Jan 082015
 
Arabia Airbus A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT)

Arabia Airbus A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT)

Jakarta – Memasuki tahun 2015 TNI Angkatan Udara berencana melaksanakan program perpanjangan usia struktur ”Falcon Star” dan peningkatan kemampuan avionik ”Mid-Life Upgrade” untuk armada pesawat F16 A/B Block 15 Skadron Udara 3 lanud Iswahjudi. Perencanaan juga untuk peralatan kamera dan radar surveillance untuk pesawat B-737 MPA (Patroli Intai Maritim).

Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2015-2019 TNU AU akan mengajukan pengadaan pesawat Tanker kelas MRTT, pesawat Airborne Early Warning & Control (radar terbang), dan pesawat Pengintai Maritim Strategis.

Selain itu terdapat pula rencana pengadaan 1 unit radar rudal MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense), pengadaan 2 unit Radar Weibel serta saat ini sedang melakukan proses refurbisment dan pengadaan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder baru, serta berbagai pengadaan alutsista modern lainnya. .

Demikian disampaikan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia di hadapan para perwira pada Exit Briefing saat acara exit briefingsebelum mengakhiri tugasnya sebagai Kasau di Mabesau Cilangkap, Kamis (8/1) yang dihadiri para pejabat TNI AU.

Kasau juga menyampaikan beberapa pencapain sasaran yang telah dicapai, diantaranya peningkatan tiga lanud tipe B menjadi Tipe A, delapan lanud tipe D menjadi lanud tipe C, sehingga pangkalan TNI AU saat ini terdiri dari sembilan tipe A, 13 tipe B, dan 29 tipe C.

Pembentukan Skadron 16 sehingga kekuatan skadron udara saat ini adalah delapan skadron tempur, lima skadron angkut, tiga skadron helkopter, dua skadron VIP/VVIP, dua skadron latih dan satu skadron PTTA.

Selain itu pencapain sasaran yang lain adalah perkembangan tentang pembentukan kogabwilhan, dimana didalamnya termasuk validasi organisasi kohanudnas dan pembentukan Koopsau III dan pembentukan Sterau dan Disopslatau. Serta validasi organisasi terkait dengan implementasi dari ketentuan dalam BPJS, satker penerimaan DIPA daerah, dan pemberian pelayanan kesehatan (PPK) di rumkit-rumkit TNI AU yang sedang dalam proses dan diterapkan bertahap.

Dibidang Personel, penataan personel diarahkan untuk keseimbangan penempatan jawa dan luar jawa, serta proporsionalitas antara korps/kejuruan. Untuk panggon personel terpenuhi 60% dan saat ini sedang disusun kebutuhan panggon secara keseluruhan sebagai bagian dari renstra kesejahteraan prajurit TNI AU sampai dengan 2019, jelas Kasau.

Pada kesempatan tersebut, Kasau juga mengharapkan agar kedepan dalam bidang organisasi TNI AU dapat melaksanakan validasi secara cermat dengan memperhitungkan segala aspek, untuk bidang personel agar pembangunan personel harus lebih berorentasi pada kualitas dibandingkan kuantitas dimana aspek kualitas personel perlu dilaksanakan sejak tahap recruitmen, selama pendidikan maupun pembinaan karir.

Dalam bidang logistik perlu ditindaklanjuti persetujuan Presiden RI terhadap usulan pengadaan pesawat pengganti F-5, pesawat intai Amfibi, dan peningkatan kemampuan pesawat B-737 MPA dengan penambahan radar dan kamera Surveillance.

Selanjutnya di Bidang operasi perlu dilanjutkan kajian dan evaluasi terhadap penggunaan alutsista blok timur dlam rangka efektivitas dan efisiensi anggaran, serta langkah-langkah lanjutan dalam pengoperasian radar selama 24 jam sesuai taktik dan strategi pertahanan udara.

Untuk bidang sistem dan metode perlu dilanjutkan penjabaran doktrin Swa Bhuwana Paksa sebagai pedoman dalam implementasi tugas di seluruh jajaran organisasi, serta meningkatkan upaya peran TNI Au dalam kedirgantaraan nasional khususnya dalam pengambil alihan FIR Singapura.

Terakhir di bidang anggaran diharapkan pengelolanya senantiasa mengedepankan asas prioritas dan kehati-hatian, dimana rencana peningkatan remunerasi hendaknya disikapi oleh seluruh personel TNI AU secara bijaksanan agar tidak timbul dampak yang tidak diharapkan.

Intinya dalam penanganan masalah gunakan filosofi dalam menghadapai situasi kedaruratan penerbangan. Stop, analisa dan take proper action, tegas Kasau. Sebelum menutup briefing nya Kasau mengucapkan terimakasih pada seluruh jajaran TNI AU dan memberikan selamat bertugas untuk meneruskan tugas mulia demi bangsa dan negara

http://tni-au.mil.id/berita/exit-briefing-kasau-%E2%80%9Ctni-au-upgrade-alutsista-tahun-2015%E2%80%9D

C 295 AEW

C 295 AEW

Kesimpulan
1. Update F-16 Block 15 & Boeing 737 Surveillance akan dilaksanakan
2. Tahun 2015 akan ada mulai tender pengadaan pesawat tanker MRTT, AEW&C, Maritime Patrol
3. Pengadaan MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense) artinya semakin fix tdk ada pengadaam long range SAM macam S300, S400 ato Patriot
4. Penambahan & peningkata Lanud ditambah dengan peningkatan jumlah skadron yg kini total ada 8 skuadron. Dengan MEF butuh 11 skuadron artinya akan ada penambahan 3 skuadron tersisa
5. Pengadaan pesawt pengganti F-5E dan pesawat amfibi tetap berjalan
6. Demi efisiensi dan integrasi persenjataan-radar-datalink akan ada evaluasi terhadap pengadaan alutsista Blok Timur artinya benar kata sumber saya bhw TNI AU favorit F-16 Block 60. Su-35 favorit Mabes TNI terutama Jend, Moeldoko.

Pertanyaannya bahwa tahun 2015 ini pucuk pimpinan TNI akan dipegang oleh TNI AU menggantikan Jend, Moeldoko yang akan mulai pensiun dan sepertinya peluang Su-35 akan semakin menipis berganti menjadi F-16 Block60 karena sprt biasa di Indonesia ganti pimpinan ganti kebijakan (by Ayam Jago).

Silakan didiskusikan

Bagikan :

  120 Responses to “Exit Briefing Kasau : “TNI AU Upgrade Alutsista Tahun 2015””

  1.  

    Yes … laksanakan ..
    Jaya negeriku

    •  

      sistem alutsista gado-gado memang ada + dan – nya
      integrasinya jd susah, tp su 35 harus berjalan dong.
      jgn karna alasan susah integrasi jd g jd beli su 35, buktinya su27/30 tetep jd andalan.
      memang kita akan beli AEWC kemungkinan dr barat, dan apakah cocok dg pesawat dr timur???
      kalo produk dr timur dievaluasi, knp TNI AU justru ngebet pengen beli Be 200 ???

    •  

      kalo terlalu condong ke BARAT, lalu suatu hari ada EMBARGO, ya udh ompong..
      kenapa g belajar dr yg telah lalu, produk TIMUR boleh dievaluasi, tp jgn lupa keseimbangan barat dan timur,
      NB: ingat embargo!

      •  

        kalau sampai TNI kita meredup Ane akan sangat kecewa
        -S series itu sangat penting
        -Be200 krg efektif , buat bun AA ini ngak bisa mendarat karena laut kita tergolong dangkal tapi ganas
        -kalau condong barat (kecewa embargo)
        -Semoga pnganti pak mol juga berkelas international entar (Jgn ayam)

    •  

      Ya udah untuk MEF jilid2 beli f-16 block 60, ntar MEF jilid3 tni au harus wajib akuisi su-35 lagian kalo tni pesen su-35 sekarang mungkin datangnya thn 2020an kan katanya akan ada penambahan 3 skadron lagi, kan gk mungkin tni beli f-16 untuk ngisi 3 skadron sekaligus jadi sante aja gk usah panik

    •  

      Kabaranahan pernah ngomong gini, kalau cuman beli kita bisa masalahnya bisa ngerawat atau tidak itu yg jadi masalah. Kalau ada ToT dan offset yg bagus, bukan hanya merawat, kedepan kita bisa bikin sendiri.

      Cuman mengutip omongan kabaranahan aja, waktu saya nanya soal kapal selam kilo.

      •  

        Kalau saya gak butuh negara barat atau timur, yg dibutuhkan itu negara yg mau membantu Indonesia menjadi mandiri. Memang definisi mandiri itu berdikari, tapi untuk sampai sana kita butuh sokongan ilmu dari negara sahabat.

        Jangan sampai kayak perjanjian membeli tank yg didalamnya ada ToT, kenyataannya itu cuman di kertas aja. ToTnya cuman kunjungan ke pabrik melihat sekilas pembuatannya, dan mereka gak rela berbagi ilmu untuk itu.

        •  

          Kalau yg Bung maksud adalah Leopard jujur saja gak masalah…its worthed…Kita punya Detterent Effect…kagak pake TOT pun gak masalah karena fokus kita medium tank bkn heavy tank….TOT kita bs cari dr (TUR)unan (KI)te yg memang MOU nya jelas kerjasama pembuatan Tank Medium…

        •  

          setuju bung

        •  

          Memang dari beli F-16 blok 60 dan ambil hibah F-16ID blok 25 kita dapat apa? kalo tentang ini kalimat “aku oleh opo?” wajib gentayangan dong..

          •  

            Bukan F16 yg saya maksud, apapun yg memberi manfaat untuk kita. Mau F16, SU35, Rafale, Typhoon, atau yg lain terserah yg penting bisa membantu kita mandiri, itu yg utama.

        •  

          TOT memang sangat penting demi kemandirian NKRI, namun jika dilihat dari perkembangan kawasan NKRI butuh juga alutsista yang memiliki kekuatan penyeimbang minimal. (saat ini).

          menurut saya sebagai pengganti F5 baik diambil dari barat dengan mendapat TOT yang sejalan dengan project-project yang sedang berjalan.

          sedangkan untuk penambahan skuadron tempur baru pengadaan pesawat dari timur saya nilai akan sangat baik. SU 35 minimal. pengadaan pesawat dari timur pun harus tetap di pertahankan.

          pakistan yang pengadaan pesawatnya dari barat sampai 26 skuadron hanya di isi F16 dan lainnya yang speknya ada di bawah F16.

        •  

          betul bung jalo
          boleh suka ma produk timur kek barat kek
          tapi harus bangga ama produk dalam negeri
          karena kalo takut embargo..mau produk barat ato timur tetep bisa kena embargo..beli di downgrade..pas jalan kena embargo
          mari kita kembangkan produk dan teknologi dalam negri
          maju negriku..jaya negriku
          damn i love my country

      •  

        TIMUR lebih realistis, kita beli produknya dalam jumlah sedikit masak mau minta ToT, mana bisa??? rusia jelas tdk mau, rusia tidak pelit, cm diplomasi kita yg blm baik, lagipula kita beli produknya dalam jmlah yg sedikit, rusia jelas menolak ToT, itu lebih masuk akal.
        BARAT agak kurang masuk akal, kita beli produknya dlm jumlah sedikit masak mau dikasih 100% ToT, mohon maaf menurut saya itu tdk masuk akal, terkesan “ADA MAUNYA”
        komennya dong bung jalo

    •  

      Su 35 tetap wajib hukumnya. F16 kalau mau di adakan silahkan saja.

    •  

      Jika indonesia memilih F16 itu artinya Indonesia adalah keledai, sdh pernah masuk lubang dan ingin kejeblos lagi. Saya sangat mendukung jika memilih SU35

  2.  

    Rencananya bagus perlu kita dukung, tinggal DPR aja bisa mendukung apa nggak, sebab seperti kita tahun DPR kita masih terbelah terus saling diam. Sampai hari ini pun tidak ada kabarnya, sejak naik turunnya BBM, tahun baru, apalagi setelah tragedi Air Asia, DPR kita seperti hilang nggak ada kabar atau suaranya.

    Buat Jakarta Greater, semoga ada artikel tentang definisi lanud tipe A, B, C, dan D sebab saya orang awam tidak tahu apa bedanya dan lanud mana saja yang memiliki tipe2 tersebut. Terima kasih.

    Salam…

  3.  

    Maaf mau tanya, apa bisa peran 737-200 Surveillance digantigan secara penuh oleh C-295 AEW atau C-295 MPA?

  4.  

    sistem alutsista gado-gado memang ada + dan – nya
    integrasinya jd susah, tp su 35 harus berjalan dong.
    jgn karna alasan susah integrasi jd g jd beli su 35, buktinya su27/30 tetep jd andalan.
    memang kita akan beli AEWC kemungkinan dr barat, dan apakah cocok dg pesawat dr timur???
    kalo produk dr timur dievaluasi, knp TNI AU justru ngebet pengen beli Be 200 ???

  5.  

    Barat timur bagus buat kombinasi dan akan lebih bagus bila bisa produksi sendiri dgn teknologi barat timur.

  6.  

    Yg perlu dievaluasi adalah kebiasaan pemerintah kt membeli alutsista yg tidak berkualitas dan sedikit jumlahnya, beli kapal perang jg kw2, beli tank juga bekas, beli pespur jg versi downgrade, beli rudal jg versi tengah2, beli radar jg yg kemampuannya setengah2, beli kasel jg kelas menengah,trus mau dibawa kemana angkatan perang kt,smua yg dibeli diukur dari komisi pribadi,bukan demi kepentingan bangsa, bener kata pak habibi, pembelian alutsista kt cuman memperkaya oknum saja

    •  

      Lho semboyan WANI PIRO atau AKU OLEH OPO apa masih dipelihara dan dilanjutkan oleh penggantinya? apa kata dunia? prihatin.com

      •  

        Interupsi bung..kayanya akan lebih parah dr jaman sby…salah satu menteri jkw dah bermain tuh melalui istrinya yg suka jual2 surat pelepasan kawasan batubara bodong di kalteng…pernah di beringin trus loncat ke bang bewok…jadi pion jkw..gak tau istrinya mafia di kalteng khususnya pangkalan bun..wait n see…

  7.  

    Kalau pesawat tanker saya setuju sekali pakai Airbus A-330 MRTT. Alasannya adalah untuk memudahkan dalam hal perawatan dan suku cadang mesin. Untuk diketahui, Garuda saat ini mempunyai 22 pesawat A330. Berarti untuk perawatan pesawat jenis ini dijamin sudah terbukti, sehingga nantinya TNI-AU bisa menyerahkan ke Garuda untuk perawatan A-C check nya.

  8.  

    Maaf sejatinya pengadaan pengganti F-5E memang berlarut2, Menurut sumber saya yang ikut Peace Bima Sena di Tucson

    TNI AU & Instra (LEN, Pindad, INTI) lebih memilih F-16 Block60 dgn alasan ToT & Kemandirian serta sisi ekonomi bhw pilihan F-16 block60 tdk perlu butuh biaya upgrade & integrasi tinggi sepertiSu-35BM jg lebih rendah CpFH (Cost per Flying Hour) rendah baik BBM maupun perawatan

    Mabes TNI (HLC & Jend Moeldoko) lebih memilih Su-35 krn faktor detterrence (jangkauan & persenjataan)

  9.  

    Gato musti sedih apa bahagia baca ni artikel.

  10.  

    kiblat pemerintahan Jokowi semakin jelas

  11.  

    Ampooooen dech. ..maklum udah terbiasa dikebiri . . tidak berani memiliki alutsista yang tercanggih sebagai mana prinsip kekuatan dan kejayaan militer. . .mental tempe. . walaupun sudah diperintah 3x oleh presiden sbg pangti abri masih belom berani menenggelamkan nelayan pencuri ikan. . andai pak jokowi ga turun langsung melihat proses penenggelaman perahu nelayan asing, mungkin hingga sekarang tidak dilaksanakan. perintahnya.
    Itu baru kapal nelayan. . . coba kalo pesawat tempur asing. . . ga kebayang dech. . . tempeeee . . tempeeeee . .. !

  12.  

    Àndai ibu Susi yang jadi panglima. . . hahaha berhayal boleh dunk. . gratis khoq. ..

    •  

      @andai pula menhannya pak ign jonan.pasti ketika black fight dikejar sama f16 lalu menghilang di balik cakrawala pasti deh AU nya Indonesia terutama pilotnya dibilang

      kamu INI G*BL*k APA .atau sem*p*ul gitu aja g bisa kaliannn..,.kejar….

      •  

        izin like bung,

        kalo pilotnya di bilang begitu, pilotnya jawab bung masa F16 di suruh nguber F 35 sama F 22 raptor mikir…. makanya kasi saya yang bisa lari juga bos.

        Sonotan. Siupil sama dua divisi asu make ne barang.

        belum jika di timur indonesia memanas dan f 16 dipakai, apakah ada jaminan barang ini ga akan di embargo??

    •  

      Ya satu2 kualitas menteri jkw dah keliatan kualitasnya..oya adiknya dim syamsuddin dah masuk ke freeport titipan dr senior ex-bin

  13.  

    “Selanjutnya di Bidang operasi perlu dilanjutkan kajian dan evaluasi terhadap penggunaan alutsista blok timur dlam rangka efektivitas dan efisiensi ” Waduh kok makin gak yakin bahwa SU-35 akan diakusisi liat aja F-16 yg akan masuk 3 dekade beroperasi akan diketok magic bukan mulai dicari calon pengganti yg baru, mngkin bisa jadi tambah lagi F-16 Hibah dri US-Airforce dri 24 unit jadi 32unit kan pas jadi 3 skuadron F-16 Di sini plus T-50i yg akan mngkin juga di upgrade radar dan sistem avioniknya maklum pengaruh anggaran dana yg mempet plus tekanan dri US semoga saja tidak terjadi

  14.  

    f 16 itu gak ada taringnya…rugi beli psawat itu ntar klo trjadi prang bneran tgl jd sasaran empuk aja..tgl pencet dr jauh mledak dah…secanggih cnggihnya mamarika canggihan mamarina

  15.  

    psawat super canggih sperti super tukino aja yg di bnyakin,biar klo trjadi prang sungguhan jadi besi tua…dasar!!!!!??????
    yg di beli kok gk yg bermutu….kita ini negara devender dan byk pulau yg paling penting itu missil pencegat dan pnghancur pespur yg hrs di bykin…jumlah missil yg di perlukan itu lima kali lipat jumlah pespur ngara2 nato(ngara penjajah)

  16.  

    psawat super canggih sperti super tukino aja yg di bnyakin,biar klo trjadi prang sungguhan jadi besi tua…dasar!!!!!??????
    yg di beli kok gk yg bermutu….kita ini negara devender dan byk pulau yg paling penting itu missil pencegat dan pnghancur pespur yg hrs di bykin…jumlah missil yg di perlukan itu lima kali lipat jumlah pespur ngara2 nato(ngara penjajah)..jumlah tank dan pespur yg dikit skejab hanya akn jd sasaran empuk buat agresor tanpa missile yg banyak

  17.  

    Sudah jelas arah kebijakan pemerintah skrg, sejatinya kita akan terus di dikte oleh negara barat notabene punya kepentingan di negara kita yang tak mau tni jadi tangguh, MAU SAMPAI KAPAN KITA DI DIKTE itu pertanyaan nya skrg

    •  

      Sampai kiamat mungkin bung deril.

    •  

      Saya juga bingung nih…kenapa kita mau saja didikte amrik…apa sebenarnya utang kita sama si paman? sdh berpuluh tahun isi bumi cendrawasih dikeruk ke negara mereka…..apa blom lunas juga…apa takut dgn senjata nuklir mereka? kita jg mampu tuh klo mau….khan di BATAN ada ahlinya….Makanya klo ada iming2 dr suatu negara hati2 deh….krn nggak ada sesuatu yg gratis saat anda nantinya jd salah satu orang penting negeri ini…..maka…waspadalah…..waspadalah…

  18.  

    Sepertinya sejarah masa lalu akan terulang kembali dimana pd wkt jaman sukarno indonesia bisa menengadahkan muka karna memiliki alutsista yg mumpuni tpi di era suharto qt hy bisa tertunduk malu karna tdk memiliki tenaga utk diandalkan dan skrng spertinya sejarah itu akan terulang kembali dgn pola yg sama… Hahahahahaha (miris)

  19.  

    semakin JELAS arah pemerintah yg sekarang,..,dibawah ketiak mamarika….. semakin MERANA TNI

  20.  

    Kemandirian mahal harganya. Tanpa kemandirian akan selalu rentan kena embargo karena KEDUANYA (blok barat dan timur) sama-sama pernah melakukan embargo. Jangan lupakan sejarah. Untunglah pada embargo kedua, negara tetangga berbaik hati meloloskan jet tempur yg ditahan, menjual kelebihan stok suku cadang dll.

  21.  

    Hebatnya Indonesia..
    Dengan alutsista yg masih belum ideal tp masih bs berdiri tegak diantara bangsa lainnya.

    Semoga NKRI tetap jaya..

  22.  

    f16 lagi kayanya, ngga kemana2 di situ2 aja…

  23.  

    yaaah daah ketebaak dr awal terpilihnya presinden…

  24.  

    baguslah kalo begitu, kalo sdh bisa bikin sendiri pespurnya ngapain beli, “blok60” sam long range jg ga jd beli, pespur ghoib psr besi 😀

  25.  

    Sebagai rakyat bawah dan awam, saya bermimpi TNI punya alutsista yg MENGGETARKAN musuh, bukan yg MENGGELIKAN musuh. punya alutsista yg bisa digunakan sewaktu-waktu, kapan saja, dimana saja dan MENGHADAPI siapa saja. barangnya terserah.

  26.  

    setuju, antek amerika beraksi lg.

  27.  

    Emang pemerintahan Cemen ya ky gitu…..

    •  

      kagak kebayang f-16 berhadapan dengan f-35 Aushit & Singaporno, pastinya mereka tertawa terpingkal pingkal sambil memegangi perut mereka, belum lagi malon pastinya lebih besar kepala karena beranggapan SU-30 mkm akan dapat mengungguli f-16 blok 60, yang nota bene kelemahan f-16 sudah ada ditangan mereka ………. !!!
      Apakah hal2 seperti ini yang diinginkan para petinggi Indonesia ???
      Katanya mau jadi ” big brother ” dikawasan ASEAN, tapi kenyataannya selalu memposisikan diri dibawah ketiak Aushit, Singaporno dan malon ………… memalukan !!!

  28.  

    dalam mengganti pespur f-5 yang pensiun, kenapa TNI-AU ngotot sekali ingin f-16 blok 60 ( yang rawan embargo dan down grade oleh ASu ), sedangkan sudah sangat jelas speck dan kemampuan SU-35S jauh lebih unggul dari f-16 blok 60 sekalipun ……………….. ada apa sebenarnya …………. jangan2 krn dilobi ASu dengan iming2 dollar !!!

  29.  

    mau arah kemana yaa?? blok timr ? blok barat ? blok gado gado ? mandiri ?

    semuanya masing masing pilihan ada tantangan dan konsekuensinya sendiri sendiri..

    yang pasti harus ada garis yang jelas menuju kekuatan TNI AU secara hakiki..

  30.  

    Kok gk kapok2 ya dgn yg namanya embargo.. . Pak moel yg Notaben dr AD aja tau klo lebih maknyus su-35 . Lha ini yg AU mlh milih si botak dr ASU. Mikir pak, msa cra brpikirnya kalah ma AD . Gk ada efek deterent ny sama sekali.

  31.  

    Hmmm… pantesan dlm berapa hari naik 2 bintang… semoga aja salah dugaan saya.
    Maunya sih Sukhoi 35 atau sekalian Pak Fa T-50, Pak Presiden. Ayolah para Jenderalku belu Pespurnya yang gahar, nih rakyat sdh bisa menerima BBM tanpa subsidi , Apalagi ??? Perkuatlah Pertahanan NKRI dengan benar2.
    Masa iya gk beli SAM 300/400 ??? jiahhhh…ck,ck,ck.

  32.  

    Ayam jago…kagak beli sekarang belum tentu gak beli sama sekali…lha sudah wajar sebelum beli long range ya beli medium dulu…tahun ini beli medium bs saja long range tahun depan…pasti dibeli saya yakin dlm lima tahun ini…karena prediksi sy gesekan akan terjadi di atas tahun 2019…saat semua negara LCS sdh kenyang memperkuat diri…

    •  

      Betul bung wehr.. bung ayam jago tidak memasukkan analisa dari kondisi keamanan kawasan, terlalu naif…Makanya Pak Moel ngotot ngejar SU-35s. 2018 atau 2019 vietnam sudah komplit belanja, china sudah kuat cengkramannya, USA sudah siap di pinoy, guam dan aussie.
      Terkecuali pemerintahan sekarang & pimpinan TNI yang baru nanti betul2 nggak melek dengan kondisi sekeliling ya bisa saja belanjanya SHORAD + F-16 melulu..

    •  

      bung Wehr coba menghibur ato PHP nih? koq akhirnya jadi begini ya?

      •  

        Ha ha nggaklah Bung Skywalker…SAM long range bukanlah barang mewah seperti Jet Tempur…gak mustahil kita miliki…tuh dulu medium range kita ditertawai gak bakal punya…akhirnya beli juga…

        Ingat,anggaran pertahanan menyesuaikan ancaman…kalau perlu kita gunakan seluruh cadangan devisa untuk membeli senjata…

        •  

          Kalau begitu mazhabnya “kepepetisme-iyyah”
          😀

          •  

            Sy gak kenal tuh mazhab mazhaban yg cm mengkotak kotakan kita lalu mengadu domba…justru yg bikin istilah mazhab mazhab begini yg hrs di curigai subversif…memecah belah persatuan… 🙂

        •  

          @Bung wehr “Ingat,anggaran pertahanan menyesuaikan ancaman…kalau perlu kita gunakan seluruh cadangan devisa untuk membeli senjata”…..
          “anggaran menyesuaikan ancaman” atau jadi “pemadam kebakaran”?…bukankah itu yang terjadi skarang? sudah kejadian baru bertindak.
          tapi saya optimislah kita sedang menuju ke arah yang lebih baik, percaya walau tidak melihat langsung.

        •  

          Maaf bung Julian, saya ga bermaksud begitu. Baiklah lain kali saya akan koreksi disetiap komentar yang saya berikan.
          🙂

  33.  

    Bye-Bye..Ghoib…..Selamat datang Dunia Nyata… 😀

  34.  

    Mmmmm, semoga ndak seperti ganti pimpinan ganti ‘kurikulum’ he he…., maaf. Mungkin yg dijalankan plan B, C or……dan semoga semua bermanfaat bagi ketangguhan TNI kita. Amin, moga sehat2 semua

  35.  

    Sudah LUNAS bung dhadone S300 SA20 Gargoyle-nya. Ada 36 batere….

    Ini listnya :

    S-300PMU2 / SA-20 Gargoyle
    36 TBD (batteries, comprised of 5 TELAR vehicles, 1 C&C vehicle, 3 radars and sensors vehicles, 4 reload/resupply vehicle).

  36.  

    prihatin … sedih … gemes … kesel …
    mimpi lg neh …
    kita lihat berapa budget utk upgrade block 15 ? lagian ntu fighter hrs nya sdh pensiun, mo diapain lg ? apa pada gak faham metalurgi ? gak faham air superiority ? gak inget embargo ? gak inget kita bangsa besar & gak inget moyang kita bangun kejayaan nusantara yg tdk pernah takut dg manusia dari negeri lain

  37.  

    Katanya hanya keledai yg jatuh di tempat yng sama jadi sekarang ini Indonesia menganut mazhab keledaiiyah.

  38.  

    Hmmm.. Gak bakalan jd Macan Asia nih 5 thn akan datang.
    Tapi kalau saya sih.. lebih suka kalau pemerintah berinvestasi lebih besar dan fokus di bidang Riset & Penelitian Teknologi dan INHAN (Tank,Pespur, Drone udara/air, Kapal perang, Kapal Selam, Roket/rudal balistik, Kemandirian Satelite dll).
    Jadi ke depan bisa mandiri pengadaan Alutsistanya, Itu baru namanya ASLI MACAN ASIA, kalau masih import alutsistanya masih KUCING MANIS itu.
    Tapi kelihatannya dengan alokasi APBN-P sekarang fokus di bidang riset MINIM/Seadanya…miris sekali.
    ngemeng2 bagaimana nih kabar perkembangan KFX/IFX dan Changbogo nya, Midget Kapal selamnya ..serta Medium Tank Pindadnya serta Roket X550 LAPAN.

  39.  

    SALAM KOMUNITAS WARJGR SAYA NEWBIE …

  40.  

    Berita hari ini Media Indonesia tentang Pertahanan dan Keamanan.

    Rencana strategis pertahanan indonesia seharusnya rahasia tingkat tinggi rupanya justru diatur oleh pihak asing. Lembaga pertahanan asal Amerika, Defance institution reform initiative (DIRI) ikut menyusun renstra 2015-2019 hingga ke hal hal teknis.
    Pengamat militer Rizal Dharmaputra mengatakan pelibatan asing dalam menyusun renstra sangatlah janggal. Pasalnya, renstra merupakan refleksi pertahanan Indonesia dimasa depan sehingga pihak asing dilarang ikut campur menyusun renstra tersebut secara langsung.
    Rizal mengatakan DIRI terlibat dalam penyusunan renstra sampai ke tingkat teknis seperti peneliharaan pasukan,pembangunan MEF dan priopritas pembelanjaan alutsista. Ia heran pihak asing justru lebih mengetahui kebutuhan Indonesia.
    Ini tidak benar apalagi menyangkut hal operasional pengerahan pasukan. Kalau di susun oleh pihak luar itu aneh, cetusnya.

    Tetapi di pihak lain kamenhan ( Letjen TNI Ediwan Prabowo)memuji DIRI membantu penyusunan renstra dengan melakukan kunjunga selama 8 x ke kamenhan 2014.

    Lahh klu gini berarti jelas keledainya gali lobang dulu yang dalam trus jatuh ke lobang yang sama dimana sudah pernah jatuh disitu.Berita diatas, pemilihan directur freeport dari mantan BIN, perencanan pembelian f16 block 60 pengganti f5 tiger ni, kita jelas mengarah ke Amerika sepertinya antek antek Asu sudah memasuki seluruh nadi bangsa ini.
    Semoga Allah melindungi bangsa ini. Amien

    •  

      Kalau memang benar berita di atas…SUNGGUH SANGAT2 MENYEDIHKAN, mana nih JIWA NASIONALIS dan KEMANDIRIAN para Pemimpin negeri ini. JANGAN SEPERTI “SAPI” JIWA PEMPIMPIN DAN JENDERAL2 KITA … MAU DI DIKTE OLEH BANGSA ASING DI BIDANG EKONOMI, POLITIK DAN MILITER.

  41.  

    semoga lahir bung karno ke dua.

  42.  

    kalau gini terus, ya berpikir lagi untuk bayar pajak. tidak ada juga manfaatnya bayar pajak puluhan juta tapi hasilnya hanya di gunakan untuk beli tempe terbang yg tidak ada deterennya sama sekali

    KATANYA INODNESIA NEGARA BESAR TAPI MENTALNYA DONGKOL

  43.  

    HARUSNYA PEMERINTAH MEMPRIORITASKAN RUDAL PERTAHANAN UDARA DAN RUDAL PERTAHANAN GARIS PANTAI DI SAMPING PENAMBAHAN KAPAL PERANG, KS DAN PESAWAT TEMPUR UNTUK SUPERIORITAS UDARA.

  44.  

    hanya keledai yang akan jatuh di lubang yg sama…..pergantian pimpinan jangan malah mengalami ke munduran….ingat ke depan musuh kita f35,f22……mau dilawan pakai apa?????hanya f16…..?? rakyat ndak rela pak…….
    !!!!!harus su 35,,,,,,,!!!!!!!

  45.  

    Gara RI1 bilang klo beli alutsista harus bisa komunikasi datalink antar matra TNI AU lgs rubah haluan he he he
    Inget negara sekutu amrik beli F35 juga nggak bakalan dikasih TOT he he he
    Kita masih butuh 3 skuadron baru buat ngejar target 11 skuadron tempur
    Jadi untuk efek deterent sy yakin TNI tetap pilih SU35 wlo ngeteng belinya. Msh ada 2 skuadron untuu diisi medium fighter

    Saya usul untuk admin bung diego dan bung gue buat polling pilihan warjager untuk mengisi arsenal tni au pengganti F5:
    1. SU35SM
    2. TYPHOON
    3. GRIPEN
    4. F-16 CD block 60
    Siapa tau hsl polling dibaca RI1 dan diamini

  46.  

    Katanya beli SU35,,ktanya uerotyphoon, trus gripen, Desaul rafale,trakhir f16,, ktanya lgi sdh beli Su32, Su34,SU35 tp digoibkan,,Wis ga po” Bos klo ga Bisa bikin keder lawan,,yg pnting Bisa bikin Warjager Bingung,!

  47.  

    barat itu baik dimuka, borok dihati. smoga aja su 35 ttap terkabul, kalo tni dan pemerintah tk setuju mdah2an tuhan setuju

  48.  

    Cuma prasangka ana ; rencana upgrade elang botak ini adalah pra-syarat untuk membangun ifx

    •  

      yg ada mah dikibulin duit masuk ke antek2 asing +asu…………
      ifx ga bakalan jalan
      asu ga bakalan kasih jalan nie negri mandiri……………….

  49.  

    Bangsa ini tidak pernah mau belajar… Jangan sekali-kali lupakan sejarah…

  50.  

    pantes aja obama ngucapin selamat kepada presiden baru RI, apa maksudnya “Selamat Datang Orde Baru” ya?

  51.  

    prinsipnya non blok itu sangat menguntungkan tapi kenyataan barat lagi !!! Sukhoi family cuma sebagai citra supaya gak di bilang pro blok, singapore kecil-kecil punya F-15 yg dalemannya WOW, kalo emang non blok dan alasan integrasi persenjataan, data link dsb kenapa yg di beli radarnya semua buatan NATO. terus kalo tahu semua radar di integrasikan dengan radar NATO kenapa kemarin beli Sukhoi ??? … kalo beginimah jangankan SU-27 / 30 kita mau ngadepin F-15 singapore atau F-35 Aussie dsb tapi cukup dngn pespur Hawk ngegendong rudal jarak jauh yg dipandu radar terbang n darat udah bisa nyamain kemampuan Su Family kita … Gak masuk Akal
    hehe … ( cuma pemikiran pemula yg O’on) yaa moga-moga saya salah dan bapak2 TNI tidak keliru “Aamiin”

  52.  

    F 16 bukan tandingan dari F 15 atau F 35…
    Kalau Tetap memilih F 16 …Pasti karena pengaruh dari pihak asing….
    Sehingga pihak asing tidak akan ada takut atau kuatir kpd pihak TNI AU…

  53.  

    semakim tidak jelas arahnya.TNI AU yang harusnya fokus untuk intai strategis minta ijin menjadi intai maritim taktis(disertai penindakan dilautan)dengan minta dibelikan pesawat amphibi.jadi apa pekerjaan puspenerbal dalam tataran strategis?kita sudah sempat bernafas lega saat C295 MPA datang.harapan pembom TNI AL dalam wing tempurnyapun hidup kembali dalam pikiran kita.tapi bila kita baca alur kedepan cuma bisageleng-geleng

  54.  

    hallo sesepuh warjag …
    salam kenal

 Leave a Reply