Jan 082015
 
Arabia Airbus A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT)

Arabia Airbus A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT)

Jakarta – Memasuki tahun 2015 TNI Angkatan Udara berencana melaksanakan program perpanjangan usia struktur ”Falcon Star” dan peningkatan kemampuan avionik ”Mid-Life Upgrade” untuk armada pesawat F16 A/B Block 15 Skadron Udara 3 lanud Iswahjudi. Perencanaan juga untuk peralatan kamera dan radar surveillance untuk pesawat B-737 MPA (Patroli Intai Maritim).

Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2015-2019 TNU AU akan mengajukan pengadaan pesawat Tanker kelas MRTT, pesawat Airborne Early Warning & Control (radar terbang), dan pesawat Pengintai Maritim Strategis.

Selain itu terdapat pula rencana pengadaan 1 unit radar rudal MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense), pengadaan 2 unit Radar Weibel serta saat ini sedang melakukan proses refurbisment dan pengadaan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder baru, serta berbagai pengadaan alutsista modern lainnya. .

Demikian disampaikan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia di hadapan para perwira pada Exit Briefing saat acara exit briefingsebelum mengakhiri tugasnya sebagai Kasau di Mabesau Cilangkap, Kamis (8/1) yang dihadiri para pejabat TNI AU.

Kasau juga menyampaikan beberapa pencapain sasaran yang telah dicapai, diantaranya peningkatan tiga lanud tipe B menjadi Tipe A, delapan lanud tipe D menjadi lanud tipe C, sehingga pangkalan TNI AU saat ini terdiri dari sembilan tipe A, 13 tipe B, dan 29 tipe C.

Pembentukan Skadron 16 sehingga kekuatan skadron udara saat ini adalah delapan skadron tempur, lima skadron angkut, tiga skadron helkopter, dua skadron VIP/VVIP, dua skadron latih dan satu skadron PTTA.

Selain itu pencapain sasaran yang lain adalah perkembangan tentang pembentukan kogabwilhan, dimana didalamnya termasuk validasi organisasi kohanudnas dan pembentukan Koopsau III dan pembentukan Sterau dan Disopslatau. Serta validasi organisasi terkait dengan implementasi dari ketentuan dalam BPJS, satker penerimaan DIPA daerah, dan pemberian pelayanan kesehatan (PPK) di rumkit-rumkit TNI AU yang sedang dalam proses dan diterapkan bertahap.

Dibidang Personel, penataan personel diarahkan untuk keseimbangan penempatan jawa dan luar jawa, serta proporsionalitas antara korps/kejuruan. Untuk panggon personel terpenuhi 60% dan saat ini sedang disusun kebutuhan panggon secara keseluruhan sebagai bagian dari renstra kesejahteraan prajurit TNI AU sampai dengan 2019, jelas Kasau.

Pada kesempatan tersebut, Kasau juga mengharapkan agar kedepan dalam bidang organisasi TNI AU dapat melaksanakan validasi secara cermat dengan memperhitungkan segala aspek, untuk bidang personel agar pembangunan personel harus lebih berorentasi pada kualitas dibandingkan kuantitas dimana aspek kualitas personel perlu dilaksanakan sejak tahap recruitmen, selama pendidikan maupun pembinaan karir.

Dalam bidang logistik perlu ditindaklanjuti persetujuan Presiden RI terhadap usulan pengadaan pesawat pengganti F-5, pesawat intai Amfibi, dan peningkatan kemampuan pesawat B-737 MPA dengan penambahan radar dan kamera Surveillance.

Selanjutnya di Bidang operasi perlu dilanjutkan kajian dan evaluasi terhadap penggunaan alutsista blok timur dlam rangka efektivitas dan efisiensi anggaran, serta langkah-langkah lanjutan dalam pengoperasian radar selama 24 jam sesuai taktik dan strategi pertahanan udara.

Untuk bidang sistem dan metode perlu dilanjutkan penjabaran doktrin Swa Bhuwana Paksa sebagai pedoman dalam implementasi tugas di seluruh jajaran organisasi, serta meningkatkan upaya peran TNI Au dalam kedirgantaraan nasional khususnya dalam pengambil alihan FIR Singapura.

Terakhir di bidang anggaran diharapkan pengelolanya senantiasa mengedepankan asas prioritas dan kehati-hatian, dimana rencana peningkatan remunerasi hendaknya disikapi oleh seluruh personel TNI AU secara bijaksanan agar tidak timbul dampak yang tidak diharapkan.

Intinya dalam penanganan masalah gunakan filosofi dalam menghadapai situasi kedaruratan penerbangan. Stop, analisa dan take proper action, tegas Kasau. Sebelum menutup briefing nya Kasau mengucapkan terimakasih pada seluruh jajaran TNI AU dan memberikan selamat bertugas untuk meneruskan tugas mulia demi bangsa dan negara

http://tni-au.mil.id/berita/exit-briefing-kasau-%E2%80%9Ctni-au-upgrade-alutsista-tahun-2015%E2%80%9D

C 295 AEW

C 295 AEW

Kesimpulan
1. Update F-16 Block 15 & Boeing 737 Surveillance akan dilaksanakan
2. Tahun 2015 akan ada mulai tender pengadaan pesawat tanker MRTT, AEW&C, Maritime Patrol
3. Pengadaan MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense) artinya semakin fix tdk ada pengadaam long range SAM macam S300, S400 ato Patriot
4. Penambahan & peningkata Lanud ditambah dengan peningkatan jumlah skadron yg kini total ada 8 skuadron. Dengan MEF butuh 11 skuadron artinya akan ada penambahan 3 skuadron tersisa
5. Pengadaan pesawt pengganti F-5E dan pesawat amfibi tetap berjalan
6. Demi efisiensi dan integrasi persenjataan-radar-datalink akan ada evaluasi terhadap pengadaan alutsista Blok Timur artinya benar kata sumber saya bhw TNI AU favorit F-16 Block 60. Su-35 favorit Mabes TNI terutama Jend, Moeldoko.

Pertanyaannya bahwa tahun 2015 ini pucuk pimpinan TNI akan dipegang oleh TNI AU menggantikan Jend, Moeldoko yang akan mulai pensiun dan sepertinya peluang Su-35 akan semakin menipis berganti menjadi F-16 Block60 karena sprt biasa di Indonesia ganti pimpinan ganti kebijakan (by Ayam Jago).

Silakan didiskusikan

  120 Responses to “Exit Briefing Kasau : “TNI AU Upgrade Alutsista Tahun 2015””

  1.  

    Katanya beli SU35,,ktanya uerotyphoon, trus gripen, Desaul rafale,trakhir f16,, ktanya lgi sdh beli Su32, Su34,SU35 tp digoibkan,,Wis ga po” Bos klo ga Bisa bikin keder lawan,,yg pnting Bisa bikin Warjager Bingung,!

  2.  

    barat itu baik dimuka, borok dihati. smoga aja su 35 ttap terkabul, kalo tni dan pemerintah tk setuju mdah2an tuhan setuju

  3.  

    Cuma prasangka ana ; rencana upgrade elang botak ini adalah pra-syarat untuk membangun ifx

    •  

      yg ada mah dikibulin duit masuk ke antek2 asing +asu…………
      ifx ga bakalan jalan
      asu ga bakalan kasih jalan nie negri mandiri……………….

  4.  

    Bangsa ini tidak pernah mau belajar… Jangan sekali-kali lupakan sejarah…

  5.  

    pantes aja obama ngucapin selamat kepada presiden baru RI, apa maksudnya “Selamat Datang Orde Baru” ya?

  6.  

    prinsipnya non blok itu sangat menguntungkan tapi kenyataan barat lagi !!! Sukhoi family cuma sebagai citra supaya gak di bilang pro blok, singapore kecil-kecil punya F-15 yg dalemannya WOW, kalo emang non blok dan alasan integrasi persenjataan, data link dsb kenapa yg di beli radarnya semua buatan NATO. terus kalo tahu semua radar di integrasikan dengan radar NATO kenapa kemarin beli Sukhoi ??? … kalo beginimah jangankan SU-27 / 30 kita mau ngadepin F-15 singapore atau F-35 Aussie dsb tapi cukup dngn pespur Hawk ngegendong rudal jarak jauh yg dipandu radar terbang n darat udah bisa nyamain kemampuan Su Family kita … Gak masuk Akal
    hehe … ( cuma pemikiran pemula yg O’on) yaa moga-moga saya salah dan bapak2 TNI tidak keliru “Aamiin”

  7.  

    F 16 bukan tandingan dari F 15 atau F 35…
    Kalau Tetap memilih F 16 …Pasti karena pengaruh dari pihak asing….
    Sehingga pihak asing tidak akan ada takut atau kuatir kpd pihak TNI AU…

  8.  

    semakim tidak jelas arahnya.TNI AU yang harusnya fokus untuk intai strategis minta ijin menjadi intai maritim taktis(disertai penindakan dilautan)dengan minta dibelikan pesawat amphibi.jadi apa pekerjaan puspenerbal dalam tataran strategis?kita sudah sempat bernafas lega saat C295 MPA datang.harapan pembom TNI AL dalam wing tempurnyapun hidup kembali dalam pikiran kita.tapi bila kita baca alur kedepan cuma bisageleng-geleng

  9.  

    hallo sesepuh warjag …
    salam kenal

 Leave a Reply