana, saya harus melanjutkan pendidikan ke Australia, Swiss, Perancis dan Italia. Terakhir saya mengambil pendidikan di Jerman. Untuk gelar sarjana dari Indonesia, saya sempat kuliah lagi di salah satu STIE di Jakarta, mengambil program studi marketing. Sekarang saya sudah lega karena telah berhasil meyakinkan kedua orang tua saya tentang profesi ini. Dulu kebanyakan orang Indonesia, termasuk kedua orang tua saya, selalu beranggapan bahwa orang pinter itu harus jadi seorang insinyur, bankir, dokter atau pengacara. Sekarang, udah ada alternatif lain, kalau pengen punya gaji setinggi gaji menteri, gak harus nunggu jadi menteri, cukup jadi chef atau tukang masak aja. Hehehe..! Kira-kira begitulah alasan saya mencantumkan embel-embel kata indocuisine. Selain sebagai sebuah kebanggaan, saya juga ingin memberikan keyakinan pada partner atau lawan bicara saya bahwa mereka telah memilih orang yang tepat untuk bicara tentang dunia masakan. Dulu tukang masak paling banter dipanggil mas atau mbak, sekarang hampir semua tukang masak dipanggil chef. Hahaha..! Pede aja lagi..

        • Itulah yang saya heran om Yayan, sepengetahuan saya yang awam ini secara harafiah bisa diartikan masakan indonesia, jadi anda adalah seorang yang senang dengan dunia dapur.. tapi dari tulisan njenengan, menurut saya bukan gaya bahasa seorang ahli masak, kalau saya menilai lebih cenderung ke gaya bahasa seorang negosiator atau minimal diplomat. Kalau dikalangan akademisi, penuturan anda seperti dosen, detail om.. sekedar mengingatkan njenengan masih janji satu cangkir kopi untuk saya lho om. 🙂

          • Ingatkan terus janji saya tentang kopi itu. Saya yakin kelak kita bisa bertemu. Amien. Soal negosiator, mungkin bisa dikatakan begitulah aktivitas saya sekarang dalam perusahaan. Saya dituntut untuk bisa menilai asset suatu perusahaan dengan tepat, berapa kali lipat nilai buku usahanya, berapa investasi yang ideal untuk dieksekusi, berapa lama BEP, dan kapan ROI, dan masih banyak lagi. Thanks bung didoth atas attensinya. Salam hangat untuk anda..!

  66. jepang dan korea selatan bisa jadi pelajaran,
    kedua bangsa ini terjajah secara ekonomi, bahkan terkadang harus mengabdi untuk sang adikuasa
    walaupun begitu, kedua negara ini tetap berjaya, saya pernah baca artikel ini, lupa dimana, kira-kira judulnya menikmati kemegahan ekonomi dibawah adikuasa.
    saya tidak mendukung indonesia tunduk pada mamarika, tapi cuman penyeimbang pemikiran saja,
    tentunya banyak perbedaan antara jepang-korsel dengan indonesia, yah minimal bisa dipetik pelajaran, sekalipun berada diposisi bawah, tapi tetap eksis dan mampu menunjukkan kualitas sebagai bangsa

    maaf,, cuma pendapat

  67. he..he.. belum 2 minggu bung….

  68. ditunggu pencerahannya bung openmind tentang embargo diri sendiri,
    Saya yakin pendapat anda juga pasti berguna disini
    monngo bung

  69. Kaisar Jepang dahulu berkata “klo kita tidak mampu mengalahkan musuh, kita harus bekerja sama dengan nya”.

  70. merangkap menhankam boleh gak ? 😀

  71. fokus thread ini tentang kemandirian serasa impian indah di siang bolong yang mendadak buyar disiram air es.
    air esnya headline harian kontan kemarin:

    ‘karpet merah bagi investasi asing’

    kutipan; kepemilikan di bidang jasa pengujian kendaraan bermotor dan terminal angkutan darat juga akan dibuka untuk asing.

    gak sekalian asing boleh jualan singkong goreng di kakilima?

    (baru kemarin saya bilang SBY pantesnya pensiun, masih ada yang ingin menjadikan wapres?)

  72. Kalau saya mendikbud, pelajaran terpenting yg saya fokusin adalah bela negara dan sejarah. Tapi anggaran 20% APBN bikin saya galau, hahahahahaha….

  73. Huhuy..! Menlu..!

  74. Bung Satrio

    Tantangan yang paling besar dalam embargo diri sendiri adalah perang proxy dan terbuka oleh barat untuk memecah belah kita. Yang pertama tentu saja Irian Jaya melalui Proxy akan digosok2 dan dipersenjatai, setelah kita membuat kesalahan baru PBB open war. Kalau menurut saya, paling tdak kita harus nunggu punya kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir dulu buat deterjen, baru fight sampai titik darah penghabisan.

  75. kami berusaha utk belanja kebutuhan harian dipasar rakyat, atau diwarung dan toko kelontong tetangga, sekaligus silaturrahim. bgmn dg anda?

  76. Hahaha…udahlah bung @satrio percuma debat sama bung phonix dan bung brokoli mereka gak mengunyah artikel di atas kemana arah’y. Justru ane setuju banget sama artikel di atas bung, selain menguntungkan bagi negara kita sendiri tu secara otomatis akan membuka banyaklowongan kerja bagi rakyat indonesia karena menjamur’y industri lokal di negara kita dan saya ga setuju ungkapan bung brokoli kalo perkembangan militer bukanlah yg utama kalo menurut pandangan ane justru peranan TNI sgt d di perlukan

    • bung semur jengkol,

      kunyahan orang terhadap artikel bung satrio bebas dong arahnya kemana, kalau harus satu arah berarti tirani pemikiran, indoktrinasi, dogmatis -bukan diskusi.

      inti wacana inipun sudah pernah dilakukan (bahkan secara formal) di jaman pak harto dengan menteri muda UP3DN ginanjar, buah kebijakan ini juga cukup sukses antara lain bukaka teknik yang sukses mengekspor garbarata ke berbagai negara asia.

      lagi2 MISTERIUS, jabatan menteri muda UP3DN kemudian dihilangkan.
      invisible hand asing lagi?

    • Bung semur jengkol , saya tidak akan mempersalahkan dicaci karena pandangan yang berbeda, yang saya tolak adalah tirani mayoritas terhadap minoritas. Suatu kebijakan dan ide harus bisa ditelisik pros dan cons-nya.

      Dalam artikel ini kebijakan praktis yang diajukan adalah ide sertifikasi Standard Patriot Indonesia (SPI) yang menurut saya perlu ditinjau ulang dari sisi ekonomi. Menurut saya ini masalah klasik “Telur dan ayam” telur dulu atau ayam dulu, sama halnya dengan ini; Ekonomi dulu atau Nasionalisme dulu. Saya berargumen bahwa jika prinsip ekonomi dan prinsip nasionalisme tabrakan, saya cenderung memilih ekonomi dahulu. Biarkan para pelaku usaha (konsumen, negara, dan pengusaha) melakukan kegiatan ekonomi dengan seefisien dan seefektif mungkin. Setelah kita mempunyai yang ekonomi kuat, efisien, dan efektif maka dengan sendirinya kita akan

      @bung Danu indeed, usulan ini bukanlah hal yang baru, bahkan saya yang termasuk dalam tim awal dalam rencana KEMENPAREKRAF untuk konsultansi ide setifikasi “Asli Indonesia” dan “100% Indonesia”. Yang terjadi bagaimana? justru penolakan sertifikasi tsb datang dari pengrajin2 dan UKM Indonesia sendiri. Mengapa? karena produk-produk yang di jual retail oleh pedagang kecil menengah tidak dapat dibuktikan bahwa produk mereka “Pure breed” (alias bener2 asli indo) karena memang kompleksnya supply chain mereka. Penolakan juga banyak dari industri padat karya yang sangat membutuhkan ketersediaan bahan material gak peduli itu dari Indo atau luar negeri (yang penting termurah). Lebih dari itu mereka takut ( dan berlasan) bahwa sertifikasi ini mengurangi fleksibilitas mereka untuk berinovasi menelurkan produk baru.

      Usul dari para pelaku UKM adalah daripada pemerintah menghabiskan waktu dan uang untuk menelisik asal-muasal 12 juta katalog produk d negeri ini, LEBIH BAIK PEMERINTAH MENYEDIAKAN TEMPAT MEMADAI DAN MENARIK DI MAL-MAL BAGI UKM UNTUK EKSEBISI SECARA CONTINOUS. Jadi sebelum menunjukkan jari pada invisible hand lebih baik berpikir praktis sesuai realita.

      Trims kawan

    • Saya tidak masalah dengan perdebatan dan diskusi disini ,, karena kita memang mencari SOLUSI bukan perbedaan .dan HARAPAN saya dengan adanya perbedaan harapannya menselaraskan untuk mencapai Tujuan Utama
      Tetapi bila Tujuan Utama dikaburkan yaa akan terus hanya berdebat tanpa menghasilkan solusi

      Bung Brokoli memberikan usulan agar ekonomi Indonesia berjalan dengan alamaiah pasar ,memperpaiki mutunya dulu dan bersaing dengan sehat dan menyalahkan perilaku pejabat dan kebijakan Indonesia ,
      ASING sudah menyiapkan peraturan dan kebijakan yang sah sehingga kondisi persaingan usaha di Indonesia begitu Liberal nya. yang belum tentu mereka lakukan dinegaranya sendiri.
      atau BERANI menerapkan dinegara lain yang KUAT dalam diplomasi dan masyarakatnya sudah maju.,
      Yaa Indonesia SDA melimpah dan mempunyai pasar yang gemuk yang masih mudah dikadali ,,, saat ini memang mencerdaskan bangsa ini adalah hal yang paling utama agar masyarakatnya bisa MENGGUGAT peraturan peraturan yang didekte asing bisa DIUBAH menjadi lebih berpihak kekepentingan nasional.
      Kita tidak bisa hanya menyuruh para pengusaha memperbaiki kualitas saja tanpa memberi solusi bagaimana Industri dalam negeri bisa bermain di pasar negeri sendiri
      Untuk itu diperlukan campur tangan pemerintah sebagai pengatur managejemen di negeri ini,
      Salah satu yang sudah dilakukan pemerintah dan bagus menurut saya adalah asas cabotage dipelayaran dalam negeri

      Asas cabotage merupakan sebuah prinsip yang lahir dari rahim kedaulatan internal sebuah Negara atas territorial laut dan udaranya. Dalam konteks penerapannya, mungkin kita lebih sering mendengar asas cabotage dalam industri pelayaran di seluruh dunia.

      Lalu apa sebenarnya asas cabotage itu? Secara sederhana, ini adalah sebuah prinsip yang memberikan hak khusus (privilege) untuk kapal-kapal penunjang operasional niaga berbendera negara yang bersangkutan untuk melakukan angkutan ke wilayahnya (pelabuhan).
      Penerapan Asas Cabotage
      Tidak hanya itu saja, kapal-kapalnya juga harus dimiliki dan dioperasikan oleh warga negara atau badan usaha yang dibentuk berdasarkan hukum Negara setempat. Bahkan, kepemilikan saham mayoritas (minimal 51 persen) juga harus berada di tangan perusahaan dari Negara tersebut.

      Secara regulatif, asas cabotage ini telah diatur dalam Pasal 7 dan 8 Undang-Undang No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (UU Pelayaran). Dengan kata lain, Penerapan asas ini berarti memberi hak perusahaan angkutan dari Negara Indonesia beroperasi komersial secara ekslusif.
      Sasaranya apa? Tentu saja selain untuk melindungi kedaulatan dalam negeri sebuah Negara, asas ini juga dianggap sebagai stimulan yang efektif untuk mendorong pertumbuhan industri perkapalan nasional dan pemenuhan kuota TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri/local content).

      Maka kita mengharapkan peran pemerintah dalam asas saboitage dibidang lainnya.
      SPI adalah salah satu komponen mendukung asas sabotage dan ide belum dicoba dan digaungkan sudah dihalang halangi yaa saya Prihatin
      Karena tujuan utama adalah Kedaulatan Nasional ,,kalau dikaburkan yaa berabe .. itulah Indonesia.
      IMHO

      • Bung satrio, usulan saya jika benar mantab untuk untuk mengajukan SPI menurut saya justru jangan berikan ke pemerintah, lebih baik dimulai dari swasta. ide praktisnya adalah mendirikan sendiri Perusahaan Konsultansi Sertifikasi Produk tetapi swasta ala Skytrax (penerbangan) atau S&P (rating finansial). Jika tidak bikin perusahaan swasta bisa juga mengajak asosiasi industri terkait.

        Ada 2 keuntungan menurut saya jika lewat swasta dibandingkan dengan negara. pertama, pilihan sertifikasi pada akhirnya akan by-choice dan bukan by-force. Pelaku usaha bisa menghitung sendiri risk-dan-return bagi bisnisnya jika di sertifikasi, dan ia juga bisa memiliki flexibilitas dalam berinovasi produk maupun merek. Maksudnya gini, contoh seorang pebisnis Batik mungkin akan memilih membayar sertifikasi ‘Asli Indonesia’ karena itu akan mendiferensiasikan ia dengan merek Batik yang lain dan/atau bahkan Batik murah dari China misalnya.

        Kedua Sertifikasi swasta yang berorientasi profit akan memastikan keberlanjutan dan professionalisme dalam menentukan rating. Karena memang sebagai swasta anda harus bisa transparan terhadap semua klien anda, maka akan mau tidak mau harus fair dalam penilaian dan tidak memakai standard yang dobel.

        Begitu bung, mungkin hanya 2 cents tapi saya harap bisa jadi masukan

  77. Ok saya tuntasin Pendapat saya disini agar dimengerti
    Saya menulis 4 artikel diwarjag yang berkaitan yaitu embargo diri sendiri menuju Kemandirian dan Kemerdekaan menuju Kedaulatan bangsa sepenuhnya jilid 1,2 dan 3.
    Bila malas membaca semuanya saya rangkum disini
    Tujuan pertama menyadarkan masyarakat indonesia yang masih dibuai (MABOK)
    setelah itu baru bagaimana merubah Mainset Liberalisme ke Mainset Nasionalistik seperti yang saya tulis di koment nomer 68
    baru menuju langkah ke tiga yaitu :

    GRAND STRATEGI INDUSTRI NASIONAL
    Setelah mengubah mindset kita, baru menuju langkah kedua yaitu membuat GRAND STRATEGI Industri Nasional (GSIN) yang berbasis KONSTITUSI yakni UUD 1945.

    Tugas penting pemerintah ke depan adalah merumuskan secara bersama sama Grand Strategi Industri (termasuk industri pertahanan) apa dan Bagaimana GSIN yang layak dan KONSISTEN dengan nilai nilai UUD 1945. Dengan adanya strategi industi nasional yang JELAS. Partisipasi kita Indonesia dalam perjanjian perjanjian Internasional akan memilik ACUAN yang jelas pula. Karena kita akan tahu, apakah harus MENERIMA kesepakatan tertentu di percaturan bisnis global atau TIDAK menerimanyan karena bertentangan dengan grand strategi industry nasional kita.

    Kita pun akan memilik alasan yang KUAT untuk menolak suatu kesepakatn International yang dianggap merugikan KEPETINGAN NASIONAL.
    Analogi di dunia militer: misal (bila ada) apakah kita sekarang perlu menerima kesepakatan /Traktat Internasional atas kesepakatan tidak mengeksport kapal selam militer, Sementra 10 tahun ke depan kita sanggup membuat industri kapalselam dalam negeri ?. Ini contoh gampangnya, belum mengenai pasal pasal pelik di kesepakatan internasional di bidang migas, pertambangan, ritel, pertanian, perbankan, dunia penerbangan dan lain lain.

    Dengan adanya Grand strategi ini memudahkan para pengusaha, kalangan Industri juga rakyatnya untuk jelas bersikap bagaimana melakukan dan mengisi kemerdekaan ini dan merebut kedaulatan ekonomi kita di tengah derasnya arus keterbukaan Global dan liberalisasi ekonomi.

    Dalam jangka pendek sejumlah kebijakan pun perlu dibuat, diantaranya MEMPERBAIKI aturan aturan, pasal pasal yang merugikan kepentingan nasional yang sudah terlanjur dibuat. Berbagai aturan aturan yang tidak sesuai dengan Konstitusi HARUS segera diganti dan pemerintahah dan parlemennya harus berani melakukan ini.

    Paling tidak Mahkamah Konstitusi bisa menjadi legitimator perubahan aturan aturan ini, karena MK memiliki kapasitas keilmuan yang bisa melihat konsistensi suatu aturan dengan UUD 1945.

    NAMUN kebijakan ini membutuhkan keberanian EKSTRA pemerintah karena pemerintah kita bisa berhadapan dengan kepentingan dari kekuatan yang sangat besar yaitu kapitalis Internasional yang terdiri dari korporasi besar yang dibacking oleh Negara Negara maju yang kuat seperti Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa. Dan susahnya juga didukung oleh Lembaga lembaga internasional yang Indonesia masih bergantung dalam banyak hal dari lembaga lembaga tersebut.
    Belum lagi upaya upaya pelemahan pelemahan dan penggebosan, sabotase, blackops dan lain lain, untuk MENGAGALKAN upaya Negara ini memulai kemandirian.

    Kepentingan asing tidak memerlukan kegiatan berdarah darah untuk tetap bisa menjajah negeri ini seperti masa lalu, cukuplah dengan penjajahan putih cukuplah mereka memegang kendali kebijakam ekonomi negeri ini melalui pelembagaan, melegalkan dan meng-konstitusi-kan kepentingan mereka agar tetap terus berjalan menyedot segala sumber daya Indonesia. Analoginya, apakah kerang ini dibiarkan utuh Cangkangnya, tetapi isinya nanti sudah habis disedot ?.

    TETAPI perubahan ini harus segera DIMULAI untuk Indonesia yang LEBIH BAIK.

    Tanpa KESUNGGUHAN untuk menginsyafi dan langkah berjalan menuju KEMANDIRIAN ekonomi bangsa amaka semua modus Penjajahan Putih ini akan terus berlangsung dari waktu kewaktu.
    IMHO

    • pada prinsipnya gagasan bung satrio bagus, cuma namanya mungkin bisa dibuat tidak terlalu politis (ada ‘patriot’nya) misal SPDN, sertifikat produk dalam negeri.

      konsepnya juga perlu dipertajam, restoran cepat saji ayam goreng yang jualan resep kolonel S, gak masalah selama bahan bakunya hasil peternakan dalam negeri (artinya mereka hanya jualan hak cipta / resep).
      http://wiki.openbravo.com/wiki/images/7/7e/Product-Tree.png

      yang lebih prinsip, saya tidak setuju suatu kebijakan / gerakan terlalu masuk ke wilayah2 selera pribadi, seperti musik atau tontonan (seperti jaman orla, musik ngak ngik ngok, celana ketat, rambut gondrong dilarang -ironis, pejuang kemerdekaan lalu merampas kemerdekaan orang).
      terakhir kali saya cari cd musik adalah album baru (jazz) dewa bujana yang berkolaborasi dengan sejumlah musisi amrik.
      apa harus tidak boleh denger musik jazz, kalaupun boleh apakah harus murni musisi kita?
      umumnya seni bersifat universal.

      ada ungkapan dalam bahasa latin ‘de gustibus non est disputandum’, selera tak dapat diperdebatkan.
      penggemar gudeg akan menderita jika harus makan gado2. (dan juga tidak perlu ditanya “kok senengnya gudeg?’)

      saya lebih setuju jika tanggung jawab kemandirian lebih dipikul pemerintah / kementerian yang memang memiliki perangkat / organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
      misal pertanian, di data luas lahan sawah dan kebun se-indonesia, berapa produksi max padi yang dapat dihasilkan, jika kurang intensifkan riset benih padi unggulan dengan produktivitas tinggi.

      demikian juga tentukan target produksi kedele, jagung, tebu, bawang dsb sesuai luas lahan yang tersedia.
      target juga harus ditingkatkan setiap tahun, artinya riset benih unggul lagi.

      mentan yang gagal mencapai target diganti aja (jika berasal dari partai X, minta agar diganti kader yang lebih baik) apalagi jika bisanya hanya mengeluarkan rekomendasi impor.

  78. Sy sangat suka dg artikel Bung Satrio…..
    Tp Bung,, dlm hati sy berfikir,, apakah sanggup itu semua d berlakukan jika negri ini tdk menyadari diri untuk kembali seutuh’y kpd UUD 1945….
    Lihat skrg,,, spt apa MPR itu,, dikebiri habis2an..!!!
    Lihat skrg DPD jd seolah pelengkap saja…!!!

    Bangsa ini hrs segera berfikir untuk kembali ke UUD 1945 bkn spt skrg…
    Sy suka dg artikel di situs ini meski kita hrs mencerna’y dg mengenyampingkan sara,, betapa setiap presiden RI tdk akn mampu lepas dr jeratan Asing… Apa lg calon yg lembek…

    http://www.radennuh.org/2014/04/26/garuda-indonesia-dibelit-naga-cina/

  79. Gak sengaja kesasar ke alamat sini. “JakartaGreater” Great!
    Artikelnya dan Komentar2nya Great! Walaupun Euforia Pilpres masih terasa, tetapi menurut saya cukup santun dan intelek. Tak ada disintegrasi kepribadian bangsa berupa saling hujat terasa di sini… Great! Semoga sikap saling menghargai tetap terjaga disini. Asah asih asuh sesama anak bangsa… Great.
    Sejuta masalah masih menghadang untuk menjadikan bangsa yang besar dan disegani. Tetapi menurut hemat saya semangat persatuan dan kesatuan lah modal dasarnya. Dari hal sederhana seperti halnya euforia saling dukung di berbagai audisi talent sampai Pesta Demokrasi, kita selalu disuguhi komentar2 saling hujat saling menghina yang bisa merusak ukuwah berbangsa. Mari bersama-sama kita akhiri. Salam Indonesia Greater…!

  80. Bung satrio keluarnya jgn tengah malem aja dong kaya hansip..hehe, ditunggu artikel kewiraannya lagi nih.

 Leave a Reply