Eurofighter Typhoon Usung Storm Shadow

135
77
Photo credit L. Caliaro of eurofighter.com
Photo credit L. Caliaro of eurofighter.com

Alenia Aermacchi Italia mengkonfirmasi fase pertama tes integrasi rudal jarak jauh Storm Shadow ke Eurofighter Typhoon telah selesai. Rudal Storm Shadow yang berkemampuan jarak jauh, segala cuaca, presisi tinggi, serta senjata penggentar (stand-off), telah digunakan Royal Air Force Inggris di pesawat Tornado. Rudal initerbukti memberikan efek yang besar dalam operasi militer di Irak dan Libya dalam menetralisir bunker komando berpelindung kuat dan target bernilai tinggi lainnya. Desain rudal yang bersifat siluman memungkinkan untuk menembus pertahanan udara berlapis. Jangkauan yang jauh dari Storm Shadow memungkinkan rudal diluncurkan di luar pertahanan musuh sehingga meningkatkan survivabilitas pesawat peluncur.

image

Dalam melakukan serangan deep-attack, pesawat Eurofighter Typhoon membawa dua rudal Storm Shadow untuk bisa mempertahankan kemampuan membawa 8 rudal udara-udara, secara bersamaan. Hal ini memungkinkan Eurofighter Typhoon melakukan pertarungan saat masuk dan keluar dari wilayah pertempuran. Alenia Aermacchi, merupakan salah satu dari tiga perusahaan mitra di belakang program Eurofighter yang saat ini mengkonfirmasi rincian tes kemampuan rudal Storm Shadow, yang telah dilakukan sejak Desember 2013.

image

Ujicoba ini telah meliputi sejumlah aspek integrasi rudal aeromechanical ke pesawat tempur dan uji coba penerbangan lanjutan telah direncanakan hingga program bisa terintegrasi penuh. (defense-update.com).

135 KOMENTAR

    • Hehehe..! Bung Satrio, tenang aja..! Kalau duit udah masuk, berarti tinggal tunggu..! Satu hal lagi yang perlu diingat, kalau mau tanya anggaran belanja alutsista, jangan tanya Menkeu, beliau udah diprogram untuk menjawab dengan kata tidak ada anggaran. Tapi coba tanyalah Meneg PPN/Ketua Bappenas, gak perlu dijawab, tiba-tiba beliau udah nongkrong di atas kokpit pespur dan blusukan kemana-mana. Artinya? Hohohoho…!

      • wow.. om komandan@ menggugah nafsuku, cepatlah dibuatkan artikelnya..
        opini yg sedikit berkamuflase…ouwh birahi semakin menguat tentang itu.. bagaimana tentang su35, kabar tentang kilo jerman buakn om ruski, dan lain lainnya.. sabarku menunggumu om Ndan@ 😉

      • Selalu misterius bung Yayan klo ngomongi anggaran, apalagi dalam ranah militer. anggaran sama realisasinya kadang bisa melebihi realisasinya.. hehehe

        coba itung2 dana APBN untuk Kemhan :

        Anggaran Kemhan Tahun 2014 80.5 Trilyun
        Anggaran Kemhan Tahun 2013 77.7 Trilyun
        Anggaran Kemhan Tahun 2012 64.4 Trilyun
        Anggaran Kemhan Tahun 2011 47.5 Trilyun
        Anggaran Kemhan Tahun 2010 42.8 Trilyun

        Total anggaran Kemhan 2010 – 2014 sebesar 312.9 Trilyun
        Jumlah sebesar itu belum termasuk dana tunai lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN) di dalam atau di luar negeri, State Credit, Pinjaman Bank BUMN.

        klo untuk realisasinya jika alutsista dianalogikan sebagai perabotan rumah tangga, jadi membangun rumahnya pun pasti membutuhkan anggaran yang tidak kalah besar, kemudian orang2 yang mengisinya rumah tersebut.

        Jadi apa bener anggaran militer kita kalah besar dari vietnam, singapura, bahkan australia??

        Kesimpulannya doktrin kemampuan preemptive strike masih masuk akal menurut saya, bagaimana menurut warjager??
        hehehe

        • Sebenarnya kalau masalah anggaran sudah transparan berapa banyak yg masuk dalam APBN, semua orang juga bisa mengaksesnya. Mungkin apa aja yg dibeli itu tidak semua bisa diakses karena ada peraturan tersendiri menyangkut rahasia negara termasuk jumlah dan aksesorisnya yg dibeli. Sebagai contoh kebenaran jumlah amunisi, rudal maupun roket.

    • Terbangun ditengah malam karena perut lapar, sambil menunggu istri membuatkan santap tengah malam tertarik utk melihat bahasan…. ngomong2 sy sudah tidak sabar bung satrio dgn kepastian kedatangan typhon karena tempo hari sempat di bagi link sama bung jalo.. hehehe

      Sepakat dgn bung yayan, karena tugas Ibu Prof. DR. Armida Alisjahbana konsen pd perencanaan pembangunan, pencarian sumber2 pembiayaan berikut pengalokasian dana yg diperlukannya. Tetapi tidak terlibat dalam urusan administrasi proyeknya mungkin bs diartikan sebagai lembaga pemikirnya sj ya bung yayan (think tank).

    • Sorry baru baca bung Satrio, sampai sekarang belum sidang akhir RPJM dan MEF II. Targetnya memang sebelum pilpres, tapi memang kenyataannya molor, Insyallah akhir Juli ini bisa selesai biar bisa naik ke HLC dan masuk dalam R-APBN 2015, nanti kalau ada kabar terbaru saya kabarin. 😀

      Tapi yg jelas, saat sidang kemarin ada 2 pespur yg diagendain yaitu dari Airbus dan IFX. Tapi memang ada juga beberapa pilihan yg masuk dalam rencana cadangan.

        • Maaf baru bales bung WH, baru pulang liburan ama keluarga.. 🙂

          A-400 memang diagendakan untuk mengganti C-130 herky seri pertama kita di daerah jawa timur yg bermasalah. Dan sedikit perubahan doktrin sehingga kita membutuhkan pesawat jenus heavy lift.

          Dan memang kita juga butuh MRTT mungkin awalnya 2 unit karena pespur kita sudah bertambah jadi wajib diagendain apalagi melihat peta geografis kita.
          2 jenis pesawat diatas sudah masuk dalam akutsista wajib yg harus dimiliki, di MEF II keduanya sudah dicantumin, tinggal nunggu pengajuan ke HLC (masih menunggu sidang akhir KKIP) karena berhubungan dengan skema yg.diatur oleh UU. Dan juga akan diajukan agar disetujui para wakil rakyat kita.

          Untuk Typhoon, ini juga masuk karena ada tawaran menggiurkan, rencana cadangan ada Rafale dan pespur dari blok timur… Itu aja sih yg saya denger di sidang, prosesnya belum masuk ke HLC, karena menunggu sidang akhir KKIP. 🙂

          • Matur nuwun bung Jalo oleh2 liburannya …mantep tenan A400M dan MRTT akan diambil. Terlebih bangga juga mantan bosku kmd terlibat lama di A400M.

            Haiyaaa kok jin Rafa jadi rencana cadangan? Typhoon juga masuk… Lah bukannya skrg sdg dibungkus? Mohon advise nya soal puzzle ini …

          • Mantan bosnya senior engineer ya bung WH, kayaknya saya tahu orangnya… Ada beberapa kenalan, saya pernah ngobrol sama beliau dan memang mereka yg merekomendasikan agar PT DI akusisi A-400 karena akan dibantu masalah ToT-nya… 🙂

            Untuk Typhoon seperti yg pernah saya tulis, tunggu tahun depan 🙂

            Kalau Rafale memang agak alot dikit, makanya masuk dalam rencana cadangan… 🙂

          • Hallo bung Jalo,… Woww Anda kemungkinan pernah ngobrol dgn ex bosku soalnya pan tidak banyak wong ID yg terjun langsung di A400M lho, kesempatan langka banget. Dan saya percaya, beliau memiliki skill tinggi utk fight all out ke pihak authority dalam upaya memperoleh sertifikasi kelaikan udara dalam bidang yg ditangani. Beliau mendapat tempaan langsung sejak awal prpject CN235 dgn Spanyol awal 80an. Di N250 juga beliau siap fight utk dapat sertifikasi kelaikan menghadapi FAA AS dan JAA Europe. Dan thesis tugas akhir saya langsung beliau yg kasih dgn topik diambil langsung dari masalah spesifik pada N250.
            Kalau ID mau membangun heavy transport sendiri yg sekelas A400M atau C130-J, maka peran beliau definitely valuable.

            Kalau mau japri silakan cek ke bung Diego ttg alamat email saya.

            PS. Sebaiknya nama beliau dan nama saya tidak muncul di forum ini yah hehe … .

            Thanks.

          • Ok siap bung WH, dulu saya sering ikut seminar dan juga memang suka banget sama dunia Aerodinamika dan Aeronautika jadi sempat2 belajar kepada beliau2 ini. Dengan pekerjaan yg saya geluti, jadi mempermudah saya untuk japri dengan mereka baik melalui email atau contak bisa WA dan BBM. Ok nanti saya japri bung, kalau kerahasiaan pasti akan saya jaga bung WH. Sukses terus, skrg ikut project N-219 gak?? 😀

          • Sip bung Jalo jadi kita ternyata pernah memasuki dunia lain hehee.. Saya skrg sudah tidak di ilmu-ilmu langit lagi bung Jalo … Ok nanti kita coba japri pakai WA dll ya ..

          • Jadi ingat berita 8 tahun lalu bung mengenai revitalisasi kemenhan inggris. Lha iya, belanda,spanyol,yunani dan jerman larinya ke sini arsenal yang dilungsurkan itu. Apa ya pembatalan sepihak itu tidak dicari kompensasinya ya?..tranche 3 lho bung yang batal. 2 skuadron dari 88 biji kuwi wokeh lho bung. Salam tabik bung.

          • Kalau saya yakin, yg kita cari adalah pesawat baru. Karena kebutuhan kita adalah bisa ikut terlibat dalam pembangunan pespur tersebut. Meski nantinya kita dapat tugas untuk sebagia. Airframenya aja, 🙂

      • Menurut saya pada pitch black 2014 kita nggak ikut bukan karena tidak diundang tapi emang kita tidak ikut walau ada undangan. Hal ini disebabkan masih renggangnya hubungan diplomatik antara ID dg aussie akibat kasus penyadapan serta pada pitch black 2014 bertepatan dengan suasana SIAGA 1 jadi seluruh kekuatan TNI dikerahkan untuk menghadapi segala perubahan yang mungkin terjadi.

        CMIIW

  1. List A1 yang pernah di babar di mari sekitar 90% ane hakkul yakin, mulai dari jin rafa, EF typhoon, cocor beber, SU35, ama bomber ditambah hantu lautnya. untuk kaprang baik yang sudah indehoi di mari maupun yang lom pernah nyampai sekalipun di perairan NKRI demikian juga dengan PSU nya. cuman atu yang ane ragu, grippen yang kagak jadi kayaknya. 🙂

  2. Umpan pendek di kotak penalti nih he..he..nunggu shooting buat menggetar jala warjag, bung yayan udh kasih bola 1 2 terus (apa kabar bung kangen tulisan anda lagi, rempah rempahnya bikin ketagihan he..he..), para senior masih solo bandung pam hingga pengukuhan kresna bima sepertinya, bung PS masih solo garut di ALKI juga spertinya hingga blm mood buat hiu kencana jilid berikutnya.
    Anda percaya kami pasti bisa…!!

    Salam NKRI

  3. Mohon maaf OOT dikit,

    “Sebanyak 32 pesawat TNI AU akan memeriahkan peringatan HUT RI ke-69 tahun ini. Pesawat tersebut akan tampil fly pass dalam dua formasi besar, terdiri dari flight satu, 10 pesawat T-50 Golden Eagle dan 6 pesawat Hawk 100/200. Sedangkan flight kedua terdiri dari 8 pesawat F-16 termasuk 3 pesawat yang baru blok C/D 52ID dan 8 pesawat Sukhoi SU-27/30, sehingga masing-masing flight terdiri dari 16 pesawat.”

  4. kembali ke laptop, duduk manis sambil menunggu rembesan2, menyimak pencerahan2 dan diskusi para sesepuh, barangkali bisa buat pertimbangan para pengambil keputusan demi kejayaan NKRI.itulah asyiknya nongkrong dimari.kalau sdh rilis resmi banyak lapak dan warung yang jualan. tidak bisa pilih dan tinggal telan saja. sambil colek Bung @Diego. Salam sukses.

  5. Masih jauh sama Raduga KSR 5 Rusia, dalam hal Range,Guidance dan Warhead tp unggul di platform peluncur, klo KSR 5 masih perlu pembom sekelas TU 16 untuk angkut ni “Pensil”. walau jadul dari zaman Soviet tp Masih bisa di adu sama yg lebih moderen..hehe, …

  6. TNI akan Bangun Pangkalan Militer di Perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan
    Ikhwanul Khabibi – detikNews

    Pontianak – Panglima TNI, Jenderal Moeldoko tak mau kecolongan lagi setelah Malaysia membangun tiang pancang untuk mercusuar di Tanjung Datu, Kalbar. Moeldoko akan membangun pangkalan militer khusus perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan.

    “Pangkalan Militer akan saya bangun, 2015 mulainya,” kata Moeldoko saat meninjau pembangunan tiang pancang untuk mercusuar oleh militer Malaysia di Tanjung Datu, Kalbar, Jumat (8/8/2014).

    Pangkalan militer yang akan dibangun Moeldoko memiliki fasilitas yang cukup bagus. Di antaranya dermaga untuk kapal perang dan landasan udara untuk pesawat tempur.

    “Landasan udara akan kita bangun sepanjang 2,5 kilometer, biar pesawat-pesawat baru kita bisa landing. Dermaga juga akan kita buat untuk sandar kapal,” jelas Moeldoko.

    Selain itu, Panglima TNI juga akan melengkapi pangkalan militer perbatasan itu dengan alat utama sistem senjata (alutsista) tercanggih. Seperti diketahui, Indonesia saat ini tengah belanja alutsista secara besar-besaran.

    “Nanti alutsista pasti kita sediakan di sini,” tegasnya.

  7. Di mana mana yang selalu dibahas pasti pesawat tempur jenis multirole dan air superiority fighter, tidak pernah sekalipun membahas tentang pesawat tempur jenis fighter-bomber padahal pesawat jenis ini perannya sangat penting untuk serangan strategis di darat. Kita selalu menyabut f 16, typhon, rafale, su 35, tapi tidak pernah membahas pembelian jenis pesawat tempur bomber seperti pesawat tempur bomber su 34. Pesawat jenis mutirole sebenarnya memang bisa melakukan serangan darat tapi jenis dan jumlah senjata yang dibawa untuk melakukan serangan darat terbatas. Indonesia belum memiliki jenis pesawat tempur bomber yang sekalas su 34. Indonesia hanya memiliki jenis pesawat bomber sekalas pesawat super tucano yang masih kalah jauh kemampuannya dengan pesawat tempur bomber sekelas su 34. Dalam serangan udara kewilayah musuh kita butuh dua jenis pesawat tempur seperti pesawat tempur jenis air superiority fighter dan fighter bomber. Kedua jenis pesawat tempur memiliki peran yang berbeda tapi bisa saling melengkapi dan saling mendukung dalam serangan kewilayah musuh yang satunya melakukan serangan pemboman di darat dan yang satunya lagi melindungi pesawat yang lainnya dan menghancurkan pesawat tempur musuh yang mendekat. Untuk pembelian pesawat tempur sebaiknya indonesia jangan cuma melihat dari kuantitasnya saja tapi seharusnya lebih melihat pada kemampuannya dan kualitasnya yang masih baru bukan bekas yang boros pembiayaan dalam perawatan dan pemakaiannya sangat cepat cuma 10 tahunan. Kalau disuruh memilih 50 f 16, 25 typhon saya lebih memilih 20 su 35, 5 PAK PA.

  8. cak nara…sepurane dhisik yo….aku eling ambek tilisane cak yaiku “wis wayahe ningkatno derajad tanding nang nusantara (it’s time to raise the game level)”….lha saiki opo yo onok kabar kelakuane negeri jin,guo, karo upil, guam&hawaii…opo maneh sampeyan wis babar kabeh info mutakhir teko postingan sampeyan saiki….

    mbokyao…aku diceritani sing nurut cak pantes gawe awak-awake dhewe nang warjager.

  9. Walaaah bingung mana yang bener… clue2 diatas klo versi bung jalo masih belum fix, kalo versi bung nara malah dah lunas dan segera dikirim..

    Resiko orang sipil yang tidak tau realitasnya. Namun sangat berharap kejayaan indonesia tercinta yang ditakuti negara asing manapun.