Empat Pesawat A-10C Thunderbolt II Patroli di Laut China Selatan

12
217

Filipina – Enam pesawat militer AS tidak ikut latihan Balikatan di Filipina, karena mereka harus melakukan penerbangan pertama, pada hari Selasa untuk “operasi kesadaran situasional maritim,” ujar pernyataan Kedutaan Besar AS, Kamis, 21/4/2016.

Empat A-10C Thunderbolt II dan dua helikopter HH-60G Pave Hawks, terbang “melalui wilayah udara internasional di sebelah barat Luzon, Filipina (wilayah Laut China Selatan)”, kata kedutaan.

“Misi seperti ini mempromosikan transparansi dan keamanan pergerakan di perairan dan wilayah udara internasional, dan menampilkan komitmen AS untuk sekutu dan negara-negara mitra, untuk menjaga stabilitas di kawasan Indo-Asia-Pasifik,” tambahnya.

Pesawat, yang berbasis di Pangkalan Udara Clark di provinsi Pampanga, Filipina adalah bagian dari armada yang mengambil bagian dalam latihan Balikatan yang berakhir pada tanggal 15 April 2016.

Latihan ini merupakan suatu kegiatanlatihan tahunan antara AS dan militer Filipina di bawah Mutual Defense Treaty and Visiting Forces Agreement. Tahun ini, acara dimulai pada tanggal 4 April, diikuti oleh tentara 4.900 Amerika dan 3.700 tentara Filipina.

Keenam pesawat merupakan bagian dari lima pesawat jet A-10, tiga helikopter SAR HH-60Gs Pave Hawk dan pesawat MC-130H Combat Talon transport MC-130H yang dikerahkan AS untuk melakukan pelatihan dengan Filipina dan melakukan patroli di daerah sengketa di Laut Cina Selatan.

“Interoperabilitas dengan militer Filipina berada di barisan depan dari misi kami,” ujar Kolonel Larry Card, Commander of the Air Contingent.

Sumber : Gmanetwork.com

12 KOMENTAR