Empat Pesawat Tempur Lawas Andalan Swedia Terbang Bersama

Draken, Viggen, Saab 29 Tunnan dan Saab 105 adalah pesawat tempur dan pesawat latih lawas yang pernah memperkuat Angkatan Udara Swedia. Keempatnya merupakan pesawat buatan perusahaan Saab Swedia yang kemudian membangun pesawat tempur modern JAS 39 Gripen.

Draken

Saab 35 Draken adalah pesawat tempur supersonik bersayap delta yang diproduksi perusahaan dirgantara Saab antara tahun 1955 hingga 1974. Draken akhirnya mengantikan pesawat tempur Saab J 29 Tunnan. Draken adalah salah satu pesawat tempur multiperan era Perang Dingin yang patut diperhitungkan. Memiliki kecepatan maksimal 1.6 mach, Draken dilengkapi beragam persenjataan seperti rudal udara ke udara, bom dan roket.

Viggen

Saab 37 Viggen (Thunderbolt) pesawat tempur ringan bermesin tunggal. Diproduksi antara tahun 1970 dan 1990. Viggen diproduksi dalam berbagai varian seperti pesawat tempur segala cuaca, pesawat serang darat dan pesawat pengintai.

Pesawat tempur dengan canard dan sayap delta ini memiliki sistem dorong mesin terbalik untuk pendaratan di landasan pendek. Pesawat tempur andalan Swedia ini akhirnya digantikan oleh pesawat tempur Gripen.

Saab 29 Tunnan

Saab 29, populer disebut Flygande tunnan (“The Flying Barrel”), adalah pesawat tempur Swedia yang dirancang dan diproduksi oleh Saab pada tahun 1950-an. The Flying Barrel adalah pesawat tempur supersonic dengan mesin turbojet. Meskipun berpenampilan gemuk, J 29 adalah pesawat yang cepat dan lincah, dan mampu berperan secara efektif sebagai pesawat tempur dan pesawat pembom.

Saab 29 Tunnan dipersenjatai dengan 4 meriam Hispano Mark V caliber 20 mm meriam, rudal anti pesawat RB 24, roket 75 mm, roket 150 mm HE dan roket anti kapal 180 mm HE.


Saab 105

Saab 105 adalah pesawat latih jet yang dikembangkan di awal tahun enam puluhan oleh perusahaan Saab. Pesawat ringan bermesin ganda ini memiliki beragam fungsi, disamping sebagai pesawat latih, Saab 105 juga digunakan sebagai pesawat pertunujkan udara. Angkatan Udara Swedia membeli total 150 pesawat dan 40 lainnya diekspor ke Austria, yang kemudian diberi nama Saab 105.

Leave a Reply