Erdogan Siapkan Sanksi Terkait Referendum Kurdistan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (commons.wikipedia.org)

Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Pemerintah Regional Kurdistan Irak (KRG) bahwa kemerdekaan dapat mengakibatkan sanksi besar dan membuat daerah kantung Irak Utara tanpa daya.

“Kalian akan ditinggalkan di tengah-tengah, sejak kami mulai melaksanakan sanksi, dan semua penghasilan kalian akan hilang,” ujar Erdogan dalam satu upacara di Ankara untuk memperingati tahun ajaran baru perguruan tinggi, Selasa 26-9-2017.

Rakyat di Wilayah Kurdistan Irak pada Senin 25-9-2017 melaksanakan referendum kemerdekaan yang kontroversial kendati ada penentangan kuat dari Baghdad dan negara tetangga Irak, Iran, Suriah serta Turki.

“Sewaktu truk Turki tidak beroperasi di Irak Utara, mereka tidak akan bisa menemukan makanan dan pakaian,” ujar Erdogan, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara, Rabu 27-9-2017 pagi di Jakarta.

Presiden Turki juga menggambarkan pemungutan suara itu sebagai “pengkhianatan terhadap negara kami” sebab referendum tersebut diadakan sewaktu hubungan bilateral terbaik antara Ankara dan KRG, yang bertetangga.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan bahwa semua pilihan reaksi Turki, mulai dari sanksi ekonomi sampai aksi militer, terbuka sekarang ini dan sedang dibahas.

Sementara itu, tentara Irak dan tentara Turki pada Selasa 26-9-2017 memulai latihan gabungan di Kabupaten Silopi, Provinsi Sirnak di Turki Tenggara, yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Wilayah Kurdistan Irak. (Antara/Xinhua-OANA).

Tinggalkan komentar