Jul 262017
 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa mengatakan bahwa Turki dan Rusia telah menandatangani sebuah dokumen mengenai pasokan sistem rudal pertahanan S-400, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

“Rusia dan kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tanda tangan telah diajukan, kami berharap dapat melihat S-400 di negara kami dan akan melakukan produksi bersama”, kata Erdogan.

S-400 Triumf adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh generasi baru dari Rusia yang dilengkapi tiga jenis rudal berbeda. Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh tersebut mampu menghancurkan sasaran udara jarak dekat hingga jarak jauh. Sistem rudal S-400 dirancang untuk melacak serta menghancurkan berbagai jenis sasaran di udara, mulai dari pesawat pengintai hingga rudal balistik.

Pengisian ulang sistem rudal pertahanan udara jarak jauh, S-400 Triumf dalam sebuah latihan diwilayah Moskow, Rusia. © Grigoriy Sisoev

Pada tanggal 18 Juli 2017, CEO Rostec Sergei Chemezov mengatakan bahwa masalah teknis kontrak penyediaan sistem S-400 ke Turki telah diselesaikan, tinggal urusan administrasi saja. Sampai sekarang, Rusia telah menyelesaikan kontrak pengiriman sistem S-400 dengan China. Negosiasi juga sedang dilakukan dengan India dan Vietnam.

Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf buatan Rusia. © Daily Sabah

Sebelumnya, juru bicara Departemen Pertahanan AS Kapten Jeff Davis mengatakan bahwa Amerika Serikat menginginkan agar pasukan sekutu NATO memiliki peralatan interoperabilitas dan Turki perlu menjelaskan masalah pemilihan sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

“Turki adalah sekutu NATO dan salah satu hal terpenting yang kami inginkan dengan sekutu kami adalah kemampuan untuk memiliki peralatan yang saling terkait. Sejumlah laporan tentang S-400 dan pembelian Turki pada sistem itu, Turki perlu menjelaskannya”, kata Davis kepada wartawan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan, bahwa dia tak melihat alasan bagi Amerika Serikat untuk mengkhawatirkan perundingan antara Ankara-Moskow pada pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Erdogan mengatakan, “Kenapa harus khawatir? Setiap negara perlu untuk mengambil tindakan tertentu demi memastikan keamanannya sendiri. Pihak mana yang mampu memastikan langkah ini, maka langkah tersebut yang harus diambil. Berapa kali kita berbicara dengan AS, tapi tidak berhasil, jadi suka atau tidak, kami mulai berencana tentang S-400. Departemen terkait sedang bernegosiasi untuk mengambil langkah ini”.

Bagikan:

  18 Responses to “Erdogan: “Deal, Rusia-Turki Teken Dokumen Pasokan S-400 Triumf””

  1.  

    Mantabbbb Turki

    •  

      Turkey memang mantap , tapi bukan batu sandungan buat NKRI , yang berbahaya adalah PLA CHINA & VIETNAM , terutama VIETNAM sebagai negara sekawasan ( Asean ) yang memiliki instrumen tempur sangat mematikan ( 6 kasek killo clas , 3 kapal rudal , P800 onix versi maritim , dan segera menyusul MBT T90 & S400 )
      Indonesia wajib memperkuat Alutsista’a baik darat , laut atau udara . Kedatangan Su35 , killo clas harus dipercepat , projek PKR RE MARTADINATA harus di geber sampai 12 unit , Kasel Nagapasa class juga wajib di kebut sampai 12 unit dengan peningkatan sistem tempur yg lebih mematikan .

  2.  

    asu hanya gigit jari!!! xixi

  3.  

    Bener bener mantap

  4.  

    Turki semakin superior di kawasan. Turki bisa menyaingi israhel..

  5.  

    turky cpt bgt dealnya …. yg disini lelet bgt ,dari dulu nego gk kelar2

  6.  

    nego harga atau nego Fi

  7.  

    Vietam dengan S300 nya.. Indonesia ??? Entah karena menhan indonesia yang kurang peka ataukah presidennya??

  8.  

    Untuk Indonesia S-400,upgrade,makanya datangnya lama. .

  9.  

    Berapa kali kita berbicara dengan AS, tapi tidak berhasil, jadi suka atau tidak, kami mulai berencana tentang S-400. Departemen terkait sedang bernegosiasi untuk mengambil langkah ini”.

    Wkkkk… Kok jadi ingat sm indonesia dulu yg ditolak barat dan akhirnya beralih ke alutsista rusia… Ini bukti barang rusia itu diperlukan supaya barat gak sok jual mahal xixixi…

    •  

      mungkin Turki minta THAAD + alih teknologi, makanya tak dikasih oleh AS ya? hehehe, lagian kan mahal itu sistemnya, Korea Selatan aja yang cuma jadi “meja” buat pasang THAAD disuruh bayar mahal, apalagi klo mesti dapet ToT… wah… gak kebayang deh…

      •  

        Entah deh bung tapi sepertinya memang pernah di tolak turki… Mereka juga pernah melirik sam cina kan? Tapi sepertinya cina juga nolak kalau harus tranfer teknologi, sepertinya memang turki ini punya keinginan kuat buat punya air defense system sendiri yg mumpuni… Dan Rusia keknya menyanggupi…. Berarti rusia itu gak sepelit yg dibayangkan dong yah?
        Tapi itu mereka juga borong aster SAMP/T mungkin dikasihkah TOT…

  10.  

    keren dag turkiye
    anggota NATO yg mbalelo

  11.  

    Hahaha… Dah Dari Cold War Bung Ada Senjata Nuklir AS di Turki…

 Leave a Reply