Erdogan Kirim Surat untuk Putin, Minta ‘Rujuk’ ?

323

Presiden Turki Tayyip Erdogan dikabarkan mengirimkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Surat ini menjadi surat pertama yang dikirimkan Erdogan kepada Putin pasca-insiden penembakan Su-24. Sebelumnya, Erdogan hanya membuat pernyataan publik, yang ditujukan kepada warga Rusia secara umum.

“Surat itu datang melalui saluran Kementerian Luar Negeri,” ungkap juru bicara Kremlin, Dmistry Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today, Rabu (15/6/2016).

Surat Erdogan tersebut berisi ucapan selamat kepada masyarakat Rusia yang baru saja merayakan Hari Nasional Rusia, yaitu pada tanggal 12 Juni lalu. Dalam surat itu pula, Erdogan berharap hubungan bilateral Turki dan Rusia dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Moskow dan Ankara memang pernah menjalin hubungan ‘mesra’, terutama di sektor perekonomian. Namun, hubungan kedua negara ini menjadi renggang, bahkan nyaris terputus pasca-insiden penembakan Su-24.

Bukan hanya sang presiden, Menteri Perekonomian Turki Nihat Zeybekci juga sangat berharap hubungan Rusia dan Turki dapat kembali ‘mesra’ dalam waktu dekat.

Pada 24 November 2015, pesawat milik Angkatan Udara Rusia Sukhoi Su-24 ditembak jatuh oleh misil udara yang diluncurkan pesawat tempur Turki F-16 di dekat perbatasan Suriah dan Turki. Berdasarkan hasil penyelidikan, saat ditembak, Su-24 Rusia berada di ketinggian enam ribu meter, di jarak satu kilometer dari perbatasan Turki.

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia kemudian menjelaskan bahwa pesawat Su-24 ditembak jatuh dalam perjalanan menuju markas Khmeimim di Suriah. Rusia membantah pesawat keluar wilayah udara Suriah. Berdasarkan data satelit militer Rusia, pesawat ditembak jatuh di dalam wilayah Suriah.

Atas insiden tersebut, Rusia pun langsung memberlakukan berbagai pembatasan terhadap Turki, yang mencakup pembatasan sektor pariwisata, transportasi, tenaga kerja, perdagangan dan ekonomi.

Satu bulan setelah pengumuman tersebut, ekspor Turki ke Rusia pun mendadak terputus. Bahkan, proyek konstruksi TurkStream, jalur pipa yang mengalirkan gas Rusia ke Turki melalui Laut Hitam, ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Seorang pakar ekonomi Turki, Erhan Aslanoglu pun memprediksi ekonomi Turki akan kehilangan sedikitnya US$10 miliar atau Rp133,7 triliun.

Insiden tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi perekonomian Turki. Masyarakat Turki bahkan menyebut putusnya hubungan Rusia dengan Turki ini seperti perceraian dua negara.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengisyaratkan bahwa Rusia bisa saja memperbaiki hubungan baik dengan Turki, dengan syarat Ankara harus mengajukan permohonan maaf atas insiden Su-24 dan membayar sejumlah kompensasi.

Meskipun Turki sendiri sangat berharap hubungan Ankara dan Moskow membaik, pemerintah Turki bersikeras menolak meminta maaf pada Rusia terkait penembakan pesawat Su-24 karena Su-24 telah dianggap melanggar aturan.

31 KOMENTAR

    • Turki maju dgn ngambil teknologi dari blok barat. Pespur dari AS, Swedia & Inggris (kayaknya), Attack Chopper dr Italia, MBT & SPH dari Korsel, SAM dr Jerman & Italia. LHD dr Spanyol, Kasel dr Jerman. Cuma Roket & MLRS yg dr Tiongkok. Gak ada yg dr Rusia. Coba perhatikan blok Timur “sekutu” Rusia, mana yg maju secara teknologi?….. Armenia? Belarus? Kazakhstan? Turkmenistan?Kyrgyztan? Uzbekistan?…..Yg ada jadi bempe r(satelit). Paling cuma Ukraina & Belarus yg relatif agak maju hasil peninggalan Inhan sisa2 Soviet.
      Yahh….moga aja sih Indonesia bisa jadi maju dengan berkawan dengan Rusia. Mudah2an, Amien.

  1. rusu ..pengecut..ngak berani serang turky….

    kalau indonesia pesawatnya hancur dan pilotnya mati di tembak sama malaysia di ambalat …sdh pasti itu di balas

    rusu ..payah…..putin nongkrong saja di taman lawang jkt

    kompor mode on

    ha ha ha

  2. ga..usah..d lawan lagi turki kelabakan sendiri sejak d putus.. baru secara ekonomi.langsung merengek…maka.y gan..erdogan jgn mau jadi kacung..tu .kan suruh menyelesaikn sendiri..mana NATO.?.nato..lg ketakutan sendiri..jaga perbatasan eropa timur.. ..apalagi d bombardir..nanti nasib.y kaya isis d kota palmira….sama kurdi aja ..ga bisa nanganin d bom terus ibukota.y..

  3. Pendapat sotoy ane nih xixixixi…….
    Bagi Turki jelas sangsi ekonomi dari Rusia berdampak pada pendapatan dari ekspor produk agroindustri, pariwisata, & kontraktor2 Turki yg banyak menangani proyek2 di Rusia.
    Di lain pihak, Rusia sedang mengalami keterisolasian akibat sangsi ekonomi barat serta penurunan nilai tukar Ruble. Harga migas dunia juga sedang anjlok yg berpengaruh pada pendapatan dari eksport energi yg mencakup 70% eksport Rusia. Ditambah negara2 eks blok Timur sekarang beralih ke blok barat, yg terbaru adalah Ukraina, setelah sebagian wilayahnya lepas. Praktis sekutu Rusia tinggal Tiongkok, Armenia & Belarusia. Azerbaijan cenderung pro-Turki, Turkmenistan cenderung menjaga jarak, Uzbekistan & Tajikistan cenderung mengisolasi diri. Sedangkan Kazakhstan sedang marah karena ucapan Putin mengenai sejarah Kazakhstan hehehe.
    Rusia perlu untuk menjaga dominasi suplai energi ke Eropa. Sebelumnya ada kesepakatan untuk membangun jalur pipa gas baru ke Eropa melalui Turki yg sering disebut “TurkStream”. Namun, nampaknya buyar semenjak penembakan pesawat Rusia oleh Turki. Di lain pihak Azerbaijan cs sedang membangun pipa gas menuju Eropa melalui Georgia & Turki (SCS-TANAP-TAP). Besar kemungkinan pipa ini dapat disambung dengan pipa2 gas dari Iran, Irak KRG, & Turkmenistan sehingga kapasitasnya sangat besar. Hal ini bila terjadi akan sangat berpengaruh pada status-quo dominasi politik energi Rusia di Eropa.
    Lebih baik rujuk aja deh, proyek TANAP selesai lalu Turkstream dilanjutkan demi win2 solution di kawasan.
    win2 buat Rusia dengan Turkstreamnya, Turki sbg energi hub (minimal transit lah), Azerbaijan, Iran, Turkmenistan, Irak, bisa memasok Energi ke Eropa. Eropa dapat alternatif pasokan energi baru untuk energy securitynya.

  4. Ibaratnya sekarang Turki lagi “ngemis” sama Rusia, ekonominya mampet pettt…ndak ada pemasukan sejak Rusia memberikan sangsi ekonomi, beban pemerintahan Erdogan semakin bertambah dengan adanya serangan terror di dalam negeri. Semenjak Rusia marah besar atas penembakan pilot tempurnya saat menyelamatkan diri dengan parasut, semenjak itu pula banyak serangan terror di dalam negeri Turki, dan tentu banyak korban di pihak Turki sendiri. Masalah di tambah dengan naiknya harga kebutuhan pokok, lalu di tambah beban anggaran negara yang membengkak dan jalan satu-satunya adalah “rujuk” dengan Rusia. Inilah akibat dari Erdogan yang terlalu arogan bermain api dengan Rusia, akibatnya tentu Rusia tak mau tinggal diam, Rusia berjanji akan membalas dan cara mereka lebih pintar dalam bermain kali ini, cukup menghabisi dengan sangsi ekonomi dan ketergantungan pasokan gas, Turki lambat laun akhirnya jeblok juga, jebol pertahanannya, banyak menderita kerugian besar ketimbang harga SU-24.

  5. Wisata di turky sepi. Buah sayur mayur gk da yg beli…
    Ayo indonesia pepet terus rusia. Di nusantara, wisata, buah dan sayur mayur melimpah….
    Jgn kalah sm turki.
    Sukhoi tukar sama sayur dan buah2 indonesia. Indonesia melimpah sayur dan buah2annya.

  6. Hehehehe….
    Proxy war again…dubes rusia ditembak mati di turki… Cermati permainan proxy samiri cs dan isrohell di suriah ditambah cheerleader koalisi saudi cs..
    Bermula dari campur tangan rusia di suriah membela assad yg membuat skenario samiri dan isrohell berantakan menjatuhkan assad via pemberontak dan isis…
    Isis yg direncanakan ikut menyerang tentara suriah dari wilayah irak jg harus hancur di tangan tentara irak..
    Pemberontak yg jg dipersenjatai sam-hell-saud cs juga hrs gigit jari ditumpas habis pasukan rusia hingga hrs keluar dari Aleppo.. Dgn tameng warga sipil dan modal congor barat mereka membentuk opini dunia ttg genosida di suriah.
    Sebelumnya beberapa bulan yg lalu pemboman markas tentara suriah oleh sam-hell yg memakan korban penasehat militer rusia, jg dibalas dgn pemboman markas pemberontak oleh rusia yg mengakibatkan banyak korban tewas dari pihak cia dan mossad ..hehehehe…
    Penembakan su24 rusia oleh AU turki adl proxy agar rusia menyerang turki..dan jika itu terjadi pasukan koalisi odong2 saudi akan ikut nimbrung membela turki dgn pemanasan di yaman yg ternyata gagal total..bahkan malah babak belur bahkan dikecam dunia krn lbh byk membom warga sipil…xixixixi..
    RI dgn TNI nya yg diharapkan ikut bergabung ternyata gak mau ikut juga walau telah dirayu saudi cs dgn berbagai macam iming2..hingga akhinrya pakistan dan afghanistan pun ikut RI balik kanan mundur jalan..xixixixiixixi…
    Rusia yg tahu maksud busuk sam-hell…setelah su24 ditembak jatuh bukannya berseteru dan menyerang turki..rusia malah mendatangkan s400 utk mengcover seluruh wilayah suriah hingga menjangkau turki dan isrohell..dgn alasan melindungi armada tempur rusia..xixixixixi
    Pemboman di beberapa kota besar turki oleh teroris ditengarai dilakukan milisi kurdi yg awalnya dipersenjatai sam-hell utk melawan isis ternyata jg membuat kacau keamanan turki dan skenario berlanjut dgn kudeta berasep sebagian kecil militer turki yg dilakukan utk menjatuhkan erdogan ternyata didalangi sam-hell hingga akhirnya jg terungkap pilot penembak su24 rusia adl bagian dari para pengkudeta yg berbasis di incirlik pangkalan yg digunakan samiri.. Dan impactnya erdogan semakin dekat dan berdamai dgn rusia krn erdogan sadar siapa dajjal sesungguhnya..xixixixixi
    Pilpres Samiri yg berakhir memilukan dgn terpilihnya dobek sbg pres yg tertukar membuat sutris samiri dan warganya yg berbuntut protes dibeberapa kota dan diperkirakan ada campur tangan rusia dan cino..xixixixi…apes dah..
    Dan setelah menahan malu dan gigit jempol akhirnya sam-hell hrs plg kandang krn pion proxy pemberontaknya di aleppo hrs ngungsi..
    Dan utk membalasnya proxy dimainkan kembali dgn penembakan hingga tewas dubes rusia di ankara oleh para pengkudeta yg gagal..
    Mari kita lihat apa yg dilakukan rusia ke depan utk mengimbangi proxy sam-hell dan koalisi odong2 saudinya.. Hehehehe