Agu 012017
 

Beirut – Konvoi bus tiba pada Senin, 31 Juli 2017 untuk mengantarkan ribuan Pasukan Tempur dan pengungsi Suriah dari wilayah perbatasan Lebanon menuju wilayah yang dikuasai gerilyawan di Suriah, dalam usaha pertukaran dengan tahanan Hizbullah.

Di bawah gencatan senjata lokal antara kelompok pemberontak Sunni dan Hizbullah, sekitar 9.000 orang Pasukan Tempur dan kerabat mereka akan diberangkatkan pada Senin 31 Juli 2017, kata sebuah satuan media kepunyaan Hizbullah sebelumnya.

Kesepahaman tersebut meliputi keberangkatan semua gerilyawan Front Nusra dari wilayah perbatasan Lebanon di sekitar kota Arsal, dan warga sipil di tenda pengungsian terdekat yang ingin meninggalkan tenda.

Gencatan senjata tersebut menjadi gema dari kesepahaman yang terjadi di Suriah, dimana Damaskus sudah mengusir pemberontak dan warga sipil ke provinsi Idlib dan daerah lain yang dikuasai oleh pemberontak. Pengungsian seperti itu membantu Presiden Bashar Al-Assad untuk merebut kembali beberapa benteng pemberontak sepanjang tahun lalu.

Hizbullah Lebanon sudah memainkan peran penting dalam pertempuran melawan militan di sepanjang perbatasan selama perang 6 tahun di Suriah. Mereka mengirim ribuan Pasukan Tempur untuk membantu pemerintahan Bashar Al-Assad.

Minggu lalu, Hizbullah menguasai sebagian besar wilayah pegunungan Jroud Arsal dalam serangan yang dibantu  Militer Suriah untuk menyerang Pasukan Tempur Front Nusra dari kedudukan terakhir mereka di perbatasan.

Front Nusra adalah kelompok yang tergabung dengan Alqaida Suriah sampai tahun lalu, pada saat secara resmi mereka memutuskan hubungan dan berganti nama. Sekarang ini, mereka berperang sebagai bagian dari aliansi Tahrir al-Sham.

Militer Lebanon, yang menerima banyak bantuan Tentara dari AS dan Inggris, tidak ikut pada serangan dalam operasi di perbatasan, mereka menempati kedudukan dan bertahan di sekitar Arsal.

Gerakan berikutnya adalah serangan direncanakan ke wilayah terdekat yang berada di tangan Pasukan Tempur kelompok ISIS.

“Bus yang akan mengangkut milisi Front Nusra dan keluarga mereka sudah mulai berdatangan di Jroud Arsal,” ujar satuan media militer yang dikelola oleh Hizbullah dukungan Iran melalui sosial media pada Senin 31 Juli 2017.

Konvoi datang dari Suriah menuju kedudukan Militer Lebanon. Ambulans Bulan Sabit Merah Suriah tiba di seberang perbatasan, ujar satuan media itu.

Rekaman gambar dari wilayah perbatasan menunjukkan puluhan bus putih berkonvoi melewati bukit yang tandus. Palang Merah Lebanon ikut membantu  dalam pengangkutan logistik.

Langkah pertama gencatan senjata, yang ditengahi oleh badan keamanan internal Lebanon, mendapat kemajuan pada Minggu 30 Juli 2017, sehingga kedua belah pihak setuju untuk saling tukar jenazah para Pasukan Tempur yang tewas.

Sumber dari pihak keamanan Lebanon mengatakan bahwa 200 orang militan dengan ratusan orang anggota keluarga mereka dan lebih dari 5.000 orang pengungsi, meninggalkan  wilayah perbatasan Lebanon, sebagian besar menuju Idlib, wilayah yang dikuasai pemberontak.

Front Nusra akan membebaskan 8 Pasukan Tempur Hizbullah di bawah kesepahaman itu, 3 orang ditangkap beberapa hari yang lalu dan 5 orang ditahan di Suriah, kata sebuah sumber dari pihak keamanan Lebanon.

Televisi Al-Manar kepunyaan Hizbullah mengatakan bahwa kedua belah pihak akan melaksanakan pertukaran terhadap Pasukan Tempur Front Nusra dengan sandera Hizbullah di dekat kota Aleppo, yang diawasi oleh pemerintah Suriah.

Badan pengungsi PBB, yang tidak terlibat dalam kesepahaman tersebut, mencoba mendatangi pengungsi di wilayah Arsal untuk mengevaluasi apakah pengembaliaan tersebut berdasarkan dengan kesukarelaan dari mereka, ujar juru bicara Lisa Abou Khaled.

“UNHCR meyakini bahwa situasi keamanan terhadap pemulangan pengungsi belum siap di Suriah,” ujarnya, dengan perang yang masih berlanjut, di sebagian besar wilayah negeri itu.

Konflik multi-sisi Suriah sudah membunuh ratusan ribu orang dan setidak-tidaknya memaksa 11 juta orang dari mereka untuk mengungsi, sekitar setengah dari penduduk Suriah sebelum perang.

Hampir 1,5 juta rang pengungsi pindah ke Lebanon, sekitar seperempat dari penduduk Lebanon, ribuan diantaranya tinggal pada tempat darurat di sebelah Timur Arsal. Antara/Reuters

  4 Responses to “Evakuasi Pasukan Tempur dari Perbatasan Lebanon-Suriah”

  1.  

    Waduh…. ternyata secara diam2 kelompok Sunni dan Syi’ah gebuk2an di Lebanon, katanya sesama muslim kita bersaudara…… terus iki piye !!??….

    Wis sakarepmu……. sing penting aku duwe duwit kanggo tuku beras….

  2.  

    owh front nusra itu alqaeda…pantes..

  3.  

    Adu Oenta !!??….. xixi…