Mei 312016
 

Jakarta – TNI AL baru hari ini mengkonfirmasi peristiwa karamnya KRI Pati Unus di Perairan Balawan, Medan, Sumatera Utara, padahal peristiwa ini terjadi hampir dua pekan.

Analis militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menilai tindakan ini adalah bagian dari dunia militer yang tertutup. “Dunia militer merupakan dunia yang tertutup. Tidak semua yang dikerjakan militer bersifat umum. Ini bagian dari rahasia negara, tidak ada kewajiban militer membuka informasi,” ujkarnya saat dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016.

Karamnya KRI Pati Unus, menurut Connie, berbeda dengan kecelakaan pesawat udara yang dapat secara langsung diketahui masyarakat. “Kalau tank masuk jurang, atau seperti KRI Pati Unus yang karam, jarang sekali orang bisa tahu, kecuali ada bocoran dari dalam,” ujarnya.

Menurut Connie, pemberitaan tentang KRI Pati Unus muncul dari media sosial, bukan dari pemberitaan. Kemunculannya di media sosial, kata Connie, berbahaya. “Ini akan menjadi isu berbahaya karena ada sentimen anti-Cina apabila ada yang memberi tahu kapal kita terkena torpedo,” ucapnya.

KRI Pati Unus mengalami bocor di bagian lambung (Photo: Republika.co.id)

KRI Pati Unus mengalami bocor di bagian lambung (Photo: Republika.co.id)

Informasi karamnya kapal ini tidak langsung dibantah Pusat Penerangan Angkatan Laut, alasannya, berita ini tersebar melalui media sosial, bukan lewat media massa. Selain itu, menurut Connie, untuk membantah informasi, diperlukan izin. “Dalam militer, kecelakaan seperti ini kan berpengaruh pada kondisi karier komandan kapal selanjutnya,” ucapnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Edi Sucipto membenarkan kabar karamnya KRI Pati Unus pada 13 Mei 2016 di Perairan Balawan, Medan, Sumatera Utara. Laksma Edi menjelaskan, KRI Pati Unus menabrak bangkai kapal tenggelam yang berada di bawah kapal sehingga merusak sisi haluan kiri kapal.

“KRI Pati Unus menabrak sebuah benda sehingga merusak haluan kiri. Kapal tidak tenggelam, sekarang masih berada di permukaan,” kata Laksma Edi saat dimintai konfirmasi oleh Tempo. Saat ini, evakuasi badan kapal masih berlangsung.

Sumber : Tempo.co

 Posted by on Mei 31, 2016