May 092017
 

Presiden Terpilih Prancis Emmanuel Macron

Jakarta – Presiden Prancis terpilih Emmanuel Macron menjadi presiden termuda di dunia dibandingkan dengan para kepala negara di dunia yang saat ini berkuasa, bahkan termuda dalam sejarah Prancis karena dalam usianya yang baru 39 tahun, dia akan resmi menjadi kepala negara.

Macron terpilih menjadi Presiden Prancis setelah dalam pemilu pada 7 Mei 2017 mengantongi sebanyak 66,06 persen suara dengan mengalahkan kandidat Marine Le Pen yang meraih 33,04 suara, sebagaimana yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Politisi dari Partai Sosialis yang sebelumnya menjabat Menteri Ekonomi, Industri, dan Urusan Digital, lahir di Kota Amiens, 116 kilometer sebelah utara Paris, ibu kota Prancis, pada 21 Desember 1977.

Ia menikahi wanita yang berprofesi sebagai guru, Brigitte Trognieux, pada 2007. Brigitte yang kini berusia 64 tahun, sebelum dinikahi Macron, merupakan janda beranak tiga.

Soal pernikahan Macron dan Brigitte dengan perbedaan usia yang jauh itu membuat media portal CNN edisi 7 Mei 2017 menurunkan tulisan berjudul “Emmanuel Macron’s marriage proves politics is different in France” (Pernikahan Emmanuel Macron Membuktikan politik di Prancis berbeda).

Macron akan dilantik pada 14 Mei 2017 di Istana Elysee dan dia menggantikan Presiden Francois Hollande yang berusia 62 tahun dan juga seniornya dari Partai Sosialis.

Kesinambungan Bagi Indonesia, tentu saja kemenangan Macron merupakan kesinambungan dalam pemerintahan di negara itu. Terlebih lagi Francois Hollande pada 29 Maret lalu melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia dan merupakan kunjungan pertama sejak sekitar 31 tahun lalu setelah Presiden Francois Mitterand.

Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Prancis Francois Hollande menyaksikan penandatanganan lima nota kesepahaman kerja sama kedua negara di bidang pembangunan urban berkelanjutan, pariwisata, pertahanan, ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti.

Presiden Jokowi juga menyambut baik fokus baru dalam bilateral Indonesia-Prancis, yaitu kerja sama maritim dan ekonomi kreatif.

Dalam kerja sama bidang maritim, Indonesia meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing termasuk menjadikan IUU (Illegal, unreported and unregulated) fishing masuk sebagai “transnational crime organization”. Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, kerja sama di bidang sinematografi, perfilman, fashion dan ekonomi digital akan terus dikembangkan.

Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Prancis juga melakukan kerja sama yang erat di berbagai isu internasional antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, serta dan melawan ektremisme dan terorime. Kedua negara sepakat memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep “two state solution”.

Indonesia dan Prancis sebagai penyumbang pasukan perdamaian dunia, sepakat meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia. Indonesia-Prancis juga sepakat penyebaran nilai-nilai toleransi dan menghilangkan xenophobia sebagai upaya memberantas ektremisme dan terorisme.

Kerja sama pertahanan antara Indonesia-Prancis diperdalam karena kesadaran kedua negara dalam kemandirian di bidang pertahanan, termasuk alat dan personalia.

Di bidang pariwisata, Prancis melihat Indonesia adalah kepulauan besar sehingga perlu dikembangkan transportasi dan juga akan meningkatkan kunjungan wisata. Indonesia memiliki warga negara mayoritas muslim terbesar di dunia, dan Indonesia memperlihatkan kebinnekaan yang toleran. Hal tersebut menjadi ilham bagi Prancis, yakni prinsip kebebasan dan toleransi untuk menghilangkan terorisme tanpa ada diskriminasi.

Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan bahwa dimensi kebudayaan harus dijadikan inti hubungan Prancis dan Indonesia, selain kerja sama di bidang lain seperti politik, bisnis, dan keamanan. Oleh karena itu dalam kunjungannya ke Jakarta, Prancis memberi penekanan terhadap kerja sama ekonomi kreatif yang dapat mendorong daya cipta dan kebudayaan sebagai salah satu aspek untuk memperkuat hubungan kedua bangsa.

Sejak 2011, kemitraan Prancis dan Indonesia sudah memasukkan kerja sama di bidang budaya untuk setiap kreasi mulai dari video game, film, fashion, dan produk kreatif lain, ujar Presiden Hollande dalam acara “Creative Economy and Cultural Industries in a Digital World” di Jakarta, Rabu (29/3). Seperti Indonesia yang menjunjung keragaman budaya, Prancis menggunakan kebudayaan sebagai pintu gerbang untuk masuk dan diakui di dunia internasional.

Secara terbuka, Prancis menerima seluruh seniman dan kreator berbakat dari seluruh dunia untuk menjalin kerja sama produktif bagi kedua pihak.

Pusat Perfilman dan Animasi Prancis (CNC) bahkan memungkinkan membiayai produksi film di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Prancis juga mengundang lebih banyak produser dan sutradara untuk melakukan proses pengambilan gambar di negara tersebut. Prancis punya sejumlah festival film, bukan hanya Cannes, yang menerima film-film dari seluruh dunia. Prancis ingin film-film Indonesia hadir dalam festival-festival internasional di Prancis.

Sebagai negara yang menonjol dengan penduduk terbesar di Asia Tenggara, industri perfilman di Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk dapat dikembangkan.

Siap bantu Indonesia Dalam hal ini, Prancis sebagai kiblat perfilman Eropa siap membantu Indonesia untuk proses pertukaran pengetahuan dan kolaborasi produksi melalui nota kesepahaman yang ditandatangani CNC dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Menurut Kepala Bekraf Triawan Munaf, kerja sama dengan CNC akan membantu meningkatkan kemampuan sineas film Indonesia dan pemerintah dalam mengatur pemberian insentif kepada pelaku industri perfilman. Untuk memastikan keberpihakan pemerintah terhadap dunia film, Indonesia perlu masukan dan keahlian teknis. Indonesia akan melakukan pengurangan pajak agar lebih banyak orang melakukan syuting filmnya di Indonesia yang sangat indah alamnya.

Salah satu film yang merupakan proyek kolaborasi seniman Indonesia dan Prancis adalah “Marlina the Murderer in Four Acts” besutan sutradara Mouly Surya. Proses produksi film yang dibintangi aktris Marsha Timothy itu dilakukan di Indonesia dan Prancis dengan subsidi dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri Prancis melalui CNC.

Presiden Joko Widodo menyambut baik kunjungan Hollande yang membawa 40 pengusaha dengan komitmen investasi baru sekitar 2,6 miliar dolar AS untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, infrastruktur, dan retail.

Jokowi juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Prancis yang telah membantu melawan tindakan diskriminatif terhadap produk sawit Indonesia. Isu `sustainability` bagi kelapa sawit merupakan prioritas bagi Indonesia.

Indonesia juga menyampaikan usulan agar pola kerja sama yang sudah terjalin pada produk kayu melalui lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance, and Trade) dapat dilakukan untuk produk kelapa sawit Indonesia.

Sementara itu para pengusaha Prancis yang datang ke Indonesia juga menyampaikan aspirasi mereka, terutama terkait stabilitas regulasi dan pentingnya kebijakan perdagangan dan investasi yang saling mendukung. Aspirasi tersebut disampaikan mereka dalam kunjungan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 29 Maret 2017 bersamaan dengan kunjungan Presiden Hollande.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea menyebut Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang menyumbang investasi ke Indonesia. Dalam lima tahun terakhir atau periode 2012-2016, investasi dari Prancis mencapai 701,5 juta dolar AS atau berada di peringkat 16 dari 133 negara.

Lima sektor utama investasi Prancis adalah industri makanan 18 persen, logam dasar 15 persen, elektronik 15 persen, listrik gas dan air 15 persen, industri nonlogam 14 persen dan pertambangan 10 persen. Untuk lokasi, mayoritas investasi Prancis berada di Jawa 65 persen, di Sumatera 12 persen, Maluku 10 persen, Bali dan Nusa Tenggara sembilan persen dan di Kalimantan empat persen.

Sebelumnya, pada 17 Maret lalu, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong juga menyelenggarakan kegiatan kunjungan kerja promosi investasi di Paris.

Pada kunjungan tersebut, Kepala BKPM melakukan pertemuan dengan Mouvement des entreprises de France (MEDEF), dan berpartisipasi pada Economic Cooperation and Development (OECD) Informal Reflection Group on Indonesia.

Emmanuel Macron memberikan harapan baru bagi Prancis dan dunia internasional, termasuk bagi kesinambungan kerja sama bilateral dengan Indonesia.

Sebagaimana yang diungkapkan Macron dalam akun twitter resminya setelah pidato kemenangannya yang menyebutkan “tout le monde nous disait que c’tait impossible. Mais ils ne connaissaient pas la France!” (Semua orang mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Tetapi mereka tidak tahu Prancis!), Macron seolah menunjukkan dirinya merupakan pilihan terbaik.

Antara

  12 Responses to “Emmanuel Macron, Presiden Termuda di Dunia”

  1.  

    Pertamix

  2.  

    kira2 berlanjut atau tidak ni hubungan kerjasama dgn indonesia…

  3.  

    YEESSS. Di indonesia ada duet AHY & TGB. GUBERNUR NTB

    ayo bikin sejarah juga bersama AHY/TGB

  4.  

    Wuih mau juga nikahi nenek2, tapi mantaplah Prancis byk jg ngasih tot ke Indonesia, ngomong2 Alutsista apa aja yg dibeli dr Prancis makanya mereka mau kerjasama pertahanan?

  5.  

    Dua pemimpin muda berusia dibawah 40 tahun dengan senjata nuklir, Macron & Kim.

  6.  

    prancis adalah negara keblinger dalam keanggotaan NATO.arah kebijakan pemerintahannya sulit ditebak.

  7.  

    Mbah tidak masalah menikah dengan cowok warjag yang masih muda. Nggak apapa kok

  8.  

    Awalnya saya kira namanya mercon tenyata pas 5kali dibaca berulang-ulang namanya tetap mercon hihihihi

  9.  

    wow termuda di dunia…

    di pilpres Indonesia bakal banyak CAPRES-CAWAPRES SEPUH:

    – kalla
    – bowo
    – mega
    – wiranto
    – paloh
    dll

 Leave a Reply