Eurofighter Typhoon Ikuti Tender Pesawat TNI

141
86
Eurofighter  Typhoon
Eurofighter Typhoon

Spanyol telah mengajukan tender untuk memasok jet tempur Eurofighter Typhoon kepada pemerintah Indonesia, untuk bersaing dengan penawaran produsen pesawat tempur lainnya, terkait upaya Indonesia memperkuat militernya.

Indonesia telah mengalokasikan 7 persen dari pengeluaran anggaran pertahanan selama dua tahun terakhir, dalam upaya memodernisasi persejataannya, untuk meningkatkan kekuatan regional dan mengamankan kepulauan Indonesia yang luas.

“Kompetisi yang diikuti oleh Eurofighter, untuk penggantian pesawat tempur Indonesia yang sudah tua yang digunakan Indonesia”, ujar Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Francisco Jose Viqueira Niel, Rabu (25/02/2015).

Eurofighter yang pengguna utamanya Angkatan Udara Spanyol, Jerman, Inggris dan Italia angkatan udara, menghadapi persaingan serius dengan Sukhoi Rusia dan pesawat Gripen Swedia.

SAAB sebagai produsen kedirgantaraan dan pertahanan asal Swedia telah membuka kantor perwakilan di Indonesia tahun lalu untuk mencari peluang kerjasama dengan pemerintah.

“Kami pikir sebelumnya pintu telah ditutup untuk Eurofighter. Tapi kini kami menyampaikan ke publik ingin berpartisipasi, dan sekarang masuk ke dalam perlombaan tersebut, “kata Viqueira.

Duta besar Spanyol telah bertemu dengan para pejabat senior termasuk Menteri Pertahanan Ryamirzard Ryacudu, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Panglima Militer Indonesia Jenderal Moeldoko.

Belanja militer Indonesia meningkat 3,3 persen menjadi Rp 97 triliun ($ 7,8 miliar) dalam anggaran negara 2015, dengan 40 persennya didedikasikan untuk persenjataan dan peralatan.

Viqueira mengatakan biaya Typhoon melebihi pesaingnya, namun tidak mau menjelaskannya, karena akan diungkapkan dalam pertemuan G to G, antara Indonesia dan Spanyol.

Saab mengumumkan Oktober lalu bahwa Brasil telah setuju untuk membeli 36 jet Gripen NG dengan harga total 39,3 miliar krona Swedia ($ 4,7 miliar) menempatkan biaya satuan pesawat itu sekitar $ 130 juta. (Thejakartaglobe).

141 KOMENTAR

  1. Ngeliat Warjag sekarang komentarnya, aduh…ane silent reader sejak Warjag belum seramai sekarang, ngeliat komentar-komentar visitornya berbobot semua, semisal bung Melektech, Nowy, WH, Erick, Satrio, dll.

    Sekarang banyak fanboy ilmu belum ada asal comment aja, terus terang ini nurunin mutu Warjag secara keseluruhan. Kalau dulu image Warjag tuh benar-benar ekslusif, berbobot..sekarang?

    Gak heran kalau para sesepuh pada menghilang.

    • Wahhh ngejudge…
      Bgs bnyk fanboy yg mnurut logika anda ilmu’a msh dangkal,brarti semakin manfaat warjag ini wat ngsh ilmu+ngebakar rasa nasionalisme para fanboy.
      Dr pd warjag ini sepi,apa lg g manfaat???
      Lagian mnurut logika sy bung SR: klo para fanboy itu komen’a g brbobot,otomatis udh dihapus sama bung diego.
      jd udh lah bung,qt sama” berbagi ilmu aj di warjag ini,g prlu saling ngejudge.ap lg dr anda yg scara g lngsg mngaku sesepuh,udh sepantas’a ngsh pencerahan+berbagi ilmu pd para fanboy.

      Maaf komen’A fanboy yg kurang ilmu+suka ngeyel.

      • Maaf Bung Cakra, ini juga hanya pendapat saya, no offense.

        Menurut saya yang membedakan Warjag dengan warung sebelah tuh karena komentar-komentar dari para visitornya yang menurut saya sudah seperti kontributor. Masih ingat the legendary debate antara bung Melecktech dan bung WH? kangen argumen dan debat-debat seperti itu. Dari sharing mereka inilah banyak ilmu bisa kita dapatkan yang tidak tercover oleh berita-berita yang diangkat. Comment-comment seperti es telung atus, taypun etc etc..sampai 2050 juga ga akan nambah ilmu apapun.

        Kalau hanya berita militer di warung sebelah juga ada.

          • Dulu.. duluuuuu banget
            artikel dibuat oleh Bung Diego Tristan, didahului paparan dulu, opini dan berbagai sumber lalu diolah dan dijadikan artikel dengan sangat bagus sekali oleh Bung Diego karena jargonnya khan JKGR bukanlah portal berita, jadi lebih mementingkan kualitas topik bahasan
            sekarang karena kesibukannya Bung diego jarang bisa berinteraksi dengan Warjager sehingga tidak bsa menjadi moderator dialog kita lagi
            rindu JKGR yang dulu…….

        • Salam hangat bung SR.
          g ada salah’a jika qt cb bngun lg visitor” bru dr para fanboy yg ad skrg,yaaa anggap aj reinkarnasi,agar warjag ini kembali berbobot mnurut standar dlu dngn para fanboy yg lbh matang…
          wat bung” sesepuh yg dlu jujur sy jg kangen,tp sy hnya mncb wat positif thinking aj tnpa ngejudge sp pun,mngkin para sesepuh warjag lg bnyk ksibukan jd g smpt mampir dimari…
          ayooo lahh bung SR,qt bangkitkan lg gairah warjag ky dlu sesuai standard.

      • ‘Lihat debat antonov vs bung gripen’

        Nah Anda sendiri secara tidak langsung mengiyakan kan kalau komentar dua orang tersebut bermutu/class. Fyi, Bung Antonov itu termasuk sesepuh disini, bung GI bisa kita lihat sendirilah seperti apa tulisan beliau, class!

        Yang seperti-seperti itulah kita bisa menimba ilmu.

        oh ya satu lagi.. saya setuju ga ada istilah sesepuh atau newbie disini, semua sama

    • @Silent Reader
      Duh yg Ngaku2 sesepuh, Tapi Kok isi Comment Nya cuma SAMPAH gitu juga ya ?
      lebih baik comment dari fansboy2 yg apa adanya dan nggak di buat2 (tanpa jualan),
      dibanding comment yg isinya Penyesatan2 dan misleading dari yg ngaku2 sesepuh.
      Tuh salah satu buktinya, ada yg pindah ke blog tetangga…, masih aza koar2 penyesatan isinya.
      kasihan kan yg punya Blog.

    • Bung SR , saya udah lama jadi silent reader di JKGR ini, menurut saya pribadi ,kalau sekarang lebih banyak apa adanya ,tanpa takut berbeda pendapat ,walau ilmunya masih cetek,kadang sengaja bantah sekedar untuk dapat jawaban jebih terang benderang.Saya kira itu sah sah saja.Kalo dulu dominasi para sesepuh lebih kuat,walau tidak logis seperi ghoib,udah bayar cash dst yang lain walau dihati kecilnya nolak tapi segan mendebat karena sesepuh sih.Masa masih percaya kalau ada yang bilang Flanker kita punya banyak dengan bilang penomoran ganda lah dsb. Cara cara menyesatkan info itu memang dilakukan untuk dalam perang. Tapi harus didukung logika.
      Jerman setelah perang dunia pertama berakhir karena tidak di bolehkan bikn kapal perang battleship.Maka mereka buat di negara lain,di negara negara satelit .Nah itu saat PDII ,belum ada satelit yang bisa mengetahui isi jantung sebuah negara.Sekarang jaman sudah canggih taktik seperti itu sudah pasti nggak bisa di pakai lagi.itulah gunanya part number setiap bagian perpur di bikin,kemana dikirim part numbernya jelas bisa di telusuri.Masih rindu sama GHOIB,??

  2. Selamat pagi…tenang Bung Wajager, Kita tahu KASAU yang sekarang itu pernah menjadi Panglima Angkatan Udara Skuadron 11 Makasar, dimana SUKHOI Mangkal, jd beliau amat tahu kehebatan SUKHOI dibanding pesawat lain pesaingnya, jadi menurut Ane sich yakin SU 35 akan jadi pilihan terakhir untuk mengisi pesawat kelas berat…bukan begitu sodara….ada yg setuju nggak klo Jakarta greater bikin merchandise?

  3. Anggaran pembelian alutsista bisa multy years ,adalah info menyesatkan mau beli pespur tunggu rupiah stabil. Emang beli perpur cash and carry,butuh tahunan.Tenggok aja kedatangan F16 hibah,walau pesawatnya udah ada ,cuma perlu dandan butuh tahunan juga datangnya.

  4. Sepertinya semua sudah terlambat. Progres SU 35 sudah sedemikian jauh krn tinggal menunggu formalitas lelang pegadaan barang sj. APBN tahun depan mungkin kalau typoon mau ikut lagi silakan. Tapi APBN tahun ini seperti jg harapan user dan masyarakat indonesia adalah SU 35.

  5. TD-2000 Cina yg dibeli TNI, takunya bisa nembak jatuh typoon hhhee 😀 (salah sasaran krn TD-2000 nembak secara brutal&tdk tepat)

    knpa TNI BELI TD-2000….? jujur jelek bgt. mw di modif bgmna juga…itu senjata perang dunia || sdh bukan jamanya skrng…. -_-

  6. Saya berharap pemerintah membatalkan pembelian K9 dari KS, karna menurut sumber wikipedia saat perang KS dengan korea utara, dari 5 yang berlatih perang hanya 3 yang aktif untuk membalas serangan Korea Utara ituoun hanya dapat menembakan 1 peluru per menit berbeda dengan yang ditawarkan di brosur yatu 12 peluru per menit

  7. info tambahan :

    Spain: Eurofighter Typhoon
    the best choice for RI

    Novan Iman Santosa, The Jakarta Post, Jakarta | World | Fri, February 27 2015, 8:21 AM

    Spain stressed on Wednesday that the Eurofighter Typhoon jet fighter is the best choice for Indonesia to modernize its air force when it comes to technical capabilities and the transfer-of-technologies offer.

    Spanish Ambassador to Indonesia Francisco José Viqueira Niel said that the Typhoon might be more expensive than its competitors, but it offers a better operational cost over the jet fighter’s life cycle of some 30 years.

    “The competition is for the replacement of the F-5. There are many serious competitors,” Niel told journalists on Wednesday.

    “The main thing is that our product is better. The Typhoon is built with engines to last the entire life cycle.”

    Niel said that although the Typhoon was slightly more expensive, in the end it was much cheaper because there was no need to replace the engine.

    The Indonesian Air Force (TNI AU) made it public that it wanted to replace its ageing F-5 E/F Tiger IIs with Russian-made Sukhoi Su-35s, the latest model of the Flanker family. Currently, TNI AU operates a mixed fleet of single-seater Su-27s and double-seater Su-30s in the 11th squadron based at the Sultan Hasanuddin Air Force Base in Makassar, South Sulawesi.

    Engines for the Flankers, however, have a very short lifetime when compared to Western-built jet fighters.

    Another strong contender is the single-engine Swedish-built SAAB Gripen, while both the Flanker and Typhoon are twin-engine jet fighters.

    Niel said Gripen was a good fighter, but not the best for Indonesia considering the vast airspace and maritime space to be covered.

    “With the Typhoon’s range of operations, you can cover the entire Indonesian air space, including the 200-kilometer exclusive economic zone, with the two existing air bases,” he emphasized.

    Another interesting reason to pick the Typhoon, Niel said, is the transfer-of-technology package.

    “We have the know-how. The Eurofighter package is quite interesting as almost all of it can be used in IFX,” he said, referring to the KFX/IFX jet fighter development being pursued by South Korea and Indonesia.

    Even if Indonesia decided not to buy the Typhoon, Niel said the avionics and electronics can be acquired to be used in the indigenous jet fighter program.

    The Swedes and Russians are also offering various types of transfer-of-technology packages to sweeten their deals.

    Spain’s long relations with Indonesia in the aerospace sector has given it the appointment as the representative of the four-country Eurofighter consortium, which also includes Germany, Italy and United Kingdom.

    Niel said the cooperation started between PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) and Construcciones Aeronauticas Sociedad Anonima (CASA) in the 1970s to build the C-212 Aviocar light transport aircraft. The aircraft is licence-built and was given the designation NC-212 in Indonesia. Now the production of this type is located solely in Bandung as the Spaniards are focusing on bigger aircraft types.

    PT IPTN is now known as PT Dirgantara Indonesia, while CASA is now part of Airbus Defense and Space.

    On another note, Niel said there were plenty of other opportunities other than the defense sector to be explored.

    He said the bilateral trade between the two countries stood at ¤2 billion (US$2.27 billion) in 2014, which could have been higher considering the potential both countries have.

    “We can cooperate more in the infrastructure and of the world’s top 10 construction firms were from Spain.

    “Two Spanish companies, Tecnica Reunidas and Centunion, built the Dumai refinery in the 1980s at about the same time with the cooperation between IPTN and CASA.”

    Niel said that more investment in the infrastructure sector, especially ports, railways and highways, would help Indonesia grow even faster, up to 10 percent.

    http://www.thejakartapost.com/news/2015/02/27/spain-eurofighter-typhoon-best-choice-ri.html

  8. Gripen buat TNI AL ditempatkan di pulau terluar utk patroli laut,TNI AU thypoon buat ganti F-5 dan SU-35 melengkapi SU27/30, Tucano hibahkan ke TNI AD untuk patroli perbatasan, TNI AU mainannya jangan yg baling2 dong, dan kalau pun jet yg double engine itu baru profesional